0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan12 halaman

Aromaterapi Lavender untuk Reduksi Nyeri

Tiga jurnal meneliti pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien pasca operasi, pasien post seksio caesarea, dan ibu nifas dengan luka jahitan perineum. Hasilnya menunjukkan bahwa aromaterapi lavender berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri melalui stimulasi hormon dan sistem saraf pusat. Studi lebih lanjut diperlukan dengan sampel lebih besar untuk menguatkan temuan

Diunggah oleh

Tari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan12 halaman

Aromaterapi Lavender untuk Reduksi Nyeri

Tiga jurnal meneliti pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien pasca operasi, pasien post seksio caesarea, dan ibu nifas dengan luka jahitan perineum. Hasilnya menunjukkan bahwa aromaterapi lavender berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri melalui stimulasi hormon dan sistem saraf pusat. Studi lebih lanjut diperlukan dengan sampel lebih besar untuk menguatkan temuan

Diunggah oleh

Tari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Penggunaan minyak lavender pada aromaterapi

untuk mengurangi nyeri


Judul jurnal
1. Pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca
operasi

2. Pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pasien


paska operasi sectio caesarea

3. Aromaterapi lavender dapat menurunkan intensitas nyeri perineum pada


ibu post partum
Tujuan
1. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aromaterapi
lavender terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi.
2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik
relaksasi aromatherapi lavender terhadap penurunan intensitas
nyeri pada post operasi sectio caesarea.
3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri luka jahitan
perineum pada ibu post partum
subjek
1. pada pasien pasca operasi

2. pasien post sectio caesarea

3. pada ibu nifas


mekanisme
1. Pendapat ini juga didukung oleh Sharma (2009) yang
menyatakan bahwa lavender bersifat analgesik; untuk nyeri
kepala, nyeri otot, bersifat antibakterial, antifungal, antiinflamasi,
antiseptik, dan penenang. Sejauh ini tidak ada kontraindikasi
yang diketahui dan tidak terdapat iritasi jika digunakan pada kulit
dan juga tidak mengiritasi mukosa. Bahwa mencium lavender
maka akan meningkatkan gelombang-gelombang alpha didalam
otak dan membantu untuk merasa rileks.
Lanjutan
2. aroma berpengaruh langsung terhadap otak manusia, mirip narkotika (Swandari,
2014). Aromaterapi yang digunakan melalui cara inhalasi atau dihirup akan masuk ke
sistem limbic dimana nantinya aroma akan diproses sehingga kita dapat mencium
baunya. Pada saat kita menghirup suatu aroma, komponen kimianya akan masuk ke
bulbus olfactory, kemudian ke limbic sistem pada otak. Hal ini akan merangsang
memori dan respon emosional. Hipotalamus berperan sebagai relay dan regulator,
memunculkan pesan-pesan yangharus diterima kemudian diubah menjadi tindakan
yang berupa pelepasan senyawa elektrokimia berupa zat endorphin dan serotonin,
sehingga berpengaruh langsung pada organ penciuman dan diopersepsikan oleh otak
untuk memberikan reaksi yang membuat perubahan fisiologis pada tubuh, pikiran, jiwa,
dan menghasilkan efek menenangkan pada tubuh sehingga dapat mengurangi nyeri
lanjutan

3. Menurut Dochterman, aromaterapi adalah pemberian


minyak esensial melalui metode massase, salep topikal,
inhalasi, mandi kompres (panas, dingin) untuk
mengurangi nyeri dan dapat menimbulkan efek
relaksasi dan terapi pengobatan (7). Bentuk aromaterapi
yang banyak digunakan untuk mengurangi rasa nyeri
serta memiliki sifat antiseptiknya adalah lavender
Hasil
1. Aromaterapi lavender berpengaruh dalam penurunan intensitas nyeri
pada pasien pasca operasi bedah mayor ditandai dengan penurunan
nilai rata-rata intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan
aromaterapi lavender. Perawat perlu mengintegrasikan hasil penelitian
ini sebagai salah satu intervensi dalam asuhan keperawatan pada pasien
paska operasi. Perawat juga perlu mensosialisasikan penggunaan
aromatrapi lavender kepada pasien, keluarga, dan masyarakat melalui
pemberian pendidikan kesehatan. Desain penelitian dapat dicoba ulang
dengan melibatkan kelompok kontrol dan kelompok intervensi dan
menambah jumlah sampel.
lanjutan
2. Hasil analisis statistik lebih lanjut menggunakan Uji
Mann-Withney dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan
yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok
intervensi sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi
aromatherapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri
pada post operasi sectio caesarea dengan p value 0.000 (p
value < 0.05). Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh
aromaterapi lavender terhadap nyeri pada pasien paska
operasi sectio caesaria.
lanjutan
3. Terdapat penurunan intensitas nyeri luka jahitan perineum sebelum
dan setelah diberikan aromaterapi lavender. Aromatepi lavender
berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan nyeri luka jahitan
perineum pada ibu post partum dengan p-value 0,01.
Inhalasi aromaterapi lavender dapat digunakansebagai alternatif terapi
komplementer pada ibu post partum dengan luka jahitan perineum.
Diperlukanpenelitan lebih lanjut dengan sampel yang lebih banyak
dengan responden yang tidak hanya memiliki luka jahitan perineum
derajat dua.
Kekurangan dan kelebihan
1. Kelebihan pada jurnal pertama ialah
a) kombinasi dari efek lavender dengan analgesik,
sedatif, dan antikonvulsan dapat mengurangi
nyeri efek anestesi lokal
2. Kelebihan pada jurnal kedua ialah
a) Aromaterapi lavender bisa merangsang hormon
enfekalin, serotonin dan endorphin.
3. Kelebihan pada jurnal ketiga ialah
a) h
Lanjutan
1. Kekurangan pada jurnal pertama ialah
a.
2. Kekuranga pada jurnal kedua ialah
a.
3. Kekurangan pada jurnal ketiga ialah
a.

Anda mungkin juga menyukai