Proses Pengeringan Kertas di Dryer Section
Proses Pengeringan Kertas di Dryer Section
1 Tujuan Training
2 Basic Theory
3 Equipment
4 Process Control
5 Troubleshooting
1
Drying Process
1 Tujuan Training
2 Basic Theory
3 Equipment
4 Process Control
5 Troubleshooting
2
Tujuan Training Drying Process
1 Tujuan Training
2 Basic Theory
3 Equipment
4 Process Control
5 Troubleshooting
4
TEORI DASAR
PENGUAPAN
5
Pendahuluan
• Di wire dan press
section air dibuang
secara mekanikal.
9
STEAM
Perubahan Energy Air - Steam
334 J
2259 J
418 J
1 gram
10
STEAM
• Puncak transfer panas
berlangsung ketika
terjadi perubahan
phase dari steam
menjadi kondensate
(Kondensasi steam)
12
STEAM
Superheated Steam
Saturated Steam
• Ilustrasi di samping
menjelaskan bahwa
kemampuan transfer panas
(Overall Heat Transfer
Coefficient) superheated
steam jauh lebih rendah
dari saturated steam.
13
Transfer Panas dari Steam ke Kertas
• Kertas kering salah satunya karena
terjadinya transfer panas dari steam
di dalam cylinder dryer ke
permukaan kertas.
SCALE
• Scale ini terbentuk karena
terjadinya karat didalam cylinder
dryer.
SCALE
• Terjadinya karat di dalam cylinder
dryer terjadi pada saat shutdown,
dimana cylinder diam dan ada
kondensat serta oksigen di dalam
cylinder dryer.
20
Mengoptimalkan Transfer Panas
VARIABLE CARANYA
21
Transfer Massa (Penguapan)
AIR
• Semua molekul air saling
berinteraksi satu sama lain
melaui ikatan hidrogen.
AIR
• Bila energi kinetik molekul
air ini lebih besar dari energi T
23
Transfer Massa (Penguapan)
AIR
• Kecepatan air menguap tidak
ditentukan hanya oleh energi
kinetik saja tapi juga
ditentukan oleh tekanan
disekitar air akan menguap.
24
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
• Udara kering kebanyakan
terdiri dari “Oksigen” dan
“Nitrogen”. Mereka bergerak
secara bebas.
• Pergerakan ini menimbulkan
pressure. Sehingga total
pressure udara adalah:
25
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
• Uap air juga berupa gas.
26
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
• Pada awalnya jumlah uap air sedikit
diudara, maka akan semakin banyak uap air
yang bisa ditampung oleh udara.
27
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
• Dengan menaikan suhu udara, maka molekul
air akan lebih cepat bergerak.
29
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
Penguapan masih bisa berlangsung di 100 % RH
jika tekanan uap air di pengeringan permukaan
melebihi dari air pada suhu yang sama, yaitu
permukaan pengeringan lebih panas dari sekitarnya
udara jenuh.
30
Transfer Massa (Penguapan)
VARIABLE CARANYA
Naikan nilai Kurangi lapisan udara
“K” pada permukaan kertas
Naikan nilai Naikan area penguapan
“A” (optimize zero level)
• Pada phase 1
Kertas berada di permukaan cylinder
dryer tetapi tidak ada tekanan dari
kanvas, perpindahan panas hanya
sedikit terjadi, begitu juga dengan
penguapan.
• Pada phase 2
Kanvas menekan kertas dengan kuat,
sehingga lapisan udara berkurang.
Perpindahan panas sangat besar,
temperature kertas meningkat.
Penguapan hanya terjadi menembus
kanvas. 32
Tahap Pengeringan di Dryer Section
• Pada phase 3
Kanvas mulai meninggalkan cylinder
dryer, penguapan sisi cylinder pada
kertas meningkat tajam.
• Pada phase 4
Pengupan terus berlangsung karena
perbedaan pressure air dalam kertas
dengan perussure udara sekitar.
33
Kesimbangan Material dalam Drying Process
• Udara atmosfer hampir tidak
pernah kering dan mengandung
sejumlah uap air, yang tergantung
pada suhu udara dan jumlah uap
air yang tersedia.
34
Kesimbangan Material dalam Drying Process
• Udara hangat dapat menyerap
uap air lebih dari volume yang
sama dari udara dingin. Sehingga
kondisi udara di dryer section
penting.
T
T
35
Jumlah Udara yang Dibutuhkan untuk 1 ton
Kertas LWC
40
Hood Balance
42
Molekul Air di dalam Fiber
• Air yang berada diantara dinding fiber sulit untuk
dikeluarkan karena air berada dicelah-celah yang
sempit.
43
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Lembaran kertas adalah sebuah element
yang rumit, air dan uap air dapat
berpindah pada sumbu Z (tebal kertas)
44
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Ketika uap air terkondensasi, uap air
melepaskan panas.
• Panas ini diterima oleh lembaran kertas,
sehingga temperature di dalam kertas
meningkat
45
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Efek kapilaritas membuat air mengisi
celah yang kosong.
46
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Tetapi bila penguapan terlalu cepat, akan mengakibatkan
permukaan fiber yang ada di permukaan kertas akan kering dan
mulai berikatan satu sama lain.
• Hal ini akan menutup ruang antara fiber dan mencegah uap air
yang ada di dalam kertas meninggalkan kertas.
• Sebagai hasil, bagian tengah kertas pada sumbu Z akan basah dan
yang dipermukaan akan kering.
47
GAYA YANG MEMPENGARUHI EXTERNAL
DAN INTERNAL PERMUKAAN FIBER
Ketika lembaran Ketika air menguap dari dalam lumen, terjadi gaya
kertas memasuki tarik menarik sehingga daerah lumen menghilang.
dryer section, gaya
tegangan permukaan Fiber kelihatan semakin bengkok dan kontak antara
fiber membuat fiber fiber semakin besar.
saling menyatu.
Seberapa besar kontak antara fiber tergantung pada
proses yang terjadi di refining. 48
FIBER SHRINKAGE
• Ketika air didalam lumen
(dinding dalam fiber)
menghilang, fiber mulai
mengalami shrinkage cross
direction.
51
SHRINKAGE PADA KERTAS
55
Drying Process
1 Tujuan Training
2 Basic Theory
3 Equipment
4 Process Control
5 Troubleshooting
56
Cylinder Dryer Design
58
Kondensat Di Dalam Cylinder Dryer
59
Spoil Bar
• Dengan adanya “Spoiler Bars” atau
“Turbulator” lapisan kondensat disekeliling
cylinder dryer (rimming) akan pecah
merata di sekeliling cylinder.
60
Spoil Bar
• Spring / Pegas yang ada untuk
memberikan ruang spoil bar
mengalami pemuaian dan
penyusutan, selama steam masuk
kedalam cylinder dryer.
• Hal ini akan membuat heat transfer akan terhalangi oleh lapisan
condensate.
61
Syphon
• Tapak syphon terletak diujung luar spoil bar.
62
Kondensate System
• Kondensate keluar dari dalam cylinder dryer karena
perbedaan tekanan didalam cylinder dryer dengan di luar
cylinder dryer.
• Dimana tekanan didalam cylinder P
dryer lebih tinggi dari di diluar
cylinder dryer.
P
Kondensate
valve
System P
P
Ke
Kondensate
kondenser
valve
• Terkondensasinya flash
steam, volume gas flash
steam menjadi turun,
sehingga tekanan flash
steam akan turun.
66
Ke steam group
Kondensate Flash steam
valve
berikutnya
System P
P
Ke
Kondensate
kondenser
valve
68
Steam dan Kondensate System
0.90 0.40
0.30
0.60
< 0.60
Flash steam akan bisa masuk ke steam group berikutnya selagi tekanan
steam di dalam separator lebih tinggi dari pada tekanan ke steam group
tersebut.
71
Steam dan Kondensate System
0.80 0.45
0.30
0.50
< 0.50
Bila tekanan flash steam di dalam separator lebih kecil atau sama dari
steam group berikut yg dimasukinya maka flash steam tdk bisa masuk.
0.80 0.45
0.30
0.50
0.55
Bila bukaan valve lebih dari 75% maka valve flash steam yang ke
kondenser (heat exchanger) mulai membuka.
73
Steam dan Kondensate System
0.80 0.45
0.30
0.50
0.55
74
Steam dan Kondensate System
78
Hood Ventilasi Sistem
80
Aliran Udara di dalam Hood Ventilasi Sistem
• Area di atas dryer cylinder (bagian atas dalam hood) juga harus
diatur humidity nya agar tidak terjadi kondensasi. Untuk itu udara
kering yang disemprotkan perlu di atur temperaturnya tetap tinggi.
