0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
286 tayangan22 halaman

Problem Set Fisika Kuantum

Persamaan Schrodinger digunakan untuk menentukan fungsi gelombang dan energi partikel. Jika Hˆy(x) = Ey(x), maka y(x) adalah fungsi eigen dari operator H dengan nilai eigen E. Fungsi gelombang harus memenuhi syarat normalisasi dan batas.

Diunggah oleh

Nur Fauziyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
286 tayangan22 halaman

Problem Set Fisika Kuantum

Persamaan Schrodinger digunakan untuk menentukan fungsi gelombang dan energi partikel. Jika Hˆy(x) = Ey(x), maka y(x) adalah fungsi eigen dari operator H dengan nilai eigen E. Fungsi gelombang harus memenuhi syarat normalisasi dan batas.

Diunggah oleh

Nur Fauziyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Problem Set

Meet 7

Kelompok Cute Girl:


1. Mulyanah Robatul A
2. Nurfauziyah
3. Santika Purnama
4. Siti Asya Nurmalita
1. Fungsi-fungsi berikut: y (x) = e- x, y (x) = e-2, y (x) = e-3xdidefinisikan dalam
interval 0<x<¥. Tunjukkan bahwa ketiga fungsi itu secara kuadratis adalah
integrable dalam interval tersebut. Normalisasilah masing-masing fungsi itu.
Dengan menggunakan metoda Schmidt tentukanlah set ortonormal dari
fungsi-fungsi itu.
Penyelesaian:
lanjutan
lanjutan
2. Dengan persamaan tentukanlah a dan y(x) jika dikenakan syarat batas y(0=
y(L)=0. Tentukanlah y(x) yang dinormalisasi.
Penyelesaian:
d 2
2
 a  0   ( x)  Ae i ax
 Be i ax
dx
Syarat batas:
di x=0,
 (0) ;di x=L,
0 A  B  B   A   ( x)  C sin a x
 ( L)  0  C sin a L  a L  n ; n  1, 2, .....
Maka,
2
 n   n 
a  dan  ( x)  C sin  x ; n  1, 2, ......
 L   L 
Normalisasi:
L
2  n 
  ( x) dx  1  C 2  sin 2 
 L
x dx  1

0

L L
 2n   2
1  1 2 C   dx   cos
2
x  dx   1 2
2 LC  C 
 0 0  L   L

2  n 
 ( x)  sin  x ; n  1, 2, ......
L  L 
2. Dengan persamaan tentukanlah a dan y(x) jika dikenakan syarat batas y(0=
y(L)=0. Tentukanlah y(x) yang dinormalisasi.
Penyelesaian:
Syarat batas:
d 2 i a x Normalisasi
2
 a  0   ( x)  Ae i ax
 Be
dx x=L

