0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan35 halaman

Sifat-Sifat Fluida dan Karakteristiknya

Fluida memiliki sifat-sifat khusus seperti rapat massa, kekentalan, tekanan uap, tegangan permukaan, kompresibilitas, elastisitas, dan kapilaritas. Sifat-sifat ini mempengaruhi perilaku dan interaksi fluida dengan lingkungannya.

Diunggah oleh

Valent
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan35 halaman

Sifat-Sifat Fluida dan Karakteristiknya

Fluida memiliki sifat-sifat khusus seperti rapat massa, kekentalan, tekanan uap, tegangan permukaan, kompresibilitas, elastisitas, dan kapilaritas. Sifat-sifat ini mempengaruhi perilaku dan interaksi fluida dengan lingkungannya.

Diunggah oleh

Valent
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SIFAT-SIFAT FLUIDA

NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

1. ANTON IMBIRI
2. ELVIS SIEP UAGA
3. MUTHIHA M GULTOM
4. SEM LANGKUN
5. VINSENSIUS SALNI OTA’
PENGERTIAN FLUIDA
• Fluida adalah suatu zat yang mempunyai kemampuan
berubah ubah secara kontinyu apabila mengalami
geseran, atau segala jenis zat yang dapat mengalir
• Dalam keadaan diam atau dalam keadaan
keseimbangan,fluida tidak mampu menahan gaya geser
yang bekerja padanya dan oleh sebab itu fluida mudah
berubah bentuk tampa pemisahan massa
Fluida dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu gas dan
cairan yang mempunyai perbedaan sifat, yaitu :
• Gas tidak mempunyai permukaan bebas dan massanya
selalu berkembang mengisi seluruh ruangan, serta
mampu dimampatkan (compressible).
• Cairanmempunyai permukaan bebas, massanya akan
mengisi volume ruangan tertentu sesuai dengan
volumenya, serta tidak mampu dimampatkan
(incompressible).
SIFAT SIFAT FLUIDA
Semua fluida nyata (gas dan zat cair) memiliki sifat-sifat khusus
yang dapat diketahui, antara lain: rapat massa (density),
kekentalan (viscosity), kemampatan (compressibility), tegangan
permukaan (surface tension), dan kapilaritas (capillarity). Beberapa
sifat fluida pada kenyataannya merupakan kombinasi dari sifat-sifat
fluida lainnya. Sebagai contoh kekentalan kinematik melibatkan
kekentalan dinamik dan rapat massa.
Sejauh yang kita ketahui, fluida adalah gugusan yang tersusun atas
molekul-molekul dengan jarak pisah yang besar untuk gas dan kecil
untuk zat cair. Molekul-molekul itu tidak terikat, melainkan saling
bergerak bebas terhadap satu sama lain.
Tabel System Satuan
Sistim Massa Panjang Waktu Gaya g

SI Kg m S N 1 Kgm/n2

British Slug Ft S Lb 1 sluf ft/lbs2

Metrik, Cgs g Cm S Dyn 19 cm/dyn.s2

Metrik, Mks Kg M S Kgf 9,81 kgm/kgfs2


SIFAT-SIFAT FLUIDA

• Berat jenis dan Rapat Massa


• Kerapatan
• Kekentalan (viskositas)
• Tekanan Uap
• Tegangan Permukaan(surface Tension)
• Kemampatan(compresibility)
• Elastisitas
• Kapilaritas
A. RAPAT MASSA(ρ) dan BERAT JENIS ( )
- RAPAT MASSA(ρ)

