0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan27 halaman

Gejala dan Komplikasi DVT

Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah trombosis yang terjadi di dalam vena, terutama pada vena tungkai bawah. DVT disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu gangguan aliran darah, hiperkoagulasi, dan kerusakan dinding pembuluh darah. Diagnosis didasarkan pada gejala klinis, pemeriksaan laboratorium seperti D-dimer, dan pemeriksaan radiologi seperti ultrasonografi Doppler. Pengobatan meliputi

Diunggah oleh

annisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan27 halaman

Gejala dan Komplikasi DVT

Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah trombosis yang terjadi di dalam vena, terutama pada vena tungkai bawah. DVT disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu gangguan aliran darah, hiperkoagulasi, dan kerusakan dinding pembuluh darah. Diagnosis didasarkan pada gejala klinis, pemeriksaan laboratorium seperti D-dimer, dan pemeriksaan radiologi seperti ultrasonografi Doppler. Pengobatan meliputi

Diunggah oleh

annisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DEEP VEIN THROMBOSIS

(DVT)

Pembimbing: dr. Miradz Hudaya Sp.B

Oleh:
Annisa Nurfitriyani K P
Susi Yanuari

SMF ILMU BEDAH


RSUD WALED KAB CIREBON
FK UNSWAGATI
2019
DEFINISI
Trombosis merupakan proses terbentuknya atau
adanya trombus (bekuan darah) di dalam pembuluh
darah. Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah trombosis
yang terjadi di dalam vena, terutama pada vena
tungkai bawah.
EPIDEMIOLOGI

Di Amerika serikat insiden DVT 159/100.000 penduduk


atau 398.000 kasus per tahunnya

Angka kejadian rata-rata tahunan 1-3 dan


mempengaruhi usia tua dan muda tanpa
memperhatikan jenis kelamin

Pasien DVT simtomatik, lokasi trombosis ditemukan 10%


pada v. Poplitea, 42% pada v. Poplitea dan v. Femoralis
superfisialis, 35% pada semua vena proximal, 5% pada
[Link].
Anatomi
ETIOLOGI
Berdasarkan “virchow’s Triad” terdapat 3 faktor stimuli
terbentuknya tromboemboli yaitu

Gangguan pada aliran darah yang mengakibatkan


statis

Hiperkoagulasi

Kerusakan dinding pembuluh darah (endotel) yang


menyebabkan prokoagulan.
Patogenesis
Statis Vena  Kerusakan
Aliran darah vena pembuluh darah
cenderung lambat (Injury) trauma
 terjadinya langsung yang
trombosis lokal  mengakibatkan
gangguan faktor pembekuan,
mekanisme adanya aktifitasi sel
pembersih terhadap endotel oleh
aktifitas faktor cytokines yang
pembekuan darah dilepaskan sebagai
Perubahan daya akibat kerusakan
 terbentuknya beku darah
trombin. jaringan dan proses
(hiperkoagulabilit peradangan.
as) aktifitas
pembekuan darah
meningkat/
aktifitas
fibrinolisis
menurun.
FAKTOR RESIKO

- Duduk dalam waktu yang lama sperti saat


mengemudi.
- Usia >60 thn
- Bed rest
- Kehamilan
- Cedera atau pembedahan
- Kanker
- Obesitas
- Memiliki riwayat DVT atau emboli pulmonal
MANIFESTASI KLINIS

-Bengkak, Perubahan warna,


Nyeri dan fungsio Laesa.
-Tanda homan (Nyeri betis
pada fleksi lutut dan
dorsofleksi kaki)
-Tanda Moses (nyeri
penekanan pada betis)
DIAGNOSI BANDING
• Plebitis tanpa trombosis
• Tromboplebitis superfisial
• Insufisiensi vena tanpa trombosis akut
• Selulitis
• Limfangitis
• Edema perifer oleh karena penyakit jantung kongesti
DIAGNOSIS
1. Anamnesis
- Kaki yang bengkak dan nyeri, rasa nyeri bertambah saat
aktivitas
- memliki riwayat penyakit trombosis dan terlihat jelas di
ekstremitas bawah.
2. Pemeriksaan Fisik
⁻ Piting edema, eritema, hangat, nyeri dapat diraba pembuluh
darah superfisialdan dilatasi v. superfisial, tanda homan
positif.
Test Homan’s Test Moses
3. Pemeriksaan Penunjang
⁻ Laboratorium
a. D- dimer
Ada beberapa metode pemeriksaan yaitu Enzym Linked
Immunosorbent (ELISA), Latex Agglutination (LA) dan Whole
Blood Agglutination (WBA)
Nilai D dimer adalah 500 µg/L, dan kadar D-dimer yang
tinggi menunjukan adanya produk degradasi fibrin dan
adanya pembentukan , pemecahan trombus.
− Radiologi
a. Ultra Sonografi Doppler
Pemeriksaan ini menunjukan hasil sensitivity sekitar 97%.
Terutama digunakan pada kasus-kasus trombosis vena yang
berulang.
b. Venografi
Disebut juga sebagai plasebografi, contrast venography.
Alat ini gold standard diagnosis DVT, namun alat ini jarang
digunakan karena invasif, nyeri, mahal, paparan radiasi.

Iliofemoral(sub occlusive filling defect)


c. Flestimografi Impedens
Memantau perubahan volume darah tungkai.
Pemeriksaan ini lebih sensitif untuk trombosis vena femoralis
dan iliaca.
ALUR DIAGNOSIS
TATALAKSANA
1. Farmakologi
a. Heparin standar/ Heparin berbobot molekkul ringan
Heparin standar diberikan 100 IU/kg BB bolus, dilanjutkan
dengan tetesan heparin dimulai dengan 1000 IU/jam. Enam jam
kemudian diperiksa aPTT untuk menentukan dosis selanjutnya.
Target terapi yang diharapkan yaitu nilai aPTT antara 1,5-2,5 kali
kontrol.
b. Warfarin
Warfarin dapat dimulai segera sesudah pemberian
heparin. Warfarin diberikan 6-10 mg pada hari pertama, dosis
diturunkan pada hari kedua, dan 4-5 hri kemudian diperiksa INR.
c. Trombolitik
Seperti streptokinase, urokinase recombinant tissue
plasminogen activator (tPA) dapat dipertimbangkan bila terjadi
emboli paru masif atau syok. Obat ini mengurangi besar darah
beku pada DVT tungkai yang diperlihatkan dengan angiografi,
dan diberikan langsung melalui kkateter pada penderita
trombosis ileofemoral.
Catheter-directed Thrombolysis (CDT)
2. Non Farmakologi
Trombektomi
Indikasi :
- DVT iliofemoral akut tetapi terdapat kontraindikasi
trombolitik atau gagal dengan trombolitik.
- trombus sukar dipecah dan pasien yang
dikontraindikasikan untuk penggunaan
antikoagulan
Venous Thrombectomy
Endovenous Laser
Ablation
Graduated Compression Stocking
KOMPLIKASI
• Pulmonary Emboli
• Chronic Venous Insufficiency
• Post Phlebitic Syndrome
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai