67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
102 tayangan148 halaman

Fungsi Matematika dan Aplikasinya

Data laju mengerik jangkrik berkaitan linier dengan suhu. Fungsi yang mewakili hubungan ini adalah laju mengerik = a suhu + b, dimana a dan b adalah konstanta.

Diunggah oleh

Sitta Syawalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
102 tayangan148 halaman

Fungsi Matematika dan Aplikasinya

Data laju mengerik jangkrik berkaitan linier dengan suhu. Fungsi yang mewakili hubungan ini adalah laju mengerik = a suhu + b, dimana a dan b adalah konstanta.

Diunggah oleh

Sitta Syawalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATEMATIKA

FUNGSI MATEMATIKA
• Fungsi muncul bilamana suatu besaran tergantung pada
besaran yang lain.
• Fungsi f adalah aturan yang memadankan setiap elemen
x dalam himpunan A secara tepat dengan satu elemen,
yang disebut f(x).
• Fungsi dapat dinyatakan (disajikan) secara:
1. Lisan (dengan uraian kata-kata).
2. Numerik (dengan tabel nilai).
3. Visual (dengan grafik).
4. Aljabar (dengan rumus eksplisit).
FUNGSI MATEMATIKA
x f(x)

x f f(x)
a f(a)
masukan keluaran
f
A B
a. Diagram panah untuk fungsi b. Diagram mesin untuk fungsi

daerah hasil
y= f(x)

0 x
daerah asal

c. Grafik fungsi

Gambar: Ilustrasi fungsi


FUNGSI MATEMATIKA
a. Lisan:
C adalah rata-rata tingkat CO2 di atmosfer (dalam ppm –
parts per million) di Observatorium Mauna Loa pada waktu
t.
FUNGSI MATEMATIKA
b. Numerik:
Tabel: Rata-rata tingkat CO2 di atmosfer di Observatorium Mauna Loa antara
tahun 1972 – 1990

Tahun Tingkat CO2 di atmosfer


(dalam ppm)
1972 327,3
1974 330,0
1976 332,0
1978 335,3
1980 338,5
1982 341,0
1984 344,3
1986 347,0
1988 351,3
1990 354,0
FUNGSI MATEMATIKA
c. Visual:
360 CO2 (ppm)

350

340

330

t (tahun)
320
1970 1975 1980 1985 1990 1995

Gambar: Grafik rata-rata tingkat CO2 di atmosfer di Observatorium Mauna Loa


antara tahun 1972 – 1990
FUNGSI MATEMATIKA
d. Aljabar:
Sebaran titik-titik data tampak mengikuti suatu garis lurus.
Sehingga sebaran data dapat dianggap diwakili oleh
sebuah garis lurus. Dengan menarik garis yang
menghubungkan titik data pertama dan titik data terakhir,
diperoleh garis dengan persamaan:
C – 327,3 = 1,483(t – 1972)
Sehingga fungsi untuk rata-rata tingkat CO2 di atmosfer di
Observatorium Mauna Loa antara tahun 1972 – 1990
adalah:
C = 1,483t – 2597,83
FUNGSI MATEMATIKA
360 CO2 (ppm)

350

340

330

t (tahun)
320
1970 1975 1980 1985 1990 1995

Gambar: Garis linier melalui titik data pertama dan titik data terakhir
FUNGSI MATEMATIKA
Atau dengan menggunakan prosedur statistik yang disebut
regresi linier, diperoleh garis yang mewakili sebaran data.
Garis ini memiliki persamaan:
y = 1,496x – 2624
Bila y = C dan x = t, maka fungsi untuk rata-rata tingkat
CO2 di atmosfer di Observatorium Mauna Loa antara tahun
1972 – 1990 menjadi:
C = 1,496t – 2624
Perangkat lunak MS Excel menyediakan alat (tool) analisis
yang dapat digunakan untuk memperoleh regresi dari
kumpulan data.
FUNGSI MATEMATIKA
360 CO2 (ppm)

350

340

330

t (tahun)
320
1970 1975 1980 1985 1990 1995

Gambar: Garis regresi linier


FUNGSI MATEMATIKA
Fungsi-fungsi utama dalam kalkulus adalah:
• Fungsi linier.

• Fungsi polinom.

• Fungsi pangkat.

dengan a konstanta.
FUNGSI MATEMATIKA
• Fungsi rasional. Fungsi rasional adalah hasil bagi dua
fungsi polinom.

• Fungsi aljabar. Fungsi yang dibuat dengan


menggunakan operasi aljabar yang dimulai dengan
fungsi polinom. Sebarang fungsi rasional adalah fungsi
aljabar.
FUNGSI MATEMATIKA
• Fungsi trigonometri.

• Fungsi eksponensial.

dengan a konstanta positif.


• Fungsi logaritma.

dengan a konstanta positif.


FUNGSI MATEMATIKA
• Fungsi transenden: Fungsi yang bukan aljabar,
misalnya: trigonometri, eksponensial, logaritma dan
fungsi-fungsi lain yang tidak diberi nama.
• Fungsi yang terdefinisi secara sepotong-sepotong

• Fungsi simetri
FUNGSI MATEMATIKA
4000

3000

2000

1000

0
-6 -4 -2 0 2 4 6
-1000

-2000

-3000

-4000

Gambar: Grafik fungsi f(x) = x5 + x, simetri terhadap titik asal


FUNGSI MATEMATIKA
4

0
-4 -2 0 2 4 6

-4

-8

-12

-16

Gambar: Grafik fungsi f(x) = 2x – x2, simetri terhadap garis x = 1


FUNGSI MATEMATIKA
• Fungsi naik dan fungsi turun
– Fungsi f disebut naik pada selang I jika f(x1) < f(x2)
bila x1 < x2 di I
– Fungsi f disebut turun pada selang I jika f(x1) > f(x2)
bila x1 > x2 di I
• Transformasi fungsi
Grafik suatu fungsi dapat digeser dengan faktor
pergeseran c, dimana c > 0 atau di regangkan atau
dimampatkan dengan faktor peregangan atau
pemampatan c, dimana c > 1
FUNGSI MATEMATIKA
4

