0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan242 halaman

Panduan Studi Kelayakan Bisnis SKB

Dokumen tersebut membahas tentang Studi Kelayakan Bisnis (SKB) sebagai salah satu mata kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara. Mata kuliah ini membahas berbagai aspek yang perlu diteliti dalam menganalisis kelayakan suatu bisnis seperti aspek pasar, pemasaran, manajemen, SDM, keuangan, dan lingkungan. Tulisan ini juga menjelaskan kontrak rencana perkuliahan SKB dan tugas-

Diunggah oleh

Suci Kurnia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan242 halaman

Panduan Studi Kelayakan Bisnis SKB

Dokumen tersebut membahas tentang Studi Kelayakan Bisnis (SKB) sebagai salah satu mata kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara. Mata kuliah ini membahas berbagai aspek yang perlu diteliti dalam menganalisis kelayakan suatu bisnis seperti aspek pasar, pemasaran, manajemen, SDM, keuangan, dan lingkungan. Tulisan ini juga menjelaskan kontrak rencana perkuliahan SKB dan tugas-

Diunggah oleh

Suci Kurnia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KELAYAKAN BISNIS (SKB)

BAHAN AJAR
(dpt di download di Website UNISNU
Jepara)
H. M. SOLEH, BSc, SE, MBA, MM, MKes
Untuk Kalangan Sendiri
Tidak boleh diperbanyak atau di kopi
dalam bentuk apapun tanpa seijin penulis
UNIVERSITAS NADHATUL ULAMA (UNISNU)
JEPARA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (FEB)

1
PERKENALAN
Nama : H. M. SOLEH, BSc, SE, MBA, MM, MKes,
Alamat : Jl. Slamet Riyadi 2 Jepara,
Jl. Imam Bonjol 63 Jepara,
Riwayat Pendidikan:
1. 1969 : SDN Panggang I Jepara
2. 1972 : SMPN II Jepara,
3. 1975 : SMAN Jepara
4. 1976 : SPPH CTP Semarang
5. 1979 : SPPH Bandung
6. 1982 : BSc Ekonomi dari STE Kudus
7. 1986 : BSc APK Jakarta
8. 1992 : MBA IPWI Jakarta
9. 1997 : SE UMK
10. 2001 : MM IPWIJA Jakarta
11. 2002 : MKES Undip Semarang
12. 081326579711

Riwayat Pekerjaan :
1. 1999 – Sekr : Dosen STIE NU sekarang FEB UNISNU Jepara
2. 2005 – Sekr : Dosen Akbid Al Hikmah Mayong. 2
STUDI KELAYAKAN BISNIS (SKB)
H. M SOLEH, BSc, SE, MBA, MM, MKes

KONTRAK RENCANA PERKULIAHAN SKB DI FEB

MATA KULIAH :Studi Kelayakan Bisnis (SKB)


JENIS M K : MKB ( Mata Kuliah Keahlian Berkarya).
KODE MK : FE 1518
MK PRASYARAT Prodi Manj. : Man Keuangan, Man Pemasaran dan MSDM
M K PRASYARAT Prodi Akt : Manj Keuang, Man Pemasaran, Perilaku Org
BOBOT : 3 SKS (Perminggu 3 x 50 menit)
DOSEN : H. Mohammad Soleh, BSc, SE, MBA, MM, .MKes
DESKRIPSI : Mata kuliah ini membahas tentang: Aspek pasar, pemasaran,
manajemen, SDM, Keuangan, Lingkungan Dll Aspek dikaitkan dg
pembuatan lap. SKB, yg dpt digunakan thp pihak2 yang membutuhkan
laporan tsb.
TUJUAN : Setelah mengikuti mata kuliah ini Mahasiswa memahami dan
dpt menerapkan konsep dasar pembuatan laporan SKB.
Buku2 yg digunakan;
1. Husein Umar, SKB, PT GM, Jakarta, 2005,
2. Yacob Ibrahim, HM, SKB, Jakarta, Rineka Cipta, 2003.
3. Kasmir, Jakfar, SKB, Kencana Prenada Media Group, jakrta, 2003.
3
4. Suad, Suwarsono, M, SKP, Unit Penerbit dan Pencetak, Yogyakarta, 2000.
POKOK BAHASAN

MINGGU KE POKOK BAHASAN KETERANGAN

1. Pendahuluan Wawasan SKB dan Harap diperhatikan:


pembentukan grup diskusi SKB = 3 SKS (3 x 50 = 150 menit)
Pertemuan: 120 menit
2. Aspek pasar Tugas Grup di presentasikan : 30 menit
3. Aspek pemasaran Sistem penilaian :
AspekTeknologi dan Operasional (Sesuai Kep Dekan: Hadir= 10%, UTS =
4. 20%; UAS = 20%; Keaktifan= 20%, Tugas
5. Aspek Manajemen dan Operasi = 30%) UNTUK SKB Hadir= 10%, UTS =
30%; UAS = 30%; Tugas = 30%, Catatan
6. Aspek SDM dan Organisasi) tambahan nilai bagi yang aktif 5 – 15%.
7. Soal kasus. Nilaai Kep Rektor No. 102/2016
UTS NILAI SIMBUL BOBOT
8. 80-100 A 4
9. Aspek Finansial 75-79 AB 3,5
10. Aspek Finansial 70-74 B 3
Aspek Ekonomi, Sosial dan 65-69 BC 2,5
11. 60-64 C 2
Politik
55-59 CD 1,5
12. Aspek Lingkungan Industri 50-54 D 1

13. Aspek Yuridis &Lingkungan 0-49 E 0


hidup Pertemuan max 14 x dan min 12x + UTS +
14. UAS
Aspek resiko &Desain Laporan Ketentuan akademi mengikat;
15.
Soal Kasus Hasil yg telah dikirim ke kantor BAK tak dpt
16. dirubah Kecuali ada kesalahan me
UAS masukkan, Perubahan nilai melalui SP
TUGAS MA
Kelompok membuat makalah
Dipresentasikan (Waktu 25 menit)

PELAPORAN: STUDI KELAYAKAN BISNIS

1. Laporan Hasil SKB Aspek Pasar (k1 t8)


2. Laporan Hasil SKB Aspek Pemasaran (k2 t7)
3. Laporan Hasil SKB Aspek SDM(k3 t6)
4. Laporan Hasil SKB Aspek Teknologi(k4 t5)
5. Laporan Hasil SKB Aspek Finansial (k5 t1)
6. Laporan Hasil SKB Aspek Ekonomi (k6 t2)
7. Laporan Hasil SKB Aspek Politik (k7 t3)
8. Laporan Hasil SKB Aspek Yuridis. (k8 t4)
6
TUGAS MB
Kelompok membuat makalah
Dipresentasikan (Waktu 25 menit)

PELAPORAN: STUDI KELAYAKAN BISNIS

1. Laporan Hasil SKB Aspek Pasar(k1 t8)


2. Laporan Hasil SKB Aspek Pemasaran(k2 t7)
3. Laporan Hasil SKB Aspek SDM(k3 t6)
4. Laporan Hasil SKB Aspek Manajemen(k4 t5)
5. Laporan Hasil SKB Aspek Finansial(k5 t1)
6. Laporan Hasil SKB Aspek Ekonomi(k6 t2)
7. Laporan Hasil SKB Aspek Politik(k7 t3)
8. Laporan Hasil SKB Aspek Yuridis(k8 t4)
7
TUGAS MD
Kelompok membuat makalah
Dipresentasikan (Waktu 25 menit)

PELAPORAN: STUDI KELAYAKAN BISNIS

1. Laporan Hasil SKB Aspek Pasar(k1 t8)


2. Laporan Hasil SKB Aspek Pemasaran(k2 t7)
3. Laporan Hasil SKB Aspek SDM(k3 t6)
4. Laporan Hasil SKB Aspek Manajemen(k4 t5)
5. Laporan Hasil SKB Aspek Finansial(k5 t1)
6. Laporan Hasil SKB Aspek Ekonomi(k6 t2)
7. Laporan Hasil SKB Aspek Lingkungan
Industri (k7 t3)
8. Laporan Hasil SKB Aspek Yuridis(k8 t4) 8
KONTRAK KULIAH Halaman 3 – 9

Telah disetujui dan disepakati Dosen dan Klas MA MB dan MD


Pada perkuliah/pertemuan pertama Pada tanggal 26 – 02 – 2018.
Ditandatangani

Dosen

H. M. SOLEH; BSc; SE; MBA; MM; MKes.

Mahasiswa yang mewakili

Klas MA: ASMA KARIMAH (NIM: 161110001804).

Klas MB: M. Danial Faries (NIM:161110002033).

Klas MD: ANNA SAFITRI (NIM:161110001948).


WAWASAN SKB.

• BISNIS : Sesuatu usaha yg menghasilkan, atau


Seluruh kegiatan yg di orgkan ol orang2 yg berkecimplung di
bidang perniagaan (meliputi produksen, pedagang, konsumen dan
industri dimana perusahaan berada) dlm rangka memperbaiki standar
serta kualitas hidup mereka.
Motivasi utama kegiatan bisnis adalah LABA
(selisih lebihTotal Revenue dg Total Cost)
Kegiatan bisnis harus dpt pemuas pembeli, agar pengusaha dan
pembeli sama2 diuntung, maka pengusaha hrs menjaga kelangsungan
hidup perh, mutu brg/jasa dan membuat produk2 baru yang dpt
memuaskan keinginan pembeli.
Pengertian studi kelayakan bisnis adalah studi (penelitian) yang
menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi
dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi
sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua
digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya sebagai
laporan digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu usaha
bisnis dapat dikerjakan , ditunda atau dibatalkan.
• Perusahaan: suatu org yg memproses perubahan keahlian dan sumber
daya ekonomi menjadi barang dan/jasa ut pemuas kebutuhan pembeli
serta diharapkan memberi laba kpd pemiliknya
• Sebelum Usaha atau mengembangkan usaha perlu diadakan suatu
kajian ut mengetahui apakah yang akan dilakukan nantinya layak atau
tidak (?)

10
• KONSEP KOMPONEN BISNIS

• P4 P4
P3

• P4 P1 P2 P4

• P1 Konsep Pasar
• P2 Konsep Perusahaan
• P3 Konsep Persaingan dan Eksternal lain
• P4 Perubahan

11
• STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA
Strategi Pengembangan usaha perusahaan dapat dilihat dari strategi bidang tugasnya
yang meliputi :

• Strategi Generik
Strategi Generik (generic strategy) meliputi 3 strategi ( Stabilitas,
Ekspansi dan Penciutan) ini akan dijabarkan menjadi strategi utama
(Grand Strategy)

• Strategi Utama/Induk

Strategi induk meliputi 3 strategi ( Pertumbuhan/Growth; Stabilitas


dan Penciutan). Setelah strategi induk diterapkan akan
ditindaklanjuti pd petentuan strategi fungsional

• Strategi Fungsional

12
• MANFAAT SKB
Kajian Layak atau tidak suatu usaha, akan dimanfaatkan oleh:

1. Investor : untuk mempertimbangkan penanaman modal;


2. Kreditor : Salah satu pertimbangan pemberian kredit dari
Kreditor (Perbankan)
3. Manajemen Perusahaan : Salah satu pertimbangan penting
manajemen untuk memajukan/melakukan tindakan selanjutnya
termasuk pertimbangan untuk mencari permodalan atau tidak.
4. Pemerintah dan Masyarakat: Sebagai pertimbangan,
penghematan devisa negara, penggalakkan Ekspor nonmigas,
Pemakaian Tenaga kerja Massal. Proyek bisnis yang dapat
membantu kebijakan pemerintah inilah yang akan diberi insentif
(subsidi, atau keringanan)
5. Tujuan Pembangunan Ekonomi: Merupakan pertimbangan
pengkajian pembangunan Ekonomi Nasional, dan Aspek
Rencana Pembangunan Nasional sebagai pertimbangan proyek
terhadap pembangunan nasional (Pengaruh Sosial, Ekonomi
masyarakat ataupun seberapa jauh distribusi nilai tambah
kepada masyarakat)
13
TUJUAN SKB
Antara lain:
1. Menghindari resiko kerugian.
dengan mengetahui kelayakan suatu usaha yang
sedang/akan dijalankan se-tidak2nya dapat digunakan
untuk meminimalkan kerugian.
2. Memudahkan Perencanaan
Dengan mengetahui kelayakan, maka hal-hal apa yang
akan dipersiapkan untuk memperlancar usaha
(rencana: laba, SDM, lokasi, dana, material, pasar, )
3. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan
Dengan mengetahui kelayakan, perencanaan yang
matang,maka pelaksanaan pekerjaan dapat dikerjakan
secara sistematis.
4. Memudahkan dalam Pengendalian dan pengawasan
Dengan mengetahui kelayakan, perencanaan yang
matang,maka pelaksanaan pekerjaan akan mudah
dikendalikan dan diawasi agar sesuai rencana yang
telah disepakati (dapat tepat: kuantitas, kualitas, 14
waktu, tujuan)
15
I. ASPEK PASAR

16
ASPEK PASAR

Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu


produk meliputi :
a. Potensi pasar
b. Jumlah konsumen potensial, konsumen yang
mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
a. Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka
membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan,
preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa
lalu, dll.
b. Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang
digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau
pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi
17
tersebut dalam meraih besarnya market share
ASPEK PASAR

Berkaitan Aspek Pasar ini :


1. Apakah industri mampu mencukupi jumlah (kuantitas)
permintaan.
2. Apakah industri mampu mencukupi mutu (kualitas)
permintaan.
3. Apakah industri mampu mencukupi tetap waktu.
4. Apakah harga sesuai dengan penawaran.

Maka harus ditinjau dari Kuantitas, kualitas, waktu dan


harga
Aspek pasar
• Besar luas pasar
• Mengukur dan meramal Permintaan dan Penawaran
• Pertumbuhan permintaan (trend dan proyeksi)
• Persaingan antar produsen
• Siklus hidup produk
• Ketergantungan usaha terhadap produsen, konsumen, sumber daya alam
• Market space/ Market Saze dan Market share
Market space = akses permintaan dari penawaran
Market share = bagian pasar yang dikuasai
DAUR HIDUP PRODUK (Product Life Cycle)
I G M D
n r a e
t o t c
r w u i
S o t r l
A d h i i Marketing Mix
L o t n
E t y e Product
S i Price
o Promotion
n
Place/Distibution

TIME 19
Daur hidup produk (product life cycle)
Marketing Mix

Product
S Price
A TR Place/Distibution
L Promotion
E Profit
P TC Packaging
S e P P People
r e e Physical evident/fasilitas
P
k r r D
e e e Process
k t n
m e u w
u
b n m a
r TIME
a a b s
u
n l u a
n
g a h a
a n a n
n n

Pada tahap PERKEMBANGAN produk sedang diciptakan, memerlukan dana relatif besar untuk
menghasilkan, setelah produk diperoleh secara sempurna produk DIPERKENALKAN pada pasar
melalui bauran promosi (Tipe produk, Strategi dorong/tarik, Kesiapan konsumen dan PLC),
sehingga produk mengalami PERTUMBUHAN, bila berhsl akan memasuki tahap
KEMATANGAN/KEDEWASAAN yang akan memperoleh TR tinggi, sementara Costnya terbatas
pada Promosi yang sifatnya mengingatkan pembeli/konsumen. Akhirnya cepat/lambat (produk
bersifat umum/banyak dipasaran) akan mengalami KEMUNDURAN/PENURUNAN kalau ingin
bangkit lagi perlu produk baru (Inovasi).
20
• Mengukur Permintaan Pasar

Mengestimasi total permintaan Pasar


Q = n. p. q

Q = Total permintaan pasar


n = Jumlah pembeli di pasar
p = hrg satuan rata-rata
q = jumlah yang dibeli oleh pembeli rata2 pertahun

Contohnya:
Secara singkat:
Berapa total permintaan pasar produk Sarung tenun troso dari perusahaan tenun
“MONDAR-MANDIR” pada th 2004 – 2006 bila:
1. jumlah pembeli di pasar berturut-turut tahun 2004 – 2006 = 3000 ;
2900 dan 3100 orang;
2. Harga satuan perpotong sarung berturut-turut tahun 2004 – 2006 =
Rp. 60.000,-; Rp. 70.000,- dan Rp. 80.000,-
3. Jumlah produk yang terjual berturut-turut tahun 2004 – 2006 =
500.000; 600.000; 700.000 potong.

Jawab:
Q = 3.000 x Rp. 70.000,- x 600.000 = Rp. [Link].000,-

21
Meramal Permintaan Mendatang
Dapat digunakan :
1. Analisis regresi
Y=a+bX
Y = Variabel terikat
X = variabel bebas
a = nilai kontante/ intercept
b = koefisien arah regresi
Layak bila b positif. Jika b negatif tak layak perlu pertimbangan lebih
lanjut.
∑Y (∑ X)2 – {∑X +∑(XY)}
a=
n. ∑ X2 – (∑ X) 2

n. ∑(XY) – ∑X ∑Y
b=
n. ∑ X2 – (∑ X) 2
22
• Contoh regresi:
Perusahaan tenun troso “MONDAR-MANDIR” 3 tahun
berturut-turut dari tahun 2004 – 2006 didapatkan data
sebagai berikut:
Total cost = X (dalam Milyar Rp.)= 25; 30; 40.
Total revenue = Y (dalam Milyar Rp.) = 30; 42; 56.
Pertanyaannya Apakah Perusahaan ini layak ditinjau
dari costnya

Diketahui:
Perusahaan Tenun Troso Keadaan th 2004 - 2006
X (dalam Milyar Rp.)= 25; 30; 40.
Y (dalam Milyar Rp.) = 30; 42; 56.

Ditanyakan:
Apakah Perusahaan ini layak ditinjau dari costnya
23
Jawab: X Y X2 XY
Y=a+bX
25 30 625 750
n = 3; ∑X = 95; ∑ Y = 128; ∑ X2 = 3125; ∑(XY) = 4250.
30 42 900 1260
40 56 1600 2240
95 128 3125 4250

∑Y (∑ X)2 – {∑X +(∑XY)} 128 x (95) 2 – (95 + 4250)


a= = = 3288,157
n. ∑ X – (∑ X)
2 2 3 x 3125 – (95) 2

{n. ∑(XY)} – (∑X ∑Y} 3 x 4250 – (95 x 128)


b= = = 1,686
n. ∑ X2 – (∑ X) 2 3 x 3125 – (95) 2

Y = 3288,157 + 1,686 X.
Kesimpulan : persahaan tenun Troso ditinjau dari TC LAYAK, karena setiap
penanbahan TC = Rp. 1 M, maka ada penambahn TR sebesar Rp 1,686 M
Persamaan regresi dpt dimanfaatkan, maka ut mempredeksi.
(Y = Total revenue), misal total cost 100 M maka total revernue (Y) = 3288,157 +
1,686 (100) = Rp. 3456,757 M,
Apabila TC = Rp 101 M, maka TR = Rp. 3456,757M + Rp 1,686M = Rp. 3458,443M

24
2. ANALISIS DERET WAKTU

Metode Least square : Yt = a + b X.


a = ∑Y / n dan b = ∑(XY) / ∑X2.
Layak bila b positif. Jika b negatif tak layak perlu pertimbangan lebih lanjut.
Yt = hasil ramalan perode t,
n = jumlah data deret waktu,
t = waktu tertentu.
X = Kodeng

Contoh :
Perusahaan tenun troso “MONDAR-MANDIR” 3 tahun berturut-turut dari tahun
2004 – 2006 didapatkan data sebagai berikut:
Total revenue = Y (dalam Milyar Rp.)= 30; 42; 56.
Pertanyaannya:
Apakah perusahaan ini layak di tahun mendatang ditinjau dari segi TR ?

Diketahui :
Perusahaan tenun troso “MONDAR-MANDIR 3 tahun berturut-turut dari tahun
2004 – 2006 :TR= Y (dalam Milyar Rp.)= 30; 42; 56.

Ditanyakan:
Apakah perusahaan ini layak di tahun mendatang ditinjau dari segi TR ?

25
Total revenue = Y (dalam Milyar Rp.)= 30; 42; 56.

n = 3; ∑Y = 128; ∑(XY) = 26 ; ∑X2 = 2.


TH X Y X2 XY
a = ∑Y / n = 128 / 3 = 42,667. 2004 -1 30 1 - 30
b = ∑(XY) / ∑X2 = 26 / 2 = 13. 2005 0 42 0 0
2006 1 56 1 56
Yt = 42,667 + 13 X. ∑ 128 2 26

Kesimpulan :
Perusahaan ini layak di tahun mendatang ditinjau dari segi TR
Persamaan deret waktu dpt digunakan ut mempredeksi.
misal Perkiraan total revenue akhir th 2007 ( x=2 )
Y2007 = 42,667 + 13 (2) = Rp. 68,667 M
Y2008 = 42,667 + 13 (3) = Rp. 81,667 M

26
2. ANALISIS DERET WAKTU

Yt = a + b t.
∑Y = a. n + b. ∑ t dan ∑yt = a. ∑ t + b. ∑t2
Layak bila b positif. Jika b negatif tak layak perlu pertimbangan lebih lanjut.
Yt = hasil ramalan perode t,
n = jumlah data deret waktu,
t = waktu tertentu.
Contoh :
Perusahaan tenun troso “MONDAR-MANDIR” 3 tahun berturut-turut dari
tahun 2004 – 2006 didapatkan data sebagai berikut:
Total revenue = Y (dalam Milyar Rp.)= 30; 42; 56.
Pertanyaannya:
Apakah perusahaan ini layak di tahun mendatang ditinjau dari segi TR ?

Diketahui :
Perusahaan tenun troso “MONDAR-MANDIR 3 tahun berturut-turut dari
tahun 2004 – 2006 :TR= Y (dalam Milyar Rp.)= 30; 42; 56.

Ditanyakan:
Apakah perusahaan ini layak di tahun mendatang ditinjau dari segi TR ?

27
Total revenue = Y (dalam Milyar Rp) 30; 42; 56.

n = 3; ∑ t = 3; ∑Y = 128; ∑(Y.t) = 154 ; ∑t2 = 5.


TH T Y t2 Y.t
128 = 3 a + 3 b 2004 0 30 0 0
154 = 3 a + 5 b 2005 1 42 1 42
- 26 = - 2 b …..b = 13 2006 2 56 4 112
3 a + 3 (13) = 128 ….a = 29,667 ∑ 3 128 5 154
Yt = 29,667 + 13 t.

Kesimpulan :
Perusahaan ini layak di tahun mendatang ditinjau dari segi TR
Persamaan deret waktu dpt digunakan ut mempredeksi.
misal Perkiraan total revenue akhir th 2007 ( t = 3 )
Y2007 = 29,667 + 13 (3)= Rp. 68,667 M
Y2008 = 29,667 + 13 (4) = Rp. 81,667 M

Persamaan deret waktu dpt digunakan ut mempredeksi.


misal Perkiraan total revenue akhir th 2007 ( t=3 )
Y2007 = 29,667 + 13 (3) = Rp. 68,667 M
28
3. Teknik rantai Markov

Suatu tehnik matematika yg digunakan ut melakukan pembuatan model dr


beberapa sistem dan proses bisnis.
Rantai markov juga dpt digunakan ut mempredeksi. Perkiraan yad seraca
matematik. Biasanya ut pemasaran, yaitu mempredeksi market share
(pangsa pasar)

Contoh kegiatan pemilihan merk:


Atas dasar survai konsumen telah diketahui informasi 1000 langgang kaos
empat merk (Asoy, Bolbol, Cicit, Dobol) di pasar Tahunan, selama satu
tahun di tahun 2006, karena pengaruh promosi didapatkan data sebagai
berikut:
1. Pembeli kaos merk Asoy = 220 pelanggan, yang tetap senang
merk Asoy = 175 , Pindah ke merk Bolbol = 20, pindah ke merk
Cicit =10, pindah ke merk Dobol = 15.
2. Pembeli kaos merk Bobol = 300 pelanggan, yang tetap senang
merk Bolbol= 230, Pindah ke merk Asoy = 40, pindah ke merk Cicit
= 5, pindah ke merk Dobol = 25.
3. Pembeli kaos merk Cicit = 230 pelanggan, yang tetap senang merk
Cicit= 205, Pindah ke merk Bolbol = 25.
4. Pembeli kaos merk Dobol= 250 pelanggan, yang tetap senang
merk Dobol= 215 , Pindah ke merk Asoy = 10, Pindah ke Bolbol =
15, pindah ke merk Cicit = 10.
Hitunglah merk-merk kaos tersebut ditinjau dari kelayakan segi market share
TABEL PERGANTIAN MERK

JML PERUBAHAN
MERK PERIODE I PEROLEHAN KEHILANGAN PERIODE
(2006) II
A B C D A B C D (2006)

A 220 0 40 0 10 0 20 10 15 225
B 300 20 0 25 15 40 0 5 25 290
C 230 10 5 0 10 0 25 0 0 230
D 250 15 25 0 0 10 15 10 0 255

JML 1000 45 70 25 35 50 60 25 40 1000

30
TABEL PERTUKARAN PELANGGAN 2006

JML PERUBAHAN
MERK PERIODE PEROLEHAN KEHILANGA PERIODE II
I N (2006)
(2006)

A 220 50 45 225
B 300 60 70 290
C 230 25 25 230
D 250 40 35 255

JML 1000 175 175 1000

31
TABEL TRANSISI PELANGGAN PERGANTIAN MERK

DARI
A B C D JML

KE

A 175 40 0 10 225
B 20 230 25 15 290
C 10 5 205 10 230
D 15 25 0 215 255

JLM 220 300 230 250 1.000


32
TABEL PROBABILITASTRANSISI PELANGGAN
PERGANTIAN MERK
DARI
KE A B C D JML

A 175 40 0 10 225
(0,795) (0,133) (0) (0,040)
B 20 230 25 15 290
(0,091) (0,767) (0,109) (0,060)
C 10 5 205 10 230
(0,046) (0,017) (0,891) (0,040)
D 15 25 0 215 255
(0,068) (0,083) (0) (0,860)

JLM 220 300 230 250 1000


(1,000) (1,000) (1,000) (1,000) 33
GAMBAR PROBABILITAS TRANSISI
PERGANTIAN MERK
0,795 0,767
0,091
A B
0,133
0,040 0,109
0 0,060

0.046 0,083
0,017 0,068

0
C D

0,891 0,040 0,860


34
TABEL PROBABILITAS TRANSISI PELANGGAN
PERGANTIAN MERK DAN GRS RESISTENSI

DARI PANGSA PASAR


A B C D AWAL
KE

A 0,795 0,133 0 0,040 0,220( 22% )


B 0,91 0,767 0,109 0,060 0,300 ( 30% )
C 0,046 0,017 0,891 0,040 0,230 ( 23% )
D 0,068 0,083 0 0,860 0,250 ( 25% )

JLM 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 ( 100%)

35
• Penjelasan:

Grs resistensi adalah garis dimana perusaahan (merk) tersebut


tetap dlm penguasaan pasar (pelanggan).

1. Kolom 1 : A tetap mengasahi pasar 0,795 thd


pelanggannya 220. Pindah ke pelanggan B = 0,091, ke C =
0,046 dan ke D = 0,063.

2. Kolom 2 : B tetap mengasahi pasar 0,767 thd


pelanggannya 300. Pindah ke pelanggan A = 0,133, ke C =
0,017 dan ke D = 0,083.

3. Kolom 3 : C tetap mengasahi pasar 0,891 thd


pelanggannya 230. Pindah ke pelanggan B = 0,109.

4. Kolom 4 : D tetap mengasahi pasar 0,860 thd


pelanggannya 250. Pindah ke pelanggan A = 0,040, ke B =
0,060 dan ke C = 0,40.

36
PANGSA PASAR (MARKET SHARE)
AWAL (2006)

MERK PERHITUNGAN MARKET SHARE I

A 220: 1000 0,220 ( 22% )


B 300:1000 0,300 ( 30% )
C 230:1000 0,230 ( 23% )
D 250:1000 0,250 ( 25% )

JML 1,000 ( 100%)

37
PANGSA PASAR (MARKET SHARE II) SESUDAHNYA
(2006)

MERK PROBABILITAS TRANSSISI MARKET MARKET


SHARE I SHARE II KET
(2006) (2006)
A B C D

A 0,795 0,133 0 0,040 0,220 0,225 naik


B 0,091 0,767 0,109 0,060 0,300 0,290 turun
X =
C 0,046 0,017 0,891 0,040 0,230 0,230 tetap
D 0,068 0,083 0 0,860 0,250 0,255 naik

JML 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000

38
RUMUS PANGSA PASAR

market share II = (matrik probabilitas transisi I) x (market share I)


MS II = Pr Trs x MS I
MS III = Pr Trs x MS II
MS III = (Pr Trs)2 x MS I

PERHITUGAN PANGSA PASAR SESUDAHNYA

A = (0,795 x 0,22) + (0,133 x 0,30) + (0 x 0,23) + (0,04 x 0,25) = 0,225


B = (0,091x0,22) + (0,767x 0,30) + (0 ,109x0,23) + (0,06x 0,25)= 0,290
C = (0,046x0,22) + (0,017x0,30) + (0,891x0,23) + (0,04 x 0,25) = 0,230
D = (0,068 x 0,22) + (0,083 x 0,30) + (0 x 0,23) + (0,86 x 0,25) = 0,255

39
Penjelasan: Market share periode II
1. Kemampuan A menguasai pelanggannya (0,795x0,220)= 0,175.
2. Kemampuan A ut menarik pelanggan B (0,133 x 0,300) = 0,040.
3. Kemampuan A ut menarik pelanggan C (0 x 0,230) =0
4. Kemampuan A ut menarik pelanggan D (0,040 x 0,250) = 0,010.
5. Market share A (Kaos merk Asoy) periode II = 0,225.
6. (penjumlahan dari 1 sd 4 = 0,225 / 22,5%).
7. Kesimpulan pangsa pasar kaos merk Asoy periode I dan II naik
sebesar 0,5% menjadi 22,5%.
8. Dengan jalan sama maka pariode II:
9. Pangsa pasar Kaos Merk A = 0,225 = naik, Layak
Pangsa pasar Kaos Merk B = 0,290 = turun. Tak Layak
Pangsa pasar Kaos Merk C = 0,230 = tetap.
Pangsa pasar Kaos Merk B = 0,255 = naik. Layak
9. Layak Pangsa pasar naik. Jika PS tetap / turun tak
layak perlu pertimbangan lebih lanjut (aspek2 lain).

40
TABELPERHITUNGAN MARKET SHARE
(dlm 1 tabel)

JML PERUBAHAN
M PE Ma KEHILANGAN PEROLEHAN Te PE MS K Ke
E RI rke ta RIO II et la
R OD t A B C D Jl A B C D Jl p DE ya
K E I Sh II ka
(20 are (20 n
06) I 07)

A 220 0,22 0 20 10 15 45 0 40 0 10 50 175 225 0,225 N L


B 300 0,30 40 0 5 25 70 20 0 25 15 60 230 290 0,29 Tr TL
C 230 0,23 0 25 0 0 25 10 5 0 10 25 205 230 0,23 T L
D 250 0,25 10 15 10 0 35 15 25 0 0 40 215 255 0,255 N L

Jl 1000 1,00 50 60 25 40 175 45 70 25 35 175 825 1000 1,00

41
TABEL TRANSISI PELANGGAN PERGANTIAN
PENUMPANG TAHUN 2007

DARI
P Q R S JML

KE

P 65 40 0 10 115
Q 20 80 25 15 140
R 10 5 90 10 115
S 15 25 0 90 130

JLM 110 150 115 125 500

42
TABEL
PROBABILITAS
TRANSISI PERGANTIAN PENUMPANG

DARI
P Q R S
KE
P 0,591 0,267 0,000 0,080
Q 0,182 0,533 0,217 0,120
R 0,091 0,033 0,783 0,080
S 0,136 0,167 0,000 0,720
JLM 1,000 1,000 1,000 1,000

43
PANGSA PASAR PENUMPANG BUS
(MARKET SHARE II 2008) SESUDAHNYA

PROBABILITAS TRANSSISI MARKET MARKET


BUS SHARE I SHARE II KET
(2007) (2008)
P Q R S

P 0,591 0,267 0,000 0,080 0,22 0,23 naik


Q 0,182 0,533 0,217 0,120 X 0,30 = 0,28 turun
R 0,091 0,033 0,783 0,080 0,23 0,23 tetap
S 0,136 0,167 0,000 0,720 0,26 naik
0,25

JML 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000

44
SOAL UTS 2007
JAWABAN NO. 1
MARKET SHARE TAHUN 2007

NAMA BUS PENUMPANG MARKET


PELANGGAN SHARE

Peyok (P) 110 0,22


Qilat (Q) 150 0,30
Reyot (R) 115 0,23
Seret (S) 125 0,25

JLM 500 1,00

45
LATIHAN:
Perusahaan Bus ”PENYOK” Jepara yang bertrajek Jepara –
Jakarta (PP) tahun 2007 ini mengadakan penelitian di terminal
Jepara terhadap 500 penumpang empat besar penumpang Bus
jurusan Jepara – Jakarta ( yaitu PO Bus Penyok, Qilat, Reyot dan
Seret) ternyata hasilnya sebagai berikut:
1. Pelanggan Penumpang Bus PENYOK = 110 penumpang, yang pindah ke
Bus QILAT : 20 penumpang, pindah ke Bus REYOT : 10 penumpang dan
pindah ke Bus SERET : 15 penumpang.
2. Pelanggan Penumpang Bus QILAT = 150 penumpang, yang pindah ke
Bus PENYOK : 40 penumpang, pindah ke Bus REYOT : 5 penumpang dan
pindah ke Bus SERET : 25 penumpang.
3. Pelanggan Penumpang Bus REYOT = 115 penumpang, yang pindah ke
Bus QILAT : 25 penumpang
4. Pelanggan Penumpang Bus SERET = 125 penumpang, yang pindah ke
Bus PENYOK : 10 penumpang, pindah ke Bus QILAT : 15 penumpang,
dan pindah ke Bus REYOT : 10 penumpang .
Berdasarkan data penumpang bus tersebut diatas dan dalam kondisi
ceteris paribus:
a. Bagaimanakah kelayakan Perusahaan Bus “PENYOK” pada tahun
2008.
b. Manakah dari ke empat perusahaan Bus tersebut di tahun 2008,
yang layak dioperasikan berdasarkan penumpang bus tersebut;
c. Bagaimana perkiraan penumpang masing-masing bus tahun 2008.
46
Jawaban :

1a. Berdasarkan jumlah penumpang. Bus Peyok tahun 2008 tetap


layak dioprerasikan

1b. Tahun 2008, bus yang layak dioperasikan adalah bus Peyok dan
Seret.

1c. Perkiraan jumlah penumpang (Pelanggan) tahun 2008 :


Bus Peyok = 0,23 x 500 = 115 orang
Bus Qilat = 0,28 x 500 = 140 orang
Bus Reyot = 0,23 x 500 = 115 orang
Bus Seret = 0,26 x 500 = 130 orang

47
Y=a+bX
.a =∑ y : n = 7110 : 10 = 711
.b =∑ xy : ∑ x2 = 1090 : 330 = 3,30.
Y = 711 + 3,30 X

2 .a Mebel CV SENENG TERUS usahanya di tahun-tahun


mendatang layak krn hsl penjualan/usahanya
meningkat (positif).
2.b Perkiraan hasil penjualan Mebel CV SENENG TERUS
tahun 2007 = 711 + 3,30 (11) = 747,300 (juta rupiah)

49
1. Data Hasil Penjualan Mebel AA tahun 2000 sd 2009 sebagai berikut
(dalam Milyar Rp): 40; 40; 50; 60; 75; 70; 60; 75; 80 dan 90. untuk tahun-
tahun selanjutnya apakah ini layak dan berapakah perkiraan hasil
penjualan tahun 2011.

2. Pangsa pasar produk tenun troso 2009 dari merk:


a. A = 120 pelanggan, yang masih tetap A = 100,
Pindah ke B = 5; C = 10; dan F = 5.
b. B = 75 pelanggan, yang masih tetap B = 60,
Pindah ke A = 10, dan F = 5.
c. C = 90 pelanggan, yang masih tetap C = 70,
Pindah ke D = 10, E = 5 dan F = 5.
d. D = 110 pelanggan, yang masih tetap D = 90,
Pindah ke A = 10, B = 5, dan E = 5.
e. E = 125 pelanggan, yang masih tetap E = 100,
Pindah ke A = 10, B = 10 dan D = 5.
f. F = 80 pelanggan, yang masih tetap F = 60,
Pindah ke B = 10 dan D = 10.
Ditinjau dari pangsa pasar manakah yang masih layak
50
PRESENTASI GRUP

51
II. ASPEK PEMASARAN

52
• ASPEK PEMASARAN

• Diperlukan:
1. Segmentasi pasar, target dan posisi pasar ;
2. Sikap, perilaku (Praktik) dan kepuasan konsumen;
3. Manajemen pemasaran:
Analisis pesaing,
Bauran Pemasaran, Produk barang dan jasa.

Mengambil contoh 1.

Cara menganalisis sikap dan perilaku (praktik) Konsumen


terhadap suatu produk, maka hal ini hrs mendasarkan teori2 yg
ada tentang sikap dan perilaku (praktik).
Diambil contoh teori sikap dan perilaku dari Fishbein, model
Fishbein ini ada konsistensi antara sikap dan perilaku (Praktik)
terdpt 2 komponen yaitu:
1. Komponen sikap, dari internal individu.
2. komponen norma subyektif, dari external individu
yg mempengaruhi. 53
ASPEK PASAR

Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu


produk meliputi :
a. Potensi pasar
b. Jumlah konsumen potensial, konsumen yang
mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
a. Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka
membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan,
preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa
lalu, dll.
b. Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang
digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau
pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi
54
tersebut dalam meraih besarnya market share
Model Sikap dan Perilaku dari Fishbein

Keyakinan
akan atribut
menonjol
Sikap

Evaluasi
atribut Maksud
perilaku

Keyakinan PERILAKU
normatif Norma (PRAKTIK)
subyektif
Motivasi
Faktor lain
55
Rumus Perilaku (B ~ Bi )

B ~ Bi = (w1) ( AB ) + (w2 ) ( SN )

B = perilaku
Bi = maksud perilaku
(AB) = Sikap total individu terhadap obyek tertentu
(SN) = norma subyektif
w1. w2= bobot yang ditentukan secara empiris yang
menggambarkan pengaruh relatif dari komponen
w1 + w2 = 1

56
Rumus Sikap (AB )
n
AB = ∑ ( bi ) ( ei )
i=1
(AB) = Sikap total individu terhadap obyek tertentu
( bi ) = kekuatan keyakinan konsumen bahwa obyek memiliki
atribut (item )i, didpt dari rerata tertimbang dari
item var. keyakinan.
( ei ) = evaluasi kepercayaan individu mengenai atribut (item) i
didpt dari rerata tertimbang dari item var. evaluasi keyakinan.
n = jumlah kriterian atribut (item) yang relevan.

RUMUS: NORMA SUBYEKTIF (SN)


m
SN = ∑ (NBj)(MCj)
j=1
( NBj ) = Nilai Kenyakinan Normatif
(MCj) = Nilai Motivasi

57
Mencari: w1 dan w2.
GM ( AB )
w1 =
GM ( AB ) + GM ( SN )

GM ( SN )
w2 =
GM ( AB ) + GM ( SN )
w1 + w2 = 1

Keterangan: GM ( AB )= Grand Mean Nilai Sikap


GM ( SN )= Grand Mean Nilai Norma Subyektif

Mencari GM ( AB ) dan GM ( SN )

total ( bi ) + total ( ei )
GM (AB)=
( 2 x jumlah item kuesioner )

total ( NBj ) +total ( MCi )


GM (SN)=
( 2 x jumlah item kuesioner )

Total ( NBJ ) = jml rerata tertimbang dr item variabel keyakinan normatif.


Total ( MCJ ) = jml rerata tertimbang dr item variabel motivasi.
58
Misal :
Menganalisis sikap dan perilaku (praktik) 100 konsumen terhadap produk
tenun troso. n = (Z)2/{(4) (d)2}
dlm hal ini data yang diperlukan untuk menganalisis:

1. Komponen Sikap :
a. Kenyakinan ut membeli tenun troso (atribut yg menonjol) = ky dan
b. evaluasi tenun = ev troso tersebut
2. Komponen norma subyektif : diperlukan
a. Kenyakinan normatif = nr dan
b. Motivasi dari normatif = mv tersebut.

Maka harus mencari variabel2 nya:

1. Variabel kenyakinan ut membeli (mrpk pertimbangan2/ tanggapan dari dlm


individu sebelum membeli tenun troso) komponennya :

kya. Corak yang menarik


kyb. Warna yang cocok
kyc. Bahan yang halus
kyd. Pemeliharaan Mudah dicuci dan disetrika
kye. Pakaian bergensi
59
1. Maka harus mencari variabel2 nya:

1. Variabel kenyakinan ut membeli (mrpk pertimbangan2/ tanggapan dari dlm individu sebelum
membeli tenun troso) komponennya :
kya. Corak yang menarik
kyb. Warna yang cocok
kyc. Bahan yang halus
kyd. Pemeliharaan Mudah dicuci dan disetrika
kye. Pakaian bergensi
2. Variabel Evaluasi membeli (mrpk pertimbangan2/ tanggapan dr dlm individu setelah membeli
tenun troso) komponennya sama dg kenyakin :
eva. Corak yang menarik.
evb. Warna yang cocok.
evc. Bahan yang halus.
evd. Pemeliharaan Mudah (dicuci dan disetrika).
eve. Pakaian bergensi.
3. Variabel Kenyakinan normatif (mrk pengaruh dr luar individu sebelum membeli tenun troso)
komponennya:
nra. Anggota keluarga.
nrb. Orang lain (atasan, teman).
nrc. Tenaga penjual.
4. Variabel Motivasi (mrpk dorongan dr luar individu ut membeli tenun troso) komponennya sama
kenyakinan normatif :
mva. Anggota keluarga.
mvb. Orang lain (atasan, teman).
mvc. Tenaga penjual.

60
1. Data tersebut diambil dari hasil terhadap 100 konsumen dg kuesioner yg
berbentuk likert.
Tiap item pertanyaan diberikan skor 2 sampai 0 yaitu :
a. Setuju = 2, b. Ragu-ragu = 1, dan c. Tidak setuju =0.
2. Pengolahan data: MENCARI NILAI SIKAP

1. NILAI VARIABEL KENYAKINAN UNTUK MEMBELI ( bi )


ITEM a=2 b=1 c=0 JML NILAI RERATA TERTIMBANG
Kya 70 10 20 150 1,50
Kyb 83 13 4 179 1,79
Kyc 65 25 10 155 1,55
Kyd 72 20 8 164 1,64
Kye 60 10 30 130 1,30

2. NILAI VARIABEL EVALUASI ( ei )


ITEM a=2 b=1 c=0 JML NILAI RERATA TERTIMBANG

eva 90 5 5 185 1,85


evb 93 0 7 186 1,86
evc 75 15 10 165 1,65
evd 92 0 8 184 1,84 61
eve 90 10 0 190 1,90
NILAI SIKAP KONSUMEN

JML NILAI SIKAP


ITEM KEYAKINAN EVALUASI (AB)
( bi ) ( ei ) n
AB = ∑ ( bi ) ( ei )
i=1
a 1,50 1,85 2,7750
b 1,79 1,86 3,3294
c 1,55 1,65 2,5575
d 1,64 1,84 3,0176
e 1,30 1,90 2,4700

JML 7,78 9,10 14,1495

62
Mencari skala sikap
Nilai skor yang diperoleh dari kuesioner responden hal ini perlu dihitung
dulu skor maksimum untuk sikap maka nilai 14,1495 berada pada sikap
yang bagaimana (?)

KEYAKINAN IDIAL TOTAL


ITEM (SETUJU) EVALUASI (ky) (ev)
(ky) (ev)
a 2 1,85 3,70
b 2 1,86 3,72
c 2 1,65 3,30
d 2 1,84 3,68
e 2 1,90 3,80

JML SKOR MAKSIMUM SIKAP 18,20

63
Mencari skala sikap
Nilai skor yang diperoleh dari kuesioner responden hal ini perlu dihitung
dulu skor minimum untuk sikap maka nilai 14,1495 berada pada sikap
yang bagaimana (?)

KEYAKINAN (TIDAK TOTAL


ITEM SETUJU) EVALUASI (ky) (ev)
(ky) (ev)
a 0 1,85 0
b 0 1,86 0
c 0 1,65 0
d 0 1,84 0
e 0 1,90 0

JML SKOR MINIMUM SIKAP 0

64
0 6,067 12,133 14,1495 18,20
(Tidak setuju) (Ragu-ragu) (Setuju)

mk nilai 14,1495 berada pd sikap konsumen terletak di


setuju membeli tenun troso.

MENCARI NILAI NORMA SUBYEKTIF

65
MENCARI NILAI NORMA SUBYEKTIF
Pengolahan data: MENCARI NILAI NORMA SUBYEKTIF

1. NILAI VARIABEL KENYAKINAN NORMATIF ( NBj )


ITEM a=2 b =1 c=0 JML NILAI RERATA TERTIMBANG

nra. 80 10 10 170 1,70


nrb. 89 9 2 187 1,87
nrc. 76 14 10 166 1,66

1. NILAI VARIABEL MOTIVASI ( MCj )


ITEM a=2 b =1 c=0 JML NILAI RERATA TERTIMBANG
mva. 85 7 8 177 1,77
mvb. 95 4 1 194 1,94
mvc. 90 4 6 184 1,84
66
NILAI NORMA SUBYEKTIF

NILAI NILAI NILAI NORMA


KENYAKINAN MOTIVASI SUBYEKTIF (SN)
ITEM
NORMATIF ( MCj ) m
( NBj ) SN = ∑ (NBj)(MCj)
j=1

a 1,70 1,77 3,0090


b 1,87 1,94 3,6278
c 1,66 1,84 3,0544

Jml 5,23 5,55 9,6912

67
MENCARI NILAI MAKSUD PERILAKU (PRAKTIK) = w

Diketahui:
Nilai Sikap (AB) = 14,1495
Nilai Norma Subyektif (SN) = 9,6912
∑ (bi) = 7,78. ∑ (ei) = 9,10
total (bi)+total (ei ) 7,78 + 9,10
GM (AB)= = = 1,688
(2 x jumlah item kuesioner) 2x5
∑ (NBJ) = 5,23. ∑ (MCJ) = 5,55.
total (NBJ)+total (MCJ ) 5,23 + 5,55
GM (SN)= = = 1,797
(2 x jumlah item kuesioner) 2x3
68
GM (AB) 1,688
W1 = = = 0,4844
GM (AB) + GM (SN) 1,688 + 1,797

GM (SN) 1,797
W2 = = = 0,5156
GM (AB) + GM (SN) 1,688 + 1,797
W1 + W 2 = 1

NILAI PERILAKU (PRAKTIK)

Perilaku (Praktik) konsumen ut membeli tenun troso:

B ~ BI = (W1) ( AB ) + (W2 ) ( SN )
= (0,4844) (14,1495 ) + (0,5156 ) (9,6912 )
= 6,8635 + 4,9972
= 11,8607

Karena B nilainya > 0 (positif) maka rerata perilaku konsumen thd produk tenun troso
ut membeli adalah baik, SKBnya adalah layak

Catatan :
Layak bila nilai prilaku (B ~ BI) positif, Tidak layak bila (B ~ BI) negatif, bila
(B ~ BI) nol dianggap tidak layak.
Bila layak maka analisis akan diteruskan ke aspek2 selanjutnya,
jika tak layak perlu dicarikan usaha2 baru yg realistis
69
1. NILAI VARIABEL KENYAKINAN UNTUK MEMBELI ( bi ) dari KUNCUNG
ITEM a=2 b=1 c=0 JML NILAI
Kya + 2
Kyb + 0
Kyc + 2
Kyd + 1
Kye + 2
JML ( bi ) 7

2. NILAI VARIABEL EVALUASI ( ei ) dari KUNCUNG


ITEM a=2 b=1 c=0 JML NILAI
eva + 2
evb + 1
evc + 2
evd + 2
eve + 2
JML ( ei ) 9

JML Σ ( bi )( ei )=(2x2)+(0x1)+(2x2)+(1x2)+(2x2) 14 70
0 6,067 12,133 14 18,20
(Tidak setuju) (Ragu-ragu) (Setuju)

Pd penelitian terdapat Responden Bernama KUNCUNG


dg menjawab total skornya = 14 berarti sikap kuncung
thd pembelian tenun troso setuju ut membelinya

71
Pengolahan data: MENCARI NILAI NORMA SUBYEKTIF
KUNCUNG
1. NILAI VARIABEL KENYAKINAN NORMATIF ( NBj ) KUNCUNG

ITEM a=2 b=1 c=0 JML NILAI

nra. + 2
nrb. + 1
nrc. + 1

1. NILAI VARIABEL MOTIVASI ( MCj )

ITEM a=2 b=1 c=0 JML NILAI


mva. + 2
mvb. + 2
mvc. + 1

72
NILAI NORMA SUBYEKTIF KUNCUNG

NILAI NILAI NILAI NORMA


KENYAKINAN MOTIVASI SUBYEKTIF (SN)
ITEM
NORMATIF ( MCj ) m
( NBj ) SN = ∑ (NBj) (MCj)
j=1

a 2 2 4
b 1 2 2
c 1 1 1

Jml 4 5 7

73
MENCARI NILAI MAKSUD PERI LAKU (PRAKTIK) KUNCUNG = w

Diketahui:
Nilai Sikap (AB) = 14
Nilai Norma Subyektif (SN) = 7
total (bi)+total (ei ) 7+9
GM (AB)= = = 1,6
(2 x jumlah item kuesioner) 2x5

total (NBJ)+total (MCJ ) 4+5


GM (SN)= = = 1,5
(2 x jumlah item kuesioner) 2x3

74
GM (AB) 1,6
W1 = = = 0,5161.
GM (AB) + GM (SN) 1,6 + 1,5

GM (SN) 1,5
W2 = = = 0,4839.
GM (AB) + GM (SN) 1,6 + 1,5
W1 + W 2 = 1

NILAI PERILAKU (PRAKTIK) KUNCUNG

Perilaku konsumen untuk membeli tenun troso:


B ~ BI = (W1) ( AB ) + (W2 ) ( SN )
= (0,5161) (14 ) + (0,4839 ) (7 )
= 7,2254 + 3,3873
= 10,6127

Karena B nilainya > 0 (positif) maka perilaku konsumen bernama KUNCUNG terhadap
produk tenun troso untuk membeli adalah baik.

Jika layak, maka analisis dapat diteruskan ke aspek lain,


bila dianggap tak layak diperlukan usaha2 baru yang
realitis.
75
Contoh 2 : Kelayakan Usaha Tenun Troso

Prospek penawaran di masa yang akan datang


Mengingat adanya peluang penjualan Tenun Troso pada masa
yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang
memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen.
Penawaran tersebut akan semakin variatif dan kompetitif.
Analisis Kelayakan Pemasaran
Digunakan model matrik dengan pembobotan berskala 1 – 5.
Keterangan
Sangat lemah : 1
Lemah : 2
Sedang : 3
Kuat : 4
Sangat kuat : 5

76
KRITERIA PENILAIAN (NILAI)
NO ITEM PENILAIAN JUMLAH
Sangat Lemah Sedang Kuat Sangat
Lemah Kuat
(1) (2) (3) (4) (5)
1 SDM - - - V - 4
2 Kekuatan Pesaing - - - V - 4
3 Konsumen - - - - V 5
4 Teknologi - - V - - 3
5 Mode/Trend - - - - V 5
6 Armada Pemasaran - - V - - 3
7 Harga - - V - - 3
8 Promosi - - - - V 5
9 Distribusi - - - V - 4
10 Produk dan Lini Produk - - V - - 3
11 Mutu Produk - - - - V 5
12 Peraturan Pemerintah - - - V - 4
13 Lingkungan Bisnis - - V - - 3
14 Ketersediaan Bhn Baku - V - - - 2
15 Rencana Pemasaran - - - V - 4
16 Penyimpanan Produk V - - - - 1
17 Margin Laba - - V - - 3
18 Ketersediaan Modal V - - - - 1
19 Pangsa Pasar - - V - - 3
20 Manajemen Pemasaran - - V - - 3
TOTAL 68 77
Kelayakan Pemasaran menjadi 5 Kriteria yaitu:
a. Sangat layak;
b. Layak;
c. Sedang;
d. Tidak Layak;
e. Sangat tidak layak
Penilaian dengan interval :
Interval = Nilai tertinggi dari interval – Nilai terendah dari interval = (5 – 1) / 5 = 0,8
Jumlah Kelas

KRITERIA INTERVAL

1. Sangat Tidak Layak 1,0 – 1,8


2. Tidak Layak >1,8 – 2,6
3. Sedang >2,6 – 3,4
4. Layak >3,4 – 4,2
5. Sangat Layak > 4,2 – 5,0

Kelayakan usaha tenun troso pada = 68 / 20 = 3,4 Interval Sedang perlu diadakan
analisis yang lain (misal Pesaing)

78
ATAU MENCARI INTERVAL DENGAN CARA : Kelayakan Pemasaran menjadi 5 Kriteria
nilai 5 sampai dengan 1 yaitu:
a. Sangat layak;
b. Layak;
c. Sedang;
d. Tidak Layak;
e. Sangat tidak layak
Penilaian dengan interval :
Interval = jumlah ITEM pertanyaan yaitu = 20, yaitu nilai terrendah 1 X 20 (=20)dan
nilai tertinggi 5 x 20 (=100) = (100 – 20) : 5 = 16
KRITERIA INTERVAL

1. Sangat Tidak Layak 20 – 36


2. Tidak Layak >36 – 52
3. Sedang >52 – 68
4. Layak >68 – 84
5. Sangat Layak >84 – 100

Kelayakan usaha tenun troso pada = 68 Interval Sedang perlu diadakan analisis yang
lain (misal Pesaing)

79
SOAL LATIHAN

KRITERIA PENILAIAN (NILAI)


NO ITEM PENILAIAN
Sangat Lemah Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat
(1) (2) (3) (4) (5)

1 SDM - - - V -
2 Kekuatan Pesaing - - - V -
3 Konsumen - - - - V
4 Teknologi - - V - -
5 Mode/Trend - - - - V
6 Armada Pemasaran - - V - -
7 Harga - - V - -
8 Promosi - - - - V
9 Distribusi - - - V -
10 Produk - - V - -
11 Manajemen - - - - V
12 Mutu Produk - - - V -
13 Peraturan Pemerintah - - V - -
14 Lingkungan Bisnis - V - - -
15 Ketersedian bhn Baku - - - V -

80
Tabel diatas adalah hasil penelitian kelayakan pemasaran produk AA.
Jika Kelayakan 5 kriteria yaitu Sangat tidak layak, Tidak layak, Sedang, Layak dan Sangat
layak, dengan nilai 1 – 5.
Bagaimana hasil kelayakan Pemasaran produk AA tersebut ditinjau dari hasil ini.
Hasil penelitian tentang Kelayakan Pemasaran Tenun AA, digunakan model
matrik dengan pembobotan berskala 1 – 5, dengan penilaian Sangat lemah : 1,
Lemah : 2 , Sedang : 3 , Kuat : 4 dan Sangat kuat : 5. sebagai berikut:

KRITERIA PENILAIAN (NILAI)


NO ITEM PENILAIAN
Sangat Lemah Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat
(1) (2) (3) (4) (5)

1 SDM - - V - -
2 Kekuatan Pesaing - - - V -
3 Konsumen - - V - -
4 Teknologi - - V - -
5 Armada Pemasaran - V - - -
6 Harga - - V - -
7 Promosi V - - - -
8 Distribusi - - - - V
9 Produk - - V - -
10 Mutu Produk - V - - -

Tabel diatas adalah hasil penelitian kelayakan pemasaran produk AA.


Jika Kelayakan 3 kriteria yaitu, Tidak layak, Sedang, dan Layak, dengan nilai 1 - 5. 81
Bagaimana hasil kelayakan Pemasaran produk AA tersebut ditinjau dari hasil ini.
Hasil penelitian tentang Kelayakan Pemasaran Tenun Troso, digunakan model matrik dengan
pembobotan berskala 1 – 5, dengan penilaian Sangat lemah : 1, Lemah : 2 , Sedang : 3 , Kuat : 4
dan Sangat kuat : 5. sebagai berikut:

82
PRESENTASI GRUP

83
III. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

84
ASPEK TEKNOLOGI DAN OPERASIONAL
1. Berkaitan dengan pemilihan lokasi proyek, jenis mesin, atau
peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay
out, dan pemilihan teknologi yang sesuai
2. Masalah Manajemen Operasi, ada 3 masalah pokok.
a. Masalah penentu posisi perusahaan
b. Masalah Desain.
c. Masalah Operasional.
3. Masalah proses produksi dan Operasi, dikelkan menjadi 3:
a. Kelompok masalah posisi perusahaan:
a1. Pemilihan strategi produksi
a2. Pemilihan dan perencanaan produk
a3. Perencanaan kualitas.
b. Kelompok masalah desain:
b1. Pemilihan teknologi
b2. Perencanaan kapasitas pabrik
b3. Perencanaan letak pabrik
b4. Perencanaan tata letak.

85
c. Kelompok masalah Operasi
c1. Perencanaan jumlah produk
c2. Manajemen persediaan
c3. Materials Requirement planning, Perencanaan Sistem
material
c4. Pengawasan kualitas produk
4. Hasil analisis aspek teknik dan teknologi:
a. Rencana bisnis dianggap layak, maka studi akan
dilanjutkan ke aspek lain.
b. Jika rencana bisnis dianggap tidak layak dapat dilakukan
kajian ulang yg realitis dan positif agar kajian dpt layak.
c. Jikalau sulit menjadi layak sebaiknya rencana bisnis
diakhir saja.

86
Metode Linier Programming.

Dpt dicari dg. Metode:


1. Grafik
2. simpleks,
3. dualitas dan
4. sensitivitas.

Contoh:
Perusahaan Mebel “ASMARA”, memproduksi 2 macam almari, yaitu
almari Arsip (A) dan Buku (B). Agar menekan biaya digunakan bahan
baku 2 macam kayu yaitu Mahoni (M) dan Pinus (P).
Untuk membuat:
a. 1 unit almari arsip digunakan kayu :
Mahoni 0,10 m³ dan pinus 0,05 m³.
b. 1 unit almari Buku digunakan kayu:
Mahoni 0,05 m³ dan pinus 0,10 m³.
Persediaan :
kayu Mahoni 4 m³ dan kayu pinus 4 m³.
Jika keuntungan setiap unit :
almari arsip Rp. 25.000,- dan almari buku Rp. 20.000,-
Bagaimanakah untuk membuat kombinasi produksi almari arsip dan
almari buku. Agar diperoleh keuntungan maksimum.
87
Cara Grafik:
Persamaan
Fungsi tujuan (dlm ribuan Rp) Z = 25 A + 20 B

Persediaan:
kayu Mahoni = 4 0,10 A + 0,05 B ≤ 4
kayu Pinus= 4 0,05A + 0,10 B ≤ 4

Agar dapat diselesaikan ≤ diganti =

II : 0,10 A + 0,05 B = 4
III : 0,05A + 0,10 B = 4

Mencari titik potong sumbu A (almari Arsip) dan B (almari Buku)

88
II. 0,10 A + 0,05 B = 4
itik potong A: B = 0 B
A = 4 / 0,01 = 40 80
Titik potong B: A = 0
B = 4 / 0,05 = 80 II

III. 0,05 A + 0,10 B = 4


Titik potong A: B = 0
A = 4 / 0,05 = 80 P 40 T (27;26)
Titik potong B: A = 0
B = 4 / 0,10 = 40

Titik Potong yang memenuhi syarat adalah: di titik: P, T dan S


P (0;40) titik potong garis III dan 0B S40 80 A
T titik potong garis II dan II
S (40;0) titik potong garis II dan A

89
Mencari titik potong garis I dan garis II

I… 0,10 A + 0,05 B = 4 x2… 0,20 A + 0,10 B = 8


II... 0,05 A + 0,10 B = 4 0,05 A + 0,10 B = 4 ( - )
0,15 A =4
A = 4/0,15 = 26,7 = (26) ATAU 27 (dibulatkan)
0,10 ( 26,7) + 0,05 B = 4 ….. 2,67 + 0,05 B = 4
0,05 B = 4 – 2,67 …. 0,05 B = 1,33 …. B = 1,33/0,05 = 26,6 = (26)
Titik T (27,26)

Mencari Keuntungan : Z = 25 A + 20 B
P (0;40) Z = 25 (0) + 20 (40) = 800 = Rp. 800.000,-
T (27;26) Z = 25 (27)+20 ( 26)= 675+520=1195= Rp.1.195.000,-
S (40;0) z = 25 (40) + 20 (0) = 1.000 = Rp. 1.000.000,-

Keuntungan maksimum sebesar Rp. 1.195.000,- di titik T (27,26)


Maka sebaiknya/layak jika perusahaan Mebel Asmara memproduksi
Almari Arsip (A) sebanyak 27unit. Dan
Almari Buku (B) sebanyak 26 unit.

90
Metode Linier Program Cara simplex

Contoh:
3. Perusahaan Mebel “ASMARA”, memproduksi 2 macam almari,
yaitu almari Arsip (A) dan Buku (B). Agar menekan biaya
digunakan bahan baku 3 macam kayu yaitu Jati (J), Mahoni (M)
dan Pinus (P).
Untuk membuat:
a. 1 unit almari arsip digunakan kayu :
jati 0,05 m³, Mahoni 0,10 m³ dan pinus 0,05 m³.
b. 1 unit almari Buku digunakan kayu:
jati 0,07 m³, Mahoni 0,05 m³ dan pinus 0,10 m³.
Persediaan :
kayu jati 3,5 m³, kayu Mahoni 4 m³ dan kayu pinus 4 m³.
Jika keuntungan setiap unit :
almari arsip Rp. 25.000,- dan almari buku Rp. 20.000,-
Bagaimanakah LAYAKNYA Perusahaan ini untuk membuat
kombinasi produksi almari arsip dan almari buku. Agar diperoleh
keuntungan maksimum.

91
Cara Simpleks

Persamaan
Fungsi tujuan (dalam ribuan Rp) Z = 25 A + 20 B

Persediaan kayu Jati = 3,5 m3 0,05 A + 0,07 B ≤ 3,5


kayu Mahoni = 4 m3 0,10 A + 0,05 B ≤ 4
kayu Pinus = 4 m3 0,05 A + 0,10 B ≤ 4

LANGKAH2 SIMPLEKS:

1. Agar dapat diselesaikan ≤ diganti = dg penambahan variabel


Slack(S1; S2 dan S3)
I : 0,05 A + 0,07 B + S1 = 3,5
II : 0,10 A + 0,05 B + S2 =4
III : 0,05A + 0,10 B + S3 =4

2. Fungsi Z : Z – 25 A – 20 B = 0
92
3. Membuat tabel Simplek I
Fungsi Z : Z – 25 A – 20 B =0
I : 0,05 A + 0,07 B + S1 = 3,5
II : 0,10 A + 0,05 B + S2 =4
III : 0,05 A + 0,10 B+ S3 =4
TABEL SIMPLEK I
Var. Dasar Z A B S1 S2 S3 Nilai Kanan
Z 1 -25* -20 0 0 0 0
S1 0 0,05 0,07 1 0 0 3,5
S2 0 0,10 0,05 0 1 0 4
S3 0 0,05 0,10 0 0 1 4
HASIL PERHITUNGAN DARI SIMPLEK I
Var. Dasar Z A B S1 S2 S3 Nilai Kanan
Z 1 -25 -20 0 0 0 0
S1 0 0,05 0,07 1 0 0 3,5/0,05 =70
S2 0 0,10** 0,05 0 1 0 4/0,10= 40**
S3 0 0,05 0,10 0 0 1 4/0,05 = 80
93
4. Pilihlah nilai terkecil dari fungsi Z yaitu -25 pd kolom A. Nilai
kolom kunci = -25. Dari kolom A ini pilih yang terkecil dr
pembagian Nilai Kanan (NK) dg nilai yg sebaris dan sekolom A
kecuali baris Z yaitu baris S1 nilainya 3,5/0,05 =70, baris S2
nilainya 4/0,10 = 40 dan baris S3 nilainya 4/0,05 = 80. Hasilnya adl
baris yg nilainya terkecil 40 yaitu pd baris S2. S2 ini merupakan
baris kunci maka diperoleh nilai baris kunci yaitu 0,10, (ini mrpk
nilai pd kolom kunci), nilai kunci 0,10 ini digunakan untuk
membagi nilai yg sebrs. Maka nilai pd brs kunci S2 berubah
menjadi : 0,10/0,10 = 1; 0,05/0,10 = 0,5; 0/0,10 = 0; 1/0,10 = 10;
0/0,10 = 0 dan 4/0,10 = 40.

5. Maka diperoleh nilai brs kunci (S2): (1; 0,5; 0; 10; 0; 40). Nilai brs
kunci ini akan digunakan ut mengubah nilai brs-brs yg lain.

6. Mengubah nilai-nilai selain baris kunci:


a. Nilai baru variabel Z :
Nilai baris kunci x Nilai kolom kunci yg sebaris (-25) ut
mengurangi nilai variabel Z : (1 0,5 0 10 0 40 ) x -25

94
5. Mengubah nilai-nilai selain baris kunci:
a. Nilai baru variabel Z :
Nilai baris kunci x Nilai kolom kunci yg sebaris (-25) ut
mengurangi nilai variabel Z : (1 0,5 0 10 0 40 ) x -25
Nilai variabel Z : -25 -20 0 0 0 0
Nilai baris kunci x -25 : -25 -12,5 0 -250 0 -1000 ( - )
Nilai baru variabel Z : 0 -7,5 0 250 0 1000

b. Nilai baru variabel S1.


Nilai baris kunci x Nilai kolom kunci yg sebaris (0,05) ut
mengurangi nilai variabel S1 : (1 0,5 0 10 0 40) x 0,05
Nilai variabel S1 : 0,05 0,07 1 0 0 3,5
Nilai baris kunci x 0,05 : 0,05 0,025 0 0,5 0 2 ( - )
Nilai baru variabel S1 : 0 0,045 1 -0,5 0 1,5

c. Nilai baru variabel S2 :1 0,5 0 10 0 40

d. Nilai baru variabel S3.


