SAMPLING
(teknik pengambilan sampel)
Ariel Dalesar
Hanif Raihan
POPULASI
Populasi
kelompok keseluruhan orang, peristiwa atau sesuatu
yang ingin diselidiki oleh peneliti.
Populasi sasaran
Tujuan utama penarikan sampel adalah untuk
memperoleh informasi tentang populasi.
Oleh karena itu sejak awal perlu mengidentifikasi
populasi secara tepat dan akurat.
Contoh :
Populasi sasaran untuk penelitian
persepsi akuntan adalah para akuntan.
Populasi sasaran untuk calon mahasiswa potensial adalah siswa
SMU dll
Elemen
suatu anggota tunggal dari populasi.
Jika terdapat 200 penumpang pesawat dalam suatu penerbangan,
maka setiap penumpang pesawat tersebut merupakan elemen dari
populasi.
Sampel
beberapa anggota atau suatu bagian (subset) dari populasi.
Hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi.
Sehingga sebagaian elemen dari populasi merupakan sampel.
penting dalam penelitian
berkaitan dengan kredibilitas dan mutu penelitian serta biaya
penelitian yang harus di bayar.
Alasan diperlukannya sampel dalam penelitian :
Sulit mengambil seluruh populasi (sensus) menjadi data penelitian,
karena:
(a) populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak
mungkin seluruh elemen diteliti;
(b) keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia,
membuat peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari
elemen penelitian;
(c) bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa
lebih reliabel daripada terhadap populasi
misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan
memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga
banyak terjadi kekeliruan. (Uma Sekaran, 1992);
(d) jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh
elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal,
misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk
Mengapa dalam penelitian digunakan sampel dan
apakah sampel dapat dikatakan mewakili seluruh
populasi?
Sampel dapat mewakili seluruh populasi, apabila:
Sampel harus mengandung dua kriteria yaitu cermat (accuracy) dan
tepat (precission).
Kriteria cermat dimaksudkan agar sampel yang diambil tidak
akan bias sehingga sampel dapat memberikan reaksi yang tidak
berlebih atau kurang tetapi memberikan reaksi wajar.
Kriteria tepat mengandung arti sampel yang diambil dapat
mewakili dengan wajar keseluruhan populasi tersebut. Oleh
karena itu aspek ketepatan ini mengandung pengukuran
standard yang dapat ditoleransi terhadap kemungkinan
kesalahan pengambil sampel.
Menggunakan teknik pengambilan sampel (teknik sampling) yang
sesuai dengan strategi penelitian yang dilakukan.
SAMPLING
• Sampling adalah proses memilih suatu jumlah
unsur populasi yang mencukupi dari populasi,
sehingga dengan mempelajari sampel dan
memahami karakteristiknya memungkinkan
untuk untuk menggeneralisasikan karakteristik
tersebut pada seluruh anggota populasi.
• Kategori Sampling
– Probability Sampling dan
– Nonprobability sampling
PROBABILITY SAMPLING
• Probability sampling yaitu proses pengambilan
sampel yang menjamin adanya peluang bahwa
setiap unsur populasi dipilih sebagai anggota
sampel.
• Probability sampling meliputi:
– random sampling,
– systematic sampling,
– stratified random sampling,
– cluster sampling,
– area sampling dan
– duble sampling
NONPROBABILITY SAMPLING
• Adalah proses pengambilan sampel yang tidak
menjamin adanya peluang bahwa setiap unsure
poppulasi dipilih sebagai anggota sampel.
• Meliputi:
– convenience sampling,
– judgement sampling,
– quota sampling
– snowball sampling.
Ukuran Sampel
Syarat sampel yang baik adalah:
tingkat ketepatan (precision)
seberapa dekat estimasi peneliti berdasarkan sampel
yang terpilih terhadap karakteristik yang sebenarmya
dari populasi
tingkat kepercayaan (confidence)
derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan
sebuah sampel
Confidence level 95%-99%.
Semakin tinggi Condidence level semakin dapat
dipercaya data tersebut.
Ukuran Sampel
Ukuran sampel dapat pula ditentukan dengan menggunakan
rumus slovin (1960):
N
n=
1 + N e2
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena
kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat
ditolerir atau diinginkan, misalnya 2%
Ukuran Sampel
Dalam menentukan ukuran/jumlah sampel juga perlu memperhatikan
pedoman kasar yang dikemukakan oleh Roscoe dalam Sekaran (2000), yaitu:
Jumlah sampel yang paling sesuai untuk hampir semua penelitian
adalah 30 < n < 500
Apabila sampel dibagi ke dalam beberapa kategori/subsampel jumlah
sampel minimum untuk tiap kategori adalah 30
Dalam penelitian multivariate(multiple regression analysis) jumlah
sampel harus beberapa kali (sekitar 10 kali atau lebih) lipat dari
jumlah variabel dalam penelitian.
Untuk penelitian eksperimen yang sederhana dengan pengendalian
ekperimental yang ketat, penelitian yang baik dapat dilakukan dengan
menggunakan sampel sekitar 10 sampai 20.
Ukuran Sampel
Ukuran minimum sampel yang dapat diterima
berdasarkan desain/metode penelitian yang
digunakan menurut Gay (1976):
Deskriptif, minimal 10 % dari populasi. Untuk populasi
yang relatif kecil minimal minimal 20%.
