100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
515 tayangan36 halaman

Analisis Pengujian Dynamometer Pompa

Dokumen tersebut membahas mengenai pengujian pompa sumur minyak menggunakan alat dynamometer. Secara ringkas, dynamometer digunakan untuk mengukur dan merekam beban pada bagian atas rangkaian pipa sepanjang siklus pemompaan, yang dapat menunjukkan kebocoran valve, counter balance effect, serta kinerja pompa secara keseluruhan.

Diunggah oleh

Al Azdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
515 tayangan36 halaman

Analisis Pengujian Dynamometer Pompa

Dokumen tersebut membahas mengenai pengujian pompa sumur minyak menggunakan alat dynamometer. Secara ringkas, dynamometer digunakan untuk mengukur dan merekam beban pada bagian atas rangkaian pipa sepanjang siklus pemompaan, yang dapat menunjukkan kebocoran valve, counter balance effect, serta kinerja pompa secara keseluruhan.

Diunggah oleh

Al Azdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGUJIAN DENGAN ALAT DYNAMOMETER

PENGERTIAN UMUM

• DYNAMOMETER : alat yang dipakai untuk mengukur dan


merekam beban pada bagian atas rangkaian pipa sepanjang
siklus pemompaan.
• DYNAMOGRAPH : Rekaman beban pada bagian atas rangkaian
pipa sepanjang siklus pemompaan.
• PUMP CARD : Gambaran beban pada pompa (hasil perhitungan
dari gambar dinagraf) selama berlangsung gerakan pompa
sepanjang satu siklus pemompaan.
GAYA-GAYA UTAMA YANG BEKERJA
PADA SUMUR POMPA ANGGUK

• BEBAN RANGKAIAN
• BEBAN FLUIDA
• GERAK GETAR HARMONIS (SIMPLE HARMONIC
MOTION)
• TORQUE
• GESEKAN (FRICTION)
POMPA ANGGUK
PERALATAN POMPA ANGGUK
PERALATAN POMPA ANGGUK
A. PERMUKAAN
A. PERMUKAAN

TAMPAK DEPAN TAMPAK SAMPING


TAMPAK DEPAN TAMPAK SAMPING
TAIL BEARING

PITMAN
HORSE
WALKING BEAM
HEAD CRANK

BRIDDLE SADDLE CRANK SHAFT


BEARING

GEAR REDUCER

CARRIER BAR
SAMSON
POLISHED ROD POST
STUFFING BOX PITMAN

FLOWLINE BEARING
TEE

CASING HEAD

CASING
PRIME MOVER
COUNTER WEIGHT
SUCKER ROD
POMPA ANGGUK
PERALATAN
PERALATANPOMPA
POMPAANGGUK
ANGGUK
B. BAWAH PERMUKAA PERMUKAAN
B. BAWAH PERMUKAA PERMUKAAN
POLISHED ROD TRANSDUCER
HORSE SHOE TRANSDUCER
PERBANDINGAN ANTARA
PRT dan HST
POLISHED ROD TRANSDUCER HORSE SHOE TRANSDUCER
• Cepat dan mudah untuk • Pemasangan lebih sulit
dipasang • Memerlukan personil dan alat
• Tidak memerlukan personil yang lebih banyak
dan alat yang banyak • Akurat
• Tidak akurat • Dapat dipakai untuk
• Tidak dapat dipakai untuk membalans pompa
membalans pompa • Biasanya dipakai untuk
• Biasanya dipakai untuk survei survei yang lebih mendetail
permulaan
DYNAGRAPH
a. Ideal
DYNAGRAPH
a. Ideal

14 000

12 000
SURFACE CARD
10 000

8 000

6 000
Sumur 6600’
Tangkai pompa 7/8”, 3/4”, 3/8”
pompa 1 1/4”, 10,6 SPM, 84” Stroke
4 000
Tidak dijangkar

2000
PUMP LOAD, LBS

PUMP CARD
0

-2 000

-4 000

0 1 2 3 4 5 6 7 8
PUMP DISPLACEMENT, FEET
DYNAGRAF HASIL
SIMULASI
KOMPUTER
KEUNTUNGAN PENGGUNAAN
DIGITAL DYNAMOMETER

 TIDAK MEMERLUKAN AHLI DYNAGRAF


 WAKTU YANG DIGUNAKAN LEBIH CEPAT
 MENGURANGI KESALAHAN PERHITUNG-AN YANG
DISEBABKAN OLEH FAKTOR MANUSIA.
 DISAJIKAN SECARA MUDAH DIME-NGERTI DAN
INFORMATIF.
PERALATAN
• Komputer Laptop
• Catu Tenaga (Power Supply biasanya Battery mobil)
• Analog To Digital Converter & Associated Electronic
• Dynamometer : Horse shoe tansducer (HST) dan Polished Rod
Tranducer (PRT)
• Rod Clamp (minimal 2 untuk Pengukuran Counter Balance Effect
dengan HST)
• Rantai (untuk Pengukuran Counter Balance Effect dengan HST).
• Meteran.
• Peralatan lian seperti kunci pipa, kunci pas, lap pembersih dan lain-
lain.
SKEMA PERALATAN
Master
Floppy disk Floppy
Drive A Disk
DC-DC LAB TOP
Sumber Listrik
Converter KOMPUTER
12 Volt DC

Hard disk
Drive C
AC-DC
Converter

Lain-
Lain

WELL ANALYZER
Analog to Digital Converter
dan elektronik yang lain
Sumber Listrik DC-DC
110 Volt AC Converter Perangkat Keras
Arus Listrik
& Tenaga Listrik

Perangkat Perangkat
Keras Keras
Akustik Dinamometer
URUT-URUTAN PENGUJIAN

• Pengujian Dynamometer
• Pengujian kebocoran valve
• Pengujian Efek Counter Balance
PEMASANGAN DYNAMOMETER
Jenis PRT

1. Masukkan semua data yang diperlukan


2. Sambungkan sensor dengan alat Digital Analog Converter
3. Hentikan pompa sampai mendekati posisi paling bawah pada downstoke
4. Pastikan tempat pemasangan PRT bersih dan bebas karat serta goresan. Gunakan
sikat kawat untuk membersihkan bila perlu.
5. Pasang alat sekitar 15 cm dibawah carrier bar dan berjarak secukupnya dengan
stuffing box sehingga bila bergerak tidak menabrak stuffing box (pemasangan tidak
boleh terbalik).
6. Kencangkan seperlunya (ada guidance pada manual mengenai seberapa kencang yang
diperlukan).
7. Setelah alat dipasang pengukuran dapat dilakukan.
PEMASANGAN DYNAMOMETER
Jenis HST
1. Masukkan semua data yang diperlukan
2. Hentikan pompa sampai mendekati 1/3 posisi paling bawah pada downstroke.
Pasang rem sehingga batang diam.
3. Pasang clamp pertama diatas stuffing box.
4. Kendorkan rem dan turunkan carrier bar secukupnya (jangan terlalu lebar).
Setelah cukup rem dipasang lagi. Dudukkan HST diatas carrier bar dan pasang
clamp kedua diatas HST (HST dijepit Carrier Bar dan Clamp kedua).
5. Kendorkan clamp pertama secara hati-hati sehingga batang pompa perlahan-
lahan turun sehingga clamp permanent (pada bagian atas batang) duduk dengan
perlahan diatas clamp kedua.
6. Setelah duduk dengan baik maka clamp pertama dicopot sehingga beban batang
ditahan oleh HST sepenuhnya.
7. Sambungkan sensor terpasang dengan peralatan Digital Analog Converter
8. Setelah alat dipasang pengukuran dapat dilakukan.
PEN”COPOT”AN DYNAMOMETER
Jenis HST

1. Hentikan pompa sampai mendekati 1/3 posisi paling bawah pada downstroke.
Pasang rem sehingga batang diam.
2. Pasang clamp pertama (yang tidak terpasang selama pengujian) diatas stuffing box.
3. Copot sambungan kabel ke sensor
4. Turunkan carrier bar secukupnya (rem dilepas) setelah cukup rem dipasang kembali
sehingga batang diam. Kendorkan dan copot clamp kedua (yang terpasang diatas
HST) dan ambillah HST (dengan memegang pegangannya).
5. Jalankan pompa perlahan-lahan keatas sehingga clamp pertama tidak duduk diatas
stuffing box dan beban batang disangga oleh carrier bar. Kendorkan clamp pertama
sehingga dapat dicopot.
6. Jalankan pompa seperti biasa.
HASIL UJI DYNAMOMETER
PENGUJIAN VALVE
MENGUKUR COUNTER BALANCE EFFECT

1. Mendapatkan pengukuran dengan cara


meng”clamp” polished rod yang sedang
bergerak naik. Posisi crank adalah horizontal.
Ini bisa dilakukan apabila besarnya beban CB
lebih kecil disbanding dengan beban batang+
fuida.
2. Mendapatkan pengukuran dengan cara merantai
”clamp” pada polished rod ke well head pada waktu
polished sedang bergerak turun (downstroke). Posisi
crank adalah horizontal. Ini bisa dilakukan apabila
besarnya beban CB melebihi beban batang+ fuida.
Rantai dipasang supaya
ANALISA TORSI
ANALISA DYNAMOMETER
• Pump fillage (PRT dan HST)
• Kebocoran traveling valve atau standing valve (PRT dan HST)
• Pump displacement dalam BLPD (PRT dan HST)
• Effective plunger travel (PRT dan HST)
• Kecepatan pemompaan waktu diuji (PRT dan HST)
• Beban fluida pada pompa (PRT dan HST)
• Apakah beban maksimum dan minimum masih dalam toleransi menara dan batang (PRT
dan HST)
• Berapa horse power pada batang atau pompa (PRT dan HST)
• Apakah torsi maksimum masih dalam batas kemampuan gear box (HST)
• Apakah unit pompa dibalans dengan baik (HST)
• Berapa jauh diperlukan pergeseran counter weight bila unit tidak balans (HST)
• Apakah diperlukan analisa yang lebih teliti atau bahkan perancangan kembali unit pompa
POWER/CURRENT SURVEY

DARI DIDAPATKAN KETERANGAN (LANGSUNG DILAPANGAN):

• Penggunaan tenaga listrik dalam satu siklus pemompaan


• Arus listrik yang digunakan termasuk yang ditimbulkan oleh gerakan
pompa
• Konsumsi listrik dalam pengertian KWH/hari, $/bulan dan $/BBL
• Apakah motor yang dipakai kebesaran atau kekecilan
• Torsi selama satu siklus
• Apakah unit pompa dibalans dengan baik
• Berapa jauh diperlukan pergeseran counter weight bila unit tidak
balans
POMPA NORMAL TERISI PENUH
KANDIDAT UNTUK KENAIKAN PRODUKSI

1. FULL PUMP - ANCHORED TUBING 2. FULL PUMP - UNANCHORED TUBING


OR TUBING ANCHORED NOT HOLDING

POMPA TIDAK TERISI PENUH


GEJALA LIQUID POUNDING

3. SLIGHT FLUID POUND - ANCHORED TUBING 7. COMPLETELY PUMPED OFF -


5. SEVERE FLUID POUND - ANCHORED TUBING
ANCHORED TUBING

4. SLIGHT FLUID POUND - UNANCHORED TUBING 6. SEVERE FLUID POUND - UNANCHORED TUBING
8. COMPLETELY PUMPED OFF - UNANCHORED TUBING
POMPA TERISI GAS

9. GAS INTERFERENCE 10. SEVERE GAS INTERFERENCE

11. GAS LOCKED PUMP


12. COMBINED LEAKING STANDING VALVE AND GAS
INTERFERENCE
VALVE TIDAK BEKERJA DENGAN BAIK

14. SEVERE TRAVELING VALVE OR PLUNGER


13. LEAKING TRAVELING VALVE OR PLUNGER LEAK

16. SEVERE STANDING


15. LEAKING STANDING VALVE
VALVE LEAK
PROBLEM MEKANIS

24. Actually PARTED RODS. The other 2 cases


WORN OUT PUMP and PARTED RODS/FLOWING
WELLS Cases look the same
29. PUMP HITTING DOWN (SPACED TOO LOW) 30. PUMP HITTING UP (SPACED TOO HIGH)

19. TRAVELING AND STANDING VALVE


BALLS SPLIT IN HALF 28. PARTED RODS, GAS LOCK or FLOWING WELLS
(Cases look the same)
26. SANDED UP PUMP - STUCK PLUNGER

36. WORN OR SPLIT BARREL 34. PARTED TUBING


35. BENT OR STICKING BARREL
(an extreme case)
(an extreme case)
MINYAK TERLALU KENTAL ATAU BEKU

31. FULL PUMP - FLUID FRICTION 32. FULL PUMP - FLUID ACCELERATION
(FRICTION)
PENGUKURAN DENGAN SENSOR LISTRIK
CONTOH KASUS
FRICTION
CONTOH KASUS
TORSI TERLALU BESAR
CONTOH KASUS TRAVELLING VALVE BOCOR

Anda mungkin juga menyukai