WAFAQ
Anggota :
Sofhia Nuraini Zahra
Yulisa Magrifa
Sela Novianti
Anizza Zalzabillah
Prinsip-prinsip pengobatan
dalam islam
1. Keyakinan bahwa yang menyembuhkan adalah Allah SWT.
Pengobatan harus dilakukan secara ihsan dan sesuai
dengan syari’at islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah)
2. Menggunakan obat halal dan thoyyib (baik) serta tidak
sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram atau
tercampur dengan bahan yang haram
3. Pengobatan yang tidak membawa mudharat (bahaya) tidak
mencatatkan (merusak) tubuh
4. Tidak berbau takhayul, khurafat, dan bid’ah
5. Mencari yang lebih baik, berdasarkan kaidah islam dan ilmu-
ilmu perobatan
6. Mengambil sebab melalui ikhtiar (berusaha) serta tawkkal
(berserah diri)
Wifiq
Wifiq dilihat dari awal katanya berasal dari bahasa
Arab wafaq artinya cocok. Wifiq sendiri berarti
sesuatu yang cocok. Wifiq adalah suatu tabel yang
berisi angka-angka yang bila dijumlah secara
vertikal horizontal maka hasilnya tiap baris atau
kolom akan sama atau cocok, oleh karenanya
dinamakan wifiq. Wifiq adalah tulisan yang terdiri
dari angka-angka yang diletakkan dalam kotak-
kotak yang diyakini memiliki khasiat tersendiri
(Tambusai. 2010: 536)
Wifiq ditulis dengan rumus yang unik, brupa
kolom-kolom 3x3, 4x4, 5x5, 6x6, dan
seterusnya sesuai kebutuhan wifiq itu sendiri.
Uniknya jika kolomnya 3x3 maka ada 9 kolom
jadi angka 1 sampai 9 ditempatkan dikolom
tersebut dan saat dijumlahkan secara
horisontal, vertikal maupun diagonal maka
akan menghasilkan jumlah yang sama, tanpa
ada dua bilangan yang sama. Begitu juga
dengan kolom 4x4, 5x5, dan seterusnya (Ainul
Yakin, 2012)
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Aku telah
mendengar Rasulullah bersabda,’
Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat
dan guna-guna adalah syirik.’ (HR Abu Daud,
no.3385)
Jimat adalah benda-benda keramat atau benda-
benda pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan
gaib sehingga dapat membantu menyelesaikan
berbagai persoalan hidup. Jimat tersebut dapat
berupa wifiq, rajah, isim, dan hizib. Empat jenis
istilah termasuk kategori jimat, namun empat
istilah itu dibedakan berdasarkan bentuk
penulisannya (Tambusai, 2010 536-540) .
Di kalangan masyarakat awam sering kita melihat
tulisa yang disebut Rajah, Wafaq, maupun Isim.
Setiap bentuk dan tulisan pada benda tersebut
dipercaya mengandung kekuatan magis disertai
amalan-amalan tertentu.
Kembali ke permasalahan azimat, dalam
Mitos Arab Jahiliyah mereka meyakini setiap
huruf Arab (Hijaiyah) mepunyai nilai kekuatan
pada setiap abjadnya. Pada kitab Mujarobat
yang populer di Indonesia tercantum
penjelasan seperti ini:
Dari kekuatan huruf tersebut dibuatlah beragam azimat
dengan tujuan tertentu beserta amalan-amalan sebelum
menuliskannya. Salah satu contohnya ada pada kitab
Mujarobat tentang azimat Penolak Semua Penyakit:
Ini azimat tolak semua penyakit, sebelumnya supaya shalat
dua rakaat, rakaat pertama sesudah Fatihah membaca
surat al-Kafirun dan rakaat kedua sesudah Fatihah
membaca surat al-Ikhlas
Amalan dan praktik membuat azimat seperti diatas tidak akan kita
jumpai dalam perjalanan hidup junjungan kita Rasulullah Shalallahu
‘Alaihi wa Sallam dalam para Shahabat r.a. dalam kitab Sirah
Nabawiyah. Jadi jelas bahwa hal seperti ini bukan berasal dari islam
walaupun diselingi dengan shalat dan huruf-huruf arab.
Terlebih lagi dalam beramal
Terima kasih