Desain deskriptif-korelasional, minimal 30 subjek
Metode ex post facto, minimal 15 subyek per kelompok
Metode eksperimental, minimal 15 subyek
Penggunaan kaidah di atas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi
populasi dan keadaan lain yang berkaitan
DESAIN SAMPLING
A. Probability Sampling
Simple random sampling
Systematic sampling
Stratified random sampling
Cluster sampling
Area Sampling
Double sampling
B. Non Probability Sampling
Convenience sampling
Purposive Sampling
Judgment sampling
Quota sampling
Snowball sampling
PS: Simple Random Sampling
Seluruh elemen dalam populasi diperhitungkan dan tiap elemen
mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai objek
Kelebihan: kemampuan generalisasi hasil penenmuan tinggi
Kelemahan: Tidak seefisien stratified sampling
Setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk
bisa dipilih menjadi sampel. Prosedurnya :
Susun “sampling frame”
Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
Tentukan alat pemilihan sampel
Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi
PS: Systematic Sampling
• Setiap elemen ke n dari populasi dipilih, mulai
dari anggota tertentu dalam kerangka
populasi
• Kelebihan: Mudah dilakukan bila kerangka
populasinya tersedia
• Kelemahan: Dimungkinkan terjadinya bias
sistematik
PS: Stratified Random Sampling
Populasi dibagi ke dalam kelompok tertentu kemudian
subyek diambil:
dalam proporsi jumlah yang sebenarnya dan perbandingannya
(proporsionate)
berdasarkan criteria selain jumlah populasi sebenarnya
(disproporsionate)
Kelebihan: Paling efisien di antara semua desain probabilitas
semua kelompok terwakili jumlahnya
Kelemahan:
Stratified harus memiliki arti tertentu
lebih memakan waktu dibandingkan dengan simple random
sampling
kerangka populasi untuk tiap kelompok/strata diperlukan.
Dari setiap stratum yang dibentuk, dipilih sampel
secara acak. Prosedurnya :
1. Siapkan “sampling frame”
2. Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata
yang dikehendaki
3. Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum
4. Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.
PS: Cluster Sampling
Teknik ini biasa juga diterjemahkan dengan cara
pengambilan sampel berdasarkan gugus.
Dalam sampel gugus, setiap gugus boleh mengandung
unsur yang karakteristiknya berbeda-beda atau heterogen.
Kelebihan: Dalam cluster geografis , biaya pengumpulan
datanya rendah
Kelemahan: Paling kurang dapat diandalkan & kurang
efisien diantara desain probabilitas lainnya karena sub-sub
dari kelompok lebih cenderung homogen daripada
heterogen.
Prosedur cluster sampling:
– Susun sampling frame berdasarkan gugus
– Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai
sampel
– Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acak
– Teliti setiap sampel yang ada dalam gugus sampel
PS: Area Sampling
• Cluster sampling dalam suatu daerah/lokasi
tertentu
• Kelebihan: Biayanya efektif, berguna untuk
keputusan yang berhubungan dengan lokasi
tertentu
• Kelemahan: Memakan waktu untuk
mengumpulkan data dari suatu lokasi.
PS: Double Sampling
• Sampel atau sub sampel yang sama diteliti
dua kali
• Kelebihan: Menawarkan infomasi yang lebih
rinci dalam topik penelitian
• Kelemahan: Original bias individu mungkin
tidak senang merespon untuk kedua kali
NPS: Convenience Sampling
Anggota populasi yang paling mudah ditemui dipilih sebagai subyek
Kelebihan: Cepat, mudah, tidak mahal
Kelemahan: Tidak dapat digeneralisasikan sama sekali
Disebut juga: accidental sampling – tidak disengaja – atau juga
captive sample (man-on-the-street)
Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian
penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang
sampelnya diambil secara acak (random).
NPS: Purposive Sampling
• sampel diambil dengan maksud atau tujuan
tertentu
Judgement Sampling:
1. Subyek dipilih berdasarkan keahlian dalam bidang
yang diteliti
2. Kelebihan: Kadang merupakan satu-satunya cara
untuk menyelidiki
3. Kelemahan: Kemampuan generalisasinya
dipertanyakan, tidak dapat digeneralisasikan ke
seluruh populasi
NPS: Purposive Sampling
Quota sampling
1. Subyek dipilih yang paling mudah ditemui
dari kelompok yang ditargetkan berdasar
jumlah kuota yangtelah ditentukan
sebelumnya
2. Kelebihan: Sangat berguna bila partisipasi
kelompok minoritas diperlukan dalam suatu
penelitian
3. Kelemahan: Tidak dapat digeneralisasikan
dengan mudah
NPS: Snowball Sampling
• Memilih unit yang karakteristiknya jarang, unit selanjutnya
ditunjukkan responden sebelumnya
• Hanya untuk penerapan yang sangat khusus
• Kelemahan: Keterwakilan dari karakteristik yang jarang tidak
terlihat dalam pemilihan sampel
• Metode ini biasa digunakan untuk meneliti kelompok eksklusif
(tertutup) misalnya: gay, lesbian, pecandu narkotik, dll.