Rapat massa fluida cair adalah besarnya massa fluida tiap satuan volume.
ρ = m/υ
dimana : m = massa (kg)
v = volum (m3)
(SI) kg/m3 ; (cgs) gr/cm3 ; (BS) lbm/ft3 (slug/ft3 )
Contoh: Air mempunyai ρ = 1000 kg/m3 = 1,94 lbm/ft3
- BERAT JENIS ( )
Berat Jenis (specific weight) dari suatu benda adalah besarnya gaya grafitasi
yang bekerja pada suatu massa dari suatu satuan volume, oleh karena itu
berat jenis dapat didefinisikan sebagai : berat tiap satuan

w  .v.g
     .g
v v

() air = rapat massa air ( kg/m3)


g = grafitasi ( 9,81 m/dtk² )
( )air = berat jenis (9,81 x 1000)
= 9810 N/m3
Rapat massa air ( air) pada suhu 4 C dan pada
tekanan atmosfer (ptm) adalah 1000 kg/m3. Berat
jenis (g ) adalah berat benda persatuan volume pada
temperatur dan tekanan tertentu, dan berat suatu
benda adalah hasil kali antara rapat massa ( ) dan
percepatan gravitasi (g).
B. KERAPATAN CAIRAN dan KERAPATAN
RELATIF
• Kerapatan cairan adalah suatu ukuran dari konsentrasi massa dan
dinyatakan dalam bentuk massa tiap satuan volume. Oleh karena
temperatur dan tekanan mempunyai pengaruh (walaupun sedikit) maka
kerapatan cairan dapat didefinisikan sebagai : massa tiap satuan volume
pada suatu temperatur dan tekanan tertentu.

m
 
v
Kerapatan dari air pada tekanan standard/tekanan atmosfer (760 mm Hg)
dan temperatur 4 oC adalah 1000 kg/m 3.
.

• Kerapatan relatif ( S ) adalah suatu cairan ( specific density ) didefinisikan


sebagai perbandingan antara kerapatan dari cairan tersebut dengan
kerapatan air.
kerapatan cairan cairan
s 
kerapatan air air
Tabel Kerapatan Massa
[Link]
Viskositas atau kekentalan dari suatu cairan adalah salah satu sifat cairan yang menentukan besarnya
perlawanan terhadap gaya geser. Viskositas terjadi terutama karena adanya interaksi antara molekul-
molekul cairan.
Kekentalan dibagi jadi 2 yaitu kekentalan Dinamik dan Kinematik
[Link] Dinamik
µ = (F/A)/(dV/dY)

µ = Kekentalan dinamik (Pa.s)


F = Gaya geser (N)
A = Luas bidang geser (m2 )
V = Kecepatan geser (m/s)
y = Tebal lapisan fluida (m)
[Link] Kinematik

Kekentalan kinematik adalah kekentalan yang dikombinasikan dengan


rapat massanya, yaitu perbandingan kekentalan dinamik dengan rapat
massa.

v 

v = kekentalan kinematic
 = kekentalan absolut/dinamik
 = kerapatan massa fluida
Perubahan Bentuk Akibat dari Penerapan Gaya Gaya Geser Tetap

U Lempengan bergerak
F
v

dy y

Lempengan diam
dv

Dua lempengan besar sejajar terpisah dengan jarak y yang kecil, ruang diantara kedua lempengan diisi
oleh fluida. Anggaplah lempengan yang atas digerakkan dengan gaya tetap F dan bergerak dengan
kecepatan U.
Fluida yang bersentuhan dengan lempengan atas akan melekat
padanya dan akan bergerak dengan kecepatan U, dan fluida yang
bersentuhan dengan lempengan yang diam akan mempunyai kecepatan
nol.
Jika jarak y dan kecepatan U tidak terlalu besar, maka variasi kecepatan
(gradien) akan merupakan suatu garis lurus.
Percobaan telah menunjukkan bahwa gaya F berubah-ubah bersama
dengan luas lempengan, dengan kecepatan U, dan berlawanan dengan
jarak y. Akibat segi tiga yang sebangun, U/y = dV/dy,
D. Tekanan Uap

• Tekanan Uap adalah suatu tekanan yang dihasilkan oleh molekul-


molekul uap didalam ruang tertutup.
• Tekan uap bisa terjadi apabila ada penguapan pada prosesnya, tekan uap
tergantung pada bertambahnya temperatur yang menyertainya.
• Semakin besar bertambahnya temperatur semakin besar tekanan uap
yang dihasilkan, apabila fluidanya dianggap konstan.
E. Tegangan permukaan
Tegangan permukaan adalah kerja yang harus dilakukan untuk membawa cukup
banyak molekul dari sebelah dalam cairan tersebut ke permukaan untuk membentuk
satu satuan luas tertentu dari permukaan tersebut. (Nm/m²).Kerja tersebut secara
numerik sama dengan gaya tangensial yang bekerja melintasi garis khayal dari satuan
panjang pada permukaan (Nm).

Tegangan Permukaan pada Pipa Kapiler Berat fluida pada pipa kapiler = gaya vertikal
akibat tegangan permukaan
γ π R2 h = 2 π R σ cos θ
h = (2 σ cos θ)/ γ R
h = Ketinggian zat cair dalam pipa kapiler (m)
γ = Berat jenis zat cair (N/m3 )
θ = Sudut kontak (O)
R = Jari-jari tabung (m)
• Contoh bagaimana efek dari Tegangan Permukaan terjadi pada sebuah
silet jika diletakkan secara perlahan diatas air,maka silet tersebut tidak akan
tengelam akibat adanya tegangan permukaan air.
F. Kompresibilitas( Kemampatan)
• Kompresibilitas rata-rata adalah perubahan volume mula-mula per satuan
perubahan tekanan

 
 v  / v

1 (v)
p v p

• pertambahan tekanan membuat penurunan volume sehingga persamaan


diberi tanda negatif, akan tetapi nilai  tetap positif
• pada saat pertambahan tekanan maka suhu dapat berubah atau tetap
Kompresibilitas

untuk suhu tetap (isotermik) maka nilai 

1  v 
 T    
v  p  T
untuk suhu berubah (isentropik) maka nilai 

1  v 
 S    
v  p  S
Dalam termodinamika didefinisikan
• Cp = panas jenis pada tekanan tetap
• Cv = panas jenis pada volume tetap
Kompresibilitas

Untuk cairan, proses perubahan suhu yang terjadi sangat kecil (pada proses
adiabatik), sehingga dianggap :
T = S (pada suhu tertentu)
[Link]

• Elastisitas adalah kebalikan dari kompressibilitas


• digunakan parameter E yaitu modulus elastisitas (bulk modulus of elasticity)
(dp ) 1
E 
(dv) / v  T
H. KAPILARITAS
Kapilaritas terjadi akibat adanya gaya kohesi dan adesi antar molekul, jika
kohesi lebih kecil dari pada adesi maka zat air akan naik dan sebaliknya jika
lebih besar maka zat cair akan turun. Kenaikan atau penurunan zat cair di
dalam suatu tabung dapat dihitung dengan menyamakan gaya angkat yang
dibentuk oleh tegangan permukaan dengan gaya berat
Conto peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari- hari.

- Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor sehingga kompor


bias dinyalakan.
- Air dari akar dapat naik pada batang pohon melalui pembuluh kayu.
Selain kentungan Kapilaritas juga dapat menimbulkan beberapa
masalah yaitu
- Air hujan dapat merembes dari dinding luar sehingga dinding dalam
juga basah
- Air dari dinding bawah rumah merembes naik melalui batu bata
menuju keatas sehingga dinding lembab.
I. Rapat Relatif (Specific Gravity)

• Rapat Relatif (Specific Gravity) Rapat relatif adalah perbandingan rapat


massa fluida dengan rapat massa air pada suhu 4°C, tekanan 1 atm.

S = ρ/ρair

Rapat relatif tidak mempunyai satuan.

Contoh : S oli = 0,825 artinya ρ oli = 825 kg/m3


CONTOH SOAL 1
Suatu cairan mengalir pada suatu pelat
udaramiring dalam bentuk lapisan tipis setebal t seperti
pada

pelat

Bagian atas (permukaan) dari cairan yang mengalir diatas pelat tersebut berhubungan
dengan udara yang hampir tidak menyebabkan hambatan pada aliran. Dengan
menggunakan hukum Newton untuk viscositas tentukan harga
du / dx. Apaka keadaan ini akan terdapat pembagian kecepatan yang linear ?
• Perubahan du/dz antara dasar dan permukaan yang
menunjukkan adanya perubahan dari kemiringan
lengkung pembagian kecepatan. Dengan demikian
kecepatan pada sumbu z tidak linier.
SEKIAN
&
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai