Ega Silvia Lutviana
170332614529
Offering I
SEJARAH SILIKON
JONS JACOB BERZELIUS
1824
KEBANGSAAN SWEDIA
• Nama unsur : silikon (silicon)
• Bahasa Latin :‘Siex’ atau ‘silicis’
(mengkilap seperti permata)
• Bahasa Yunani : silica (batu api)
Sumber Silikon di Alam
• Kerak bumi (27,7%)
• Pasir dan kwarsa (Silikat / Silikon Dioksida)
• Granit (Mineral Silikat)
• Gas gunung berapi (Debu Silikon)
Data
1 Lambang Unsur Si
2 Nomor atom 14
3 Nomor massa 28
4 Golongan 14
5 Periode 2
6 Konfigurasi Elektron [Ne] 3s2 3p2
7 Blok p
8 Jenis unsur Metaloid
9 Jenis Senyawa Oksida amfoter
10 Jumlah atom Monoatomik
11 Bilangan oksidasi -4 , 0 ,+4
12 Massa Atom Relatif 28,085
Data
1 Fasa (25˚C , 1 atm) Solid
2 Titik lebur (1 atm) 1414°C, 2577°F, 1687 K
3 Titik didih (1 atm) 3265°C, 5909°F, 3538 K
4 Densitas (g cm−3) 2.3296
5 Struktur kristal Kubus Berlian
6 Warna Kelabu gelap dengan kilauan logam
ALLOTROPI SILIKON
a. Struktur kristal b. Silikon amorf
ISOTOP
Kelimpahan di
Isotop Massa Atom
alam
28Si 27.977 sma 92.223 %
29Si 28.976 sma 4.685 %
30Si 29.974 sma 3.092 %
Perhitungan Aᵣ Si
Data
1 Elektronegativitas 1,8 (Skala Pauling)
2 Energi Ionisasi Pertama 787 [Link]−1
3 Energi Ionisasi Kedua 1577 [Link]−1
4 Energi Ionisasi Ketiga 3231 [Link]−1
5 Energi Ionisasi Keempat 4356 [Link]−1
6 Afinitas elektron 133,6 [Link]−1
7 Kelarutan dalam air 0,079 g.L−1
8 Jari-jari Atom 110 pm
9 Jari-jari Ion 41 pm
10 Jari-jari Kovalen 111 pm
11 Jari-jari Van Der Waals 210 pm
PERSAMAAN IONISASI SILIKON
Si(g) Si+(g) + e- EI1 = 787 kJ/mol
Si+ (g) Si2+(g) + e- EI2 = 1577 kJ/mol
Si2+(g) Si3+(g) + e- EI3 = 3231 kJ/mol
Si3+(g) Si4+(g) + e- EI4 = 4356 kJ/mol
JARI – JARI SILIKON
r ion Si4+
41 pm r atom Si
r Ion Si4-
154 pm 111 pm
Jari-jari Atom Si
Jari-jari Van Der Waals
111 pm 2r van der
waals (SiO2 )
Jari-jari kovalen 362 pm
2r kovalen
SiO2 (184 pm)
Pembuatan Silikon
Tahapan proses pembuatan silikon dari SiO2
• SiO2 dipanaskan dengan kokas (C)
SiO2(s) + 2C(s) → Si(l) + 2CO(g) (redoks) (pada suhu 3.000oC)
• Lelehan Si yang dihasilkan dikeluarkan dari bawah tungku dan akan
membentuk padatan. Si yang dihasilkan cukup murni dan dapat digunakan
antara lain untuk pembuatan paduan dengan logam lain.
Untuk mendapatkan Si dengan kemurnian tinggi
1. Si dipanaskan dengan Cl2
Si(s) + 2Cl2(g) → SiCl4(l) (redoks, penggabungan)
2. Lelehan SiCl4 yang dimurnikan dengan proses destilasi.
3. SiCl4 lalu direduksi melalui pemanasan dengan H2 atau Mg
SiCl4(l) + 2H2(g) → Si(s) + 4HCl(aq)
SiCl4(l) + 2Mg(g) → Si(s) + 2MgCl2(aq)
4. Produk reaksi dicuci dengan air panas untuk memperoleh Si
5. Si dimurnikan dengan alat zone refining. Di dalam alat ini, batangan Si
dilewatkan secara perlahan melalui alat pemanas. Pada zona pemanasan,
batangan Si tersebut akan meleleh. Karena zat pengotor lebih mudah larut
dalam lelehan dibanding dalam padatan Si, maka pengotor tersebut akan
berkumpul di dalam lelehan Si. Daerah lelehan yang tidak murni tersebut
akan terus pindah sepanjang batangan Si, selama proses. Ketika daerah
lelehan yang tidak murni telah sampai ke ujung, maka ujung ini akan
dibiarkan membentuk padatan sebelum dipotong.
Aplikasi Unsur Silikon
• Pembuatan bangunan (pasir dan batu silikat)
• Bahan utama batu keramik, kaca, semen
• Pembuatan chips, komputer (peranti elektronik)
• Ampelas
• Sebagai bahan pengering (Silika gel)
Zeolit digunakan di industri minyak bumi sebagai
‘cracking’, di industri deterjen sebagai penukar ion,
pelunak air sadah dan di industri pemurnian air
Reaksi Silikon
• Reaksi dengan oksigen (REAKSI REDOKS dan REAKSI
PENGGABUNGAN)
Si(s) + O2(g) → SiO2(s)
0 0 +4 -4
OKSIDATOR : O2
OKSIDASI
REDUKTOR : Si
REDUKSI
• Reaksi Silikon dengan air (REAKSI REDOKS)
+1
Si(s) + 2 H2O(l) → SiO2(s) + 2 H2(g)
0 +2 -2 +4 -4 0
OKSIDATOR : H2O
OKSIDASI
REDUKTOR : Si
REDUKSI
• Reaksi dengan halogen
Si(s) + 2Br2(l) → SiBr4(l)
0 0 +4 (-1) X 4
OKSIDASI OKSIDATOR : Br2
REDUKSI REDUKTOR : Si
Energi potensial setengah sel:
Si(s) → Si4+(aq) + 4e- E0 = +0,86 V
Br2(g) + 2e- → 2 Br-(aq) E0 = +1,0652 V
Energi potensial sel:
Si(s) + 2 Br2(g) → Si4+(aq)+ 4 Br- (aq) E0 = +1.9252 V
• Reaksi dengan asam (REAKSI REDOKS)
+1 -1
Si (s) + 6HF (aq) [SiF6]2- (aq) + 2H+ (aq) + 2H2 (g)
+6 -6 +4 0
0
-1
REDUKSI
OKSIDASI
OKSIDATOR : HF
REDUKTOR : Si
Energi Potensial Reduksi (25⁰C)
[SiF6]2- (aq) + 4e- Si(s) + 6F- (aq) Eº = -1.24 V
2H+ (aq) + 2e- H2 (g) E0 = 0,00 V
Si (s) + 6HF (aq) [SiF6]2- (aq) + 2H+ (aq) + 2H2 (g) E0 = +1.24 V
• Reaksi dengan basa (REAKSI REDOKS)
Si0 (s) + 4NaOH (aq) [SiO4]4- (aq) + 4Na+ (aq) + 2H2 (g)
+1 +1 +4 0
REDUKSI
OKSIDASI
OKSIDATOR : NaOH
REDUKTOR : Si
Senyawa
Rumus molekul : Na2SiO3
Nama senyawa : Natrium Silikat
Kenampakan : serbuk atau bongkahan kristal tidak berwarna
atau putih keabu - abuan
Massa molar : 122.062 g/mol
Fasa (25⁰C, 1 Atm) : padat
Titik Didih : 100⁰-102⁰c
Titik Lebur : 1089⁰c
Kerapatan : 2.6 g/cm3
Jenis Senyawa : garam normal
STRUKTUR NATRIUM
SILIKAT
PEMBUATAN NATRIUM SILIKAT
• Larutan natrium silikat dapat diproduksi dengan
memperlakukan campuran silika (biasanya sebagai
pasir kuarsa), soda kaustik, dan air, dengan uap panas
dalam reaktor.
2NaOH(aq) + SiO2 (s) Na2SiO3 (s) + H2O (l)
REAKSI REDOKS, REAKSI PERTUKARAN PASANGAN
OKSIDATOR : SiO2
REDUKTOR : NaOH
• Sodium silikat juga dapat diperoleh dengan
melarutkan silika SiO2 (titik leburnya 1713 ° C) dalam
natrium karbonat cair (yang meleleh dengan
dekomposisi pada 851 ° C)
Na2CO3 (l) + SiO2 (s) → Na2SiO3(s) + CO2 (g)
REAKSI REDOKS
OKSIDATOR : SiO2
REDUKTOR : Na2CO3
Reaksi senyawa
• Reaksi dengan air
Na2SiO3(s) + H2O (l) → Na2H2SiO4(aq)
(Reaksi penggabungan)
• Reaksi dengan asam
Na2SiO3(aq) + HCl (aq) → H2SiO3 (s) + NaCl (aq)
(Reaksi pertukaran ion biasa)
• Reaksi dengan basa
Na2SiO3(aq) + 2NaOH (aq) → Na4SiO4 (s) + H2O (l)
(Reaksi pertukaran ion biasa)
Daftar pustaka
• Juwita, Mardiana. 2013. Golongan IVA, (online),
([Link]
[Link]) diakses tanggal 28 Agustus 2016
• Sugiyarto, Kristian H. 2004. Kimia Anorganik I.
Yogyakarta: Jurusan Kimia Universitas Negeri
Yogyakarta.
• [Link] diakses tanggal
31 Agustus 2018
• [Link] diakses tanggal 31 Agustus
2018
• [Link] diakses tanggal 31 Agustus 2018