0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan24 halaman

Metode Penilaian Risiko Ergonomi OWAS

Metode OWAS dan RULA digunakan untuk menilai risiko gangguan sistem muskuloskeletal pada pekerja. OWAS mengklasifikasikan posisi tubuh ke dalam kode berdasarkan punggung, lengan, kaki, dan beban. RULA fokus pada anggota tubuh atas. Kedua metode memberikan kategori risiko untuk menentukan tindakan perbaikan posisi kerja.

Diunggah oleh

ribka62
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan24 halaman

Metode Penilaian Risiko Ergonomi OWAS

Metode OWAS dan RULA digunakan untuk menilai risiko gangguan sistem muskuloskeletal pada pekerja. OWAS mengklasifikasikan posisi tubuh ke dalam kode berdasarkan punggung, lengan, kaki, dan beban. RULA fokus pada anggota tubuh atas. Kedua metode memberikan kategori risiko untuk menentukan tindakan perbaikan posisi kerja.

Diunggah oleh

ribka62
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ERGONOMIC RISK ASSESTMENT

Beberapa metode observasi postur tubuh yg


berkaitan dng risiko gangguan pada sistem
muskuloskeletal
• OWAS
• RULA
• REBA
• Nordic Body Map
OWAS
• Pd metode OWAS, masing-masing anggota tubuh tsb
diklasifikasikan menjadi sikap kerja.
• OWAS Diperkenalkan oleh penulis dari Osmo Karhu
Finlandia pd thn 1977 dng judul “Correcting working
postures in industry: A practical method for analysis.” yg
diterbitkan dlm jurnal “Applied Ergonomics”.
• Aplikasi metode OWAS digunakan utk mengidentifikasi
s.d 252 posisi yg berbeda, sbg hasil kemungkinan
kombinasi tubuh bag belakang (4 posisi), lengan (3 posisi),
kaki (7 posisi), dan pembebanan (3 interval).
Langkah penggunaan OWAS
• Pengumpulan data / perekaman posisi
Dilakukan melalui observasi pd pekerja, analisis foto, video, / melihat
aktivitas yg sedang dilakukan.
• Pemberian Kode
Setiap posisi diberi kode identifikasi dan kmdn dicatat pd lembar
kerja. Pengkodean dilakukan men risiko / ketdknyamanan pd posisi
bekerja (tkt risiko dng nilai 1 berarti rendah, dan tingkat risiko
tertinggi bernilai 4). Setiap kategori risiko yg diperoleh akan
digunakan utk rekomendasi perbaikan.
• Melakukan analisis kategori risiko
Dilakukan dng cara menghitung posisi yg diamati dan berbagai
bagian tubuh, akan mengidentifikasi suatu posisi yg paling penting
dan melakukan tindakan korektif yg diperlukan utk memperbaiki
posisi kerja.
Posisi punggung: digit pertama “kode posisi”
Posisi Punggung Digit Pertama
“Kode Posisi”
Punggung Lurus
Garis sumbu badan pekerja sejajar dengan garis
1
sumbu kaki dan pinggul

Punggung Membungkuk
Badan pada posisi felksi. Metode ini tidak secara
eksplisit menyebutkan sudut fleksi, tetapi dapat 2
dipertimbangkan untuk inklinasi > 20 O
Punggung Memuntir
Badan memuntir atau inklinasi lateral sebesar 3
> 20 O

Punggung Ditekuk Memutar


Badan dengan posisi fleksi dan rotasi (atau
4
miring) secara simultan
Posisi lengan: digit kedua “kode posisi”
Posisi Lengan Digit Kedua
“Kode Posisi”

Kedua lengan di bawah


Kedua lengan pekerja berada di bawah
1
ketinggian bahu

Satu lengan di bawah dan satunya di


atas
Lengan pekerjaa pada saat bekerja yang 2
satu di bawah dan yang satu diangkat di
atas ketinggian bahu
Kedua lengan di atas bahu
Kedua lengan (atau bagian dari lengan) 3
pekerja beada di atas ketinggian bahu
Posisi kaki: digit ketiga “kode posisi”
Digit Ketiga
Posisi Kaki “Kode
Posisi”
Posisi duduk
Pekerja melakukan pekerjaan dengan posisi
duduk 1

Berdiri dengan kedua kaki lurus dengan


berat badan seimbang antara kedua kaki
2

Berdiri dengan satu kaki lurus dan kaki


lainnya menekuk dengan berat badan
seimbang antara kedua kaki 3
Posisi kaki: digit ketiga “kode posisi”

Digit Ketiga
Posisi Kaki
“Kode Posisi”
Berdiri dengan kedua lutut sedikit
tertekuk 4

