STIE MANDALA JEMBER
Program Studi Akuntansi
AKUTANSI SEKTOR PUBLIK
SISTEM AKUNTANSI
PEMERINTAH PUSAT & DAERAH
Kelompok III
Ika Fitri Khusnitul L NIM. 16.10016
Basofi Ali M NIM. 17.10412
STIE MANDALA JEMBER
AKUTANSI SEKTOR PUBLIK
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT
peraturan yang melandasi Ciri-ciri Pokok SAPP
Kerangka Umum SAPP
pelaksanaan akuntansi di Basis Akuntansi laporan keuangan
lingkungan pemerintah pusat pemerintah adalah basis kas Struktur SAPP terdiri dari dua
adalah Sistem Pembukuan Berpasangan subsistem besar yaitu
o Undang-undang Nomor 17 Sistem Pembukuan Berpasangan
Tahun 2003 tentang Keuangan didasarkan atas persamaan dasar Sistem Akuntansi
Negara akuntasi yaitu: Aset = Kewajiban + Bendahara Umum Negara
o Undang-undang Nomor 1 Ekuitas Dana.
Tahun 2004 tentang Dana Tunggal Kegiatan akuntansi (SA-BUN) dan
Perbendaharaan Negara yang mengacu kepada UU-APBN Sistem Akuntansi Instansi
sebagai landasan operasional.
(SAI)
Standar akuntansi Pemerintahan
(SAP) mengacu pada Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP)
Bagan Akun Standar SAPP
menggunakan akun standar yang
ditetapkan oleh Menteri Keuangan
STIE MANDALA JEMBER
AKUTANSI SEKTOR PUBLIK
Kerangka Umum Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP)
Hasil Keluaran dari Proses SAPP
• Hasil keluaran dari proses SAPP berupa • LKPP yang dihasilkan dari proses SAPP paling sedikit
berupa :
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).
Laporan Realisasi Anggaran;
LKPP ini disampaikan kepada DPR sebagai
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih;
pertanggungjawaban atas pelaksanaan
Neraca;
APBN. Sebelum disampaikan kepada DPR,
LKPP tersebut terlebih dahulu direview oleh Laporan Operasional;
Aparat Pengawasan Intern dan diaudit oleh Laporan Arus Kas;
BPK. Laporan Perubahan Ekuitas; dan
Catatan atas Laporan Keuangan.
STIE MANDALA JEMBER
Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
AKUTANSI SEKTOR PUBLIK
Bendahara Umum Negara
• Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara wajib menyelenggarakan
akuntansi sebagai upaya mewujudkan akuntabilitas Keuangan Negara.
Seluruh anggaran yang termasuk dalam Bagian Anggaran BUN
wajibdipertanggungjawabkan sesuai dengan Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan BUN .
Struktur Sistem Akuntansi Bendahara Umum Negara (SA-BUN)
STIE MANDALA JEMBER
AKUTANSI SEKTOR PUBLIK
Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
Bendahara Umum Negara
Beberapa Unit Organisasi Akuntansi Bendahara Bisnis Proses Akuntansi dan Pelaporan pada
Umum Negara Subsistem SA-BUN
• UAPBUN AP, dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal P
erbendaharaan (DJPBN) c.q. Direktor at Pengelolaan Kas
Negara (Dit PKN)
• SA-BUN memiliki karakteristik transaksi,
perlakuan akuntansi dan
• UAPBUN Pengelolaan Utang, dilaksanakan oleh Direktorat pertanggungjawabannya yang heterogen.
Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU)
Pada dasarnya pelaksanaan bisnis proses
• UAPBUN Pengelolaan Hibah, dilaksanakan oleh DJPU
akuntansi dan pelaporan pada subsistem SA-
• UAPBUN Pengelolaan Investasi Pemerintah, dilaksanakan BUN dapat dianalogikan (tetapi bukan
oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
mengeneralisir) dengan pelaksanaan bisnis
• UAPBUN Pengelolaan Penerusan Pinjaman, dilaksanakan proses akuntansi dan pelaporan yang
oleh DJPBN cq. Direktorat Sistem Manajemen Investasi
(Dit SMI) dilaksanakan pada Sistem Akuntansi Instansi.
• UAPBUN Pengelolaan Transfer ke Daerah, dilaksanakan
oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)
• UAPBUN Pengelolaan Belanja Subsidi, dilaksanakan oleh
Direktorat Jenderal Anggaran (DJA)
• UAPBUN Pengelolaan Belanja Lain-lain, dilaksanakan oleh
DJA , DLL
SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN
KEUANGAN INSTANSI
Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Instansi (SAI) Struktur Sistem Akuntansi Instansi (SAI)
Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Instansi (SAI) merupakan
prosedur dalam siklus akuntansi yang
dilaksanakan pada lingkup
kementerian negara/lembaga yang
dalam pelaksanaannya memproses
transaksi keuangan, barang, dan
transaksi lainnya untuk menghasilkan
Laporan Keuangan yang dapat
bermanfaat bagi pengguna Laporan Unit Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Instansi terdiri dari Unit Akuntansi
Laporan Keuangan. SAI akan dapat dan Pelaporan Keuangan dan Unit
berjalan apabila memenuhi unsur- Akuntansi dan Pelaporan Barang
unsur pokok sebagai berikut :
Milik Negara (BMN).
• Formulir/Dokumen Sumber
• Jurnal
• Buku besar
• Buku pembantu
• Laporan
STIE MANDALA JEMBER
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN
KEUANGAN INSTANSI
Unit Organisasi Akuntansi dan Pelaporan Unit Akuntansi dan Pelaporan BMN
Unit Akuntansi dan Pelaporan Kuasa Pengguna
Unit Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Kuasa Pengguna
Barang (UAKPB) yang berada pada tingkat Satuan
Anggaran (UAKPA) yang berada pada tingkat satuan kerja,
Kerja, termasuk SKPD yang mendapatkan alokasi
termasuk SKPD yang mendapatkan alokasi Dana
Dana Dekonsentrasi (UAKPB Dekonsentrasi) dan
Dekonsentrasi (UAKPA Dekonsentrasi) dan SKPD yang
SKPD yang mendapatkan alokasi Dana Tugas
mendapat kan alokasi Dana Tugas Pembantuan (UAKPA
Pembantuan (UAKPB Tugas Pembantuan);
Tugas Pembantuan);
Unit Akuntansi dan Pelaporan Pembantu Pengguna
Barang Wilayah (UAPPB-W) yang berada pada
Unit Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pembantu
tingkat wilayah, terma suk UAPPB-W Dekonsentrasi
Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) yang berada pada
dan UAPPB-W Tugas Pembantuan;
tingkat wilayah, ter masuk UAPPA-W Dekonsentrasi dan
UAPPA-W Tugas Pembantuan; Unit Akuntansi dan Pelaporan Pembantu Pengguna
Ba rang Eselon 1 (UAPPB-E1) yang berada pada
tingkat eselon 1; dan
Unit Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pembantu Peng
guna Anggaran Eselon 1 (UAPPA-E1) yang berada pada Unit Akuntansi dan Pelaporan Pengguna Barang
tingkat Eselon 1; dan (UAPB) yang berada pada tingkat Kementerian
Negara/Lembaga.
Unit Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pengguna
Anggaran (UAPA) yang berada pada tingkat Kementerian
Negara/Lembaga.
