100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
108 tayangan11 halaman

Risiko dan Penanganan di Cold Storage

PT Windhu Blambangan Sejati merupakan perusahaan pengolahan ikan, udang, dan octopus yang berlokasi di Kota Banyuwangi. Proses utama perusahaan adalah pembongkaran, pemindahan, dan pembersihan barang di cold storage. Analisis risiko menunjukkan bahaya ergonomi, fisik, dan mekanik merupakan risiko terbesar yang perlu diatasi dengan menyediakan alat pelindung diri, mengatur jam istirahat, dan melatih kesadaran ke

Diunggah oleh

Herdy Perdana W
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
108 tayangan11 halaman

Risiko dan Penanganan di Cold Storage

PT Windhu Blambangan Sejati merupakan perusahaan pengolahan ikan, udang, dan octopus yang berlokasi di Kota Banyuwangi. Proses utama perusahaan adalah pembongkaran, pemindahan, dan pembersihan barang di cold storage. Analisis risiko menunjukkan bahaya ergonomi, fisik, dan mekanik merupakan risiko terbesar yang perlu diatasi dengan menyediakan alat pelindung diri, mengatur jam istirahat, dan melatih kesadaran ke

Diunggah oleh

Herdy Perdana W
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIGIENE INDUSTRI II

COLD STORAGE

Herdy Perdana Wicaksono101711123006


Ribka Agustina Kahayanti 101711123025
Rinda Ardila Megasari 101711123016
Gambaran Umum
 PT Windhu Blambangan Sejati merupakan industri yang terletak di
Kota Banyuwangi, bergerak di bidang pengolahan ikan,
udang, dan octopus hingga di simpan dalam Cold Storage
 Pasti akan ada selalu proses yang dinamakan pembongkaran.
Pembongkaran merupakan proses yang melibatkan transportasi
pembawa ikan, udang atau octopus yang nantinya akan dimasukkan
dalam proses penyimpanan cold storange maupun sebaliknya.
 Satu kali pembongkaran terjadi kurang lebih 2-3 jam, dimana
dalam proses tersebut melibatkan tenaga kerja dan operator
forklift untuk menyelesaikan pekerjaan pembongkaran
 Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pembongkaran akan terpapar
suhu dingin sekitar -10OC hingga -25OC. Alat bantu forklift
dalam proses pengangkutan adalah menggunakan palet yang berasal
dari bahan kayu
Dampak Bahaya

Safety •


Bahaya mekanik
Bahaya elektrik
Bahaya kebakaran

Hazard • Bahaya peledakan

Health •


Bahaya Fisik
Bahaya Kimia
Bahaya Biologi

Hazard •

Bahaya Ergonomi
Bahaya Psikologi

Ratnasari (2009)
Dampak yang dapat ditemui :
SAFETY HAZARD
Bahaya Mekanik Perkerja tertabrak Forklift, Operator Forklift tidak bisa
mengendalikan karena lintasan licin

Bahaya Elektrik Arus pendek listrik


Bahaya Kebakaran Pekerja membuang rokok sembarangan , dan Arus pendek listrik
Bahaya Peledakan Tabung Hidrogen

HEALTH HAZARD
Bahaya Fisik Suhu Ekstream
Bahaya Kimia Debu dari palet
Bahaya Biologi Tidak ada
Bahaya Ergonomi Postur tubuh ketika berkerja
Bahaya Psikologi Stress kerja
Upaya Penanganan
Penanganan dapat dilakukan ketika telah melakukan Risk
Assesment
4 Tahap Risk Assesment :

Identifikasi Analisis Evaluasi Pengendalian


Bahaya Risiko Risiko Risiko
Tabel risk Assessment berdasarkan AS/NZ 4360 Risk Management Guideline
Tingkat Likelihood
5 Hampir pasti Terjadi hampir di semua keadaan. 100% terjadi
4 Sangat mungkin Sangat mungkin terjadi disemua keadaan, hampir 100%
terjadi
3 Mungkin Dapat terjadi sewaktu-waktu
2 Kurang Mungkin Mungkin terjadi sewaktu- waktu, potensi terjadi tahunan

1 Jarang Hanya terdapat terjadi pada keadaan tertentu


Tingkat Severity
1 Sangat Ringan Tidak ada kecelakaan, sedikit kerugian, kerusakan
peralatan ringan
2 Rendah P3K, Penanganan di tempat, kerugian finansial sedang
3 Sedang Penanganan kecelakaan tingkat sedang, perawatan
medis, kerumah sakit
4 Tinggi Kecelakaan besar, kehilangan kemampuan produksi,
kerugian financial besar, cacat permanen
5 Sangat Tinggi Kematian 1 orang atau lebih, keracunan hingga luar area
dengan efek gangguan kerugian financial sangat besar
Severity
Likelihood

Rendah (1-4) : Risiko rendah atau ringan karena masih dapat diterima
Sedang (5-12) : Risiko sedang, memerlukan keputusan manajemen untuk meneruskan
pekerjaan dan tindakan untuk mengurangi risiko sampai batas yang diterima
Tinggi (15-25) : Risiko tinggi , kegiatan tidak boleh dilaksanakan sampai risiko direduksi
ILUSTRASI
Berikut Hasil Risk Assesment Di PT Windhu Blambangan Sejati
No Aktifitas Pekerjaan Bahaya Konsekuensi Likelihood Severity Tingkat Pengendalian
Risiko
1 Bongkaran Ergonomi Mudah Lelah 4 3 12 Shift kerja dan pengaturan jam istirahat
dan low back (Sedang) , pemanasan
pain
Psikologi Srees kerja 3 3 9 Shift kerja dan pengaturan jam istirahat,
(Sedang) pemanasan , pemberian musik

Bahaya Tertabrak 2 3 6 Pemberian penerangan dan sistem alarm


Mekanik Forklift (Sedang) dan Instruksi Kerja
2 Pemindahan Barang Ergonomi Mudah Lelah 4 3 12 Shift kerja dan pengaturan jam istirahat,
Menggunakan Forklift (Sedang) dan perbaikan forklift

Fisik Terkena 4 4 16 Pemberian APD Jaket tebal hingga


Frosbite , (High) penutup kepala , sarung tangan savety
kedinginan boots, pemberian gizi seimbang,
Istirahat
Bahaya Tergelicir 3 4 12 Penurunan kecepatan forklift,
Mekanik (Sedang) pemberian penerangan
3 Pembersihan Cold Ergonomi Mudah Lelah 2 2 4 Shift kerja dan pengaturan jam istirahat
Storange (Rendah) , pemanasan, Alat bantu pekerjaan

Fisik Terkena 3 2 6 Pemberian APD Jaket tebal hingga


Frosbite , (Sedang) penutup kepala , sarung tangan savety
kedinginan boots, pemberian gizi seimbang
Kimia Terkena 3 3 6 Pemberian Masker
gangguan (Sedang)
pernafasan
4 Pengecekan Forklift Ergonomi Low Back 1 1 1 Pemanasan sebelum bekerja
dan Pengisian Tenaga Pain (Rendah)
Forklift
Listrik Tersetrum 1 3 3 Pemberian Instruksi Kerja
(Rendah)
Saran :
 Pekerja dilengkapi dengan peralatan yang dapat mencegah risiko
 Diberikan pendidikan/pelatihan sesuai pekerjaannya
 SOP yang diperbarui, juga memberikan safety talk agar pekerja
selalu bekerja dengan hati hati
 perlu memperhatikan terhadap konstruksi gedung beserta
kelengkapan operasionalisasinya terhadap bahaya yang mungkin
terjadi serta kode/instruksi pelaksanaannya berupa pamflet
maupun poster untuk selalu mengingatkan para pekerja dalam
mengutamakan keselamatan dalam bekerja
 Untuk memberikan rasa aman dan nyaman perlu diperhatikan
kualitas udara, kualitas pencahayaan, display unit (tata ruang dan
alat) peralatan, hygiene dan sanitasi, psikososial, pemeliharaan
maupun aspek lain dari para pekerja

Anda mungkin juga menyukai