0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan28 halaman

Prioritas Masalah Kesehatan di Kapuas

Dokumen tersebut menjelaskan proses penentuan prioritas masalah kesehatan di Kabupaten Kapuas menggunakan metode Hanlon kuantitatif, dimana masalah TB Paru mendapat prioritas tertinggi berdasarkan penilaian kriteria besarnya masalah, tingkat keparahan, kemudahan penanggulangan, dan faktor PEARL.

Diunggah oleh

bogaga bagugu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan28 halaman

Prioritas Masalah Kesehatan di Kapuas

Dokumen tersebut menjelaskan proses penentuan prioritas masalah kesehatan di Kabupaten Kapuas menggunakan metode Hanlon kuantitatif, dimana masalah TB Paru mendapat prioritas tertinggi berdasarkan penilaian kriteria besarnya masalah, tingkat keparahan, kemudahan penanggulangan, dan faktor PEARL.

Diunggah oleh

bogaga bagugu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK 2

Fasilitator: Tri Widodo, [Link], MPH


Andika Firmantara FAA 115 013
Aulia Rahmi FAA 115 016
Anastasia Enggelin FAA 115 014
Dwindo Kusumo FAA 115 015
Rayditho Lazuardi FAA 115 017
Siti Rahmah FAA 115 019
Tessa Wulandari FAA 115 012
Ulfa Pratiwi FAA 115 018
Winda Wijaya FAA 115 010
SKENARIO PEMICU 3
Data masalah yang ada di Kabupaten
Kapuas berdasarkan profil kesehatan Kalimantan
Tengah 2015 adalah sebagai berikut BBLR 95
kasus (pencapaian 1,6%), TB Paru 115 kasus
(pencapaian 36,16%), dan Diare 5.570 kasus
(pencapaian 74,8%). Berdasarkan data tersebut
buatlah prioritas masalahnya dengan
menggunakan metode Hanlon kuantitatif.
KATA KUNCI
• Data masalah kesehatan di Kab. Kapuas
a. BBLR 95 kasus (pencapaian 1,6%)
b. TB Paru 115 kasus (pencapaian 36,16%)
c. Diare 5.570 kasus (pencapaian 74,8%)
IDENTIFIKASI MASALAH
Bagaimana prioritas masalah berdasarkan
metode Hanlon kuantitatif pada data masalah di
Kab. Kapuas, yaitu : BBLR 95 kasus (pencapaian
1,6%), TB Paru 115 kasus (pencapaian 36,16%),
dan Diare 5.570 kasus (pencapaian 74,8%)
Profil kesehatan
KALTENG 2015

Data masalah di
Kab. Kapuas

Diare 5.570 kasus


BBLR 95 kasus TB Paru 115 kasus
(pencapaian
(pencapaian 1,6%) (pencapaian 1,6%)
74,8%)

Metode Hanlon
Kuantitatif
Komponen B Komponen C
Komponen A Komponen D
Tingkat Efektivitas dan
Besar Masalah PEARL
Kesesuaian Intervensi