Berdiri dengan satu lutut sedikit tertekuk


5

Jongkok dengan satu dan/atau dua kaki


6

Bergerak atau berpindah


7
Berat beban

Berat Beban/Fprce Skor OWAS


< 10 kg 1
> 10 kg s/d 20 kg 2
> 20 kg 3
Klasifikasi kategori Risiko
Kategori Efek pada Sistem Tindakan
Risiko Muskuloskeletal Perbaikan
Posisi normal tanpa efek yang dapat Tidak diperlukan
1 mengganggu sistem perbaikan
muskuloskeletal (Risiko rendah)
Posisi yang berpotensi Tindakan perbaikan
menyebabkan kerusakan pada mungkin diperlukan
2
sistem muskulokeletal (Risiko
sedang)
Posisi dengan efek berbahaya pada Tindakan perbaikan
3
sistem muskulo skeletal (Risiko diperlukan segera
tinggi)
Posisi dengan efek sangat berbahaya Tindakan perbaikan
4 pada sistem muskulokeletal (Risiko diperlukan sesegera
sangat tinggi) mungkin
Tabel penilaian analisa postur
menggunakan metode OWAS
Contoh aplikasi model OWAS
 Seorang pekerja selama kerja yg dominan dng posisi
punggung membungkuk, maka kode posisi utk punggung
adalah 2.
 Kedua lengan pekerja selama beraktifitas dominan di bawah
bahu, maka kode posisi lengan adalah 1.
 Selama bekerja dilakukan sambil berdiri dan agak jongkok
pada kedua kaki, kode posisi utk kaki adalah 4.
 Pekerjaan yg dilakukan adalah mengangkat dan mengangkut
beban dng berat 15 kg, maka kode posisi beban ialah 2
Contoh aplikasi model OWAS
Kaki
1 2 3 4 5 6 7
Punggung Lengan
Beban Beban Beban Beban Beban Beban Beban
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1
1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1
3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 2 2 3 1 1 1 1 1 2
1 2 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3
2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 3 3 4 4 4 1 1 1 1 1 1
3 2 2 2 3 1 1 1 1 1 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 1 1 1
3 2 2 3 1 1 1 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1
1 2 3 3 2 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
4 2 3 3 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
3 4 4 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
Contoh aplikasi model OWAS
• Dari hasil pengkodean didapatkan kategori
risiko 3. Dapat disimpulkan bahwa posisi
tubuh selama bekerja memiliki pengaruh yang
berbahaya pada sistem muskulokeletal
sehingga diperlukan adanya tindakan
perbaikan dengan segera.
Contoh cara menentukan kategori
posisi badan berdasarkan frekuensi
relatif
• Seorang pekerja selama kerja dominan dengan
posisi punggung membungkuk dengan frekuensi
repetitif 60%. Kedua lengan pekerja selama
beraktifitas dominan di bawah bahu dengan
frekuensi repetitif 90%. Bekerja dilakukan sambil
berdiri agak jongkok pada kedua kaki dengan
frekuensi repetitif 70%. Bagaimanakah analisis
berdasarkan OWAS?
Punggung
Lurus 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Membungkuk 2 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3
Memuntir 3 1 1 2 2 2 3 3 3 3 3
Ditekuk memutar 4 1 2 2 3 3 3 3 4 4 4
Lengan
Dua lengan di bawah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Satu lengan di bawah dan satu
2 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3
lengan di atas
Kedua tangan di atas bahu 3 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3
Kaki
Duduk 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
Berdiri 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2
Salah satu kaki ditekuk 3 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3
Kedua lutut agak ditekuk 4 1 2 2 3 3 3 3 4 4 4
Kedua lutut ditekuk 5 1 2 2 3 3 3 3 4 4 4
Bberlutut 6 1 1 2 2 2 3 3 3 3 3
Berjalan 7 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2
Frekuensi Relatif (%) 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Contoh cara menentukan kategori posisi
badan berdsrkan frekuensi relatif
Dari hasil perhitungan kategori risiko yang didasrkan pada
frekuensi repetitif masing-masing posisi tubuh tersebut,
diketahui bahwa :
• Posisi lengan tidak ada masalah
• Posisi punggung berpotensi menyebabkan cedera
• Posisi kaki menyebabkan ternyadinya gangguan sistem
muskulokeletal.

Dengan demikian, perbaikan lebih diarahkan pertama kali


untuk memperbaiki posisi kak dengan melakukan redesain
pekerjaan dengan menaikan landasan kerja.
RULA
• The Rapid Upper Limb Assestment
• Menggunakan target postur tubuh utk
mengestimasi terjadinya risiko gangguan otot
skeletal, khususnya pd anggota tubuh bagian
atas ( upper limb disorders )
• Alat uk melakukan analisis awal yg mampu
menentukan seberapa jauh resiko pekerja yg
terpengaruh oleh faktor penyebab cedera,
yaitu : postur tubuh, kontraksi otot statis,
gerakan repetitif dan pengerahan tenaga dan
pembebanan.
Pengukuran dng metode RULA
• Megukur sudut dasar
• Membagi tubuh dng 2 group : group A ( lengan
atas, lengan bawah dan pergelangan tangan ) dan
group B ( kaki, badan dan leher )
• Menentukan skor utk postur tubuh utk masing
masing anggota tubuh.
• Menghitung grand score dan action level utk
menilai kemungkinan risiko yg terjadi.
REBA
• Rapid Entire Body Assestment
• Alat analisis postural yg sangat sensitif
terhadap pekerjaan yg melibatkan perubahan
mendadak.
• Hasilnya utk menentukan tkt risiko cedera dng
menetapkan tkt tindakan korektif yg
diperlukan
Pengukuran dng metode REBA
• Gunakan kamera , video utk rekam posisi kerja.
• Identifikasi posisi utk pekerjaan yg paling penting
/ bahaya.
• Membagi dlm 2 group : group A ( badan, leher
dan kaki ) , group B ( lengan, lengan bawah dan
pergelangan tangan )
• Hitung skor A dan skor B
• Skor A dan skor B ditransfer ke dlm tabel 1 C (
skor 1C )
• Periksa tingkat aksi ( action level ) risiko dan
urgensi tindakan perbaikan yg hrs dilakukan
berdasarkan nilai akhir perhitungan.
Nordic body map
• Tentukan letak nyeri
• Tentukan kualitas nyeri ( 1 sd 4 )
• Jumlahkan
Skor 28-49 : rendah, belum perlu perbaikan.
Skor 50-70 : sedang, mungkin perlu tindakan perbaikan
Skor 71-91 ; tinggi, perlu tindakan segera
Skor 92- 112 : sangat tinggi, perlu tindakan sesegera mungkin.

Anda mungkin juga menyukai