International Convention On
Load Lines 1966
Konvensi ini ditanda tangani pada 5 April 1966.
Konvensi ini bertujuan menetapkan prinsip dan
aturan yg seragam untuk menentukan batas kapal –
kapal yg melayari pelayaran internasional dapat
dimuati guna menjamin keselamatan jiwa dan harta
benda di laut.
Pemberlakuan
Konvensi ini berlaku untuk :
Kapal – kapal yg terdaftar di negara penandatangan
Kapal – kapal di teritorial dibawah PBB
Kapal – kapal yg tdk didaftar yg menggunakan
bendera negara penandatangan
Annex I berlaku untuk kapal – kapal baru.
Annex II berlaku untuk kapal baru dan kapal lama
Pengecualian
Konvensi ini tdk berlaku untuk :
Kapal baru yang panjangnya kurang dari 24 m
Kapal lama yg kurang dari 150 gross ton
Kapal perang
Kapal pesiar yang tidak disewakan
Kapal penangkap ikan
Pembebasan
1. Kapal yang melatari pelayaran Internaional
yang terletak dekat perbatasan dapat
dibebaskan dari aturan ini asalkan hanya
berlayar antara 2 pelabuhan berdekatan
dalam daerah pelayaran yang terlindung
asalkan disetujui pemerintah-pemerintah
Negara tsb.
2. Kapal – kapal yg bentuknya khusus
.Pemerintah Negara [Link]
pada IMO mengenai pembebasan tsb.
3. Kapal yang secara normal tdk melayari
pelayaran international tetapi sekali waktu
harus melayari pelayaran internasional
Survey dan Inspeksi
Terhadap setiap kapal harus dilaksanakan survey
dan inspeksi sbb :
1. Initial Survey sebelum kapal dioperasikan
untuk pertama kali , disurvey secara
lengkap konstruksi dan perlengkapan
2. Periodical Survey pada selang waktu yg
ditentukan pemerintah tetapi tidak boleh
lebih dari 5 th
3. Inspeksi tahunan, dilaksanakan 3 bulan
sebelum sampai 3 bulan sesudah
anniversary date untuk memastikan tdk ada
perubahan yang dikakukan terhadap badan
kapal atau bangunan atas yang dapat
mempengaruhi perhitungan lambung timbul
dan untuk menjamin perawatan terhadap
kondisi dari penutup berikut ini :
a. Perlindungan terhadap bukaan – bukaan
b. Pagar – pagar
c. Freeing Port
Sertifikat
Kapal – kapal yang sudah disurvey dan dipasang
tanda lambung timbul diberi sertifikat:
International Load Line Certificate atau International
Load Line Examption Certificate yang biasanya
berlaku selama 5 th.
Sertifikat dinyatakan tidak berlaku lagi apabila:
1. Penggantian material pada badan kapal atau
bangunan atas yang berakibat bertambahnya
lambung timbul.
2. Peralatan dari penutup bukaan tdk dirawat
dengan baik.
3. Sertifikat tidak di endorse tiap tahun.
4. Kekuatan bangunan kapal berkurang sehingga
kapal tidak aman lagi.
5. Kapal berganti bendera.
Pengawasan
Kapal yang berada di pelabuhan tunduk pada
pengawasan dari Port state Control,
pengawasan dimaksud untuk meyakini:
a. Kapal memiliki sertifikat yang masih berlaku.
b. Kapal tdk dimuati melewati garis muat sesuai
zona.
c. Tidak ada perubahan material terhadap
konstruksi dan perlengkapan.
d. Penutup bukaan dirawat dengan baik.
Hal – hal yang mempengaruhi
penentuan besarnya lambung
timbul
1. Panjang kapal. Panjang diambil 96% dari
total panjang garis air pada 85% moulded
depth atau panjang dari linggi depan sampai
poros kemudi pada garis air tersebut.
Besarnya lambung timbul dapat dilihat dari
tabel berdasarkan panjang kapal.
2. Koefisien Block. Dipakai sebagai standard
adalah 0,68. bila melebihi dari itu maka
lambung timbul dikalikan dengan Cs + 0,68
dibagi 1,36.
3. Depth (Dalam) Kapal. Dipakai sebagai
standard D= L / 15. bila lebih maka lambung
timbul ditambah dan bila kurang sebaliknya.
4. Posisi garis depth. Kalau dalam kapal
(depth) sesungguhnya lebih dari D yang
dipakai dasar perhitungan maka lambung
timbul akan ditambahkan, demikian
sebaliknya.
5. Tinggi bangunan atas. Standard tinggi
bangunan atas dapat dilihat ditabel, apabila
tingginya kurang dari standard, maka dlm
perhitungan panjang bangunan atas akan
dikurangi sebanding dengan rasio antara
tinggi sebenarnya dan tinggi standard.
6. Panjang bangunan atas dan trunk. Lambung
timbul akan dikurangi dengan koreksi
bangunan atas yg dapat dicari ditabel.
7. Sheer. Standard sheer dapat dicari di tabel.
Apabila lebih dari standard maka lambung
timbul akan dikurangi demikian pula
sebaliknya.
Zona
Lambung timbul dihitung berdasarkan zona
– zona.
Untuk perhitungan standard dihitung pada
zona summer.
Untuk zona tropik lambung timbul dikurangi
dgn 1/48 sarat maksimum summer.
Untuk zona winter lambung timbul ditambah
dng 1/48 sarat maksimum summer.
Untuk zona winter North Atlantic lambung
timbul ditambah 50 mm dari lambung timbul
winter.
Penentuan zona berdasarkan tanggal –
tanggal yang telah ditetapkan.
Untuk di air tawar lambung timbul minimum
didapat dengan pengurangan dari
displacement dibagi dgn 40 TPC.
Untuk kapal – kapal pengankut timber
dibuatkan perhitungan sendiri bila kapal
tersebut sedang mengankut timber. Tetapi
kapal tersebut harus memenuhi persyaratan
khusus mengenai konstruksi, stowage,
upright (stanchion), lashing, stability,
perlindungan ABK dan akses keruang
permesinan dan tata susunan kemudi.