Nilai baris kunci x Nilai kolom kunci yg sebaris (0,05) ut
mengurangi nilai variabel S3 : (1 0,5 0 10 0 40) x 0,05
Nilai variabel S3 : 0,05 0,10 0 0 1 4
Nilai baris kunci x 0,05 : 0,05 0,025 0 0,5 0 2 ( - )
Nilai baru variabel S3 : 0 0,075 0 -0,5 1 2
95
[Link] nilai2 baru variabel dasar :
Tabel Simpleks 2, S2 pd variabel dasar diganti A (bertindak sbg baris kunci)
SIMPLEKS I

Var. Dasar Z A B S1 S2 S3 Nilai Kanan


Z 1 -25 -20 0 0 0 0
S1 0 0,05 0,07 1 0 0 3,5
S2 0 0,10 0,05 0 1 0 4
S3 0 0,05 0,10 0 0 1 4
TABEL SIMPLEKS II
Z 1 0 -7,5*** 0 250 0 1000
S1 0 0 0,045 1 -0,5 0 1,5
A 0 1 0,5 0 10 0 40
S3 0 0 0,075 0 -0,5 1 2

PERHITNGAN DARI SMPLEKS II

Z 1 0 -7,5*** 0 250 0 1000


S1 0 0 0,045 1 -0,5 0 1,5/0,045=33,33
A 0 1 0,5 0 10 0 40/0,5= 80
96
S3 0 0 0,075**** 0 -0,5 1 1/0,075=26,67****
CATATAN :
Sudah optimum bila nilai2 pd Z ≥ 0 (Tak ada nilai negatif)
Karena Simpleks 2 nilai Z ada yg < 0 (-7,5) maka belum optimal
perlu diproses ulang lagi

1. Pilihlah nilai terkecil dari fungsi Z yaitu -7,5 pd kolom B. Nilai kolom
kunci = -7,5. Dari kolom B ini pilih yg terkecil dr pembagian Nilai
Kanan (NK) dg nilai yg sebaris dan sekolom B kecuali baris Z yaitu
baris S1 nilainya 1,5/0,045 =33,33, baris S2 nilainya 40/0,50 = 80 dan
baris S3 nilainya 2/0,075 = 26,67. Hasilnya adalah baris yang nilainya
kecil 26,67 yaitu pd baris S3

2. Baris S3 ini merupakan baris kunci maka diperoleh nilai baris kunci
yaitu 26,67. nilai kunci 0,075 (nilai terkecil pd brs kunci) ini digunakan
ut membagi nilai yg sebrs. Maka nilai pd baris kunci S3 berubah
menjadi : 0/0,075 = 0; 0,075/0,075 =1; 0/0,075 = 0; -0,5/0,075 = -6,7;
1/0,075= 13,3 dan 2/0,075 =26,7.

3. Maka diperoleh nilai brs kunci (S3): (0; 1; 0; -6,7; 13,3; 26,7).

4. Nilai brs kunci ini digunakan ut mengubah nilai brs2 yg lain.

97
Tabel Simpleks III, Masukkan nilai2 baru variabel dasar :Tabel Simpleks II
Kolom B sbg kolom kunci (nilai Z terkecil = -7,5) dan S3 pd variabel dasar (bertindak sbg
baris kunci) Pd tabel Simpleks II.

Variabel Dasar Z A B S1 S2 S3 Nilai Kanan


Z 1 0 -7,5 0 250 0 1000
S1 0 0 0,045 1 -0,5 0 1,5
A 0 1 0,5 0 10 0 40
S3 0 0 0,075 0 -0,5 1 2
TABEL SIMPLEKS III
Z 1 0 0 0 199,75 99,75 1200,25
S1 0 0 0 1 -0,2 -0,6 0,3
A 0 1 0 0 13,4 -6,6 26,7
B 0 1 0 0 -6,7 13,3 26,7

Tabel Simpleks III nilai Z ≥ 0 maka sudah optimum,


Perusahaan Mebel CV ASMARA LAYAK memproduksi:
1. almari Arsip sebanyak 26,7 unit = 27 unit (dibulatkan ke atas krn laba A > B)
2. almari Buku sebanyak 26,7 unit = 26 unit
Dg keuntungannya 27 x Rp. 25.000,- + 26 x Rp. 20.000,- = Rp. 1.195.000,- 99
1. Mengapa Studi Kelayakan Bisnis Pada Perencanaan
Proyek/Usaha Bisnis agar Bisnis dapat berlangsung
jangka panjang diperlukan analisis kelayakan
bermacam-macam aspek dan berikan salah satu
contoh (jawaban Singkat).
2. Produksen Beras “AYUDEWE” diperkirakan setiap
harinya dapat menjual beras jenis ROJOLELE = 2000 kg
dan UMBUK = 1500 kg agar labanya lebih baik dibuatlah
campuran dengan jenis baru yaitu: Jenis “WANGIAYU”
dengan campuran 2 bagian Rojolele dan 1 bagian
Umbuk, dan Jenis “WANGIDEWE” dengan campuran 1
bagian Rojolele dan 1 bagian Umbuk”. Laba yang
diperoleh diperkirakan setiap kg campuran tersebut
yaitu: Wangiayu Rp. 300,- dan Wangidewe Rp. 250,-.
Berapa kg layaknya perkiraan campuran beras itu
dibuat agar diperoleh keuntungan maksimum.
3. Permintaan Baju HEM pada konveksi “COCOK” setiap menjelang
bulan Romadhon dengan total pendapatan rata-rata selama 4 tahun
yang lalu 2010 – 2013 sebesar Rp. 80 [Link] rata-rata
100 orang, Setiap konsumen rata-rata membeli 1 kodi dan Harga
jual perpotong rata-rata Rp. 40.000,-. Berapa stel layaknya baju
hem diproduksi pada saat menjelang bulan Romandhon tahun
2014.
4. Permintaan Baju KOKO pada merk “CAKEP” setiap menjelang
bulan Romadhon tahun 2010 – 2013 rata-rata total permintaan
(pendapatan) Rp. 80 juta,-, harga penjualan baju koko perpotong
Rp. 40.000.- Berapa potong layaknya baju koko merk CAKEP
diproduksi pada saat menjelang bulan Romandhon tahun 2014,
agar semua konsumen tidak dikecewakan. Apabila setiap
konsumen (pedagang) rata-rata membeli 1 kodi, berapa layaknya
jumlah konsumennya, saat menjelang bulan romandhon tahun
2014.

101
5. Atas Dasar penelitian Kelayakan pemasaran
Produk Mebel dari Perusahaan “nDEPROK”
didapat hasil sebagai berikut Tabel dibawah ini
merupakan hasil penelitian kelayakan
pemasaran produk mebelnya. Jika Kelayakan
dikriteria menjadi 2 kriteria yaitu : Tidak layak,
dan Layak, dengan nilai 1 – 5. Bagaimana hasil
kelayakan Pemasaran produk mebel tersebut
untuk tahun yang akan datang ditinjau dari
hasil penelitian ini dan berikan komentar
secukupnya.

102
KRITERIA PENILAIAN (NILAI)

Sangat Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat


NO ITEM PENILAIAN
Lemah (1) (2) (3) (4) (5)

1 SDM - V - - -
2 Kekuatan Pesaing - - - V -
3 Konsumen - - - - V
4 Teknologi - - V - -
5 Mode/Trend - - - - V
6 Armada Pemasaran - - V - -
7 Harga - - V - -
8 Promosi - - - - V
9 Distribusi V - - - -
10 Produk - - V - -
11 Manajemen - V - - -
12 Mutu Produk - - - V -
13 Kekuatan Pasar - - V - -
14 Lingkungan Bisnis - V - - -
15 Ketersedian bhn Baku - - - V -

103
1. Mengapa Studi Kelayakan Bisnis Pada
Perencanaan Proyek/Usaha Bisnis agar
berlangsung jangka panjang diperlukan
analisis kelayakan bermacam-macam
aspek dan berikan salah satu contoh
(jawaban Singkat).

104
2.

Pedagang Beras “AYU BANGET” setiap harinya dapat menjual beras


jenis ROJOLELE = 360 kg, C4 = 250 kg dan IR = 400 kg, agar
labanya lebih baik dibuatlah campuran dengan jenis baru yaitu:
a. Jenis I “AYU” dengan campuran 9 bagian Rojolele, 5 bagian
C4 dan 4 bagian IR.
b. Jenis II “BANGET” dengan campuran 4 bagian Rojolele, 5
bagian C4 dan 10 bagian IR.
• Laba yang diperoleh setiap kg campuran tersebut yaitu:
Ayu Rp. 600,- dan Banget Rp. 500,-.
• Pertanyaannya:
a. Berapa kg layaknya campuran beras itu dibuat agar diperoleh
keuntungan maksimum dari campuran tersebut.
b. Jenis beras yang tidak dapat dicampurkan (Sisa) dijual tersendiri,
Jenis apakah beras yang tidak dapat dicampur dan berapa kg
beratnya
105
3.

Permintaan HEM merk “JONGKOK” menjelang Tahun


Baru 4 tahun yang lalu (2010 -2013) rata-rata total
pendapatan setiap menjelang Tahun Baru sebesar Rp.
100 juta. Harga jual perpotong rata-rata Rp. 50.000,-
a. Berapa layaknya hem merk Jongkok diproduksi pada
saat menjelang Tahun baru tahun 2014, agar semua
permintaan konsumen terpenuhi
b. Apabila setiap konsumen permintaannya 1 kodi ,
berapakah layaknya jumlah konsumen yang dilayani
menjelang tahun baru 2014.

106
4.

Atas Dasar penelitian Kelayakan pemasaran


Produk Mebel dari Perusahaan “nDEPROK”
didapat hasil sebagai berikut Tabel dibawah ini
merupakan hasil penelitian kelayakan
pemasaran produk mebelnya. Jika Kelayakan
dikriteria menjadi 3 kriteria yaitu : Tidak layak, ,
Cukup layak dan Layak, dengan nilai 1 – 7.
Bagaimana hasil kelayakan Pemasaran produk
mebel tersebut untuk tahun yang akan datang
ditinjau dari hasil penelitian ini dan berikan
komentar secukupnya.
107
KRITERIA PENILAIAN (NILAI)

Sangat Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat


NO ITEM PENILAIAN
Lemah (1) (2) (3) (4) (5)

1 SDM - V - - -
2 Kekuatan Pesaing - - - V -
3 Konsumen - - - V -
4 Teknologi - - V - -
5 Mode/Trend - - - V -
6 Armada Pemasaran - - V - -
7 Harga - - V - -
8 Promosi - - - - V
9 Distribusi V - - - -
10 Produk - - V - -
11 Manajemen - V - - -
12 Mutu Produk - - - V -
13 Kekuatan Pasar - - V - -
14 Lingkungan Bisnis - V - - -
15 Ketersedian bhn Baku - - - V -

108
PRESENTASE GRUP

109
ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI

110
ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Manajemen Masa Konstruksi
• Teknik yang digunakan :
• Gantt Chart, Network Planning (PERT, CPM)
• Gantt Chart :
• 􀂙 Tentukan rincian kegiatan
• 􀂙 Identifikasi urutan logis
• 􀂙 Tentukan waktu yang dibutuhkan,
• 􀂙 Tentukan awal dan akhir kegiatan
• 􀂙 Konsep penjawalan pada bagan
• 􀂙 Diskusikan dengan orang yang akan terlibat
• 􀂙 Membuat bagan yang disepakati
• 􀂙 Koreksi apabila diperlukan
Manajemen Masa Operasi
• Yang dibahas dalam masa operasi :
• ► Disain jabatan dan keahlian yang diperlukan (job deskripsi, job spesifikasi)
• ► Struktur organisasi
• (Lini, staf, fungsional, divisional, matriks)
• ► Sistem imbalan dan penggajian

111
• ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek
dan orgnisasinya
• Contoh Network Planning.
Network planning merpk perencanaan jejaring kerja,
alat manajemen produksi/operasi digunakan juga ut
pengawasan realisasi suatu proyek dg katagori tepat
waktu, tepat mutu, tetap sasaran.
Pekerjaan yg padat pengawasan biaya relatif besar,
padat informasi, banyak koordinasi, kegiatan saling
ketergantungan satu dg yg lain, banyak personil,
material/peralatan, tehnologi.
Penyelesaian proyek yg dihrskan (tepat waktu, mutu
sasaran) dg penyelesaian yg optimal lebih ekonomis
dan efisien dr penggunaan sumber daya.
112
Contoh Network planning jejaring kerja

4 EET C 19
1 4
12 LET 15 27
F
A 4 D 3
6

0 B 8 20 H 30
G 5
0 2 8
0 8 8 12 20 10 30

critical path Jalur wkt paling lama agar pek selesai sempurna :
0 2 5 8 lamanya : 30 satuan waktu
EET = EARLIEST EVENT TIME (Saat Kejadian Paling dini = Waktu terpanjang)
LET = LATES EVENT TIME (Saat Kejadian paling lambat) Saat paling awal dari
Kejadian terakhir)

113
Contoh Network planning jejaring kerja

0 B 8 20 H 36
G 5
0 2 8
8 8 12 20 10 36
0

7 E J
5
7 K 20 31
3 L 7
8 6
8
9 20 11 31

critical path Jalur : 0 2 5 6 7 8 lamanya : 36


satuan waktu

114
Contoh Network planning jejaring kerja

4 F 19
1 4
18 15 33
C
A 4 D 3
6

0 8
B G 20 H 36
0 2 5 8
0 8 8 12 20 10 36

7 E J
5
7 K 20 31
3 L 7
8 6
8
9 20 11 31

critical path Jalur : 0 2 5 6 7 8 lamanya : 36


satuan waktu
115
SKB :
Layak Tidaknya tergantung dari
lamanya waktu kritis dan waktu yang
disediakan:

Layak Jika Waktu yang disediakan ≥


Lamanya Waktu kritis

Tidak Layak Jika Waktu yang disediakan <


Lamanya Waktu kritis

116
Menaksir waktu yang diharapkan:
Ada 3 perkiraan waktu yaitu:
1. Pessimisstic estimates ( tp ) : perkiraan waktu maksimum (waktu yg
paling lama) yg diperlukan ut menyelesaikan pekerjaan, jika tidak ada
halangan (probabilitasnya sangat kecil = kira-kira probabilitasnya 1%)
2. Optimistis estimates ( to ) : perkiraan waktu minimum (waktu yang paling
cepat) yg diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, jika tidak ada
halangan (probabilitasnya sangat kecil = kira-kira probabilitasnya 1%)
3. Most probable time ( tm ) : Waktu yg paling mungkin (waktu normal)
diperlukan ut menyelesaikan aktivitas.
Rumus yg digunakan adalah nilai harapan E (X) : dimana :
Probabilitas sangat kecil dan sama bagi ( tp ) dan ( to ) serta ut ( tm ) 4 x lebih
mungkin dari pada ( tp ) dan ( to )

n
E (X) = ∑ ( Pi ) x ( Xi )
i=1
Pi =nilai probabilitas activity time masing-masing = 1/6
Xi = Activitas time

117
• Rumus waktu yang diharapkan ut suatu aktivitas ( Expected Time = te ) adalah:

te = 1/6 t0 + 4/6 tm + 1/6tp


t0 + 4 tm + tp
atau te =
6
St = ( tp – t0 ) / 6
Vt = { ( tp – t0 ) / 6 }2

• Keterangan :
( te ) = Expected time (waktu yg diharapkan)
( to ) = Optimistis estimates ( waktu yg paling cepat )
( tp ) = pessimistes estimates ( waktu yg paling lama )
(tm ) = Most probable time ( waktu normal )
( st ) = Simpangan baku
( vt ) = varians

118
1. Contoh Nilai te, st dan vt yg telah dihitung berdasarkan 3 time estimates
( tp, to dan tm)
2. Misal panjangnya wkt kritis (critical path = waktu yg harus dilalui agar
semua aktivitas pekerjaan dpt diselesaikan) aktivitas ( 1,3 ) dan ( 3,5 )
maka te = 12 + 16 = 28 dan vt = 9 + 16 = 25 didptkan st = √ 25 = 5.
3. Jika pd analisis wkt penyelesaian pekerjaan 30 satuan waktu
4. z = ( x – μ )/ σ = ( 30 – 28 ) / 5 = 0,40 mk р = 0,6554 ( 65,54%)
5. ( tabel z ), Jika keyakinannya α = 99% (lihat pada tabel) nilai z = 3,40
maka waktu yg diharapkan dpt dihitung :
( x – 28 ) / 5 = 3,4;
( x – 28 ) = ( 3,4 ) ( 5 );
x = 28 + 17 = 45
1. Waktu yg diharapkan dpt menyelesaikan pek α = 99% = 45 satuan wkt

AKTIVITAS/ EXPECTED TIME *) te DEV. STANDAR *) st VARIANS vt


KEGIATAN (st )2

( 1,2 ) 6 2 4
( 1,3 ) 12 3 9
( 2,4 ) 13 2 4
( 3,4 ) 5 1 1
( 4,5 ) 4 1 1
( 3,5 ) 16 4 16
119
*) Catatan Merupakan perumpamaan (tidak dari hasil perhitungan)
KEGIA AKTIVI EXPECTED DEVISIASI VARIANS WKT WKT WKT
TAN TAS TIME te STANDAR Vt = (st)2 CEPAT LAMA (tp) LUANG
st (to) (St)
1 ( 1,2 ) 6 2 4 0 0 0
2 ( 1,3 ) 12 3 9 6 11 5
3 ( 2,4 ) 13 2 4 12 12 0
4 ( 3,4 ) 5 1 1 19 24 5
5 ( 4,5 ) 4 1 1 28 28 0
( 3,5 ) 16 4 16
Jalur kritis = Critical path = wkt tercepat agar seluruh pekerjaan dpt diselesaikan yaitu:
1 3 5 lamanya 12 + 16 = 28 satuan waktu

6
A 2
11 C
6 13
19 F 28
0 4 5
1
0 24 4 28
D
B E
5
12 16
12 3
12 120
Mencari wkt cepat (to) ut setiap kegiatan (Keg):
Keg 1 = 0, Keg 2 = 6, Keg 3 = 12, Keg 4 = 19, Keg 5 = 28 wkt.
Mencari wkt mulainya pekerjaan wkt paling lama (tp) ut setiap Keg :
Keg 1 = 0, Keg 2 = 11, Keg 3 = 12, Keg 4 = 24, Keg 5 = 28 wkt.
Mencari wkt luang (Slack time = St = tp - to ) ut setiap Keg :
Keg 1 = 0, Keg 2 = 5, Keg 3 = 0, Keg 4 = 5, Keg 5 = 0 wkt.
Jalur Kritis yg dilalui dimana St = 0 yaitu 1; 3; 5 lamanya = 28 sat wkt

6
A 2
11 C
6 13
19 F 28
0 4 5
1
0 24 4 28
D
B E
5
12 12 16
3
12

121
KEG AKTIVI WKT WKT WKT MULAI KET
TAS CEPAT LAMA (tp) LUANG KEG*)
(to) (St)
Awal - 0 0 0 0 *) Dpt dimulainya
A ( 1,2 ) 6 11 5 6 pelaksanaan
B ( 1,3 ) 12 12 0 12 pekerjaan tanpa
menghambat
C ( 2,4 ) 19 24 5 19 penyelesaiaan
D ( 3,4 ) 17 24 5 17 seluruh kegiatan.
F ( 4,5 ) 28 28 0 28
E ( 3,5 ) 28 28 0 (Selesai)

2 6
A 11 C
6 13
19 F 28
0 4 5
1
0 24 4 28
D
B E
5
12 16
12 3
12
122
Contoh:

KEG AKTIVI WKT WKT WKT WKT MULAI KET


TAS CEPAT LAMA LUAN KEG*)
(to) (tp) G (St)
1 A (1-2) 6 6 13 7 6 *) Dpt dimulainya
B (1-3) 12 12 12 0 12 pelaksanaan
2 C (2-4) 13 19 26 7 19 pekerjaan tanpa
menghambat
3 D (3-4) 5 19 26 7 19 penyelesaiaan
E (3-5) 8 20 20 0 20 seluruh kegiatan.
4 F (4-6) 4 30 30 0 30 Jalur kritis 1; 3; 5;
5 G (5-6) 10 30 30 0 (Selesai) 6 lamanya 30 sat
6 wkt

2 6
A 13 C
6 13
19 F 30
0 4 6
1
0 26 4 30
D
B 5 G
12 E 20
12 3 5
20 10 123
12 8
KEGIATAN PEMBANGUNAN RUMAH DINAS
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN WAKTU
NORMAL MENDAHULUI NORMAL (HARI)
Perencanaan Gambar (1-2) - 5
Persiapan material (2-3) (1-2) 10
Membuat kusen dan pintu (2-4) (1-2) 10
Membuat pondasi (3-5) (2-3) 15
Memasang Batu Bata dan (5-6) (3-5) 30
Kusen (2-4)
Memasang kap, usuk, reng,
dan genteng, plafon serta (6-7) (5-6) 20
eternit
Finishing, pasang pintu lepok
dan mengecet (7-8) (6-7) 30

PERTANYAAN:
a. Buatlah Jejaring kerjanya.
b. Berapa lama jalur kritis/Critical path nya.
c. Bila waktu yang disediakan selama 90 hari apakah pekerjaan ini layak
ditinjau dari waktu pelaksanaan pekerjaan dari mulainya kegiatan sampai
124
kegiatan selesai 100 % dengan baik.
• a. Gambar jaringan PERT/diagram net work

3 15
10

1 2 5 6 7 8
30 20 30
5 10 4 15

• b. Jalur :
• Jalur 1 : (1) (2) (3) ( 5) (6) (7) (8)
• Waktu 5 + 10 + 15 + 30 + 20 + 30 = 110 hari

• Jalur 2 : (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8)


• Waktu 5 + 10 + 15 +30 + 20 +30 = 110 hari

• Jalur kritis (CPM) adalah jalur 1 lamanya = 110 hari

• c. Karena jalur kritis 110 hari waktu yang disediakan 90 hari maka pekerjaan ini tidak
• layak dan perlu ada pertimbangan lain yaitu percepatan waktu.

