0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
335 tayangan5 halaman

Klasifikasi dan Gejala Hipermetropi

Dokumen tersebut membahas tentang hipermetropia ringan yang didefinisikan sebagai kondisi dimana sinar cahaya datang dari jarak jauh dibiaskan di belakang retina mata. Klasifikasi hipermetropia terdiri dari hipermetropia manifes, total, dan laten. Gejala hipermetropia ringan adalah kesulitan melihat objek dekat dan sakit kepala akibat akomodasi berlebihan. Diagnosis didasarkan pada anamnesis, p

Diunggah oleh

shalwanabilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
335 tayangan5 halaman

Klasifikasi dan Gejala Hipermetropi

Dokumen tersebut membahas tentang hipermetropia ringan yang didefinisikan sebagai kondisi dimana sinar cahaya datang dari jarak jauh dibiaskan di belakang retina mata. Klasifikasi hipermetropia terdiri dari hipermetropia manifes, total, dan laten. Gejala hipermetropia ringan adalah kesulitan melihat objek dekat dan sakit kepala akibat akomodasi berlebihan. Diagnosis didasarkan pada anamnesis, p

Diunggah oleh

shalwanabilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIPERMETROPI RINGAN (4A)

Definisi : (rabun dekat) sinar sejajar yang datang


dari jarak tak terhingga oleh mata dalam
keadaan istirahat dibiaskan di belakang retina
Klasifikasi :
• Hipermetrop manifes : Hipermetrop yang
dapat dilihat dengan koreksi kacamata tanpa
sikloplegik
• Hipermetrop total : Hipermetrop yang didapat
setelah memberikan sikloplegik ( akomodasi
ditiadakan )  hasilnya lebih besar daripada
hipermetrop manifes
• Hipermetrop laten  selisih antara
hipermetrop total dengan hipermetrop
manifes
Etiologi :
• Hipermetrop dapat disebabkan oleh :
– Hipermetrop Refraktif  Akibat pembiasan lemah
– Hipermetrop Aksial akibat sumbu mata terlalu
pendek
• Pasien dengan hipermetrop sering akomodasi.
Akomodasi yang terus menerus menyebabkan mata
cepat lelah, sakit kepala, dll  Astenopia akomodatif
• Kadang – kadang terdapat pada anak balita 
berkurang secara berangsur-angsur.
• Hipermetrop yang dibiarkan  strabismus konvergensi
• Pada orang muda hipermetrop ringan – sedang dapat
diatasi dengan akomodasi.
Gejala :
• penglihatan kurang jelas utk objek dekat
• penglihatan tidak enak dan sakit kepala frontal
pd penggunaan mata yg lama dan membaca
dekat
• mata sensitif sinar
• spasme akomodasi yg dpt menimbulkan
pseudomiopia, dpt diikuti mata juling

Diagnosis : Anamnesis, visus disertai pinhole,


trial lens & trial frame
Terapi : Lensa sferis positif terkuat yang
memberikan tajam penglihatan maksimal

Komplikasi :
• Esotropia, akibat akomodasi berlebihan
• Glaukoma sekunder, akibat hipertrofi siliar dan
mempersempit sudut bilik mata
• ambliopia

Prognosis : bonam

Anda mungkin juga menyukai