81
ZERO LEVEL
• Untuk mengoptimumkan terjadinya penguapan air
dari kertas, maka perlu dijaga “ZERO LEVEL”.
82
APA ITU ZERO LEVEL?
• Akibat thermal proses
(penguapan) , tekanan di bagian HOOD
dalam atas hood lebih besar
karena banyaknya uap air.
Fresh Water
Warm
Fresh Water
Water
Udara dingin
dari luar Hood
• Jumlah udara panas yang dihisap
ini akan berkurang bila pipa-pipa
Heat
Exchanger
ini ada yang tersumbat.
Udara panas Make up
Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
84
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem
Heat
Exchanger
Heat
Exchanger
89
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem
• Sisa panas seterusnya digunakan untuk memanasi air
sebelum keluar dari system.
• Prinsip pemanasan, air dilewati
melalui pipa-pipa kecil, dan udara
Exhaust fan panas yang melewati akan memanasi
pipa-pipa tersebut, kemudian terjadi
Fresh Water transfer panas dari pipa ke air.
Warm
Fresh Water
Water • Shower berfungsi untuk
Udara dingin membersihkan pipa-pipa
dari luar Hood
yang ada di jalur exhaust
Heat fan, yang beroperasi secra
Exchanger
priodik.
Udara panas Make up
Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
90
Safety di Hood System
PM Hood merupakan salah satu area dengan tingkat
resiko kebakaran yang tinggi
• Kertas merupakan bahan yang
sangat mudah terbakar.
• Banyaknya jumlah udara yang
disupply ke dalam hood membawa
Oksigen yang cukup banyak sebagai
media terjadinya kebakaran.
• Sumber panas/api bisa terjadi dari
spark/metal yang bergesek, kertas
yang bergesekan dengan canvas dan
jurnal roll yang berputar atau debu
kertas di pipa/ducting panas dll.
PENTING !
SETELAH SELESAI THREADING, SEMUA BROKE DAN SISA SERPIHAN KERTAS
DALAM HOOD HARUS SEGERA DIBERSIHKAN.
91
Safety di Hood System
Untuk mencegah meluasnya kebakaran, PM
Hood biasanya dilengkapi dengan system
pemadam api “Sprinkler Shower” yang bekerja
secara automatis
92
Safety di Hood System
• Kebakaran di dalam hood
biasanya terjadi / bermula dari
paper machine level –
basement, front atau drive side
• Sedangkan Sprinkler nozzle
kebanyakan dipasang di atap
dan dinding hood.
• Sehingga ketika kebakaran
terjadi, sprinkler head tidak
pecah karena responsive
temperature-nya tidak tercapai.
• Untuk itu perlu dipasang
hydrant shower tambahan di
Manual valve area-area kritikal.
di operating floor
Water Source
93
Safety di Hood System
94
Safety di Hood System
PENTING !
BILA TERJADI KEBAKARAN DALAM HOOD
Matikan semua blower supply udara ke dalam hood
(hood Make Up Fan)
Matikan semua Hood Exhaust Fan
Biarkan drive tetap running dengan speed normal supaya
tidak terjadi konsentrasi panas di satu titik karena bisa
merusak canvas dan equipment
Buka shower pemadam tambahan jika ada
Gunakan Hydrant untuk memadamkan api
95
Safety di Hood System
Aliran udara
melalui canvas Centrifugal force
yang dialami kertas
99
Canvas Cleaner
• Dengan adanya traversing
canvas cleaner maka canvas
akan selalu terjaga bersih.
100
Guide Roll
101
Guide Roll Control
102
Guide Palm
103
Prinsip Guiding
104
Stretcher Roll
A stretcher driven by a hydraulic motor is provided for each dryer fabric. The
stretcher is controlled and monitored on the control desk / in control [Link]
maximun tension is 4 kN/m.
105
Drying Process
1 Tujuan Training
2 Basic Theory
3 Equipment
4 Process Control
5 Troubleshooting
106
107
108
109
Drying Process
1 Tujuan Training
2 Basic Theory
3 Equipment
4 Process Control
5 Troubleshooting
110