Persamaan Schrodinger d2ψdx2+k2ψ=0


Solusi umumnya
ψx=Acoskx+Bsinkx
Syarat batas:
Di x=0
ψx=Acoskx+Bsinkx Dasarnya
ψ(0)=Acosk(0)+Bsink(0) Dimana
ψ(0)=A.1+B.0
ψ(0)=A
N = 1, 2, 3,….
0=A
ψx=Acoskx+Bsinkx
ψ(x)=0coskx+Bsinkx
ψ(x)=0+Bsinkx
ψ(x)=Bsinkx
–3. Sebuah partikel bermassa m bergerak sepanjang sumbu-x tanpa pengaruh
sesuatu gaya. Tuliskanlah persamaan Schrodinger untuk partikel itu, lalu tentukan
fungsi gelombang dan energinya
Penyelesaian:
Adalah Persamaan Schrodinger Untuk
i = +v
Partikel dalam kotak 1 D
i =
Potensial V E=
di x = 0 dan x = L =
(x) = 0 untuk x 0 dan x 0 + =0
+ k2 = 0
+ k2 x = 0
k2 =
–persamaan diferensial Schrodinger – Sifat-sifat suatu fungsi gelombang
+ k2 = 0 0<x<l Untuk fungsi gelombang partikel
Solusi umum yang tidak bergantung waktu, (x). (2
(x) = A cos (kx) + B sin (kx) dx disebut peluang menemukan
partikel di antara x dan xdx. (2 rapat
(x) = A cos (kx) + B sin (kx)
peluang partikel berada di x
(x) = 0 (cos (kx)) + B sin (kx)
Total peluang untuk menemukan
(x) = B sin (kx) partikel itu disepanjang sumbu-x
x= l adalah:
(l) = B sin (kl) = 0 (x)(x) dx = (2 dx = 1 adalah konjugasi
kl = n dari
k= Fungsi (x) yang memenuhi
Untuk x = 0 persamaan diatas disebut fungsi
(0) = A cos (0) + B sin (0) yang dinormalisasi, sedangkan
disebut rapat peluang.
= A.1 + 0
(0) = 0 = A
A=0
–Suatu fungsi gelombang partikel harus memiliki kelakuan yang baik, yakni:
– tidak sama dengan nol dan bernilai tunggal, artinya untuk suatu harga x, (x)
– fungsi dan turunannya kontinu di semua harga x dan
– fungsi (harga mutlaknya) tetap terbatas (finite) untuk x menuju
Arti fisis dari fungsi gelombang
Di dalam persoalan sesungguhnya Hamiltonian suatu-sistem diketahui atau
diberikan. Mengacu pada persamaan Schrodinger yang merupakan persamaan
diferensial (parsial). Persoalannya sekarang adalah mencari solusi dari persamaan
tersebut. Jadi, Fungsi gelombang merupakan kuantitas teoritis fundamental di
dalam mekanika kuantum. Meskipun demikian, seandainya fungsi gelombang
sudah diperoleh, masih tersisa satu pertanyaan mendasar:
“Fungsi gelombang merupakan suatu deskripsi dari kejadian yang mungkin, tetapi-
kejadian apa?
–Atau, apa yang didiskripsikan oleh fungsi gelombang?
Singkatnya, apa arti fisis dari nilai (,t) di setiap posisi pada saat t?
Jawaban pertanyaan diatas diberikan oleh Max Born pada tahun 1926 yang menyatak
an bahwa (,t) itu sendiri tidak mempunyai arti fisis apa-apa tetapi
(,t) (,t) = ,t2 = P (,t)
Diinterpretasikan sebagai kerapatan probabilitas. Secara lebih spesifik
P (,t) dv = ,t2 dv
Menyatakan kemungkinan untuk mendapat partikel yang dideskripsikan oleh ,t) berada
dalam elemen volume dv di sekitar posisi pada saat t. Di dalam kasus satu dimensi
P(x,t) = ,t2 dx
Menyatakan besar kemungkinan partikel yang dideskripsikan oleh (x,t) berada diantara x
dan xdx pada saat t.
Jika partikel (memang) ada di dalam ruang, interpretasi di atas mensyaratkan
,t) dv = 1
Dengan integrasi dilakukan ke seluruh ruangan V. Fungsi gelombang yang memenuhi
syarat dikatakan sebagai fungsi gelombang ternormalisasi
–Adalah persamaan gelombang untuk partikel seperti elektron
Persamaan Schrodinger

+ =0
(x,t) = (x) F (t)
Y1 = F (t)
+ =
Partikel sebagai gelombang
= (de Broglie)
p = momentum partikel
= p = dimana =
Persamaan gelombang untuk partikel
+ =0
p2 = (mv)2 = mv2. 2m = 2 mK
m = massa partikel
K = energy kinetic
v = kecepatan partikel
ingat : E = k + v
dimana
E = energy partikel
v = energy potensialnya
- = (E-V)
- + =E
(- + V) = E (operator)
Sebutlah = + V
Hamiltonian partikel atom
Persamaan Schrodinger yang tidak bergantung waktu
=E
Atau
( + V) = E
= (E-V)
= (E-V)
+ (E-V) = 0
–4. Buktikan
Penyelesaian:
– Tunjukkan bahwa a y=exp(-x/2) adalah fungsi eigen dari operator .
5.
Penyelesaian:
Adalah
=
=
=
=
Misalkan:
u=
u´ =
v=
v´=
sehingga:
=
= u´v + v´u
= +
=
=
=
adalah fungsi eigen dari operator dengan nilai eigen
–6. Buktikan, jika Hˆy (x) = Ey (x) maka .
Penyelesaian:
Jika momentum partikel adalah , maka panjang gelombangnya adalah . Karena kecepatan maka
(2.12)
Dimana dan . Dengan demikian maka persamaan gelombang (2.5) menjadi
(2.13)
Tetapi, karena energi kinetik partikel adalah
(2.14)
maka persamaan gelombang (2.13) menjadi
(2.15)
Jika energi potensial yang dimiliki partikel adalah , maka energi partikel itu adalah
(2.16)
Dengan demikian maka persamaan gelombang (2.15) menjadi
(2.17)
Inilah yang disebut persamaan yang tidak bergantung waktu. Jelaslahbahwa persamaan adalah
persamaan gelombang untuk satu partikel. (Siregar, 2018)
Untuk 3-dimensi persamaan adalah:
(2.18)

Dimana

Dari persamaan (2.17) dan (2.18) jelas bahwa persamaan adalah persamaan gelombang bagi partikel.
Solusi persamaanitu adalah energi dan fungsi gelombang . Untuk menyelesaikan persamaan itu
diperlukan syarat batas bagi fungsi gelombang . Syarat batas itu bisa ditentukan jika bentuk energi
potensial diketahui sebelumnya. (Siregar, 2018)

Persamaan (2.17) untuk 1-dimensi dapat dituliskan sebagai berikut:


(2.19)
Untuk itu nyatakanlah
(2.20)
Sehingga persamaan (2.19) menjadi
(2.21)
disebut partikel yang merupakan operator energi dari partikel. Untuk kasus 3-dimensi. Hamiltonian itu
adalah

Hamiltonian di atas hanya bergantung pada ruang, tidak bergantung waktu. Jadi ia bersifat stasioner.
Dalam persamaan (2.21) terlihat bahwa operasi operator pada fungsi menghasilkan energi tanpa
mengubah fungsi . Persamaan seperti itu disebut persamaan nilai eigen, di mana adalah nilai eigen
energi dari operator dengan fungsi eigen . Analogi dengan fisika klasik, , maka adalah operator energi
kinetik dan adalah operator energi potensial dari partikel. (Siregar, 2018)
–Berdasarkan persamaan (2.6a), mengingat fungsi gelombang partikel bisa
dituliskan seperti

Jika operator dioperasikan pada fungsi lengkap itu maka

Persamaan ini
(2.22)
disebut persamaan yang bergantung waktu.
Dengan fungsi gelombang dapat dinyatakan kerapatan peluang untuk menemukan
partikel itu di posisi dalam rentang , yakni sehingga berlaku
(2.23)
Persamaan (2.23) itu menyatakan fungsi gelombang partikel yang dinormalisasi.
Dalam persamaan itu dimana adalah konjugat dari .
–Contoh 1:
Di antara fungsi-fungsi , dan yang manakah fungsi eigen dari operator dan , dan
tentukan nilai eigen bersangkutan.

Jadi, dan bukan fungsi eigen dari operator

Jelas bahwa , dan adalah fungsi-fungsi eigen dari operator masing-masing dengan
nilai eigen dan . Tinjaulah kembali persamaan yang bergantung waktu. Misalkan

Substitusi ke persamaan (2.22) menghasilkan:

Sehingga
–Dan selanjutnya diperoleh . Jadi, adalah
(2.24)
Dengan menguraikan operator eksponensial di atas,

Jadi, bentuk lengkap dari fungsi gelombang adalah


(2.25)
Dari persamaan di atas dapat dinyatakan bahwa keadaan suatu partikel dengan
energi yang tak bergantung waktu adalah keadaan stasioner, dan fungsi
gelombang..di sebut keadaan stasioner. Fungsi gelombang di sebut juga fungsi
keadaan. (Siregar, 2018)
–7. Bentuk matrik suatu operator adalah Hitunglah harga-harga eigennya dan
tentukan fungsi eigen bersangkutan
Penyelesaian:
Misalkan vektor eigen adalah dan harga eigen a adalah
=a
Untuk itu berlaku
= 0 () () – 1 = 0
4 -2 - 2 + 2 – 1 = 0
4-4+2–1=0
2
-4+3=0

X12 =
=
=
=
=
=
= -3
=
= =1
Untuk = 3
=0
=0
-C1 + C2 = 0 ambil satu saja
C1 - C2 = 0
Dengan normalisasi
C12 + C22 = 1
C12 + (C12) = 1
2 C12 = 1
C12 =
C12 = 0,5
C1 =
C1 = 0,707
Karena C1= C2
Maka C1 = 0,707
C2 = 0,707
Jadi untuk = 3
= 0,707 + 0,707
– =1
Untuk
=0
=0
C1 + C2 = 0 ambil satu saja
C1 + C2 = 0
C1 = - C2
C2 = - C1
Normalisasi
C12 + C22 = 1
C12 + (-C2)2 = 1
C12 + C12 = 1
2 C12 = 1
C12 =
C12 = 0,5
C1 =
C1 = 0,707
Karena
C2 = - C1
C2 = - 0,707
Jadi untuk
=1
= 0,707 + 0,707
= 0,707 + 0,707
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai