PROSTATITIS
Zefanya Inggrid Margotje Rumuat
Pembimbing:
dr. Ruyandi Hutasoit, SpU
Daftar Isi
1. Pendahuluan
2. Anatomi dan definisi
3. Klasifikasi dan Etiologi
4. Diagnosis
5. Pemeriksaan fisik dan penunjang
6. Differential Diagnosis
7. Tatalaksana
8. Prognosis
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
◦ Prostatitis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada kelenjar
prostat dimana reaksi inflamasi pada kelenjar prostat ini dapat disebabkan oleh
bakteri maupun non bakteri.
◦ Peradangan pada kelenjar prostat jarang mempengaruhi anak laki-laki pra-
pubertas tetapi sering terjadi pada pria dewasa.
◦ Prostatitis merupakan salah satu penyakit paling umum yang terlihat dalam
praktik urologi di Amerika Serikat, terhitung hampir 2 juta kunjungan rawat jalan
per tahun.
◦ Sekitar 25% prostatitis didiagnosiskan pada kasus atau pasien penderita
uronuria.
◦ Terdapat angka prevalensi pada histologis prostatitis sekitar 64-86%.
ANATOMI
DAN
DEFINISI
ANATOMI
DEFINISI
◦ Prostatitis adalah kondisi medis yang ditandai
dengan adanya peradangan pada kelenjar
prostat dimana reaksi inflamasi pada kelenjar
prostat ini dapat disebabkan oleh bakteri
maupun non bakteri.
◦ Prostatitis dapat bersifat akut atau kronis.
◦ National Institutes of Health prostatitis terbagi
4 kategori:
◦ Kategori I: bacterial akut
◦ Kategori II: bacterial kronis
◦ Kategori III: Sindrom nyeri panggul kronis
◦ Kategori VI: inflamasi asimptomatik
Prostatitis Bacterial Acute
Ascending dari uretra
Refluks urine yang terinfeksi ke dalam ductus
prostatikus
Sekitar 80% dari patogen adalah gram negatif
misalnya, Escherichia coli, Enterobacter, Serratia,
Pseudomonas, Enterococcus, dan spesies Proteus.
Prostatitis bacterial akut secara gambaran klinis
pasien yang menderita tampak sakit, demam,
menggigil, rasa sakit di daerah perineal, dan
mengeluh adanya gangguan miksi.
Prostatitis Bacterial Kronis
nyeri pada
infeksi
saat
saluran
ejakulasi
kemih
atau
yang
hematosp
berulang
ermi
nyeri
dysuria
perineal
Sindrom nyeri panggul kronis
◦ Kategori IIIA (inflamasi)
kategori ini memiliki subtype inflamasi yang dari kondisinya terdapat leukositosis yang
terlokalisasi pada specimen spesifik prostat.
◦ Kategori IIIB (non inflamasi)
tidak terdapat peningkatan pada leukosit yang signifikan pada specimen spesifik
prostat.
Prostatitis inflamasi asimptomatik
o Pada kasus prostatitis inflamasi asimtomatik secara klinis pasien tidak
menunjukkan adanya keluhan maupun tanda dari suatu prostatitis.
DIAGNOSIS
Anamnesis
Keluhan Utama
Buang air Perasaan
kurang Pancarannya nyeri di
lancar lemah supra
(lampias) simpisis
Harus
dipastikan
di
pemeriksa
an fisik
LOKASI
ONSET KUALITAS
Secret
Seven
MEMPERBERAT
DAN KUANTITAS
MEMPERINGAN
KRONOLOGIS
Diagnosis
Pasien dengan prostatitis bakteri
akut dapat datang dengan yang
berikut:
◦ Demam
◦ Gelisah
◦ Arthralgia
◦ Mialgia
◦ Dysuria
Diagnosis
Pasien dengan prostatitis
bakteri kronis dapat datang
dengan yang berikut:
• Demam
• Dysuria
• Nyeri perineal
• Hematospermia
• Urgensi
Diagnosis
◦ Pasien dengan prostatitis sindrom nyeri panggul kronis dapat datang dengan nyeri panggul kronis tetapi tidak memiliki kultur
bakteri uropatogenik menggunakan Teknik mikrobiologis standar.
◦ Inflamasi: terdapat leukositosis pada pemeriksaan kultur darah.
◦ Non inflamasi: tidak terdapat peningkatan pada leukosit yang signifikan pada specimen spesifik prostat. Penyebab prostatitis
kategori ini masih kurang dipahami tetapi mungkin melibatkan inisiator infeksi atau inflamasi yang mengakibatkan cedera
neurologis dan akhirnya pada disfungsi dasar panggul dalam bentuk peningkatan tonus panggul.
◦ Secara klinis, prostatitisk inflamasi asimtomatik tidak menunjukkan adanya keluhan maupun tanda dari prostatitis.
Pemeriksaan fisik
1. Tanda – tanda vital
2. Head To Toe
• Inspeksi
• Palpasi
• Perkusi
• Auskultasi
3. Pemeriksaan Genetalia Eksterna
4. Rectal Toucher
Pemeriksaan Penunjang
◦ Kultur darah
Dari kultur bisa ditemukan hasil Enterobacteriaceae (seperti E. coli, Serratia,
Klebsiella, Proteus, Pseudomonas) mewakili uropatogen yang paling umum,
kemudian diikuti oleh enterococci gram positif.
◦ Transrectal ultrasound
Pada pemeriksaan transrectal ultrasound dengan pencitraan doppler akan
menunjukan hyperemia pada prostatitis.
Diagnosis Banding
Diagnosis banding prostatitis didasarkan pada anamnesis, temuan pemeriksaan fisik, dan seringkali,
analisis sekresi prostat yang diekspresikan. Tidak adanya gejala sistemik dan nyeri yang menetap
selama minimal 3 bulan menunjukkan prostatitis kronis daripada penyakit akut. Selain prostatitis,
kondisi lain yang perlu dipertimbangkan termasuk yang berikut:
•Hiperplasia prostat jinak
•Sindrom nyeri kronis (yaitu penyakit radang usus)
•Sistitis
•Disfungsi ereksi
•Kanker prostat
•Radikulopati
•Urolitiasis
Penatalaksanaan
◦ Ciprofloxacin
Dosis yang dianjurkan :
Infeksi ringan/sedang saluran kemih ; sehari 2 x 250 mg.
Infeksi berat saluran kemih : sehari 2 x 250 mg.
Lama pengobatan tergantung beratnya infeksi , kemajuan klinis dan rial logis.
Untuk infeksi akut, lama pengobatan biasanya 5 – 10 hari.
Pada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang.
◦ Amoxicilin
Dosis : Dewasa dan anak-anak ≥ 20 kg : 750 mg – 1,5 gr/hari dibagi dalam 8 jam interval.
Kontraindikasi :
Hipersensitif terhadap penicillin.
Penatalaksanaan
◦ Cotrimoxazole
Cotrimoxzole adalah bakteri yang merupakan kombinasi sulfametoksazol dan
trimetropim dengan perbandingan 5 : 1. kombinasi tersebut dapat menghambat dua
tahap bosintesa asam nuklead dan protein yang sangat esensial untuk
mikroorganisme. Cotrimoxzole mempunyai spectrum aktivitas luas dan efektif
terhadap bakteri gram positif dan negative.
◦ Indikasi :
Infeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan oleh [Link].
◦ Dosis :
6 minggu – 6 bulan : 120 mg, 2x sehari
6 bulan – 6 tahun : 240 mg, 2x sehari
6 – 12 tahun : 480 mg, 2x sehari
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : 960 mg, 2x sehari
Pencegahan
Minum air putih dalam jumlah
yang banyak agar urin yang
keluar juga meningkat
Menjaga kebersihan sekitar
organ saluran kemih.
Tidak menahan bila ingin
berkemih.
Prognosis
Prostatitis bacterial akut
dapat disembuhkan dengan
menjalankan farmakoterapi
seperti antibiotic.
Pada prostatitis bacterial
kronik sering kali kambuh
bahkan dengan terapi yang
tepat. Tetapi akan berulang
menjadi asimptomatik.
Daftar Pustaka
◦ Krieger JN, Nyberg L Jr, Nickel JC. NIH consensus definition and classification of prostatitis. JAMA. 1999. 282:236-
7.
◦ Murphy AB, Macejko A, Taylor A, Nadler RB. Chronic prostatitis: management strategies. Drugs. 2009.69(1):71-
84.
◦ Pontari MA, Joyce GF, Wise M, McNaughton-Collins M; Urologic Diseases in America Project. Prostatitis. J Urol.
2007;177(6):2050–2057.
◦ Basuki B. Prunomo, 2011, Dasar-Dasar Urologi, Perpustakaan Nasional RI, Katalog Dalam Terbitan (KTO) Jakarta.
◦ Murphy AB, Macejko A, Taylor A, Nadler RB. Chronic prostatitis: management strategies. Drugs. 2009.69(1):71-
82.
◦ Mastroianni A, Coronado O, Manfredi R, Chiodo F, Scarani P, Acute Cytomegalovirus prostatitis in AIDS.
Genitourin Med. 1996 Dec.72(6):4447-8.
◦ Barkin, J. 2011. Benign Prostatic Hyperplasiaand Lower Urinary Tract Symptoms: Evidence and Approach for Best
Case Management. The Canadian Journal of Urology 18: 14-19.
◦ Bapat S. S., Punapatre S. S., Pai K.V., Yandav P., Padhye A., BodheY. G..2006. does estimation of prostate volume by
abdominal ultrasonography vary with bladder volume: A prospective study with transrectal ultrasonography as a
reference. Indian J Urol.22:322-5.
TERIMA KASIH