Modul 2:
Metode Pelaksanaan Proyek
(Project Delivery Method/PDM)
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB
ISI MODUL 2:
Metode Pelaksanaan Proyek
Berbagai Sistem Pelaksanaan Proyek
Swakelola (owner-provided delivery)
Tradisional (design-bid-build/DBB)
Manajemen Konstruksi (construction
management/CM)
Rancang Bangun (design-build/DB)
Variasi DB
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Apa itu PDM?
Setiap proyek melalui suatu daur hidup proyek. Sistem
pelaksanaan seluruh tahapan yang terkait dengan
pihak-pihak yang akan terlibat dalam setiap tahapan
disebut project delivery method (PDM) sering disebut
juga project delivery system (PDS) atau sistem
pelaksanaan proyek.
Yang memilih dan menetapkan PDM adalah owner
dengan pertimbangan:
◦ Pengalaman, kebiasaan
◦ Saran konsultan
◦ Sumber dan kendala pembiayaan
◦ Penggunaan sumber daya yang dimiliki
◦ Keinginan stakeholder dari proyek
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Daur Hidup Proyek (review)
Siapa yang akan melaksanakan semua tahap ini?
Apa owner sanggup melakukannya?
Project Engineering Use
Planning Construction Disposal
Need formulation and design
process
management
process process
process process process
User Project Project Project Facility Facility
Requirements Feasibility Engineering Field engineering use and demolition
And scope And design And construction management Or conversion
Awareness Project Project Full Project Project Fulfillment
of need Concept Scope description Completion and Of need
formulation definition Acceptance
For use
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Pihak-pihak yang Terlibat dalam
Proyek Konstruksi (review)
Pemilik
Peran mana yang bisa
dilakukan oleh owner?
Perancang Pelaksana
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Berbagai PDM
Ada beberapa pilihan PDM untuk owner:
◦ Swakelola (owner-provided delivery)
◦ Tradisional (design-bid-build/DBB)
◦ Manajemen Konstruksi (construction
management/CM)
◦ Rancang Bangun (design-build/DB)
◦ Variasi DB
Sistem tradisional merupakan sistem yang
banyak dipakai baik owner pemerintah
maupun swasta.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Swakelola (owner-provided)
Swakelola dilakukan jika lingkup pekerjaan sesuai dengan
keahlian, pengalaman, dan sumber daya yang dimiliki oleh
owner.
Swakelola bisa dilakukan baik untuk perancangan maupun
pelaksanaan.
Owner dapat menambahkan sumber daya pada bagian
perancangan, mis. Penambahan seorang ahli perancangan.
Owner dapat pula berlaku sebagai general contractor yang
mengelola beberapa sub-kontraktor pada saat pelaksanaan.
Dalam hal ini owner harus memiliki ijin praktek dan juga
sertifikat yang memadai.
Contoh: Dinas Bina Marga melakukan swakelola untuk
pekerjaan permeliharaan jalan dan jembatan.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Tradisional (DBB) 1
Merupakan PDM yang ditetapkan oleh perundangan
untuk pelaksanaan proyek pemerintah. Namun owner
swasta pun banyak pula yang menggunakannya.
PDM ini digunakan jika owner membutuhkan baik
perancang maupun pelaksana konstruksi.
PDM ini dibutuhkan owner dalam rangka:
◦ Pengendalian yang tinggi kepada pihak-pihak yang ada
◦ Owner dari fasilitas publik dan harus akuntabel dalam pengeluaran
dana milik publik
◦ Ditetapkan oleh peraturan: menggunakan metoda seleksi
perancang berbasis kualifikasi serta menggunakan metoda
kompetisi untuk pemilihan kontraktor
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Tradisional (DBB) 2
Owner melihat bahwa tahapan pada PDM
tradisional yang bertahap sebagai manfaat untuk
pemastian kualitas.
Owner harus memastikan dana tersedia, tujuan
proyek, menetukan standard dan bentuk
kontrak. Dalam hal ini owner akan melakukan
tahapan planning dan conceptual design,
terkadang dibantu pula oleh professional.
Perancang melakukan design dan juga
mempersiapkan dokumen pengadaan untuk
konstruksi.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Tradisional (DBB) 3
Dalam tahapan pengadaan (bid), calon kontraktor
berkompetisi mengusulkan proposal baik teknis maupun
harga. Pemilihan biasanya didasarkan pada harga
terendah yang telah memenuhi semua persyaratan yang
ada. Namun, terkadang dapat pula dilakukan pemilihan
berdasarkan sistem nilai, dimana harga penawaran adalah
hanya salah satu kriteria yang dilihat.
Owner dapat pula melakukan pemilihan kontraktor
dengan metoda perbandingan dan negosiasi.
Kontraktor kemudian melakukan pelaksanaan konstruksi
(build). Dalam tahap ini owner akan memiliki perwakilan
(representatives) baik dari sumber daya yang dimiliki
maupun dari profesional yang dikontrak oleh owner
untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan (pengawas).
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Manajemen Konstruksi (CM)
Owner menugaskan CM untuk membantunya
membuat dokumen pengadaan dan
mengawasi pelaksanaan konstruksi. Namun
demikian, saat ini lingkup CM dalam
membantu owner bisa melebar mulai dari
awal daur hidup proyek.
Terdapat 2 jenis CM
◦ Agency Construction Management (ACM)
◦ Construction Manager-at-Risk (CM-at-Risk)
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Agency Construction Manager
Seorang CM berlaku sebagai agen dari
owner untuk melakukan tugasnya sebagai
owner dalam suatu proyek. CM dapat
bertugas hanya dengan panggilan (on-call)
atau selama proyek berlangsung. CM
berlaku sebagai bagian dari internal
organisasi owner.
Layanan CM ini dapat mencakup berbagai
jenis PDM.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Construction Manager-at-Risk
CM@Risk melakukan kontrak dengan owner
dalam dua tahap:
◦ Pada saat planning dan conceptual design,
bergabung dengan designer untuk perancangan.
Dengan demikian, CM akan memberikan masukan
kepada perancangan mengenai jadwal, biaya dan
juga constructability.
◦ Pada saat pelaksanaan konstruksi berlaku sebagai
general contractor.
Dapat diterapkan strategi fast track.
Banyak dipakai oleh owner swasta.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Fast Tracking
Normal
Perancangan
Konstruksi
Fast Track
Perancangan
Konstruksi
Penghematan
Waktu
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Rancang-Bangun (DB) 1
DB adalah sistem pelaksanaan proyek yang memiliki
hanya satu entitas yang bertanggung jawab untuk
perancangan dan pelaksanaan konstruksi sekaligus.
Pemilihan design-builder oleh owner dapat dilakukan
dengan kompetitif maupun dengan negosiasi.
Dengan DB maka owner hanya akan berhubungan
dengan satu entitas untuk dua tahapan proyek dan
menghindari ketidaksepahaman antara perancang dan
pelaksana.
Dengan sistem ini, maka fast track dapat dilakukan.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Rancang-Bangun (DB) 2
Biasanya pemilihan design-builder dilakukan dengan
pra-kualifikasi terlebih dahulu untuk mendapatkan
daftar calon yang memenuhi kualifikasi tertentu,
seperti pengalaman, reputasi, sumber dana, upaya
lain yang terkait kesuksesan DB.
Untuk bangunan industri seperti pabrik dan power
plant dikenal istilah yang mirip dengan DB, yaitu
Engineering, Procurement, Construction (EPC). Dalam
EPC satu entitas bertugas untuk melakukan
kegiatan perancangan engineering, pembelian bahan
dan alat, serta melakukan pelaksanaan konstruksi.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Variasi DB
Terdapat beragam arrangement untuk
kontrak DB yang menyediakan berbagai
fungsi lain untuk melaksanakan proyek,
seperti fungsi pendanaan, penyewaan,
operasi dan pemeliharaan.
Beberapa ragam tersebut:
◦ Turnkey
◦ Variasi Turnkey
◦ Variasi Pendanaan
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Turnkey
Karakteristik Turnkey adalah sama dengan DB tapi ditambahkan
tanggung jawab operasi dan pemeliharaan proyek kepada design-
builder. Jadi ketika proyek selesai, design-builder ”turns over the keys”
Beberapa jenis Turnkey:
◦ Design-Build-Operate-Transfer: waktu operasi pendek (1 tahun).
◦ Design-Build-Operate-Maintain: dikenal dengan super turnkey,
waktu operasi dan pemeliharaan yang lama (10-15 tahun)
◦ Design-Build-Own-Operate-Transfer: lebih luas cakupannya dan lebih
lama operasi dan pemeliharaannya. Biasanya untuk infrastruktur
seperti jalan dan jembatan tol. Dapat pula dikembangkan dengan
skema pendanaan oleh pihak swasta atau developer.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Variasi Pendanaan
Kapital dari swasta dan partisipasi developer menawarkan
berbagai variasi kepada owner swasta dalam menjalankan DB.
Seperti:
◦ Lease-develop-operate: owner memberikan operator swasta untuk
menyewa dalam jangka panjang, mengoperasikan, dan
mengembangkan fasilitas yang ada. Operator swasta
mendapatkan dana dari pihak lain untuk owner untuk
mengembangkan fasilitas dan owner akan menggunakan sebagian
dana leasing untuk membayar hutangnya. Operator yang akan
melakukan planning dan conceptual design. Kemudian operator
memilih design-builder untuk mengembangkan fasilitas.
◦ Public-private partnership (PPP): Owner adalah pemerintah yang
mengundang pihak swasta untuk berpartisipasi dalam pengadaan
infrastruktur untuk publik.
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Infrastructure Financing Schemes
Government
Financial Infrastructure
Institution Facilities
Private
PUBLIC
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Variasi Turnkey
Terkadang skema pendanaan
diperkenalkan dalam turnkey, sehingga
terdapat beberapa ragam lain:
◦ Finance, Design, Build, Transfer
◦ Finance, Design, Build, Operate, Transfer
◦ Finance, Design, Build, Own, Operate, Transfer
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Alternatif PDM
Project Stages
Delivery
Methods
Preliminary Project Design Construction Operation Transfer
Studies Implement.
Design-bid-
award
Design-build
Turn-key
Build-operate
Build-
operate-
transfer
Sumber: Menheere & Pollalis 1996
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Peran Swasta
Public
Public Funds and Operator
Funded Turnkey
Joint Venture
Build Transfer Operate
Privatization
Public
Private
Partnership
Build Operate Transfer
Build Own Operate Transfer
Build Own Operate
Private Build Own Sell
Sumber: Menheere & Pollalis 1996
SI-3151 Manajemen Konstruksi
Sekian