STIE MANDALA JEMBER
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah
DEFINISI KARAKTERISTIK ENTITAS
Berdasarkan Permendagri No. Tujuan entitas pelaporan keuangan
13 Tahun 2006 (2006:76) yang • Akuntabilitas, mempertanggungjawabkan
terdapat pada pasal 232 pemerintah daerah terdiri dari:
pengelolaan sumber daya keuangan serta
menyatakan bahwa Sistem pelaksanaan kebijakan pemerintah
Akuntansi Keuangan Daerah • Manajerial, menyediakan informasi keuangan • Pemerintah Daerah secara
merupakan : “serangkaian yang berguna untuk perencanaan dan pengelolaan keseluruhan yang merupakan
prosedur mulai dari proses keuangan pemerintah badan eksekutif daerah.
pengumpulan data, pencatatan, • Transaparansi, menyediakan informasi keuangan
pengikhtisaran, sampai dengan yang terbuka bagi masyarakat • DPRD, Pemerintah Daerah
pelaporan keuangan dalam Asumsi dasar Propinsi/Kabupaten/Kota, Dinas
rangka pertanggungjawaban • Basis Kas, pendapatan diakui pada saat dibukukan dari pemerintahan daerah
pelaksanaan APBD yang dapat pada kas daerah dan belanja diakui pada saat Propinsi/Kabupaten/Kota dan
dilakukan secara manual atau dikeluarkan dari kas daerah. lembaga teknis daerah
menggunakan komputer”. • Asas universalitas , pengeluaran harus tercantum Propinsi/Kabupaten/Kota.
dalam anggaran
• Asas bruto, tidak ada kompensasi antara
penerimaan dan pengeluaran.
• Dana Umum, unit pengelola APBD merupakan
entitas fiskal dan akuntansi yang
mempertanggungjawabkan keseluruhan
penerimaan dan pengeluaran daerah,
STIE MANDALA JEMBER
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Jenis Dan Bentuk Laporan Keuangan Daerah
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Neraca
• Unsur yang dicakup dalam laporan terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas.
realisasi anggaran terdiri dari Laporan Arus Kas (LAK)
Pendapatan, Belanja, Transfer, dan • Menyajikan Aktivitas Operasi, Aktivitas
Pembiayaan. Investasi, Aktivitas Pendanaan, dan
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Transitoris yang menggambarkan saldo
Lebih (LPSAL) awal, penerimaan, pengeluaran, dan
• menyajikan informasi kenaikan atau saldo akhir kas
penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun Catatan Atas Laporan Keuangan
pelaporan dibandingkan dengan tahun (CALK)
sebelumnya.
• Menyajikan informasi tentang ekonomi
Laporan Operasional (LO) makro, kebijakan fiskal/keuangan dan
• menyajikan ikhtisar sumber daya pencapaian target perda APBD
ekonomi yang menambah ekuitas dan
penggunaannya
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
• menyajikan informasi kenaikan atau
penurunan ekuitas tahun pelaporan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
STIE MANDALA JEMBER
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK Siklus Akuntansi Pemerintah Daerah
pasal 6 Permendagri 64 tahun 2013, Siklus akuntansi penyusunan
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah laporan keuangan daerah
dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Pencatatan Jurnal LRA dan Saldo
1) Sistem Akuntansi SKPD Awal di Buku Jurnal
• entitas akuntansi yang berkewajiban
2. Analisis Transaksi dan Pencatatan
menyusunan laporan keuangan dan
Transaksi di Buku Jurnal
menyampaikannya kepada kepala
daerah melalui PPKD 3. PencatatanJurnal Penyesuaian di
2) Sistem Akuntansi PPKD Buku Jurnal
Sistem Akuntansi Pejabat Pengelola 4. Posting ke Buku Besar
Keuangan Daerah (SA-PPKD) yang 5. Penyusunan Neraca Saldo Setelah
terbagi menjadi 2 (dua) yaitu: (a) SA- Penyesuaian
PPKD sebagai pengguna anggaran
6. Penyusunan Laporan Keuangan
(entitas akuntansi)
SA-Konsolidator sebagai wakil pemda
(entitas pelaporan)
STIE MANDALA JEMBER
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK Siklus Akuntansi Pemerintah Daerah
Langkah-langkah Penyusunan Laporan Keuangan
STIE MANDALA JEMBER
Program Studi Akuntansi
AKUTANSI SEKTOR PUBLIK
TERIMAKASIH