0
-4 -2 0 2 4 6

-4

-8

-12

-16

Gambar: Grafik fungsi f(x) = 2x – x2 (garis biru) yang digeser dengan faktor 2
(garis merah) dan dimampatkan dengan faktor 2 (garis hitam)
FUNGSI MATEMATIKA
• Dua fungsi f dan g dapat dikombinasikan untuk
membentuk fungsi baru dengan cara yang serupa
seperti cara menambahkan, mengurangkan, mengalikan
dan membagi bilangan nyata.
FUNGSI MATEMATIKA
• Dua fungsi f dan g dapat membentuk fungsi
komposit (gabungan) yang didefinisikan oleh:

x g(x) f(x)f(x) f(g(x))

masukan keluaran

Gambar: Ilustrasi fungsi komposit


FUNGSI MATEMATIKA
• Model matematika adalah uraian secara matematika
(seringkali menggunakan fungsi) dari fenomena dunia
nyata. Tujuan model adalah untuk memahami suatu
fenomena dan membuat prakiraan tentang perilaku
fenomena di masa depan.
• Langkah menyusun model:
– langkah pertama adalah mengenali dan menamai variabel bebas
dan tak bebas, membuat anggapan untuk menyederhanakan
fenomena seperlunya sehingga tertelusuri secara matematika.
– Selanjutnya dengan menggunakan pengetahuan tentang situasi
fisik dan keterampilan matematika, dicari persamaan yang
mengaitkan variabel-variabel tersebut.
FUNGSI MATEMATIKA
• Langkah menyusun model:
– Selanjutnya model matematika dipecahkan untuk mendapatkan
kesimpulan matematika.
– Kemudian kesimpulan matematika tersebut ditafsirkan dengan
membuat penjelasan dan prakiraan.
– Langkah terakhir adalah menguji prakiraan dengan
menggunakan data nyata. Jika prakiraan tidak sesuai dengan
kenyataan, maka model perlu diperbaiki dan proses permodelan
diulangi kembali.
FUNGSI MATEMATIKA
Persoalan Rumuskan Model
dunia nyata matematika

Uji Pecahkan

Prakiraan Kesimpulan
dunia nyata matematika
Tafsirkan

Gambar: Proses pemodelan


FUNGSI MATEMATIKA
• Model matematika tidak merupakan pernyataan akurat
secara lengkap dari suatu fenomena, tetapi merupakan
pengidealan. Model matematika yang baik
menyederhanakan kenyataan sekedar untuk
memungkinkan kalkulasi matematika tetapi cukup akurat
untuk memberikan kesimpulan yang berharga.
FUNGSI MATEMATIKA
Prinsip memecahkan masalah:
• Pahami persoalan
– pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
– Apa yang tidak diketahui?
– Apa (besaran) yang diketahui?
– Apa persyaratan yang diketahui atau yang harus
diikuti?
• Pikirkan sebuah rencana
• Laksanakan rencana
• Lihat kembali
Tugas 1
Pakar biologi telah memperhatikan bahwa laju mengerik jangkrik jenis
tertentu terkait dengan suhu, dan berikut ini adalah tabel yang
menunjukkan laju mengerik untuk beragam suhu.

Tabel: Laju mengerik jangkrik


Suhu (oF) Laju mengerik
(kerikan / menit)
50 20
55 46
60 79
65 91
70 113
75 140
80 173
85 198
90 211 Gambar: Jangkrik
Tugas 1
• Buatlah diagram sebaran untuk data di atas. Berikanlah ulasan
anda mengenai sebaran data, dan gunakan ulasan tersebut sebagai
dasar untuk memilih fungsi yang mewakili.
• Carilah fungsi yang mewakili banyaknya kerikan pada suhu tertentu.
Apa yang dinyatakan oleh fungsi yang pilih?
• Apa pendapat anda tentang fungsi yang anda peroleh? Apakah
anda cukup puas dengan fungsi yang anda pilih? Berikan alasan
kuantitatif untuk mendukung jawaban apakah anda puas atau tidak
pada fungsi yang anda pilih.
• Jika jangkrik mengerik dengan laju 150 kerikan tiap menit, taksirlah
suhu.
• Gunakan fungsi tersebut untuk menaksir laju mengerik pada suhu
100 oF.
• Berikan ulasan tentang kemungkinan menggunakan fungsi yang
ada pilih untuk menaksir laju mengerik pada suhu yang lebih rendah
dari 50 oF dan lebih tinggi dari 90 oF.
DIFERENSIAL
• Fenomena dunia nyata dalam bidang (teknik) lingkungan
banyak yang berhubungan dengan laju perubahan dan
gerakan. Misalnya laju perubahan konsentrasi polutan
dalam air sungai terhadap waktu atau jarak.
• Banyak fungsi yang muncul dalam bidang (teknik)
lingkungan tidak dapat dinyatakan oleh persamaan
eksplisit, tetapi didefinisikan oleh data (pengamatan atau
percobaan).
• Kalkulus berhubungan dengan laju perubahan dan
gerakan, dan menangani besaran yang mendekati
besaran lainnya.
DIFERENSIAL
• Bila ingin mengetahui laju perubahan atau mencari
hampiran suatu fungsi yang tidak dapat dinyatakan oleh
persamaan eksplisit maka dapat digunakan gagasan
diferensial (turunan) dalam kalkulus.
• Diferensial (turunan) dalam kalkulus berhubungan
dengan laju perubahan dan hampiran fungsi.
• Laju perubahan dapat diketahui dengan mengukur
kemiringan garis singgung (tangen) pada kurva.
Sehingga laju perubahan sesaat adalah kemiringan
garis singgung di titik tertentu pada kurva.
DIFERENSIAL
• Andaikan y adalah besaran yang bergantung pada
besaran lain x. Maka, y adalah suatu fungsi dari x atau y
= f(x). Jika x berubah dari x1 ke x2, maka perubahan x
adalah x = x1 – x2 atau jika dinyatakan dalam y menjadi
y = f(x2) – f(x1).
• Jika ingin diketahui laju perubahan y terhadap x
sepanjang selang x1 dan x2 maka digunakan hasil bagi
selisih yaitu:
y f x2   f x1 

x x2  x1
DIFERENSIAL
• Contoh:
Hasil pengukuran suhu udara T (dalam oC) pada suatu hari
di bulan April, dicatat setiap jam mulai tengah malam. Data
yang diperoleh adalah sebagai berikut:
x (jam) T (oC) x (jam) T (oC)
0 6.5 13 16
1 6.1 14 17.3
2 5.6 15 18.2
3 4.9 16 18.8
4 4.2 17 17.6
5 4 18 16
6 4 19 14.1
7 4.8 20 11.5
8 6.1 21 10.2
9 8.3 22 9
10 10 23 7.9
11 12.1 24 7
12 14.3
DIFERENSIAL
• Tentukanlah laju perubahan rata-rata suhu terhadap
waktu:
• Dari tengah hari sampai pukul 15.00
• Dari tengah hari sampai pukul 14.00
• Dari tengah hari sampai pukul 13.00
• Taksirlah laju perubahan sesaat pada tengah hari.
DIFERENSIAL
Penyelesaian:
Dari tengah hari sampai pukul 15.00 suhu berubah dari
14,3 oC menjadi 18,2oC, sehingga: T = 18,2 – 14,3 = 3,9
oC, sementara itu perubahan waktu adalah x = 3 jam

sehingga laju perubahan rata-rata suhu terhadap waktu


adalah:

T 3,9
  1,3 oC/jam
x 3
DIFERENSIAL
Penyelesaian:
Dengan cara yang sama diperoleh laju perubahan rata-
rata suhu terhadap waktu antara tengah hari sampai pukul
14.00 = 1,5 oC/jam dan antara tengah hari sampai pukul
13.00 = 1,7 oC/jam.
Laju perubahan suhu terhadap waktu rata-rata pada
tengah hari ditentukan dengan menggambarkan garis
singgung yang melewati titik (12 ; 14,3) dan kemudian
menghitung kemiringan garisnya.
DIFERENSIAL
T (oC)

x (jam)

Gambar: Sebaran data


DIFERENSIAL
T (oC)
B

P (12, 14,3)

A C

x (jam)

Gambar: Sebaran data, kurva fungsi dan garis singgung


DIFERENSIAL
B

A C

Dari gambar segitiga ABC laju perubahan sesaat pada


tengah hari adalah:

BC 7,2
  2 oC / jam
AC 3,6
Tugas 2
Jumlah koloni mikroba di dalam cawan petri dicatat setiap
jam. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Tabel: Jumlah koloni bakteri dalam cawan petri
Jam Koloni
1 1650
2 1750
3 1860
4 2070
5 2300
6 2520
7 3020
8 3700
9 4450
10 5300
11 5770
Gambar: Koloni bakteri dalam cawan petri
Tugas 2
• Dengan bantuan MS Excel carilah fungsi polinomial yang
sesuai dengan sebaran data.
• Taksirlah laju pertumbuhan koloni mikroba di antara jam ke 3
dan ke 9 dengan cara merata-ratakan kemiringan garis
singgung.
• Taksirlah laju pertumbuhan sesaat pada jam ke 6 dan ke 9.
• Berikan ulasan anda tentang pertumbuhan koloni mikroba
berdasarkan bentuk sebaran data atau fungsi yang diperoleh
dan laju pertumbuhannya.
• Apa perkiraan anda terhadap pertumbuhan koloni mikroba
setelah jam ke 11? Berikan alasan untuk perkiraan yang
anda berikan.
DIFERENSIAL
• Kemiringan garis singgung pada kurva y = f(x) di titik P(a , f(a))
adalah sebuah garis yang melalui titik P dengan kemiringan
f x   f a 
m  lim
x a xa
Asalkan limit ini ada.
DIFERENSIAL
y

Q (x , f(x))

f(x) – f(a)
P (a , f(a))

x–a

0 a x x
Gambar: Kurva fungsi dan garis singgung pada titik P
DIFERENSIAL
y
4
3
Q 2
Q

Q Q 1
P

0 x
Gambar: Garis singgung sebagai limit
DIFERENSIAL
y

Q
R
P

0 x

Gambar: Garis singgung (tangen)


DIFERENSIAL
• Ketika x mendekati a, maka h mendekati 0, sehingga
pernyataan garis singgung menjadi:
f a  h   f a 
m  lim
h 0 h
• Turunan fungsi f pada bilangan a dinyatakan dengan f’(a)
adalah

f a  h   f a 
m  lim
h 0 h
Jika limit ini ada
DIFERENSIAL
• Garis singgung pada y = f(x) di titik (a, f(a)) adalah garis
melalui (a, f(a)) yang kemiringannya sama dengan f’(a), yakni
turunan f di a.
• Persamaan garis singgung y = f(x) di titik (a, f(a)) adalah: y –
f(a) = f’(a)(x – a)
• Turunan f’(a) juga menunjukkan laju perubahan sesaat dari y
= f(x) terhadap x di x = a.
DIFERENSIAL

y = f(x)
Q

P
Nilai y berubah secara cepat di P dan secara lambat di
Q,
Laju sesaat di P lebih besar daripada laju sesaat di Q

x
Gambar: Kurva fungsi, garis singgung dan laju perubahan
DIFERENSIAL
• Turunan suatu fungsi juga dapat diperkirakan dari fungsi
yang berbentuk numerik (fungsi yang tidak didefinisikan
oleh persamaan tetapi oleh tabel nilai).
DIFERENSIAL
Ringkasan:
Jika terdapat fungsi y = f(x), maka turunan dy / dx dapat
ditafsirkan sebagai laju perubahan y terhadap x.
Jika x berubah dari x1 ke x2, maka perubahan dalam x
adalah: x = x2 – x1; dan perubahan padanannya dalam y
adalah y = f(x2) – f(x1).
Perubahan rata-rata pada selang [x1 , x2] adalah hasil bagi
selisih:
y f x2   f x1 

x x2  x1
DIFERENSIAL
Yang dapat ditafsirkan sebagai kemiringan talibusur PQ
(lihat gambar).
Limitnya ketika x  0 adalah turunan f’(x1), yang dapat
ditafsirkan sebagai laju perubahan sesaat y terhadap x atau
kemiringan garis singgung di P (x1 , f(x1)).
Bila dinyatakan dengan notasi Leibnitz:

dy y
 lim
dx x 0 x
DIFERENSIAL
y

Q (x2 , f(x2))

y
P (x1 , f(x1))
x

0 x1 x2 x
Gambar: mPQ = laju perubahan rata-rata m = f’(x) = laju perubahan sesaat
Tugas 3
• Perkirakanlah laju pertumbuhan mikroba di dalam cawan
petri pada soal tugas sebelumnya pada setiap jam mulai
dari jam ke-2 sampai jam ke-11 tanpa terlebih dahulu
mencari persamaan yang mendefinisikan fungsi
pertumbuhan mikroba.
• Berikan ulasan pada hasil yang anda peroleh.
Tugas 3
• Jika banyaknya koloni mikroba setelah t jam di dalam
percobaan laboratorium yang terkendali adalah n = f(t),
maka:
– Apakah artinya f’(5)? Apa satuannya?
– Andaikan terdapat ruang dan makanan takterbatas
banyaknya untuk mikroba tersebut, mana yang anda
perkirakan akan lebih besar f’(5) atau f’(10). Jika
pasokan makanan terbatas, apakah itu akan
mempengaruhi perkiraan dan kesimpulan anda?
Jelaskan.
Tugas 4 (Kisi-kisi Ujian)
• Konsentrasi suatu asam (dalam mol per liter) berubah
akibat reaksi kimia. Data konsentrasi asam (dalam C(t))
setelah t menit pada suhu 25oC adalah sebagai berikut:

t 0 2 4 6 8
C(t) 0,0800 0,0570 0,0408 0,0295 0,0210

– Carilah laju reaksi rata-rata untuk selang waktu: 2  t


 6; 2  t  4 dan 0  t  2.
– Gambarkan data dan kurva yang mewakilinya
sebagai hampiran terhadap fungsi konsentrasi.
Kemudian gambarkan garis singgung di t = 2 dan
gunakan untuk menaksir laju reaksi sesaat di t = 2.
DIFERENSIAL
• Karena kurva terletak sangat dekat dengan garis
singgungnya dekat titik singgung, maka kita dapat
menggunakan garis singgung (a ,f(a)) sebagai hampiran
terhadap kurva y = f(x) ketika x mendekati a.
• Persamaan garis singgung: y = f(a) + f’(a)(x – a)
dan hampirannya f(x)  f(a) + f’(a)(x – a)
• Hampiran ini disebut hampiran linier atau hampiran garis
singgung dari f di a.
• Sehingga fungsi linier yang berupa garis singgung
adalah: L(x) = f(a) + f’(a)(x – a) yang disebut linierisasi f
di a.
DIFERENSIAL
• Hampiran linier dapat digunakan untuk menaksir
ketelitian atau kesalahan (galat) suatu pengukuran atau
pengamatan.
• Jika y = f(x) dengan f(x) adalah suatu fungsi yang
terdiferensialkan, maka dy = f’(x) dx atau padanannya
dalam y adalah y = f(x + x) – f(x). Padananan dalam y
dapat digunakan untuk memperkirakan galat.
DIFERENSIAL
• Hampiran linier dapat digunakan untuk menaksir
ketelitian atau kesalahan (galat) suatu pengukuran atau
pengamatan.
• Jika y = f(x) dengan f(x) adalah suatu fungsi yang
terdiferensialkan, maka dy = f’(x) dx atau padanannya
dalam y adalah y = f(x + x) – f(x). Padananan dalam y
dapat digunakan untuk memperkirakan galat.
• Gagasan hampiran linier selanjutnya dapat
dikembangkan menjadi metode numerik seperti
metode Newton atau yang juga disebut metode
Newton-Rhapson.
Tugas
Tugas dikerjakan dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri
dari 5 – 6 orang. Urutan tampil ditentukan melalui undian.
Setiap kelompok menunjuk satu orang sebagai juru bicara.
Yang sudah tampil sebelumnya tidak boleh tampil lagi
sebagai juru bicara.
Tugas 5
• Buatlah tulisan (maksimal 3 halaman) untuk
menjelaskan bagaimana gagasan hampiran linier
dikembangkan menjadi metode Newton-Rhapson.
Presentasikan tulisan kelompok anda pada hari …….
Penilaian pada : isi tulisan (menjelaskan dengan baik
dan jelas, mengutip dan menyajikan tabel atau gambar
dengan benar, tidak melebihi batas maksimum
halaman). Jumlah halaman untuk presentasi tidak
dibatasi tetapi waktu presentasi dibatasi maksimal 10
menit. Penilaian pada : cara menyajikan, isi presentasi
(ringkas, jelas, tidak termasuk dalam salah satu atau
lebih 7 dosa besar POWER POINT).
INTEGRAL
• Integral dapat digunakan untuk memecahkan masalah
yang berkaitan dengan volume, luas, panjang kurva,
gaya pada bidang dan lainnya.
INTEGRAL
Laju
C(t)/t

Waktu (t)

Gambar: Laju perubahan konsentrasi terhadap waktu


INTEGRAL
• Bila laju perubahan konsentrasi polutan C, dinyatakan
dalam miligram per liter per jam, hitunglah konsentrasi
total polutan yang terlibat dalam reaksi selama selang
waktu 0 sampai t jam.
INTEGRAL
Laju reaksi
C(t)/t
b (a,b)

C = f(t)
A

(0,0) a
Waktu (t)

Gambar: Luas daerah di bawah kurva fungsi laju perubahan konsentrasi


terhadap waktu
INTEGRAL
y
b (a,b)

C = f(t)
A

x
(0,0) a

Gambar: Tafsiran luas daerah di bawah kurva fungsi laju perubahan


konsentrasi terhadap waktu sebagai luas segitiga (hampiran dengan segi tiga)
INTEGRAL
Bidang segi empat mulai dari titik ujung kanan (perkiraan tertinggi).
y
b (a,b)

Laju perubahan adalah


jumlah luas bidang
segi empat Ai = Ai.

A9
C = f(t)
A8
A7
A6
A4 A5 x
(0,0) A1 A2 A3 a

Gambar: Tafsiran luas daerah di bawah kurva fungsi laju perubahan konsentrasi
terhadap waktu sebagai luas segiempat (hampiran dengan segi empat)
INTEGRAL
Bidang segi empat mulai dari titik ujung kiri (perkiraan terendah).
y
b (a,b)

Laju perubahan adalah


jumlah luas bidang
segi empat Ai = Ai.

A9
C = f(t)
A8
A7
A6
A5 x
(0,0) A1 A2 A3 A4 a

Gambar: Tafsiran luas daerah di bawah kurva fungsi laju perubahan konsentrasi
terhadap waktu sebagai luas segiempat (hampiran dengan segi empat)
INTEGRAL
• Luas daerah di bawah kurva fungsi kontinyu adalah:
Sebagai limit

A  lim Rn  lim  f x1 x  f x2 x    f xn x


n  n 

Atau sebagai jumlah (dengan notasi sigma)


n
A   f xi x  f x1 x  f x2 x    f  xn x
i 1
INTEGRAL
• Perkiraan atau hampiran akan semakin baik bila jumlah
segi empat semakin banyak.
• Selanjutnya limit dari jumlah disebut integral.
n

 f x dx  lim  f x * x


n 
i 1
i

• Camkan: dalam ilmu alam dan ilmu sosial terdapat


berbagai besaran yang dapat ditafsirkan sebagai luas
daerah di bawah kurva dan ada beragam cara yang
praktis untuk menafsirkannya!
INTEGRAL
• Konsentrasi total polutan yang terlibat dalam reaksi
selama selang waktu 0 sampai t jam adalah luas antara
perkiraan tertinggi dan terendah.
INTEGRAL
y
b (a,b)

C = f(t)

x
(0,0) Ai a

Gambar: Tafsiran luas daerah di bawah kurva fungsi laju perubahan konsentrasi
terhadap waktu sebagai luas segiempat (hampiran dengan segi empat)
INTEGRAL
• Fakta: daripada menggunakan titik ujung kiri atau kanan,
tinggi persegi panjang dapat mengambil nilai f pada
sebarang bilangan dalam selang bagian ke-1 yang
disebut x*i. Sehingga luas daerah di bawah kurva fungsi
kontinyu menjadi:
A  lim Rn  lim  f x *1 x  f x *2 x    f x *n x 
n  n 

Atau sebagai jumlah (dengan notasi sigma)


n
A   f  xi x  f x *1 x  f  x *2 x    f  x *n x
i 1
INTEGRAL
y
b (a,b)

x*

x
(0,0) a
x
Gambar: Tafsiran luas daerah di bawah kurva fungsi laju perubahan konsentrasi
terhadap waktu sebagai luas segiempat (hampiran dengan segi empat)
INTEGRAL
Integral tentu
• Bila terdapat dua batas (pengintegralan) a dan b, maka:
b n

 f xdx  lim  f x * x


a
n
i 1
i
INTEGRAL
Laju reaksi
C(t)/t
b (a,b)

C = f(t)
a
A   f x dx
0

(0,0) a
Waktu (t)

Gambar: Luas daerah di bawah kurva fungsi laju perubahan konsentrasi


terhadap waktu
INTEGRAL
Aturan titik tengah
• Karena yang dicari adalah hampiran, maka lebih baik x*i
berupa titik tengah selang yang dinyatakan dengan x
sehingga diperoleh:

 f xdx   f x x  x f x    f x 


b n
i 1 n
a i 1

ba
dengan x 
n
dan x i   xi 1  xi   titik tengan [xi-1,x]
1
2
Tugas 6
Pesawat ulang alik Endeavour
diluncurkan pada tanggal 7 Mei
1992 dengan tujuan memasang
perlengkapan pada satelit
komunikasi Intelsat.
NASA menyediakan tabel data
kecepatan pesawat ulang alik pada
waktu tertentu dihitung sejak
peluncuran.

Gambar: Peluncuran pesawat ulang alik Endeavour


Sumber: [Link]
Tugas 6
Tabel: Kecepatan pesawat Endeavour pada waktu tertentu
Tahapan Waktu (detik) Kecepatan (kaki/detik)
Siap meluncur 0 0
Manuver putar mulai 10 185
Manuver putar selesai 15 319
Katup bahan bakar 20 447
sampai 89%
Katup bahan bakar 32 742
sampai 67%
Katup bahan bakar 59 1325
sampai 104%
Tekanan dinamik 62 1445
maksimal
Pemacu roket pejal lepas 125 4151
Tugas 6
• Gunakan data yang diberikan untuk memperkirakan
ketinggian pesawat Endeavour di atas permukaan bumi
62 detik setelah peluncuran.
• Dengan menggunakan bantuan MS Excel modelkan
data menggunakan polinom berderajat 3. Gunakan
model tersebut untuk menaksir ketinggian pada waktu
125 detik setelah peluncuran.
Tugas 7 (Kisi-kisi Ujian)
Air bersih dialirkan keluar dari reservoir ke dalam jaringan
distribusi pada laju r(t) 1000 liter tiap jam dengan grafik r
seperti yang diperlihatkan:
r 8

t
0
0 1 2 3 4 5
Tugas 7 (Kisi-kisi Ujian)
– Nyatakan banyaknya air bersih yang masuk ke dalam
jaringan distribusi selama empat jam pertama
sebagai integral tentu.
– Kemudian gunakan aturan titik tengah untuk
memperkirakan jumlah tersebut.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Persamaan diferensial adalah sebuah persamaan yang
mengandung suatu fungsi yang tak diketahui dan
beberapa turunannya.
• Kenapa persamaan diferensial? Karena dalam dunia
nyata kita seringkali ingin meramalkan perilaku pada
waktu yang akan datang berdasarkan pada berubahnya
nilai-nilai sekarang.
• Orde sebuah persamaan diferensial adalah turunan
tertinggi yang muncul dalam persamaan.
• Persamaan diferensial dapat dipecahkan dengan: (1)
rumus eksplisit, (2) pendekatan geometrik (grafik) atau
(3) pendekatan numerik.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Model pertumbuhan
• Sebuah model (fungsi) untuk pertumbuhan populasi
didasarkan pada asumsi: populasi bertambah dengan
laju yang sebanding dengan besarnya populasi (pada
kondisi ideal: lingkungan tak terbatas, nutrisi mencukupi,
tidak ada pemangsa, imunitas terhadap penyakit).
• Variabel yang terlibat: t = waktu (variabel bebas) dan P =
banyaknya individu dalam populasi (variabel tak bebas).
• Laju pertumbuhan adalah: turunan dP/dt, yang
sebanding dengan besarnya populasi.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Laju pertumbuhan adalah: turunan dP/dt, yang
sebanding dengan besarnya populasi.

dP
 kP
dt
Persamaan yang diperoleh adalah sebuah persamaan
diferensial dengan P adalah fungsi yang tidak diketahui,
dP/dt adalah turunnya dan k menyatakan konstanta
perbandingan.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Jika kita hilangkan populasi yang besarnya 0 maka P(t)
> 0 untuk setiap t.
• Jika k > 0, maka P’(t) > 0 untuk setiap t.
• Artinya populasi selalu bertambah atau laju
pertumbuhan meningkat bila populasi bertambah.
• Artinya solusi dari persamaan diferensial pertumbuhan
adalah suatu fungsi yang turunannya adalah kelipatan
konstan dari fungsi itu sendiri.
• Fungsi yang mempunyai sifat semacam itu adalah fungsi
eksponensial.
   
P' t   C kekt  k Cekt  kPt 
PERSAMAAN DIFERENSIAL
PERSAMAAN DIFERENSIAL

Catch me if
you can! Grrrrrrah!!!
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Persamaan diferensial umum
• Persamaan diferensial adalah sebuah persamaan yang
mengandung suatu fungsi yang tak diketahui dan
beberapa turunannya.
• Contoh: y’ = xy dimana y adalah fungsi yang tidak
diketahui dari x dan y’ adalah turunan dari fungsi y.
• Bila ada sebuah fungsi f, maka fungsi f disebut solusi
atau penyelesaian suatu persamaan diferensial jika
persamaan itu dipenuhi ketika y = f(x) dan turunan-
turunannya disubstitusikan ke dalam persamaan menjadi
f’(x) = xf(x) untuk semua nilai x dalam selang tertentu.
PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Jumlah relatif kucing dan kelinci menurut catatan Perusahaan Hudson’s Bay
antara tahun 1845 – 1935
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Camkan:
Tidak ada teknik yang sistematis untuk menyelesaikan
semua persamaan diferensial, selain dengan metode
analitis (rumus eksplisit) juga dapat dilakukan dengan
menggambar grafik solusi atau membuat hampiran
numerik.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Metode geometrik (grafik medan arah)
• Carilah solusi dari persamaan diferensial y’ = x + y untuk
y(0) = 1
• Persamaan mengisyaratkan kemiringan di setiap titik (x ,
y) pada grafik (yang merupakan kurva solusi) adalah
sama dengan jumlah koordinat x dan y di titik tersebut.
• Kemiringan pada kurva yang melalui (0,1) adalah 0 + 1 =
1. Jadi sepotong kecil kurva solusi dekat titik (0,1)
tampak seperti sepotong garis pendek yang melalui titik
(0,1) dengan kemiringan 1.
PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Sebuah solusi dari y’ = x + y


PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Kurva solusi yang melalui (0,1)


PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Bila digambarkan garis-garis kemiringan di sejumlah titik
(x , y) dengan kemiringan x + y akan diperoleh medan
arah.
• Dengan medan arah akan dapat diperkirakan bentuk
kurva solusi.
PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Medan arah untuk y’ = x + y


PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Kurva solusi untuk y’ = x + y yang melalui (0,1)


PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Bagaimana medan arah untuk persamaan diferensial
y’ = x2 + y2 – 1 ?
• Bagaimana kurva solusi persamaan diferensial melalui
titik asal?
• Bagaimana kurva solusi persamaan diferensial melalui
titik-titik lain?
PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Medan arah untuk y’ = x2 + y2 - 1


PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Kurva solusi untuk y’ = x2 + y2 - 1 melalui titik asal


PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Medan arah untuk y’ = x2 + y2 - 1


PERSAMAAN DIFERENSIAL

Gambar: Kurva solusi untuk y’ = x2 + y2 - 1 melalui titik-titik lain


Tugas 8
• Diberikan medan arah untuk persamaan diferensial
y’ = y – e-x. Gambarkanlah grafik solusi yang memenuhi
syarat: y(0) = 0; y(0) = 1 dan y(0) = -1.
Tugas 8
• Gambarkan medan arah dan tiga kurva solusi untuk
persamaan diferensial y’ = x - y.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Metode Euler (hampiran numerik)
• Gagasan medan arah juga dapat digunakan untuk
memperoleh hampiran numerik untuk solusi persamaan
diferensial.
• Diawali dengan menggunakan sebuah garis singgung
pada sebuah titik untuk membuat hampiran linier dari
kurva solusi, selanjutnya membuat koreksi di tengah jalan
dengan mengubah arah garis singgung berdasarkan
kemiringan pada titik yang baru. Bila koreksi dilakukan
berulang kali pada jarak yang pendek maka akan
diperoleh rangkaian garis singgung yang menghampiri
kurva solusi.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Camkan: jarak antara satu koreksi arah dengan koreksi
arah berikutnya disebut ukuran langkah (stepsize). Solusi
Euler hanya memberikan hampiran solusi sebuah
persamaan diferensial. Hampiran akan semakin baik bila
ukuran langkah semakin kecil.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
y

Kurva solusi

y = L(x); garis singgung pada titik (0 , a)


a

0 x

Gambar: Hampiran pertama Euler


PERSAMAAN DIFERENSIAL
y

Kurva solusi

y2
y1

0 x1 x

Gambar: Hampiran Euler dengan dua langkah


PERSAMAAN DIFERENSIAL
y

y4
Kurva solusi
y3

y2
y1

0 x1 x2 x3 x

Gambar: Hampiran Euler dengan empat langkah


PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Secara umum: untuk y’ = F(x , y); y(x0) = y0 dengan ukuran
langkah h diperoleh nilai hampiran:
– y1 = y0 + hF(x0 , y0)
– y2 = y1 + hF(x1 , y1) dan seterusnya
– Dengan x1 = x0 + h; x2 = x1 + h dan seterusnya
• Secara umum yn = yn – 1 + hF(xn – 1 , yn – 1)
PERSAMAAN DIFERENSIAL
• Bagaimana solusi Euler untuk persamaan diferensial
y’ = x + y untuk y(0) = 1 dengan ukuran langkah 0,1?
• Dengan h = 0,1, x0 = 0, y0 = 1 dan F(x , y) = x + y
diperoleh:
– y1 = y0 + hF(x , y) = 1 + 0,1(0 + 1) = 1,1
– y2 = y1 + hF(x1 , y1) = 1,1 + 0,1(0,1 + 1,1) = 1,22
– y3 = y2 + hF(x2 , y2) = 1,22 + 0,1(0,2 + 1,22) = 1,362
– dan seterusnya
• Hampiran yang dihasilkan melalui metode Euler pada n
yang cukup besar akan mendekati suatu limit.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
n xn yn
yn 1 0 1
4
2 0.1 1.1
3 0.2 1.22
4 0.3 1.362
5 0.4 1.5282
3 6 0.5 1.72102
7 0.6 1.943122
8 0.7 2.197424
9 0.8 2.487178
2 10 0.9 2.815895
11 1 3.187485

0 xn
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1

Gambar: Hampiran Euler untuk y’ = x + y pada y(0) = 1 dengan h = 0,1 dan n = 10


PERSAMAAN DIFERENSIAL
Metode rumus eksplisit
• Terdapat beberapa bentuk persamaan diferensial,
diantaranya:
– Persamaan diferensial terpisahkan
dy g x 
 g x h y  atau
dy

dx dx h y 
– Persamaan diferensial logistik
dP  P dP  P
 kP1   atau  kP1    c atau
dt  K dt  K
dP  P  m 
 kP1  1  
dt  K  P 
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Metode rumus eksplisit
• Terdapat beberapa bentuk persamaan diferensial
diantaranya:
– Persamaan diferensial linier

 P ( x) y  Q x 
dy
dx
– Persamaan diferensial Bernoulli

 P ( x) y  Q x  y n
dy
dx
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Persamaan diferensial terpisahkan
• Solusi untuk persamaan diferesial :
dy g x 

dx h y 
adalah :
d  y  g x 

d  x  h y 
 h y dy  g x dx
  h y dy   g x dx
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Persamaan diferensial terpisahkan
Dalam teknik lingkungan sering dijumpai fenomena yang
berhubungan dengan
(1) masalah pencampuran, misalnya : pembuangan limbah
ke sungai atau danau, penambahan bahan kimia dalam
proses pengolahan air.
(2) Masalah pertumbuhan, misalnya: pertumbuhan
penduduk yang berhubungan dengan pertumbuhan
konsumsi air bersih, pertumbuhan mikroorganisme di
dalam reaktor pengolah air limbah.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran

difusi, dispersi,
pencampuran
(mixing)

Gambar: Sumber-sumber pencemaran pada badan air


PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran
Contoh: Sebuah tangki dengan kapasitas tetap diisi
dengan suatu larutan campuran. Suatu larutan dengan
konsentrasi tertentu memasuki tangki dengan laju tetap.
Larutan campuran di dalam tangki teraduk rata. Larutan
campuran meninggalkan tangki dengan laju tetap, yang
mungkin berbeda dengan laju masuk.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran
Jika y(t) menyatakan jumlah larutan dalam tangki pada saat
t, maka y’(t) adalah laju perubahan larutan di dalam tangki
yang merupakan laju pertambahan dikurangi laju
pengurangannya.
Inflow, Qin

y ' t    laju masuk   laju keluar 


dy
dt
y’(t)

Outflow, Qout
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran
Jika pada keadaan awal tangki berisi 20 kg garam yang
dilarutkan dalam 5000 L air, kemudian terjadi aliran masuk
ke dalam tangki yang mengandung 0,03 kg garam per liter
dengan laju 25 L/menit, larutan di dalam tangki teraduk rata
dan aliran keluar meninggalkan tangki dengan laju yang
sama dengan aliran masuk, berapakah banyaknya garam
di dalam tangki setelah setengah jam?
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran
Misalkan y(t) menyatakan jumlah garam dalam kilogram
setelah t menit. Bila y(0) = 20 dan ingin diketahui y(30)
maka dapat disusun sebuah persamaan diferensial yang
memenuhi y(t) untuk laju perubahan jumlah garam dy/dt.

 laju masuk   laju keluar 


dy
dt
Laju masuk = 0,03 (kg/L) x 25 (L/menit) = 0,75 kg/menit
Karena laju aliran masuk sama dengan laju aliran keluar
maka tangki selalu berisi 5000 L air sehingga konsentrasi
garam pada waktu t adalah: y t  (kilogram/L)
5000
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran
Karena larutan garam keluar meninggalkan tangki dengan
laju 25 L/menit maka:
Laju keluar = y t  (kg/L) x 25 (L/menit) = y t  kg/menit
5000 200
Jadi diperoleh:
 laju masuk   laju keluar 
dy
dt
dy y t  150  y t 
 0,75  
dt 200 200
dy dt
  (Persamaan diferensial terpisahkan)
150  yt  200
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran
Solusi persamaan diferensial:
dy dt
 150  yt    200
 ln 150  y t  
t
C
200
Karena y(0) = 20 diperoleh C = - ln 130
Sehingga:

 ln 150  y t  
t
 ln 130
200
150  yt   ln 130et 200
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pencampuran
Karena y(t) kontinyu dan y(0) = 20 dan ruas kanan tidak
pernah sama dengan 0 maka 150 – y(t) selalu positif
sehingga: 150  yt   150  yt 
dan: 150  yt   130et 200

yt   150  130e t 200

yang merupakan solusi dari persamaan diferensial dan


fungsi banyaknya garam pada waktu t.
Banyaknya garam setelah 30 menit:
y30  150  130e30 200  38 kg
PERSAMAAN
y
DIFERENSIAL
150

120

yt   150  130e t 200


90

60

30

t
0
0 200 400 600 800 1000

Gambar: Grafik jumlah garam di dalam tangki


PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan

Daya tampung
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Contoh: Data populasi penduduk diberikan pada tabel
berikut:
Tahun Populasi (jiwa)
1990 16500
1991 17500
1992 18600
1993 20700
1994 23000
1995 25200
1996 30200
1997 37000
1998 44500
1999 53000
2000 57700
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Dengan mengasumsikan laju pertumbuhan sebanding
dengan populasi, gunakan data pada tabel untuk
memperkirakan jumlah penduduk pada tahun 2010.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Secara umum jika y(t) adalah nilai suatu kuantitas y pada
saat t dan jika laju perubahan y terhadap t sebanding
dengan besarnya y(t) pada waktu sebarang, maka :

dy
 ky dengan k konstanta perbandingan
dt
dy
  kdt (persamaan diferensial terpisahkan)
y
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Solusi persamaan diferensial:
dy
 y   kdt
ln y  kt  C
y  ekt C  eC ekt
y  Aekt dengan A = ± eC atau 0
Bila y(0) = y0 (populasi pada t = 0 adalah populasi awal y0)
akan diperoleh:
y t   y0 e kt atau P t   P0 e kt yang merupakan solusi dari
persamaan diferensial dan fungsi populasi pada waktu t.
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Bagaimana menentukan nilai konstanta perbandingan k?
Berdasarkan data P(0) = 16500 jiwa sehingga :
Pt   P0e kt  16500e kt

dan P(10) = 53000 akan diperoleh :


P10  16500e k 10  53000
53000
e10k 
16500
1 53000
k  ln  0,12
10 16500
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Dalam konteks masalah pertumbuhan konstanta
perbandingan k dikenal dengan sebutan laju
pertumbuhan relatif. Sehingga k = 0,12 berarti laju
pertumbuhan relatif populasi adalah 12% per tahun.
Sehingga populasi pada sebarang t menjadi :
Pt   16500e0,12t
PERSAMAAN DIFERENSIAL
P
80000

60000

Pt   16500e0,12t
40000

20000

t
0
1990 1992 1994 1996 1998 2000
Data Ramalan

Gambar: Grafik pertumbuhan populasi


PERSAMAAN DIFERENSIAL
P
80

60

40

20

t
0
0 4 8 12 16

Gambar: Data populasi protozoa Paramecium di dalam cawan petri


PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Di alam, suatu populasi seringkali pada awalnya meningkat
secara eksponensial kemudian melambat dan akhirnya
mendekati kapasitas tampung (K) karena sumber daya
yang terbatas. Kapasitas tampung menunjukkan jumlah
populasi maksimum yang dapat dipertahankan oleh
lingkungan dalam jangka panjang.
Persamaan diferensial untuk pertumbuhan populasi
dengan daya tampung adalah :
d P   P
 kP1  
d t   K
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Persamaan diferensial tersebut dikenal dengan sebagai
persamaan diferensial logistik.
Bila P < K maka P/K mendekati nol dan dP/dt  kP
Bila P  K maka P/K  1 sehingga dP/dt  0
Bila P > K maka 1 – P/K negatif sehingga dP/dt <kP dan
populasi turun
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
Solusi analitis persamaan diferensial logistik adalah :
d P   P
 kP1  
d t   K
dP
 P1  P / K    kdt
1 K 1 1
karena    maka
P1  P / K  PK  P  P K  P
1 1 
  P K  P dP   kdt
 
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
ln P  ln K  P  kt  C
K P
ln  kt  C
P
K P
 Ae kt
P
K
1  Ae  kt
P
P 1

K 1  Ae  kt
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Masalah pertumbuhan
K
P
1  Ae  kt
K  P0
Jika pada t = 0, P = P0 maka  Ae0  A
P0
Jadi solusi persamaan diferensial logistik adalah
K  P0
Pt  
K
 kt dengan A
1  Ae P0
PERSAMAAN DIFERENSIAL
P
80

60

40

20

t
0
0 4 8 12 16

Gambar: Data populasi protozoa Paramecium di dalam cawan petri


PERSAMAAN DIFERENSIAL
P
80

60

40

20

t
0
0 4 8 12 16

Gambar: Data dan perkiraan populasi protozoa Paramecium di dalam cawan


petri
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Persamaan neraca massa: plug – flow system
Akumulasi = input – output ± laju perubahan
d VC 
 QC  QC  C   rV
dt

A
QC Q(C+C)

x
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Persamaan neraca massa: plug – flow system
Dimana V adalah perubahan volume kendali, C adalah
konsentrasi, Q adalah debit aliran dan r adalah laju
perubahan. Pada kondisi aliran tunak (steady) dQ/dt = 0
dan bila penampang diasumsikan tetap maka dA/dx = 0
yang menyebabkan kecepatan konstan. Dengan
penambahan volume yang juga konstan diperoleh V = Ax.
Sehingga diperoleh :
dC QC QC QC
   r
dt Ax Ax Ax (persamaan diferensial
parsial)
PERSAMAAN DIFERENSIAL
Persamaan neraca massa: plug – flow system
Solusi persamaan diferensial adalah :

C  C0 exp  kx u 
Dimana : C0 adalah konsentrasi awal (pada sumber) atau
pada x = 0, x jarak dan u kecepatan aliran sehingga x/u
adalah waktu perjalanan (travel time).
Tugas 9 (Kisi-kisi Ujian)
Sebuah tangki dengan kapasitas 1000 L diisi dengan air.
Suatu larutan yang mengandung 0,05 kg garam per liter air
memasuki tangki dengan laju 5 L/menit. Larutan yang
mengandung 0,04 kg garam per liter air memasuki tangki
dengan laju 10 L/menit. dengan konsentrasi tertentu
memasuki tangki dengan laju tetap. Larutan campuran di
dalam tangki teraduk rata. Larutan campuran
meninggalkan tangki dengan laju 15 L/menit. Berapa
banyak garam dalam tangki setelah t menit dan setelah 1
jam.
Tugas
Tugas dikerjakan dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri
dari 5 – 6 orang. Urutan tampil ditentukan melalui undian.
Setiap kelompok menunjuk satu orang sebagai juru bicara.
Yang sudah tampil sebelumnya tidak boleh tampil lagi
sebagai juru bicara.
Tugas 11
Sebuah instalasi pengolah air limbah membuang air
limbahnya ke dalam sungai. Bila konsentrasi awal BOD
(Biological Oxygen Demand) di dalam sungai pada titik
pembuangan limbah adalah 10 mg/L dan kecepatan aliran
air di dalam sungai 0,4 m/detik, tentukanlah jarak hingga
konsentrasi BOD di dalam sungai kurang dari ambang
batas 1,0 mg/L yang dihitung dari tempat pembuangan air
limbah bila diperoleh data pengukuran sebagai mana yang
ditampilkan pada tabel berikut.
Tugas 11
x (km) C (mg/L)
0 10
0.5 9.4
1 9.1
2 8.4
3 7.6
5 6.4
10 4.2
20 1.9
Petunjuk: plotlah C/C0 vs x untuk mendapatkan fungsi yang
mungkin dan kemudian periksa kecocokan fungsi, plotlah
ln C vs x atau ln (C/C0) vs x/uave untuk mendapatkan
konstanta reaksi peluruhan (decay rate constant).
Tugas 11
Jawaban diberikan dalam bentuk tulisan singkat (maksimal
5 halaman tidak termasuk sampul depan). Tulisan
dilengkapi dengan uraian persamaan yang digunakan dan
grafik/gambar yang sesuai. Penilaian pada : isi tulisan
(menjawab pertanyaan, logis, sistematis, jelas, asumsi
yang memenuhi common sense, mengutip sumber dan
menyajikan tabel serta gambar dengan benar, tidak
melebihi batas maksimum halaman).

Anda mungkin juga menyukai