125
KEGIATAN PEMBANGUNAN RUMAH DINAS soal 1 UTS TA 2008 - 2009
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN WAKTU
NORMAL MENDAHULUI NORMAL (HARI)
Perencanaan Gambar (1-2) - 5
Persiapan material (2-3) (1-2) 10
Membuat kusen dan pintu (2-4) (1-2) 10
Membuat pondasi (3-5) (2-3) 15
(2-4)
Memasang Batu Bata dan (5-6) (3-5) 30
Kusen (2-4)

Memasang kap, plafon dan (6-7) (5-6) 20


eternit
Finishing, pasang pintu lepok (7-8) (6-7) 30
dan mengecet
PERTANYAAN:
a. Gambarkan jejaring kerjanya,
b. Bila waktu pelaksanaan disediakan selama 3 bulan (90 hari), apakah pekerjaan ini layak (jelaskan
dengan hitungan)
c. Bila pekerjaan ternyata dapat dipercepat dengan pengurangan selama 30 hari, apakah pekerjaan ini
layak, jelaskan. 126
• Jawaban soal 1 UTS TA 2008 - 2009
• a. Gambar jaringan PERT/diagram net work

• 3 15
10

1 2 10 5 6 7 8
30 20 30
5 10 4 15

• b. Jalur :
• Jalur 1 : (1) (2) (3) ( 5) (6) (7) (8)
• Waktu 5 + 10 + 15 + 30 + 20 + 30 = 110 hari

• Jalur 2 : (1) (2) (4) (3) (5) (6) (7) (8)


• Waktu 5 + 10 +10 + 15 +30 +20 + 30 =120 hari
• Jalur 3 : (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8)
• Waktu 5 + 10 + 15 +30 +20 + 30 =110 hari

• Jalur kritis (CPM) adalah jalur 1 lamanya = 120 hari

Karena jalur kritis 120 hari waktu yang disediakan 90 hari maka pekerjaan ini tidak
• layak dan perlu ada pertimbangan lain yaitu percepatan waktu.

c. Jika ada percepatan selama 30 hari maka ada pengurangan waktu 30 hari sehingga
waktunya menjadi 120 hari – 30 hari = 90 hari hal ini layak
127
KEGIATAN PEMBANGUNAN RUMAH DINAS
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN WKT WKT
NORMAL MENDA NORMAL DIPERCEPAT
HULUI (HARI) MENJADI
Perencanaan Gambar (1-2) - 5 3
Persiapan material (2-3) (1-2) 10 -
Membuat kusen dan pintu (2-4) (1-2) 10 5
Membuat pondasi (3-5) (2-3) 15 5
Memasang Batu Bata dan Kusen (5-6) (3-5) 30 25
(2-4)
Memasang kap, plafon dan eternit
Finishing, pasang pintu lepok dan (6-7) (5-6) 20 15
mengecet
(7-8) (6-7) 30 20

PERTANYAAN:
a. Buatlah Jejaring kerjanya.
b. Berapa lama jalur kritis/Critical path nya.
c. Bila waktu yang disediakan selama 90 hari apakah pekerjaan ini layak ditinjau dari waktu
normal pelaksanaan pekerjaan dari mulainya kegiatan sampai kegiatan selesai 100 %
dengan baik.
d. Bila ada percepatan apakah waktu yang disediakan 90 hari ini layak

128
• Jawaban soal 1 UTS TA 2008 - 2009
• a. Gambar jaringan PERT/diagram net work

• 3 15
10

1 2 5 5 6 7 8
30 20 30
5 10 4 15

• b. Jalur :
• Jalur 1 : (1) (2) (3) ( 5) (6) (7) (8)
• Waktu 5 + 10 + 15 + 30 + 20 + 30 = 110 hari

• Jalur 2 : (1) (2) (4) (3) (5) (6) (7) (8)


• Waktu 5 + 10 +10 + 15 +30 +20 + 30 =120 hari
• Jalur 3 : (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8)
• Waktu 5 + 10 + 15 +30 +20 + 30 =110 hari

• Jalur kritis (CPM) adalah jalur 1 lamanya = 120 hari

c. Karena jalur kritis 120 hari waktu yang disediakan 90 hari maka pekerjaan ini tidak
• layak dan perlu ada pertimbangan lain yaitu percepatan waktu.

129
• Jawaban soal 1 UTS TA 2008 - 2009
• d. Ada percepatan
• Gambar jaringan PERT/diagram net work


3 5
10

1 2 10 5 6 7 8
25 15 20
3 5 4 5
• Jalur Baru:
• Jalur 1 : (1) (2) (3) ( 5) (6) (7) (8)
• Waktu 3 + 10 + 5 + 25 + 15 + 20 = 78 hari

• Jalur 2 : (1) (2) (4) (3) (5) (6) (7) (8)


• Waktu 3 +5 +10 +5 +25 +15 + 20 = 83 hari
• Jalur 3 : (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8)
• Waktu 3 +5 +5 +25 +15 + 20 = 73 hari

• Jalur kritis jalur 2 (CPM) adalah jalur 1 lamanya = 83 hari

Karena jalur kritis baru 83 hari waktu yang disediakan 90 hari maka pekerjaan ini layak

130
PRESENTASE GRUP

131
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

132
ASPEK SDM
SKB – SDM dapat memberikan informasi :
1. Mampu membedakan antara merencanakan SDM dlm
pembangunan Proyek dan SDM dlm Bisnis rutin.

2. Menentukan kelayakan tiap unsur MSDM al:

a. Penentuan jml Kayawan yg dibutuhkan.


b. Penentuan tugas2 yg jelas
c. Penentuan kebijakan penerimaan TK (cara merekrutmen, seleksi,
orientasi).
d. Penentuan Produktifitas.
e. Penentuan rencana Pelatihan dan Pengembangan.
f. Penentuan Prestasi kerja
g. Penentuan Kompensasi
h. Penentuan Perencanaan Karier.
i. Penentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
j. Penentuan mekanisme PHK.
133
Hasil studi aspek SDM hendaknya memberikan informasi
dalam hal :
• Mampu membedakan antara merencanakan SDM dalam
pembangunan proyek bisnis dan SDM dalam implementasi
bisnis rutin.
• Menentukan kelayakan tiap unsure MSDM, seperti : berapa
jumlah karyawan yang dibutuhkan, penentuan deskripsi
pekerjaan yang jelas, penentuan kebijakan pelaksanaan
rekturmen-seleksi-orientasi, penentuan produktivitas,
rencana pelatihan dan pengembangan, penentuan prestasi
kerja, kompensasi, perencanaan karier, keselamatan dan
kesehatan kerja, dan mekanisme PHK

134
Hasil analisis terhadap elemen-elemen di atas akan
berupa suatu pernyataan apakah rencana bisnis
dianggap layak atau tidak layak:

Jika rencana bisnis dinyatakan layak, maka studi


akan dilanjutkan ke aspek yang lain.

Jika, rencana bisnis dinyatakan tidak layak, dapat


dilakukan kajian ulang yang lebih realistis dan positif
sehingga kajian menjadi layak.

Apabila memang sulit untuk menjadi layak, sebaiknya


rencana bisnis di hentikan atau dibalakan

135
Contoh: Perencanaan SDM:
RSU “X” merencanakan untuk
mengoptimalkan Komputerisasi dlm Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS)
yang telah dimiliki hal-hal yg akan dianalisis:
yaitu Tenaga, Waktu pelaksanaan, Jenis
Pekerjaan, peralatan dan anggaran biaya.

A. Jenis Pekerjaan, Tenaga, dan Waktu


a. Jenis pekerjaan : Penyempurnaan SIMRS
b. Tenaga: diperlukan 13 orang Karyawan tetap
c. Waktu pelaksanaan 93 hari: ( 3 bulan )

136
Kegiatan2nya:
1. Pengumpulan data 10 hari, Tenaga Asisten Ahli Komputer (AAK)
2. Analisis Sistem Rencana pengadaan hardware dan software waktu 5 hari
oleh tenaga Ahli Komputer (AK)
3. Pembuatan Desain mulai dari rancangan, detail operasional kerja thd
sistem yg diusulkan selama 10 hari Tenaga AK
4. Jaringan Sistem 1 bulan oleh AAK
5. Pembuatan program SIM RS selama 30 hari, oleh 2 orang Programmer
6. Pengadaan dan Pemasangan Hardware. Oleh AAK, selama 30 hari
7. Tes Sistem: menggunakan data pasien yang akan membayar rekening
rawat inap selama 2 hari oleh AAK
8. Pelatihan : kepada semua karyawan yang akan ditugasi ut operasional SIM
RS selama 7 hari AAK + AK
9. Implementasi : Sistem baru akan diimplementasikan dg sistim lama untuk
membandingkan kelemahan dan keunggulannya selama 2 hari oleh AK
10. Input data : memasukkan semua pasien yang berobat di RS selama tahun
2007 (mulai tnggal 1 Januari sd sistem siserahkan) selama 10 hari oleh
AAK +AK
11. Dokumentasi : pencatatan semua kegiatan program ini 1 hari. Oleh AAK
12. Penyerahan Sistem : kepada pimpinan kegiatan dilakuan 1 hari. Oleh
Dereksi.

137
4. Jadwal kegiatan / Time Skedul
Jadwal Kegiatan
KEG 1234567890123456789012345678901234567890 1234567890 1234567890 1234567890 1234567890 1234567890 123

1. 10
5
2.
10
3.
30

4.
30
5.
30
6.
2
7
7.
8.
2
9.
10. 10

1
11. 138
1
12.
• Rencana Anggaran Biaya Pembuatan Software dan Hardware oleh pihak
ke 3:
NO. JENIS PEKERJAAN HARI PELAKSANA JUMLAH BIAYA (RP)

I SOFTWARE
1. Pengumpulan Data 10 AAK 5.000.000,-
2. Analisis Sistem 5 AK 10.000.000,-
3. Desain Sistem 10 AK+AAK 15.000.000,-
4. Pembuatan Program 30 P 75.000.000,-
5. Tes sistem 2 AK + AAK 20.000.000,-
6. Pelatihan 7 AK 6.000.000,-
7. Implementasi 2 AK+AAK 10.000.000,-
8. Input Data 10 AAK 40.000.000,-
9. Dokumen 1 AAK 2.000.000,-
10. Penyerahan 1 D 2.000.000,-
11. Biaya Administrasi 5.000.000,-
jumlah 190.000.000,-
II Pemasangan jaringan 30 AAK 50.000.000,-
III Peng & Pemas Hardware 30 AAK 310.000.000,-

550.000.000,-
Pajak 55.000.000,-
Jumlah 605.000.000,-
139
b. Anggaran Biaya Operasional
JENIS TK HONOR PER (RP)
NO. JENIS TENAGA JML
BULAN TAHUN

1. Kepala Instalasi SIMRS S1 Kom 1 1.100.000,- 13.200.000,-


2. Operator D3 Kom 8 6.000.000,- 72.000.000,-
3. Tenaga Administrasi SMA 4 2.400.000,- 28.800.000,-

Jumlah 13 9.500.000,- 114.000.000,-

4. Pemeliharaan 10.000.000,- 120.000.000,-

Jumlah 19.500.000,- 234.000.000,-

• Berdasarkan Analisis di atas Bila RS dikelola dengan menggunakan SIMRS, maka


direncanakan sbb.:
1. SIM-RS dapat diirealisir setelah 93 hari (3 bulan) sejak mulai dibangun (SPMK Diterbitkan)
2. Biaya Pembangunan SIM RS sebesar Rp. 605.000.000,-
3. Tenaga Kerja untuk pihak ke 3 Jenis yaitu AAK (Asisten Ahli Komputer), AK (Ahli
Komputer), Programer.
4. Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk operasional 13 orang (S1 = 1, D3 = 8, SLTA = 4)
5. Biaya Tenaga Keja dengan SIM RS setahun Rp. 114.000.000,-
6. Biaya Pemeliharaan SIM RS setahun Rp. 120.000.000,-
7. SKBnya bila layak (dari biaya, manfaat dan tersedianya tenaga) maka program dpt
dilanjutkan, bila tak layak dikajii ulang, masih tak layak maka program dpt ditunda atau
digagalkan.
140
Initial Dan Operational Cash Flow (Keluar/masuk dana jk proyek dioperasikan)
TAHUN KE (dlm jutaan rupiah)
NO DESKRIPSI 0 1 2 3 4
I BIAYA2:
1. Software 190 0 0 0 0
2. Hardware 360 0 0 0 0
3. Pajak 55 0 0 0 0
JUMLAH I 605 0 0 0 0
II BIAYA OP dan PEM
1. Pemeliharan 0 120 120 120 120
2. Operasional 0 114 114 114 114
JUMLAH II 0 234 234 234 234
III MANFAAT2
1. Keuntungan berwujud
a. Penurunan bi operasi 0 100 100 100 100
b. Penurunan Kebocor 0 25 20 10 50
c. Peningk pasien 0 150 200 250 250
2. Keunt tak berwujud
a. Peningk pelayanan 0 100 80 90 100
b. Peningk kepuaskerja 0 50 70 80 80
c. Peningk kepuaskons 0 50 80 88 50

JUMLAH III 0 475 550 618 630


141
SELISIH TOTAL MANFAAT - BIAYA (-605) 241 316 384 396
TAHUN KE
NO DESKRIPSI
0 1 2 3 4
SELISIH TOTAL (-605) 241 316 384 396
(MANFAAT – BIAYA)

Payback period untuk program ini adalah ;


Nilai Investasi: Rp. 605.000.000,-
Proceed tahun I Rp. 241.000.000,- ( - )

Sisa tahun I Rp. 364.000.000,-


Proceed tahun II Rp. 316.000.000,- ( - )

Sisa tahun II Rp. 48.000.000,-

1. Sisa investasi tahun II tertutup oleh proceed tahun ketiga


2. Waktu lamanya sisa investasi tahun III yang dapat tertutup pada tahun III selama
(48.000.000 / 384.000.000) x 12 bulan = 1,5 bulan
3. Jadi Payback period investasi SIMRS ini selama 2 tahun 1,5 bulan
142
PP layak tidaknya tergantung dari PP yang ditentukan
oleh pemilih modal:

1. Layak jika PP hitungan ≤ PP yang telah ditentukan


2. Tidak Layak jika PP hitungan > PP yang telah ditentukan

PP yang ditentukan 4 tahun dan PP hitungan 2 tahun 1,5


bulan maka Proyek SIM RS tersebut LAYAK

143
1. Mengapa Studi Kelayakan Bisnis Pada Perencanaan, Usaha Bisnis,
nantinya apabila operasional hanya dapat berlangsung jangka
pendek (hari beberapa hari/ bulan/ tahun) cukup diperlukan
kelayakan dibidang financial dan hukum.

2. Aspek Studi Kelayakan Bisnis, apa saja yang diperlukan Pada Usaha
Bisnis, yang relatif besar agar Perusahaan tersebut, nantinya apabila
operasional dapat terus terus berlangsung jangka panjang.

3. Mengapa kelayakan pasar untuk suatu usaha bisnis diperlukan?


dan sebutkan peluang pasarnya ? .

4. Permintaan Kain Kebaya dari Toko Busana 4 th yg lalu (2013 - 2016)


rata-rata total pendapatan setiap th sebesar Rp. [Link],-. hrg
jual permeter rata-rata Rp. 40.000,-
a. Agar semua permintaan konsumen terpenuhi. Berapa meter
layaknya kain kebaya yang tersedia pada tahun 2017,
b. Apabila setiap konsumen rata-rata permintaannya 100 meter,
Berapakah layaknya jumlah konsumen 2017.
144
3. Perusahaan Konveksi memproduksi 2 macam Kaos untuk Pria dan
Wanita digunakan 2 macam warna bahan yaitu Merah dan Putih
dengan kombinasi gambar kaos yang berbeda.
Untuk membuat:
a. 1 kaos Pria digunakan bahan warna:
Putih 0,4 meter dan Merah 0,2 meter.
b. 1 kaos Wanita digunakan bahan warna :
Putih 0,2 meter dan Merah 0,5 meter.
Persediaan :
Kain warna Putih 1000 meter dan Merah 1100 meter.
Jika keuntungan setiap Kaos :
Pria Rp. 15.000,- dan Wanita Rp. 7.000,-
Bagaimanakah layaknya untuk membuat kombinasi produksinya,
Agar diperoleh keuntungan maksimum

145
4. Atas dasar penelitian Kelayakan pemasaran Produk Tenun TROSOdidapat hasil sebagai
berikut (Nilai: Sangat lemah = 1; Lemah = 2; Sedang = 3; Kuat = 4; Sangat Kuat = 5):
KRITERIA PENILAIAN (NILAI)
NO ITEM PENILAIAN Sangat Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat
Lemah (1) (2) (3) (4) (5)

1 SDM - V - - -
2 Kekuatan Pesaing - - - V -
3 Konsumen - - - - V
4 Teknologi - - V - -
5 Mode/Trend - - - - V
6 Armada Pemasaran - - V - -
7 Harga - - V - -
8 Promosi - - - - V
9 Distribusi V - - - -
10 Produk - - V - -
11 Manajemen - V - - -
12 Mutu Produk - - - V -
13 Kekuatan Pasar - - V - -
14 Lingkungan Bisnis - V - - -
15 Ketersedian bhn Baku - - - V -

Tabel di atas adalah hasil penelitian kelayakan pemasaran produk.


Jika Kelayakan dikriteriakan menjadi 3 kriteria yaitu : Tidak layak, Cukup layak dan
Layak. Bagaimana hasil kelayakan Pemasaran produk tersebut ditinjau dari hasil
penelitian ini.
Mengapa Studi Kelayakan Bisnis Pada
Perencanaan Proyek/Perusahaan/Usaha
Bisnis, agar Proyek/Perusahaan
tersebut, nantinya apabila operasional
hanya dapat berlangsung jangka pendek
(hari beberapa hari/bulan/tahun) cukup
diperlukan kelayakan dibidang financial
dan hukum.

147
4. Atas dasar penelitian Kelayakan pemasaran Produk Tenun H didapat hasil sebagai
berikut (Nilai: Sangat lemah = 1; Lemah = 2; Sedang = 3; Kuat = 4; Sangat Kuat = 5):
KRITERIA PENILAIAN (NILAI)
NO ITEM PENILAIAN Sangat Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat
Lemah (1) (2) (3) (4) (5)

1 SDM - V - - -
2 Kekuatan Pesaing - - - V -
3 Konsumen - - - - V
4 Teknologi - - V - -
5 Mode/Trend - - - - V
6 Armada Pemasaran - - V - -
7 Harga - - V - -
8 Promosi - - - - V
9 Distribusi V - - - -
10 Produk - - V - -
11 Manajemen - V - - -
12 Mutu Produk - - - V -
13 Kekuatan Pasar - - V - -
14 Lingkungan Bisnis - V - - -
15 Ketersedian bhn Baku - - - V -

Tabel di atas adalah hasil penelitian kelayakan pemasaran produk.


Jika Kelayakan dikriteriakan menjadi 3 kriteria yaitu : Tidak layak, Cukup layak dan
Layak. Bagaimana hasil kelayakan Pemasaran produk tersebut ditinjau dari hasil
penelitian ini.
• Perusahaan Konveksi “S” memproduksi 2 macam Kaos untuk Pria
dan Wanita digunakan 2 macam warna bahan yaitu Merah dan
Putih dengan kombinasi gambar kaos yang berbeda. Untuk
membuat:
– 1 kaos Pria digunakan bahan warna:
• Putih 0,4 meter dan Merah 0,2 meter.
• b) 1 kaos Wanita digunakan bahan warna :
• Putih 0,2 meter dan Merah 0,5 meter.
• Persediaan :
• Kain warna Putih 1000 meter dan Merah 1100 meter.
• Jika keuntungan setiap Kaos :
• Pria Rp. 25.000,- dan Wanita Rp. 15.000,-
• Bagaimanakah layaknya untuk membuat kombinasi produksinya,
Agar diperoleh keuntungan maksimum.

149
• Permintaan Baju Batik motif Jepara dari Produksen Batik “N” 4
tahun yang lalu (2013 - 2016) rata-rata total pendapatan setiap
tahun sebesar Rp. [Link], Harga penjualan per stel baju
rata-rata Rp. 40.000,-. Kapasitas Produknya pada tahun 2017 ini
maksimal 750.000 stel.
• Agar semua permintaan konsumen terpenuhi. Berapa stel
Layaknya baju batik yang yang diproduksi pada tahun 2017.
Apakah perusahaan ini layak ditinjau dari Produksi/penawaran dan
permintaan.
• Apabila setiap Distributor rata-rata permintaannya 300 stel baju
batik, Berapakah layaknya jumlah Distibutor 2017.

150
1. Mengapa kelayakan pasar untuk suatu
usaha bisnis diperlukan? dan sebutkan
peluang pasarnya ? .
2. Mengapa kelayakan pemasaran untuk
suatu usaha bisnis diperlukan? dan
sebutkan aspek pemasarannya ? .

151
Presentase grup

152
Kelayakan Pasar diperlukan: untuk mengukur kelayakan
produk yang akan di tawarkan, shg produk terjamin
bagi konsumen secara kualitas kuantias hrg
terjangkau, shg dpt mengatasi pesaing.
Peluang pasarnya
1. Geografi diorientasikan wilayah pada semua wilayah.
2. Demografi pasar di bagi kelompok usia, jenis kelamin.
3. Psikografis pasar disesauikan dg gaya hidup
masyarakat.
4. Perilaku pasar disesuaikan dengan pengetahuan dan
sikap serta tingkah pemakaian masy.

153
ASPEK FINANSIAL

154
• ASPEK FINANSIAL

Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya
dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan
Kebutuhan Dana :
1. Aktiva tetap : tanah, bangunan, pabrik mesin.
2. Aktiva tetap tak wujud : paten, lisensi, biaya sebelum operasi (perijinan)
3. Modal kerja awal: sejak keluar dari kas sampai menjadi kas kembali

Sumber Dana :
1. Modal pemilik perusahaan yg disetor.
2. Saham
3. Obligasi
4. Kredit
5. Sewa guna (leasing)

Aliran Kas
1. Kas merupakan aktiva yg paling likuid.
2. Likuiditas tinggi dpt juga tingkat perputaran kas rendah shg laba usaha rendah
3. Likuiditas rendah tingkat perputaran kas tinggi laba usaha tinggi, akan terjadi
tidak likuid bila kebutuhan dana relatif besar secara mendadak

155
• Sumber Penerimaan Kas
1. Hasil penjualan investasi jk pj, aktiva tetap yg diimbangi penambahan kas
2. Adanya emisi saham / penambahan modal kas oleh pemilik
3. Pengeluaran surat tanda bukti utang / bertambahnya utang sebagai penerimaan
kas
4. Penerimaan sewa, bunga, deviden dalam bentuk penerimaan kas

Pengeluaran Kas
1. Pembelian saham / obligasi dan aktiva tetap
2. Penarikan saham dan pengembalian kas
3. Pembayaran angsuran
4. Pembayaran deviden, pajak, denda dll.

Transaksi yg tak mempengaruhi kas


1. Pembebanan depresiasi, amortisasi /depresiasi atas aktiva tetap.
2. Adanya pengakuan kerugian
3. Penghapusan piutang tak tertagih
4. Adanya penghapusan/pengurangan nilai buku
5. Adanya penghapusan aktiva tetap yg telah habis masa penyusutan
6. Pembayaran deviden dlm bentuk saham
7. Adanya penilaian kembali aktiva tetap

156
Komponen kas :
1. Initial Cash Flow: kas dikeluarkan ut investasi.
2. Operasioanl Cash Flow: Bila terdapat selisih positif
dpt membayar angsuran investasi
3. Terminal Cash Flow: merupakan cash flow dr nilai
sisa aktiva tetap yg dianggap tak memp nilai
ekonomis, jika nilai jual melebihi nilai buku (capital
gains) dikenakan pajak.
4. Catatan : Kas masuk bersih:
a. Bila Investasi dibiayai seluruhnya dari modal
sendiri Kas masuk bersih = Laba setelah pajak
(EAT) + Penyusutan.
b. Bila Investasi dibiayai dari modal pinjaman Kas
masuk bersih = Laba setelah pajak (EAT) +
Penyusutan + Bunga ( 1 – Pajak )
c. Bagi Bank Muamalat/syariah istilah Bunga diganti
bagi hasil
Berkaitan dg SKB perhitungan thd aliran kas penting
krn dg mengetahui kas bersih perusahaan dpt 157
membayar kewajiban finansialnya
CASH FLOWS
Cash Inflow :
1. Pendapatan atau penjualan
2. Nilai sisa aktiva tetap dan Modal kerja pada akhir periode
3. Penurunan Modal Kerja
4. Keuntungan dari penjualan aktiva

Cash Outflow :
1. Biaya Pra Operasi
2. Biaya Investasi (Aktiva Tetap)
3. Kenaikan Modal Kerja (Net Concept)
4. Biaya Operasional
5. Pajak

Bukan unsur cashflow :


1. Biaya penyusutan
2. Biaya Bunga dan
3. Cicilan hutang.

Net Cashflow :
1. Cash inflow – Cash Outflow atau
2. Net Profit + Depresiasi + Bunga Pinjaman
158
Biaya Modal ( cost of Capital )
1. Konsep present value
• Contoh: perusahaan mengeluarkan obligasi jangka wkt 5 tahun, nilai nominal Rp. 100.000,-, i=
16%. Obligasi laku dijual Rp. 96.000,-
Biaya utang yg ditanggung =
16.000 16.000 16.000 100.000
96.000 = + +................+ +
(1+kd) (1+kd)2 (1+kd) 5 (1+kd)5

menyelesaikannya dg cara mencoba dan interpolasi (trial and error) sbb:


Menggunakan kd = 17% Pv of dari 1 maka didapatkan nilai kanan sebesar = 96.800 (dari
16.000x0,855 + 16.000x0,731 + 16.000x0,624 + 16.000x0,534 + 16.000x 0,456 + 100.000x0,456 =
13.680+ 11.696 + 9.984+ 8.544+7.2 96 + 45.600 = 96.800 ). (Atau Pv of annuity dar 1
didapatkan nilai kanan 16.000x3,199 + 100.000x0,456 = 51.184 + 45.600 = 96.784.)

Menggunakan kd = 18% pv of dari 1 maka didapatkan nilai kanan sebesar = 93.732 (dari
16.000x0,847 + 16.000x0,718 + 16.000x0,609 + 16.000x0,516 + 16.000x 0,437 + 100.000x0,437 =
13.552 + 11.488 + 9.744 + 8.256 + 6.992 + 43.700 = 93.732 ). (Atau pv of annuity dari 1
didapatkan nilai kanan 16.000x3,127 + 100.000x0,437 = 50.032 + 43.700 = 93.732)
Kd yg nilai kanan = 96.000,- berada diantara 17% dan 18%
Tehnik interpolasi
kd 17% = 96.800
kd 18% = 93.732 ( - )
SELISIH 1% = 3.068.

SELISIH antara (96.800 – 96.000) = 800


SELISIH antara (96.800 – 96.000)= 800/3.068 x 1% = 0,2608%=0,26%
Kd yg nilai kanan = 96.000 = kd = 17% + 0,26% = 17,26% (sebelum pajak)

159
SKBnya
a) LAYAK atau TIDAK Bagi Persh Penerbit
/PenjualObligasi Bila JASA Kridit rata-rata = 18%.
LAYAK Menerbitkan Obligasi Karena Kd > Kridit
b) LAYAK atau TIDAK Bagi Pemegang/Pembeli Obligasi
Bila Jasa Deposito 12% (Pajak Deposito 10%) dan Pajak
Obligasi 20%.
Jasa yang diterima dari:
Obligasi = 17, 26% (1 – 0,20) = 13,8%
Deposito = 12% ( 1 – 0,10 ) = 10,8%
LAYAK bagi Pembeli Obligasi Karena ;
Jasa Obligasi > Jasa Deposito.

160
Soal: Perusahaan PT GEDE mengeluarkan obligasi jangka
waktu 10 tahun, nilai nominal perlembar Rp.
[Link],-. Obligasi dijual dengan harga 96%nya.
Biaya obligasi = 16%. Pajak jasa obligasi 17,5%. (selama
10 tahun rata-rata Jasa wajar PerBankan 10% dan Pajak
15%).
• Apakah Obligasi ini layak dibeli ? (jawaban dengan
perhitungan)
• CATATAN:
{Present Value of annuity dari 1 : (10; 15% = 5,019) & (10;
16% = 4,833) & (10; 17% = 4,659) & (10; 18% = 4,494)}.
{Present Value dari 1 : (10; 15% = 0,247) & (10; 16%
=0,227) & (10; 17% = 0,208) & (10; 18% = 0,191)}.

161
162
163
164
165
• BIAYA MODAL SENDIRI
1. Biaya Saham Preferen (pembelian deviden dr laba bersih set pajak)
Kp = (A) (B) / (PO) Ket PO = harga saham saat ini. A = nilai deviden (%).
B = nilai nominal saham. Kp = biaya saham.

Contoh:
1) Saham preferen nilai nominalnya Rp. 200.000,-, devidennya 20%. Hrg jual
saham saat ini Rp. 175.000,-
APAKAH LAYAK/TIDAK:
a) Bagi Perusahaan Penerbit Saham Apabila Biaya Kridit perBankan rata-
rata 18%.
b) Bagi Pemegang Saham , Apabila Jasa Deposito rata-rata 12% Pajak
Deposito 10% dan Pajak Saham 20%.

Jawab:
Biaya sahamnya = Kp = (200.000 x 0,2) / (175.000) = 22,86%
a) Bagi Perh penerbit Saham TIDAK layak krn Kp (22,86%) > Kredit (18%).
b) Bagi Pemegang Saham:
Jasa Saham yang diterrima = 22,86% (1 – 0,2) = 18,28%
Jasa Deposito yang diterima = 12% (1 – 0 ,1 ) = 10,8%.
Layak bagi Pemegang Saham krn Jasa Saham (18,28%) > Jasa Deposito
(10,8%)
• BIAYA MODAL SENDIRI

2. Biaya Saham Biasa (pembelian laba minimal suatu investasi dr laba bersih
set pajak) ke = D / PO. Ket PO = harga saham saat ini. D = deviden per
lembar saham yg konstan per kurun wkt tertentu (misal per tahun), Ke =
biaya modal saham biasa.
Contoh:
2) Harga saham biasa saat ini Rp. 175.000,-. Deviden saham biasa =
Rp.25.000,-
APAKAH LAYAK/TIDAK:
a) Bagi Perusahaan Penerbit Saham Apabila Biaya Kridit perBankan rata-
rata 18%.
b) Bagi Pemegang Saham , Apabila Jasa Deposito rata-rata 12% Pajak
Deposito 10% dan Pajak Saham 20%.

Jawab: Biaya sahamnya = ke = D / PO ke = 25.000/175.000 = 14,29%


a) LAYAK Bagi Persh Penerbit Saham Karena Ke ( 14,29%) < Kridit (18%).
b) Bagi Pemegang Saham :
Jasa Saham yang diterima = 14,29% ( 1 – 0,2) = 11,43%.
Jasa Deposito yang diterima = 12% (1 – 0 ,1 ) = 10,8%.
LAYAK bagi Pemegang Saham krn Jasa Saham ( 11,43% ) > Jasa
Deposito (10,8%) 167
• Biaya laba yang ditahan
1. Biaya penggunaan modal rata2 (cut off rate)nya dr biaya modal
sendiri dan hutang
2. Cara menghitung (cut off rate)nya yaitu menghitung biaya modal
rata2 tertimbang setelah pajak dg cara mengalikan antara besarnya
biaya modal dari masing2 sumber pembelanjaan dg proporsi dana
yg digunakan

Misal : bila biaya2 hutang dan modal sendiri serta proporsi diketahui maka dpt
dihitung cut off ratenya spt

KOMPONEN BIAYA JUMLAH PROPORSI BIAYA (2) X (3)


(1) (2) (3)
Hutang jangka pendek Rp 1000 0.2 14% 2.8%
Hutang jangka panjang 1000 0.2 9.8% 1.96%
Modal sendiri 3000 0.6 31.5% 18.9%
JUMLAH Rp 5000 1 23.66%
1. Biaya Modal rata2 tertimbang = 23,66%
2. Cut off ratenya = 23,66% digunakan untuk menilai usulan investasi

168
Analisis kepekaan (Sensitivitas)
Adalah teknik untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi pada parameter-parameter yang
telah ditentukan pada perencanaan.
1. Melalui ini akan diketahui faktor apa saja yang peka
2. Analisis ini merpk analisis yg peka terhadap hal-hal ketidakpastian di masa datang, dpt
menyebabkan hsl perhit di atas kertas menyimpang dr kenyataan, bisa positif (kenyataan lebih
baik/laba lebih besar dr perhit) dpt juga negatif (kenyataan lebih jelek/laba lebih sedikit dr perhit).
3. Perkiraan ini dpt terjadi pd saat menganalisis perkiraan arus kas dimasa y a d.
4. Contoh: Ramalan aliran kas perusahaan mebel (dlm jutaan rupiah)
DESKRIPSI TAHUN - 0 TAHUN 1 - 10
I Investasi 15.000 -
II 1. Hasil penjualan - 37.500
2. Biaya variabel - 30.000
3. Biaya tetap - 3.000
4. Depresiasi - 1.500
5. Laba sebelum pajak (1-2-3-4) - 3.000
6. Pajak (50%) - 1.500
7. Laba bersih setelah pajak ( 5-6 ) - 1.500
8. Arus Kas (4 + 7 ) - 3.000

Arus kas bersih (-15.000) 3.000


4. Bila investasi didepresiasikan metode garis lurus selama 10 th dan laba kena pajak 50%, biaya
bunga 10%.
5. NPV=-15.000+ {3.000/(1,10)+…+3000(1,10)10} = -15000+(3000)(6,145)=-15000+18435 = 3.435.
6. Proyek investasi pd tingkat keuntungan 10%/thkelihatannya baik/fisibel krn NPVnya positif layak
untuk diteruskan.
7. Sebelum memutuskan untuk menerima perlu dipertimbangkan faktor2 lain/informasi lainnya
8. Informasi lain:
a. Bagian pemasaran A = B x C
A= banyaknya produk yg terjual,
B = Bagian pasar dr produk (Pangsa Pasar)
C = besarnya pasar produk
jika produk yg sama terjual dipasar (C) = 10 juta unit,
pangsa pasar produknya (B) = 1%,
maka produk tsb terjual diperkiran (A) = 1% x 10 juta = 100.000 unit.
Padahal penjualan diperkirakan TR = Rp. [Link],-
maka hrg per unit = Rp. [Link] / 100.000 = Rp. 375.000,-

b. Bagian Prod. Menaksir VC perunit = Rp. 300.000,-. Produksi 100. 000 unit/th
maka TVC = 100.000x Rp. 300.000,- = Rp. [Link]/th
dan TFC = Rp. [Link],- /th
TC = Rp. [Link] + Rp. [Link],- = Rp. [Link],-.
c. Rencana Laba = TR – TC = Rp. [Link],-
9. Kalau melihat perhitungan di atas rencana investasi baik (lancar).
10. Melakukan Analisis sensitivitas thd market size, market share, Hrg jual per unit,
biaya variabel per unit dan biaya tetap tentang taksiran yg pesimis atau optimis.
11. Harus dilihat variabel lain yg belum diketahui mungkin dpt menjadi masalah besar,
misal hak paten.
12. Catatan taksiran pesimis adl probabilitas untuk tidak dpt mencapai angka tsb (misal
kasus penjualan probabilitas 10% pdhal ada yg mempekirakan probabilitas nya
hanya 5%).
170
BATAS NPV (Rp. Jutaan)
NO VARIABEL
PESIMIS DIHARAPKAN OPTIMIS PESIMIS DIHARAPKAN OPTIMIS

1 Market size (unit) 9 jt 10 jt 11 jt +11 +34 +57


2 Market Share (%) 0,004 0,01 0,016 -10400 +3400 +17.300
3 Harga/unit (Rp) 350.000 375.000 380.000 -4.200 +3.400 +5.000
4 VC/unit (Rp) 360.000 300.000 275.000 -15.000 +30.400 +11.100
5 FC (Rp) 4.000 jt 3.000 jt 2.000 jt +4.000 +3.400 +6.500

1. Tabel di atas merupakan proyek yg belum meyakinkan ut investasi krn ada variabel yg cukup
berbahaya yaitu
a. Saham pasar / Market Share = 0,004 mk besarnya NPV = -104.
b. VC/unit = 3.600 besarnya NPV = - 15.000
2. Jika Nilai pesimis unt VC/unit = 3.600 sbg nilai kekawatiran di bagian produksi agar tidak
menjadikan penghalang perlu penambahan mesin baru dan VC/unit bertambah 200 dg
probabilitas kegagalan sebesar 10%. Akibatnya arus kas setelah pajak (pajak 50%) berkurang,
sebesar D x E (1 – t ). D = Banyaknyak unit terjuat . E = tambahan VC/unit; t = pajak.
3. Besarnya arus kas berkurang = 100.000 x 200 (1–0,5 ) = 100.000 x 200 x 0,5 =10 jt
10 10
4. NPV berkurang sebesar = NPV =∑ = 10 x 6,145 = 61,45 juta
10
t=1 (1 + 0,10) .
5. Dengan mesin baru. Biaya Uji coba mesin baru 100.000, guna menghindari kerugian sebesar 61,45
jt kegagalan 10% maka ekspekatsi = -100 rb + (0,10 x 61,45 jt) = 6,045 jt
6. Dengan mesin baru variabel VC/unit aman ut investasi dan proyek dpt diterima
171
Bila keadaan yg lain yaitu adanya kenaikan BBM dan resesi dg aliran kasnya sbb. :
ALIRAN KAS TH 1 – 10 (Jutaan Rp)
DESKRIPSI ALIRAN KAS SEMULA ALIRAN KAS KENAIKAN BBM & RESESI
1. Hasil penjualan 37.500 44.900
2. Biaya variabel 30.000 35.900
3. Biaya tetap 3.000 3.500
4. Depresiasi 1.500 1.500
5. Laba sebelum pajak (1-2-3-4) 3.000 4.000
6. Pajak (50%) 1.500 2.000
7. Laba bersih setelah pajak (5-6) 1.500 2.000
8. Arus Kas (4 + 7) 3.000 3.500
PV Kas masuk bersih 18.435 21.507,5
NPV 3.435*) 6.507,5**)
Asumsi yg digunakan dlm penaksiran ini adalah:
1. Market size 10 jt unit 8 jt unit
2. Market Shar 0,01% 1,3%
3. Harga/unit Rp. 375.000,- Rp. 431.300,-
4. VC/unit Rp. 300.000,- Rp. 345.000,-
5. FC Rp. 3.000 jt Rp. 3.500 jt
Catatan NPV tetap10%. Dg adanya kenaikan BBM (menyebabkan kenaikan inflasi) dan resesi proyek pendirian perusahaan
mebel nampaknya lebih baik. Akan tetapi hal ini tak mungkin terjadi krn dg adanya kenaikan BBM, mk tingkat suku bungan
meningkat shg NPV juga bertambah
PV (10;10%) = 6,145
*) ∑ {(1.500 + 1.500) / (1 + 0,1)10} – 15.000 = ( 3.000 x 6,145 ) – 15.000 = 3.435
172
**) ∑ {(2.000 + 1.500) / (1 + 0,1)10} – 15.000 = ( 3.500 x 6,145 ) – 15.000 = 6.507,6,5
• PENILAIAN DAN PEMILIHAN INVESTASI
1. Payback Period (PP)
digunakan ut mencari wkt ut menutup investasi
PP = (Nilai Investasi/Kas masuk bersih per th) x 1 th
Kriteria penilaian PP:
a. LAYAK diterima jika PP hasil hitungan ≤ PP
maksimum yang telah ditentukan
b. TIDAK LAYAK diterima jika PP hasil hitungan > PP
maksimum yang telah ditentukan
Contoh
Nilai Investasi Rp. 200 jt Keuntungan setelah pajak
Rp. 30 jt Depresiasi 20 jt, Jika PP maksimum selama 5
tahun, apakah investasi ini layak ?.
PP = 200/(30 + 20) x 1 th = 4 th.
KESIMPULAN: Investasi LAYAK diterima Krn PP
173
hitungan (4 th) < PP makasimum (5th).
• PENILAIAN DAN PEMILIHAN INVESTASI

2. Internal Rate of Return (IRR)


digunakan ut mencari tk bunga yg menyamakan wkt sekarang dr arus kas masuk yg dpt
diharapkan di masa datang
n CFt .
Io = Σ
t=1 (1 + IRR)t .
t = tahun ke. N = jumlah th Io = nilai investasi awal.
CF = arus kas bersih. IRR = tingkat bunga yg dicari besarnya.
Contoh
Nilai Investasi awal Rp. 200 jt Keuntungan setelah pajak Rp. 30 jt
Depresiasi 20 jt umur proyek 5 th Hitung nilai arus kas sekarang (IRR) dan tentukan Kriteria
investasi apakah investasi ini layak atau tidak (bila suku bunga wajar setelah pajak = 10%).
50 50 50
200 = + +.................+
(1+r) (1+r)2 (1+r)5 .
dg mencoba-coba
Nilai: 7 % = 50.000.000 x 4,100 = 205.000.000
Nilai: 8 % = 50.000.000 x 3,993 = 199.650.000 ( - )
selisih 1 % = = 5.350.000
Selisih (205.000.000 – 200.000.000)/ 5.350.000 = 5.000.000/5.350.000 = 0,93%
maka IRRnya sebesar = 7% + 0,93% = 7,93%.
Kriteria penilaian IRR hasil (7,93%) < bunga wajar (rate of return =10%) maka investasi ini
kurang layak sebaiknya ditolak.
174
3. Net Present Value (NPV)
aliran kas masa mendatang dihitung sekarang dg tk bunga yg relevan.
n CFt .
NPV = Σ - Io .
t=1 (1 + Kd)t .
CFt = aliran kas/tahun pd periode t. Io = investasi awal th (0 th)
Kd = suku bunga (discount rate) = I = r
Kriteria penilaian:
1. NPV = 0, nilai perusahaan tetap (walaupun usulan investasi
diterima/ditolak)
2. NPV > 0, usulan investasi diterima.
3. NPV < 0, usulan investasi ditolak.
• Contoh:
Nilai investasi awal Rp. 200 jt, arus kas bersih tiap th Rp. 50jt suku
bunga/th = 11%, umur proyek 5 th.
NPV= -200+50/(1+0,11) …+ 50/(1+0,11)5 = -200+50 X 3,698 = -200 + 184,9=-
15,1
NPV = - Rp. 15.100.000,- Kesimpulan sebaiknya investasi ditolak

175
ANALISIS/EVALUASI KEUANGAN
1. Payback Period Nilai Investasi digunakan ut evaluasi
(PP) = Kas masuk bersih /th mencari wkt ut menutup
investasi.
a. Nilai Investasi Rp. 200 jt Keuntungan setelah pajak Rp. 30 jt/th
Depresiasi 20 jt,
PP = (200)/(30 + 20) x 1 th = 4 th.
b. Nilai Investasi Rp. Rp. 250 jt Tingkat pengembalian Rp. 50 jt/th
PP = (250)/(50) = 5 th.
2. Internal Rate of n CF digunakan ut mencari tk bunga
Return (IRR) Io = Σ yg menyamakan wkt sekarang
t=1 (1 + IRR)t dr arus kas masuk bersih
(Cash Flow) pertahun yg dpt
diharapkan di masa datang.
Bagi Perusahaan peminjam
Pilih IRR yang rendah
Nilai Investasi awal Rp. 200 jt EAT = Rp. 30 jt Depresiasi 2 jt umur proyek 5
th
200 = (50)/(1+irr) + (50)/(1+irr) 2+(50)/(1+irr)3+(50)/(1+irr)4+(50)/(1+irr)5 .
coba-coba Nilai : 7 % = 50.000.000 x 4,100 = 205.000.000
Nilai : 8 % = 50.000.000 x 3,993 = 199.650.000 ( - )
176
selisih 1%= = 5.350.000
Selisih (205.000.000 – 200.000.000)/(5.350.000) = 5.000.000/5.350.000 =
4. Profitabilitas Index (PI)
Perbandingan antara PV (nilai sekarang) kas
masuk dg PV (nilai sekarang) kas keluar.

PI = KM : KK

Kriteria penilaian:
1. PI = 1, nilai perusahaan tetap walaupun
usulan investasi diterima/ ditolak
2. PI > 1, usulan investasi diterima.
3. PI < 1, usulan investasi ditolak.
Contoh:
Seperti soal diatas PV Kas keluar Rp. 200 jt dan
PV kas masuk Rp. 184,8 jt maka PI= 184,8/200 =
177
0,924 Kesimpulan sebaiknya investasi ditolak.
5. Break Even Point (BEP)

5.1. TC = TR
TFC + TVC = (Q)(P)
TFC + (Q)(VC) = (Q)(P)
TFC = (Q)(P) – (Q)(VC)
BEP Unit: Q = (TFC) / {(P) – (VC)}

(Q) (P) = {(TFC) (P)} / {(P) – (VC)}


(Q) (P) = (TFC) / {(P) – (VC)} / (P)
(Q) (P) = (TFC) /{ (P)/(P)} – {(VC) / (P)}
BEP Rupiah: (Q) (P)= (TFC) / [(1) – {(VC) / (P)}]

TR = total revenue = jml pendapatan.


TC = total cost = jml biaya prodoksi
Q = Jml. Unit yg diproduksi dan Jml. Unit terjual.
P = hrg jual perunit.

SKB : Bila permintaan diatas BEP, layak ut diproduksi


178
Contoh: (TC =TR)
Persh AYU DEWE tenun troso TFC/th = Rp. 300 juta,
VC/pot = Rp. 50 ribu, hrg jual/pot = Rp. 75 ribu,-.
a) Hitung Permintaan Minimum agar layak diproduksi,
Jawab:
Permintaan minimum (BEP)= 300.000.000 / (75.000 –
50.000) = 12.000 potong kain

B) Hitung Pendapatan Minimum agar layak diproduksi


Jawab
TR = Q . P = (12.000) ( Rp. 75.000) = Rp. 900.000.000,-

.
C) Jika Kapasitas Produksi 10.000 unit.
Kesimpulan TIDAK LAYAK karena Kapasitas
Produksi (10.000) < Q BEP (12.000)
D) Jika Kapasitas Produksi 13.000 unit.
Kesimpulan LAYAK karena Kapasitas
Produksi (13.000) > Q BEP (12.000)
E) Jika Kapasitas Produksi 13.000 unit.
Permitaanya 13.000 Kesimpulan LAYAK
karena Kapasitas Produksi (13.000) dan
permintaan 13.000 > Q BEP (12.000)
F) Jika Kapasitas Produksi 13.000 unit.
Permitaanya 11.000 Kesimpulan TIDAK
LAYAK karena permintaan (11.000) < Q BEP
(12.000)
C) Jika hrg perpotong turun menjadi Rp 60.000,-
Berapakah Permintaan Minimumnya agar BEP
JAWAB:
Permintaan minimum (BEP)= 300.000.000 /
60.000 – 50.000) = 30.000
Berapakah TR minimum agar BEP
JAWAB
TR minimum agar BEP = 30.000 ( Rp. 60.000) =
Rp. [Link],-
Contoh: (TC =TR)

C) Jika hrg perpotong naik menjadi Rp 80.000,-


Berapakah Permintaan Minimumnya agar BEP
JAWAB:
Permintaan minimum (BEP)= 300.000.000 / (80.000 – 50.000) = 10.000

Berapakah TR minimum agar BEP


JAWAB
TR minimum agar BEP = 10.000 ( Rp. 80.000) = Rp. 800.000.000,-

Layak diproduksi Jika permintaan di atas Q BEP

.
Kesimpulan:
1. Jika harga naik maka Q BEP dan TR BEP
turun
2. Jika harga turun maka Q BEP dan TR
BEP naik

Layak diproduksi Jika permintaan di atas


Q BEP dan perusahaan mampu
memenuhi permintaan (kapasitas
produksi sama dengan atau diatas/
permintaan )
TC, TR TC”
(Jutaan
rupiah ) TR”
TR’ TC’
TR
TC
2000
1800
BEP’

1000 BEP
900
800 BEP”

TFC
300

10 12 20 30 Q (ribuan Unit)
0
BEP pada saat P = Rp. 75.000,-
BEP’ pada saat P = Rp . 60.000,- 184
BEP” pada saat P = Rp. 80.000,-
Penjelasan
Persh Tenun Troso AYU DEWE TFC/th = Rp. 300 juta, VC/pot = Rp.
50 ribu, hrg jual/pot = Rp. 75 ribu,-.
Penjualan minimum (BEP)
Q = 300.000.000 / (75.000 – 50.000) = 12.000 pot .
TR= 12.000 x Rp. 75.000,- = Rp. 900.000.000,-
Padahal hrg produk yg sama dipasaran berkisar antara Rp.
60.000,- sampai Rp. 75.000,-.
Bila hrg jual diambil yg termurah Rp. 60.000,- maka penjualan
minimum (BEP)nya
Q = 300.000.000/(60.000 – 50.000) = 30.000 pot
TR = 30.000 x Rp. 60.000,- = Rp. [Link],-.
Apabila hrg jual turun agar BEP, maka unit terjual meningkat dari
12 ribu potong menjadi 30 ribu potong. hal ini hrs dilihat juga
kemampuan perusahaan untuk berproduksi
LAYAK BILA PERUSAHAAN MAMPU PRODUKSI DI ATAS
PERMINTAAN BEP (Q BEP).
185
Bila keadaan yg lain yaitu adanya kenaikan BBM dan resesi dg aliran kasnya sbb. :
ALIRAN KAS TH 1 – 10 ( juta Rp)
DESKRIPSI ALIRAN KAS SEMULA ALIRAN KAS KENAIKAN BBM & RESESI

1. Hasil penjualan (TR) 37.500 44.900


2. Biaya variabel 30.000 35.900
3. Biaya tetap 3.000 3.500
4. Depresiasi 1.500 1.500
5. Laba sebelum pajak (1-2-3-4) 3.000 4.000
6. Pajak (50%) 1.500 2.000
7. Laba bersih setelah pajak (5-6) 1.500 2.000
8. Arus Kas (4 + 7) 3.000 3.500
PV Kas masuk bersih 18.400 21.507,5
NPV 3.435 6.507,5
Asumsi yg digunakan dlm penaksiran ini adalah:
1. Market size 10 jt unit 8 jt unit
2. Market Share 1% 1,3%
3. Harga/unit Rp. 375.000,- Rp. 431.300,-
4. VC/unit Rp. 300.000,- Rp. 345.000,-
5. FC Rp. 3.000 jt Rp. 3.500 jt

BEP semula Q = (TFC) / {(P) – (VC)} = (FC + Dep) / {(P) – (VC)} =


([Link] + [Link]) / (375.000 – 300.000) = 60.000 unit.
BEP Rupiah: (Q) (P) = (FC) / [(1) – {(VC) / (P)}] = [Link] / {1 – ( 300.000 / 375.000)} = 186
[Link]/ (1 – 0,8) = Rp. [Link] atau (Q) (P) = 60.000 x 375.000 = Rp. [Link],-
GRAFIK: TR, TC, BEP, VC dan FC

Biaya / Harga
(Jutaan Rp)
TR TC

VC

P 37500 BEP

FC
3000

0 60 Unit diproduksi/dijual
Q ( Ribuan unit )
187
FC = Rp. [Link],- Penyusutan/th = Rp. [Link],- dan
jml yg terjual = 60.000 unit mk keadaan ini BEP.
Persh tidak rugi/laba ut membuktikannya dpt dihitung sbb.:
TR : ( 60.000 x Rp. 375.000,-) = Rp. [Link],-
TC :
TFC ( FC + depresiasi ) : Rp. [Link],-
TVC (60.000 x Rp. 300.000) : Rp. [Link],- (+)
= Rp. [Link],- (-)
Laba = Rp. 0

188
5.2. BEP : NPV = 0
ALIRAN KAS (TH1 – 10)
DESKRIPSI ribuan Rp
1. INVESTASI (TAHUN 0) 15.000.000.
2. UNIT TERJUAL 100.000 UNIT
3. VC/unit 300
4. P/unit 375
5. Hasil penjualan (TR) 37.500.000
6. TVC 30.000.000
7. Biaya tetap 3.000.000
8. Depresiasi (10%/th) 1.500.000
9. Laba sebelum pajak (5-6-7-8) 3.000.000
10. Pajak (50%) 1.500.000
11. Laba bersih set pajak (9-10) 1.500.000
12. Arus Kas (8+11) 3.000.000
PV Kas masuk bersih 18.435.000
NPV 3.435.000
5.2. BEP : NPV = 0
Contoh : NPV (jutaan Rp) pd berbagai unit yg terjual
UNIT IN OUTFLOW
TERJU FLOW PV PV
AL PENG TA TAHUN 0 - 10 IN OUT NPV
(Ribuan) HSL HUN 0 FLOWS FLOWS ***)
TH *) **)
INVES TVC FC PAJAK
1 - 10 TASI (50%)
0 0 15.000 0 3.000 -1.500 0 18.435 -18.435
100 37.500 15.000 30.000 3.000 1.500 230.437,5 212.002,50 3.435
200 75.000 15.000 60.000 3.000 5.250 460.875,0 419.396,25 26.478,75
CASHFLOW
PENJELASAN : ***) -3.000 x 6,146 = -18.435
DEPRES EBT****) EAT
PV dari 1 (10;10%) = 0,386. 10
(10%/TH) (EBT - T)
PV of Annuity(10;10% )= 6,145. ∑ {(1.500 + 1.500) / (1 + 0,1)10} – 15.000 =
*) 37.500 x 6,145 = 230.437,5 0 -3.000 0 n=1
• 75.000 x 6,145 = 460.875,0 1.500 3.000 1.500 (3.000 x 6,145) – 15.000 = 3.435.
1.500 10.500 5.250 10
**) 3.000 x 6,145 = 18.435 ∑ {(5.250 + 1.500) / (1 + 0,1)10} – 15.000 =
34.500 x 6,145 = 212.002,5 n=1
68.250 x 6,145 = 419.396,25 (6.750 x 6,145) – 15.000 = 26.478,75.
****) TR – TVC – FC – DEPRES
-3000
37.500 – 30.000 – 3.000 – 1.500 = 3.000
75.000 – 60.000 – 3.000 – 1.500 = 19010.500
Ut mencari BEP : NPV = 0,
dg cara mencari persamaan garis PV inflow dan garis PV outflow yaitu Y = a + b X.
{Y (dlm Jutaan Rp) = PV aliran kas; X (dlm ribuan unit) = unit yg terjual; a = perpotongan dg
sumbu X; b = Kemiringan grs}
Unit terjual PV Inflows PV Outflows Catatan : Rumus Grs melalui 2 ttk.
(Y2 – Y1)
Y – Y1 = (X – X1)
0 0 18.435
(X2 – X1)
100 230.437,5 212.002,5
200 460.875,0 419.396,25

Grs PV inflow: Y = a + b X. Grs PV outflow : Y = a + b X.


a=0 a = 18.435.
b = (230.437,5 – 0) / 100 = 2.304,375. b = ( 212.002,5 – 18.435) / 100
Y = 0 + 2.304,375 X = 1.935,675
Y = 2.304,375 X Y = 18.435 + 1.935,675 X.

Potongkan grs PV inflow dan grs PV outflow


Y= 2.304,375 X PV (jt)
Y = 18.435 + 1.935,675 X ( - ) grs PV inflow
0 = -18.435 + 368,7 X
X = 18.435 / 368,7 = 50 (dlm ribuan unit)
grs. PV outflow
Y = 2.304,375 x 50. = 115.218,750 (dlm jt Rp)
115.218,75 A
Titik Potong A ( 50; 115.218,750)
18.435
NPV = 0 : unit terjual 50.000 unit 191
. 0 50 Unit (rb)
PV inflow = PV Outlow = [Link]
PV inflow/PV outflow
( jutaan Rp)
PV inflow : Y = 2.304,375X
PV outflow: Y = 18.435 + 1.935,675 X
230.437,5
212.002,5

115.218,75 BEP

18.435

- 9,524 0 50 100 Penjulan (ribuan unit)

192
Soal:
1. Perusahaan “ADEM” mengeluarkan obligasi jangka
waktu 10 tahun, nilai nominal perlembar Rp.
[Link],-. Obligasi dijual dengan harga 96%nya.
Biaya obligasi = 16%. Pajak jasa obligasi 17,5%. (selama
10 tahun rata-rata Jasa wajar PerBankan 10% dan Pajak
15%).Apakah Obligasi ini layak dibeli
{Present Value of annuity dari 1 : (10; 15% = 5,019) & (10;
16% = 4,833) & (10; 17% = 4,659) & (10; 18% = 4,494)}.
{Present Value dari 1 : (10; 15% = 0,247) & (10; 16%
=0,227) & (10; 17% = 0,208) & (10; 18% = 0,191)}.

193
Soal:

2. LAYAK PILIH YANG MANA


a. Membeli Saham “GEDE” perlembarnya seharga
Rp. 500.000,- nilai nominalnya Rp. 600.000,-
Deviden pertahun 25% pajaknya 17,5%
[Link] saham “DOWO” perlembar Rp.
600.000,- Deviden pertahun Rp. 150.000,- pajak
17,5%.
c. Menyimpan Uang di Koperasi “CEKAK”
kelipatan Rp. 500.000,- setelah 1 tahun
mendapat bonus menjadi Rp. 600.000,-

194
sOAL
3. Investasi yang telah dikeluarkan oleh
Perusahaan “COPOT”Rp. 600 juta yang
Rp. 100 jutanya digunakan untuk
Inventaris/asset tetap, apabila asset
tetap umurnya 5 tahun penyusutan garis
lurus tanpa sisa. Keuntungan pertahun
Rp. 150 juta pajak 15%. Tingkat jasa
(biaya Investasi) pertahun 15%, umur
Investasi 10 tahun. Apakah investasi
Perusahaan ini layak dan berikan
komentar singkat? PV of annuity dari 1 :
(10; 15% = 5,019)
195
SOAL
4. Investasi Perusahaan “DODOK” sebesar Rp.
200 M, UE = 10 tahun, penyusutan tanpa sisa
dengan garis lurus.
FC/th Rp. 50 M. Tingkat bagi hasil/th 15%
pajak 17,5%. Pajak penghasilan rata-rata 20%.
• Market size produk ini per th 10 juta unit. Market
share perusahaan ini 10%nya. VC/unit Rp. 1
juta. Harga jual /unit Rp. 1,12 juta. waktu untuk
mengembalikan investasi 5 th. Apakah Investasi
PT ini layak ?.
• {PV of annuity dari 1 (10,15% = 5,019)}
• {PV dari 1 (10,15% = 0,247)}
196
Soal:
5 Investasi yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan
DEPROK Rp. 600 juta yang Rp. 100 jutanya
digunakan untuk asset (Inventaris) tetap, apabila
asset tetap umurnya 5 tahun penyusutan garis lurus
tanpa sisa. Keuntungan pertahun Rp. 150 juta pajak
15%. Waktu maksimum yang digunakan untuk
menutup investasi 5 tahun. Apakah investasi
Perusahaan ini layak

197
Soal:

6. Perusahaan Mebel “GLANGSUR” memproduksi kursi


GOYANG Biaya tetap pertahun Rp. 150.000.000,- dan
Biaya inventaris kantor Rp. 100.000.000,- umur
inventaris 5 tahun penyusutan garis lurus tanpa sisa-.
Biaya Variabel perunit Rp. 100 ribu, dan Harga jual
perunit Rp. 150 ribu, Apabila permintaan per tahun rata-
rata 4.000 unit. Apakah produk Mebel perusahaan ini
layak dioperasionalkan, berikan komentar singkat.

198
Contoh: Perusahaan mebel memproduksi kursi taman dengan
data produksi dan penjualan sbb.:

NO UNIT COST (Rp.1.000,-) REVENUE (Rp.1.000,-)


1. 0 350 0
2. 10 2.915 3.710
3. 20 5.830 7.420
4. 30 8.745 11.130
5. 40 11.660 14.840
6. 50 14.575 18.550
7. 60 17.490 22.260
8. 70 20.405 25.970
9. 80 23.320 29.680
10. 90 26.235 33.390
11. 100 29.150 37.100
12. 110 32.065 40.810
13. 120 34.980 44.520 199
PERHITUNGAN TOTAL COST

COST (Y) KODING (X) X2 XY PERHITUNGAN TOTAL


COST
350 -6 36 -2.100
2.915 -5 25 -14.575 Y=a+bX
5.830 -4 16 -23.320 a =∑ y : n
8.745 -3 9 -26.235 = 227.720 : 13 = 17516,92
11.660 -2 4 -23.320 b =∑ xy : ∑ x2
14.575 -1 1 -14.575 = 528.430 : 182 = 2903,462
17.490 0 0 0
20.405 1 1 20.405 Persamaan TC :
23.320 2 4 46.640 Y = 17.516,92 + 2.903,462 X
26.235 3 9 78.705
29.150 4 16 116.600
32.065 5 25 160.325
34.980 6 36 209.880
227.720 182 528.430
200
PERHITUNGAN TOTAL REVENUE

REVENUE KODING (X) X2 XY PERHITUNGAN TOTAL


(Y) REVENUE
0 -6 36 0
3.710 -5 25 -18.550 Y=a+bX
7.420 -4 16 -29.680 a =∑ y : n
11.130 -3 9 -33.390 = 289.380 : 13 = 22260
14.840 -2 4 -29.680 b =∑ xy : ∑ x2
18.550 -1 1 -18.550 = 675.220 : 182 = 3710
22.260 0 0 0
25.970 1 1 25.970 Persamaan TR :
29.680 2 4 59.360 Y = 22.260 + 3.710 X
33.390 3 9 100.170
37.100 4 16 148.400
40.810 5 25 204.050
44.520 6 36 267.120
289.380 182 675.220
201
TC: Y = 17.516,92 + 2.903,462 X

Y = 22.260 + 3.710 X

202
Leasing atau Beli Lt (1-T) + T Dept.
Biaya leasing NAL = Io - Σ
{ 1 + ( 1 – T ) Kb }
NAL = Net Advantage of Leasing. Dept= Jumlah beban penyusutan selama
Io = Harga mesin (aktiva tetap). periode t.
T = Tarif pajak. Lt = Pembayaran sewa secara periodik.
Kb = Biaya hutang sebelum pajak. n = Umur penyusutan dan umur ekonomis.

Kriteria penilaian:
nilai NAL = 0, biaya pembelian sama dg biaya leasing.
nilai NAL > 0, biaya pembelian lebih besar dari pada biaya leasing.
nilai NAL < 0, biaya pembelian lebih kecil dari pada biaya leasing.
Contoh: Perusahaan Konveksi “KOLOR–MOLOR” desa Sendang akan memperluas usahanya dg
pembelian Mesin seharga Rp.1 M,-. Umur ekonomis mesin 20 tahun penyusutan garis lurus. Ada
2 pilihan cara pengadaan mesin yaitu Membeli dg tunai atau leasing selama 10 tahun Bila
leasing biaya2 yg dikeluarkan sbb. : Biaya sewa pertahunnya Rp. 150 juta,-. Biaya hutang 5%
dari harga mesin. Pajak 10%. Manakah yg lebih menguntungkanPerusahaan tsb.
Jawab.: Io = Rp. 1 M,- Lt = Rp. 150 Juta. Dept = Rp. 1 M / 20 = Rp. 50 Juta.
Kb = 5% = 0,05. T = 10% = 0,1. n = 10.
NAL = [Link] – (10) {[ 150.000.000 (1 – 0,1) + 0,1 x 50.000.0000] / [ 1 + (1 – 0,1) 0,05]}
= [Link] – ( 10 ) {[ 135.000.000 + 5.000.000] / [ 1,045 ] }
= [Link] – ( 10 ) ( 133.971.291,866) = - 339.712.918,66.
NAL < 0, maka biaya membelian lebih kecil dari pada leasing. Layak bila memilih membeli
kontan, dg catatan modal sendiri / pijaman dg bunga yg < dari 33.971.291,866/1 M = 3,40%/th. 203
Analisis Aliran Kas Rentabilitas Ekonomis (RE) dan Rentabilitas Modal Sendiri (RMS).

EBIT
RE = X 100%
Total Aktiva EBIT = Earning Before Interest and Taxes = Laba
sebelum bunga dan pajak.
EAT EAT = Earning After Taxes = Laba setelah pajak
RMS = X 100%
Modal Sendiri

Misal : Perusahaan Mebel PT “UNDUR – UNDUR” akan memperluas usahanya dg menginvestasikan


modal sebesar Rp. 1 M, Taksiran EBIT diperoleh setiap tahunnya Rp. 300 Juta, pajak yg
ditanggung sebesar 30%, dana tsb dpt diperoleh dari 2 alternatif :
I. Dibiayai seluruhnya dari modal sendiri. Catatan : Rumus Grs melalui 2 ttk.
II. Dibiayai separuh modal sendiri dan separuh lagi dari (Y2 – Y1)
modal hutang (Bunga hutang yg ditanggung 20% pertahun). Y – Y1 = (X – X1)
Manakah yg terbaik (menguntungkan dan layak) alternatif I atau II (X2 – X1)

Alternatif I Alternatif II Mencari grs Y = a + b X. Dimana: Y = RMS. X = RE

EBIT Rp. 300 Juta Rp. 300 Juta Pers Grs Alternatif I:EBIT=0 Pers Grs Alternatif II:EBIT=0
Bunga 20% - Rp. 100 Juta EBT=[Link]=0. RE= [Link]=0 EBT= -100. EAT= -70. RE =0.
EBT Rp. 300 Juta Rp. 200 Juta Ttk pot (RE;RMS) RMS = -70/500 = -14%.
Pajak 30% Rp. 90 Juta Rp. 60 Juta Ttk pot A (0;0) mk a = 0 Ttk pot C (0;-14), mk a = -14.
RMS = 21%; RE = 30% RE = 30%; RMS = 28%.
EAT Rp. 210 juta Rp. 140 Juta Ttk pot B (30;21) Ttk pot D (30,28).
RMS 21,0% 28,0% mk b = 21/30 = 0,7. b = (28+14)/(30-0) = 1,4
RE 30,0% 30,0% 204
Y = 0,7 X *) Y = -14 + 1,4 X *)
I. Y = 0,7 X
*) Y – 0 = {(21 – 0)/(30 – 0 )} (X – 0 ) …..Y = 0,7 X
II. Y = -14 + 1,4 X *) Y +14 = {(28+14)/(30 – 0 )} (X – 0)……Y = -14 + 1,4 X
Titik potong garis I dan garis II
0,7 X = -14 + 1,4 X 0,7 X = 14 X = 20 RE = 20%
Y = 0,7 (20) Y = 14 RMS = 14%
Grafik: Garis Alternatif I dan Alternatif II
Y ( RMS ) %

II. Y = -14 + 1,4 X BEP: NVP = 0


Pd saat
RE I = RE II = 20%.
I. Y = 0,7 X maka
28 D (30;28)
RMS I = RMS II = 14%.
21 B(30;21)
14 (20;14)

A0 10 20 30 X (RE)%
C -14 205
1. Pd saat RE = 20% maka RMS I = RMS II = 14%.
2. jika yg dikehendaki RE = 20% mk alternatif II adl baik layak.
3. Masalah yg timbul adl berapa harapan ut memperoleh RE
4. Jika dikehendaki kepastian mendapatkan RE = 20% atau lebih ut
mengetahui ini perlu mengetahui devisiasi standar (S).
5. Misal yg diharapkan RE = 25% dg devisiasi standar = 15%. Untuk
mengetahui Probabilitas dpt mencapai RE = 20% atau lebih>Perlu
dicari berapa % kemungkinan hal ini dpt di capai dg bantuan tabel
distribusi normal.
6. S = ( 20 – 25 ) / 15 = - 0,3333. (lihat daftar tabel luas daerah dibawah
kurve normal) hasil dari tabel sebesar 37% .
7. Maka probabilitas ut mencapai RE = 20% atau lebih sebesar 37%.
8. Angka 37% ini aman atau tidak, tergantung dari standar yg telah
ditetapkan dari perusahaan.
9. Shg penentuan layak tidak tergantung RE yg ditetapkan:
a. jika RE hsl ≥ yg ditetapkan layak.
b. Bila RE hsl < RE yg ditetapkan kurang layak.

206
Soal: Kerjakan:
1. Untuk penambahan modal perusahaan mengeluarkan obligasi jangka waktu 10 tahun, dengan
tingkat bunga pertahun 15,5%, nilai nominal obligasi Rp. 1 milyar,- bila obligasi laku dijual seharga
Rp. 950 juta,-. (Biaya utang wajar setelah pembayaran pajak sebesar 10% dan pajak yang
ditanggung 30%,-) jika kondisi lain tidak berpengaruh. Apakah obligasi ini layak untuk dibeli?.
Jawaban dengan perhitungan.
{PV of annuity dari 1 (10,17% = 4,659) & (10,16% = 4,833)}
{PV dari 1 (10,17% = 0,208) & (10,16% =0,227)}
• 950 = 155/(1+kd)1 ..............+ 155/(1+kd)10 +1000/(1+kd)10.
• 16% = (155 x 4,833) + (1000 x 0,227 ) = 749,115+ 227 = 976,115
• 17% = (155 x 4,659) + (1000 x 0,208 ) = 722,145+ 208 = 930,145
• Selisih 1% = 45,97
• Selisih harga (976,115 – 950) = 26,115.
• Penambahan % = 26,115 /45,97 = 0,57%
• Biaya Hutang modal Sebelum pajak = 16% +0,57% = 16,57%
• Biaya Hutang modal Setelah pajak = 16,57% ( 1 – 0,30) = 11,599% > 10% (layak)

207
KERJAKAN:
1. Untuk penambahan modal PT “A” mengeluarkan obligasi jangka
waktu 10 tahun, dengan bagi hasil pertahun 15,5%, nilai nominal
obligasi Rp. 1 milyar,- bila obligasi laku dijual seharga Rp. 950 juta,-.
(Biaya utang wajar setelah pembayaran pajak sebesar 10% dan pajak
yang ditanggung 30%,-) jika kondisi lain tidak berpengaruh.
Apakah obligasi perusahaan ini layak untuk dibeli?.

2. Investasi PT “B” sebesar Rp. 200 milyar, umur ekonomis 10 tahun,


penyusutan tanpa sisa dengan garis lulus. Modal kerja tidak ada
investasi. Biaya tetap per tahun Rp. 50 milyar. Bagi hasil per tahun
15%. Tarif pajak penghasilan rata-rata 30%. Market size 10 juta unit.
Market share perusahaan ini 10%nya. Biaya variable per unit Rp. 1
juta. Harga jual produk per unit Rp. 1,12 juta. Apakah Investasi PT ini
layak
• {Present Value of annuity dari 1 : (10; 15% = 5,019) & (10; 16% = 4,833) &
• (10; 17% = 4,659) & (10; 18% = 4,494)}.
• {Present Value dari 1 : (10; 15% = 0,247) & (10; 16% =0,227) &
• (10; 17% = 0,208) & (10; 18% = 0,191)}.

208
209
ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK

210
ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK
Aspek ekonomi sbg pertimbangan kelayakan suatu investasi/proyek dpt
ditinjau dr segi:
1. Sisi Rencana pembangunan Nasional: apakah investasi/proyek dpt
memberikan nilai tambah bagi:
a. Kesempatan tenaga kerja terutama bagi masyarakat sekitarnya
b. Penggunaan sumber daya lokal
c. Meningkatkan perekonomian lokal
d. Menumbuhkan industri lain
e. Menghslkan dan menghemat devisa
f. Menyediakan kebutuhan konsumen dlm neg sesuai dg kemampuan
g. Menambah pendapatan Nasional
2. Sisi Distribusi Nilai tambah
Dimaksud disini adalah Investasi akan di mempunyai nilai tambah
nilai tambah ini dapat berupa nilai tambah untuk perusahaan secara
finansial maupun lingkungan yang dapat mendukung
bekembangannya perusahaan misal dengan adanya perusahaan
berdiri dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
(masyarakat sekitar dpt ikut bekerja, membuka warung / toko
menyediakan kebutuhan Rumah tangga ataupun meningkatkan
kesejahteraan berbagai pihak.

211
Contoh Nilai tambah

Uraian

1. Total Revinue Rp. [Link],-


2. Total cost Rp. 600.000.000,-
3. Nilai tambah kotor Rp. 400.000.000,-
4. Depresiasi Rp. 50.000.000,-
5. Nilai tambah bersih Rp. 350.000.000,-

Penerima nilai tambah digunakan:


1. Pajak (25%) Rp. 87.500.000,-
2. Bonus Karyawan (35%) Rp. 122.500.000,-
3. Deviden saham (20%) Rp. 70.000.000,-
4. Kreditor (20%) Rp. 70.000.000,-
Nilai tambah dpt meningkatkan kesejahteraan masyarakat

212
ASPEK EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DAN POLITIK

a. Aspek ekonomi
Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per
capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan
per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga
kerja setempat atau UMR, dll. Disini kondisi ekonomi dan peran
pemerintah dapat menunjang rencana bisnis, atau peran bisnis dpt
mendukung & memanjukan ekonomi masy.

b. Aspek sosial dan budaya


Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai,
lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik
dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat, Penambahan Tenaga
Kerja.
Mengkaji tentang dampak keberadaan proyek thd kehidupan
masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat, Masuknya budaya
yang baik justeru buruk. Disini kondisi sosial budaya akan saling
mendukung rencana bisnis, peran perusahaan/proyek sebagai
lembaga sosial, dpt mendukung perubahan sosbud masyarakat yang
lebih baik.

213
d Disini aspek politik akan mempengaruhi
rencana bisnis/proyek/usaha.
Aspek EkSosbud dan Pol,
Dicari: dg jalan wawancara (kuesioner),
atau dari dokumen.
Hasil (layak tidaknya) membandingkan
keinginan investor atau pihak yang terkait
dengan menyajikan data yang terkumpul.

216
• Presentase grup

217
ASPEK LINGKUNGAN INDUSTRI

218
• Aspek Lingkungan Industri:
Disini Persaingan sangat penting untuk kajian kelayakan bisnis
1. Ancaman masuk Pendatang Baru: Rencana bisnis/usaha jika
kelayakannya pendatang baru, perlu mengetahui kekuatan/
kelemahannya untuk masuk.
2. Persaingan sesama Perusahaan dlm Industri: Hal ini perlu
diketahui kekuatannya untuk masuk ke Industri.
3. Ancaman Produk Pengganti: Jika Rencana bisnis menhhasilkan
Produk pengganti, hal ini perlu mengetahui bagaimana untuk
masuk ke market saze dan manjadikan market sharenya.
4. Kekuatan buyers (pembeli): Perlu diketahui untuk mempengaruhi
harga, hal ini bayers dpt mempengaruhi usaha bisnis, termasuk
yang sedang dikaji.
5. Kekuatan Suppliers (pemasuk): Informasi kekuatan tawar-menawar
penting untuk mengetahui hrg bahan baku, hal ini dpt
mempengaruhi usaha bisnis, termasuk yang sedang dikaji.
6. Pengaruh Stakeholder: Perlu dikaji disemua semua sektor, setidak-
tidaknya bisnis yang sedang dikaji ulang.
219
Kekuatan-Kekuatan yg Mempengaruhi Persaingan Industri (Michael Porter)

PENGARUH KEKUATAN STAKEHOLDER

Ancaman Masuknya Pendatang Baru


Tawar Menawar Pemasok PENDATANG a. Economies of scale
Didominasi: b. Product Differentiation
1. Sedikit perusahaan, BARU c. Capital Requirement
2. Produknya unik, d. Switching Cost
3. Industri bkn pelanggan e. Akses ke saluran distribusi
penting, dapat melakukan f. Kebijakan pemerintah
integrasi ke hilir. g. Lain-lain (keunggulan biaya,
bhn baku, lokasi,subsidi,
pengalaman & belajar)

PESAING
INDUSTRI
PEMASOK PEMBELI
Pesaing diantara
perusahaan yg ada Tawar MenawarPembeli:
(kualitas lebih baik,
pelayanan lebih baik,
dan biaya murah)
Rivalitas Diantara Para Pesaing
Persaingan merebut posisi :
(persaingan harga, iklan,
perkenalan produk, pelayanan Tekanan Produk Pengganti/
kepada pelanggan) PRODUK Produk substitusi:
(Switching cost rendah,
PENGGANTI harga murah, dan
kualitas lebih baik) 220
ASPEK YURIDIS DAN ASPEK LINGKUNGAN HIDUP
1. Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku terhadap Bisnis yang dijalankan
berkaitan SKB, Norma Masyarakat yang berlaku terhadap Bisnis, dengan mengikuti
aturan yg ada maka secara yuridis usahanya layak.
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan
hukum yang berlaku termasuk :
Perijinan :
a. Izin lokasi :
sertifikat (akte tanah), bukti pembayaran PBB yang terakhir,
rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan. KTP
b. Izin usaha :
Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukumlainnya.
NPWP (nomor pokok wajib pajak)
Surat tanda daftar perusahaan
Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
Surat tanda rekanan dari pemda setempat
SIUP setempat
Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan.
Perundangan2an:
UU Ketenagakerjaan.
UU Perlindungan Konsumen.
UU Lingkungan Hidup.
Peraturan2 yang berlaku di Pemmeritah Daerah, Desa dan Lingkungan Masyarakat setempat.

221
2. Kelayakan Lingkungan Hidup terhadap Kelayakan Bisnis.
Usaha yang dijalankan perlu memperhatikan lingkungan. Pencemaran lingkungan yang ditimbulkan
akan berdampak negatif. Seperti pencemaran tanah, air (air tanah/air permukaan), udara, bau, suara,
maupun moral masyarakat (contoh usaha Diskotik, Karoke, lokalisasi, pantipijat).
Perlunya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) merupakan analisis dampak lingkungan
yg disyaratkan untuk mendapatkan perijinan suatu usaha. Terdapat 5 dokumen AMDAL yaitu:
a. PIL (Penyajian Informasi Lingkungan)
b. KA (Kerangka Acuan)
c. ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan)
d. RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan)
e. RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan)

Wajib AMDAL Usaha-usaha berskala besar antara lain:


a. Rumah Sakit kelas A dan setaranya.
b. Gedung bertingkat tinggi ≥ 60 m.
c. Usaha tambak udang/ikan luas ≥ 50 ha.
d. Hotel jumlah kamar ≥ 200 kamar atau luas ≥ 5 ha.
e. Kawasan Industri.
f. Rekreasi Pantai luas ≥ 25 ha.
g. Pusat Perdangan/Perbelanjaan relatif terkonsentrasi luas ≥ 5 ha atau luas bangunan ≥ 10.000 m2

222
223
ASPEK RISIKO

224
1. Aspek Resiko.
Resiko mrpk kesempatan timbulnya kerugian, maka semua aspek usaha
dapat menimbulkan resiko. Sehingga semua aspek dalam SKB harus
memperhatikan resiko2 potensial yang akan terjadi. Kajian untuk
Aspek resiko, dpt dijadikan suatu alasan, suatu bisnis/Usaha/proyek
akan layak dilanjutkan atau dibatalkan. Hal ini tergantung keberanian
pengambilan keputusan untuk menerima atau menghindari risiko.
2. Aspek-aspek SKBtersebuat di dikaitkan dg pembuatan laporannya
Hasil dari SKB harus didokumentasikan dengan sebaik2nya karena hasil dari
SKB akan dipergunakan oleh:
PENGGUNA ALASAN
1. Pemilik tidak mau mengalami kerugian
2. Manajemen sebagai ukuran kinerja yang telah dicapai perusahaan dan prestasi
kerja manajemen dalam menjalankan usaha
3. Kriditor tidak mau pinjaman tidak berjalan secara semestinya bahkan macet
4. Investor untuk mempertimbangkan penanaman modal
5. Pemerintah untuk meyakinkan bahwa usaha yang dijalankan memberikan
manfaat bagi perekonomian negara
6. Masyarakat Tersedianya lapangan kerja, memberikannya nilai positif untuk
masyarakat sekitar (peningkatan perekonomian, lingkungan lebih
aman, ramai, bahkan dapat memberikan kontribusi pembangunan). 225
PELAPORAN

226
PELAPORAN

1) Isi dari Pelaporan adalah semua aspek yang dianalisis kelayakannya.

2) Bab I berisikan Ikhitisar.

3) Bab II dan seterusnya Aspek2 yang dianalisis kelayakannya.

4) Bab Terahkir Ringkasan hasil Studi yang berisi hasil Studi kelayakan
dari setiap aspek, dan direkomendasikan.

227
1) Contoh Rekomendasi: dari hasil analisis seluruh aspek yaitu:
a) Aspek pasar
b) Aspek pemasaran
c) Aspek Teknologi dan Operasi.
d) Aspek Manajemen dan Organisasi
e) Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)
f) Aspek Finansial
g) Aspek Ekonomi, Sosial dan Politik
h) Aspek Lingkungan Industri
i) Aspek Yuridis
j) Aspek Lingkungan Hidup (AMDAL).
k) Aspek resiko
JIKA SEMUA ASPEK TERSEBUT MEMENUHI SYARAT KELAYAKAN
Maka Bisnis Usaha misal (Rekreasi Pantai Bandengan Kabupaten
Jepara) dinyatakan Layak.
228
REKOMENDASI: Contoh Kekayakan Aspek Pasar;

1. Aspek Pasar Layak, maka direkomendasikan Mencari Kelayakan


aspek-aspek lain.

2. Aspek Pasar Belum Layak maka direkomendasikan Diulang lagi


mana yang tidak layak diperbaiki.

3. Aspek Pasar Tidak layak tidak dapat diperbaiki maka


direkomendasikan Usahanya dibatalkan atau ditutup.

229
SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT

230
Investasi Perusahaan “B” sebesar Rp. 200milyar,-
dengan umur ekonomis 10 tahun, penyusutan
tanpa sisa dengan garis lulus. Biaya tetap per
tahunRp. 50milyar,-. (Tingkat bunga per tahun
15%, pajak atas bunga 10%). Tarif pajak
penghasilan rata-rata 20%. Market size 10juta
unit. Market share perusahaan ini 10%nya. Biaya
variable per unit Rp. 1juta,-. Harga jual produk per
unit Rp. 1.12juta,-. Apakah Investasi PT ini layak,
Jika Waktu pengembalian modal (PP) selama 6
tahun dan berikan komentar singkat ? jawaban
dengan perhitungan. R2
231
Perusahaan “A” mengeluarkan investasi
jangka waktu 10 tahun, nilai nominal Rp.
1.5milyar,- (Investasi 50% modalnya dari
dana pinjaman dengan jasa 18% dan pajak
20%). Umur Ekonomis 10 tahun. Tanpa
investasi modal kerja. Selama 10 tahun
penghasil bersih setelah pajak per tahunnya
Rp. 117juta,-. Apakah investasi perusahaan
ini layak dan berikan komentar singkat?
Jawaban dengan perhitungan. R2

232
• Untuk penambahan modal Perusahaan “C”
mengeluarkan obligasi jangka waktu 10 tahun,
dengan tingkat bunga pertahun 15,5%, nilai
nominal obligasi Rp. 10 milyar,- bila obligasi laku
dijual seharga Rp. 9,5 milyar,-. (Bagi hasil dari
deposito perBankan rata-rata 12%, pajak jasa
deposito Bank 10%, dan pajak jasa obligasi 15%)
jika kondisi lain tidak berpengaruh. Apakah
obligasi perusahaan ini layak untuk dibeli dan
berikan komentar singkat?. Jawaban dengan
perhitungan. R2
• {Pv of annuity dari 1 : (10;15% = 5,019) & (10;16% = 4,833)
& (10;17% = 4,659) & (10;18% = 4,494)}.
• {Pv dari 1 : (10;15% = 0,247) & (10;16% =0,227) & (10;17%
= 0,208) & (10;18% = 0,191)}. 233
• Untuk
• 10 16% = 9491,15 + 227 = 9761,15
• 10 17% = 7221,45 + 208 = 9301,45
• 459,70
• 9761,15 – 9500 = 261,15 261,15/459,70 = 0,57%
• Kd = 16,57%
• Kd’ = 16,57% (0,85) = 14,08%
• Deposito’ = 12% (0,9) = 10,8%
• KESIMPULAN: Obligasi LAYAK dibeli.

234
• Apa yang perlu diperhatikan untuk Studi
kelayakan bisnis pada
-Aspek Ekonomi
-Aspek Politik R2
-Aspek Risiko
-Aspek Sosial
agar perusahaan dapat berjalan jangka
panjang dengan lancar?.
• Unsur-unsur apakah yang harus
dipertimbangkan SKBnya pada aspek
lingkungan industri.
235
• Perusahaan “PEYOK” mengeluarkan
modal jangka waktu 10 tahun, nilai nominal
Rp. 2.5 M,- (Rp. 750 Juta,- modalnya dari
dana pinjaman dengan jasa 20% dan pajak
20%) .Umur Ekonomi investasi 10 tahun.
Modal kerja Investasi Rp. 1.5 M,- dan
sisanya biaya operasional perusahaan.
Selama 10 tahun penghasil bersih setelah
pajak per tahunnya Rp. 102.5 Juta,-.
Apakah investasi perusahaan ini layak dan
berikan komentar singkat? Jawaban
dengan perhitungan. R1
• . 236
Investasi Perusahaan “TRONDOL” sebesar Rp. 200
milyar,- dengan umur ekonomis 10 tahun,
penyusutan tanpa sisa dengan garis lulus. Biaya
tetap per tahunRp. 50 milyar,-. Tingkat bunga per
tahun 15% (Pajak dari bunga 10%). Tarif pajak
penghasilan rata-rata 20%. Market size 10 juta
unit. Market share perusahaan ini 10%nya. Biaya
variable per unit Rp. 1 juta,-. Harga jual produk
per unit Rp. 1,12 juta,-. Apakah Investasi ini layak,
Jika Waktu pengembalian modal (PP) selama 5
tahun dan berikan komentar singkat ? jawaban
dengan perhitungan. R1

237
• Untuk penambahan modal Perusahaan “SORRY”
mengeluarkan obligasi jangka waktu 10 tahun,
dengan tingkat bunga pertahun 15,5%, nilai
nominal obligasi Rp. 10 milyar,- bila obligasi laku
dijual seharga Rp. 9,5 milyar,-. (Bagi hasil dari
deposito perBankan rata-rata 12%, pajak jasa
deposito Bank 10%, dan pajak jasa obligasi 15%)
jika kondisi lain tidak berpengaruh. Apakah
obligasi perusahaan ini layak untuk dibeli dan
berikan komentar singkat?. Jawaban dengan
perhitungan. {16,408%) (10,8%)R1
• {Pv of annuity dari 1 : (10;15% = 5,019) & (10;16% = 4,833)
& (10;17% = 4,659) & (10;18% = 4,494)}.
• {Pv dari 1 : (10;15% = 0,247) & (10;16% =0,227) & (10;17%
= 0,208) & (10;18% = 0,191)}. 238
• Untuk
• 10 16% = 7491,15 + 2270 = 9761,15
• 10 17% = 7221,45 + 2080 = 9301,45
• 459,70
• 9761,15 – 9500 = 261,15 261,15/459,70 = 0,57%
• Kd = 16,57%
• Kd’ = 16,57% (0,85) = 14,08%
• Deposito’ = 12% (0,9) = 10,8%
• KESIMPULAN: Obligasi LAYAK dibeli.

239
• Apa yang perlu diperhatikan untuk Studi
kelayakan bisnis pada
-Aspek Ekonomi
-Aspek Politik
-Aspek Risiko
agar perusahaan dapat berjalan jangka
panjang dengan lancar?.
• Unsur-unsur apakah yang harus
dipertimbangkan SKBnya pada aspek
lingkungan industri.

240
Perusahaan “Apek” mengeluarkan investasi
jangka waktu 10 tahun, nilai nominal Rp.
1milyar,- (Investasi 50% modalnya dari dana
pinjaman dengan jasa 15% dan pajak 20%).
Umur Ekonomis 10 tahun. Tanpa investasi
modal kerja. Selama 10 tahun penghasil
bersih setelah pajak per tahunnya Rp.
125juta,-. Apakah investasi perusahaan ini
layak dan berikan komentar singkat?
Jawaban dengan perhitungan.

241
Diketahahui:
PT APEK Investasi = Rp. [Link] (50% pinjaman jasa
15% dan Tax 20%)
UE = 10th. EAT/th = Rp. 125.000.000,-
Ditanyakan:
Apakah Invesatsi ini Layak ?
Jawab: PI = KMB/I
KMS = EAT + Depresiasi + Jasa setelah pajak
EAT 10th = (125 jt ) (10) = Rp. [Link],-
Depresiasi 10th = Rp. [Link],-
Jasa setelah pajak 10th
{ (500.000.000) (0,15) } (1 – 0,2 ) (10) = Rp. 600.000.000,- (+)
KMB = Rp. [Link],-
PI = [Link]/[Link] = 2,85.
242
Kes : Investasi ini Layak krn PI > 1
Perusahaan “BEJO” mengeluarkan obligasi jangka
waktu 10 tahun, nilai nominal perlembar Rp.
[Link],-. Obligasi dijual dengan harga
96%nya. Biaya obligasi = 16%. Pajak jasa obligasi
17,5%. (selama 10 tahun rata-rata Jasa wajar
PerBankan 10% dan Pajak 15%).Apakah Obligasi
ini layak dibeli
• {Present Value of annuity dari 1 : (10; 12% =
5,650) (10; 13% = 5,456) ; (10; 14% = 5,261) (10;
15% = 5,019) & (10; 16% = 4,833) & (10; 17% =
4,659) & (10; 18% = 4,494)}.
{Present Value dari 1 : (10; 12% =0,322); (10; 13% =
0,346); (10; 14% = 0,270) (10; 15% = 0,247) & (10;
16% =0,227) & (10; 17% = 0,208) & (10; 18% =
243
0,191)}.
Investasi Perusahaan “COMOT” sebesar Rp.
200 milyar,- dengan umur ekonomis 10
tahun, penyusutan tanpa sisa dengan garis
lulus. Biaya tetap per tahun Rp. 50milyar,-.
(Tingkat bunga per tahun 10%, pajak atas
bunga 10%). Tarif pajak penghasilan rata-rata
20%. Market size 10juta unit. Market share
perusahaan ini 10%nya. Biaya variable per
unit Rp. 1juta,-. Harga jual produk per unit
Rp. 1,2 juta,-. Apakah Investasi PT ini layak,
Jika Waktu pengembalian modal (PP) selama
6 tahun dan berikan komentar singkat ?
jawaban dengan perhitungan 244
Suatu usaha bisnis Unsur-unsur apakah
yang harus diperhitungkan kelayakannya
pada LINGKUNGAN INDUSTRI.

245
16% =5001,4 17%=4767,2 201,4/ 234,2 = 0,86%

246
TR = ( 1 jt) ( 1,2) [Link],000
TVC (1jt)91jt) [Link].000
Dep/th [Link].
TFC [Link]
Bunga 10% [Link]
TC [Link].000
EBT [Link]
Tax 20% 22.000.000 .000
EAT [Link]

KMB = [Link] + [Link] + [Link] (0,9)


= [Link]

PP= 200 M/126M = 1,59 th = 1th 7 bl


LAYAK diterima

247

Anda mungkin juga menyukai