Prioritas Masalah
HIPOTESIS
Pemecahan masalah pada kasus dapat
menggunakan metode Hanlon kuantitatif.
PERTANYAAN TERJARING
1. Jelaskan yang dimaksud metode Hanlon kuantitatif
dan tujuannya!
2. Jelaskan tentang komponen metode Hanlon!
3. Jelaskan prioritas masalah berdasarkan rumus
metode Hanlon kuantitatif!
4. Metode apa saja yang dapat digunakan untuk
menentukan prioritas masalah kesehatan? Jelaskan!
5. Jelaskan yang dimaksud prioritas masalah kesehatan!
6. Jelaskan hubungan prioritas masalah dengan metode
Hanlon!
7. Jelaskan yang dimaksud dengan data masalah!
Metode Hanlon
• Metode hanlon adalah metode yang lebih tepat jika
daftar outcome dari tujuan yang ingin dicapai
tersedia dari daftar prioritas yang ada dengan data
yang memadai dan system penilaian.
• Metode hanlon lebih tepat digunakan untuk
menentukan prioritas masalah kesehatan dengan
memperhatikan teknik responsive dimana tujuan
yang dicapai dari program jelas yang dituangkan
dalam criteria dan faktor-faktor lain yang
memungkinkan.
Hanlon Kuantitatif
Tujuan :
• Identifikasi faktor-faktor yang dapat
diikutsertakan dalam proses penentuan
masalah.
• Mengelompokan faktor-faktor yang ada dan
memberi bobot terhadap kelompo faktor
tersebut.
• Memungkinkan anggota untuk mengubah
faktor dan nilai sesuai kebutuhannya.
Komponen Metode Hanlon Kuantitatif
• Komponen A - Ukuran/Besarnya Masalah
Komponen ini adalah salah satu yang faktornya
memiliki angka yang kecil. Pilihan biasanya terbatas
pada persentase dari populasi yang secara langsung
terkena dampak dari masalah tersebut, yakni
insiden, prevalensi,atau tingkat kematian dan angka.
Ukuran/besarnya masalah juga dapat
dipertimbangkan dari lebih satu cara. Baik
keseluruhan populasi penduduk maupun populasi
yang berpotensi/berisiko dapat menjadi
pertimbangan. Nilai maksimal dari komponen ini
adalah 10
• Komponen B – Tingkat Keseriusan Masalah
Kelompok harus mempertimbangkan faktor-faktor yang
mungkin danmenentukan tingkat keseriusan dari
masalah. Maksimum skor pada komponen ini adalah 20.
Faktor yang dapat digunakan :
a. Urgensi: sifat alami dari kedaruratan masalah; tren
insidensi, tingkat kematian, atau faktor risiko;
kepentingan relatif terhadap masayarakat;akses terkini
kepada pelayanan yang diperlukan.
b. Tingkat keparahan: tingkat daya tahan hidup, rata-rata
usia kematian,kecacatan/disabilitas, angka kematian
prematur relatif.
c. Kerugian ekonomi: untuk masyarakat (kota / daerah
/ Negara), dan untukmasing-masing individu
Masing-masing faktor harus mendapatkan bobot.
Menentukan apa yang akan dipertimbangkan
sebagai minimum dan maksimum dalamsetiap
faktor biasanya akan menjadi sangat membantu.
Hal ini akan membantu untuk menentukan batas-
batas untuk menjaga beberapa perspektif dalam
menetapkan sebuah nilai numerik. Salah satu cara
untuk mempertimbangkan hal ini adalah dengan
menggunakannya sebagai skala seperti:
0 = tidak ada
1 = beberapa
2 = lebih (lebih parah, lebih gawat, lebih banyak, dll)
3 = paling
• Komponen C - Efektivitas dari Intervensi
Komponen ini harus dianggap sebagai "Seberapa
baikkah masalah ini dapat diselesaikan?" Faktor
tersebut mendapatkan skor dengan angka dari
0-10. Komponen ini mungkin merupakan
komponen formula yang paling subyektif.
Efektivitas penilaian, yang dibuat berdasarkan
tingkat keberhasilan yang diketahui dari
literatur, dikalikan dengan persen dari target
populasi yang diharapkan dapat tercapai.
Contoh: Imunisasi
Target populasi 200.000
Jumlah yang terimunisasi yang diharapkan
193.000
Persen dari total 97% atau 0,97
Efektivitas 94% atau 0,94
Populasi yang tercapai x efektivitas 0,97 x 0,94 =
0,91 atau 9,1
• Komponen D – PEARL
P - Propierity/Kewajaran
Apakah masalah tersebut berada pada lingkup keseluruhan misi kita?
E - Economic Feasibility/Kelayakan Ekonomis
Apakah dengan menangani masalah tersebut akan bermakna dan
memberi arti secara ekonomis? Apakah ada konsekuensi ekonomi
jika masalah tersebut tidak diatasi?
A - Acceptability
Apakah dapat diterima oleh masyarakat dan / atau target populasi?
R - Resources/Sumber Daya
Apakah tersedia sumber daya untuk mengatasi masalah?
L - Legalitas
Apakah hukum yang ada sekarang memungkinkan masalah untuk
diatasi?
Masing-masing faktor kualifikasi
dipertimbangkan, dan angka untuk setiap faktor
PEARL adalah 1 jika jawabannya adalah "ya" dan
0 jika jawabannya adalah "tidak.“

Semua komponen tersebut diterjemahkan ke


dalam dua rumus yang merupakan nilai numerik
yang memberikan prioritas utama kepada
mereka penyakit / kondisi dengan skor tertinggi
Nilai Prioritas Dasar/ NPD = (A + B) C / 3
Nilai Prioritas Keseluruhan/ NPT = [(A + B) C /
3] x D
Kriteria A Besarnya Masalah
Masalah Pencapaian Target Besarnyamasalah NIlai
(Target-pencapaian)

BBLR 1,6 % 100 % 98,4 % 3

TB 36,16 % 100 % 63,84 % 2

DIARE 74,8 % 100 % 25,2 % 1


Kriteria B: Kegawatan Masalah

• Kriteria ini dilakukan dengan cara menentukan keganasan, tingkat


urgensi,dan tingkat penyebaran/meluasnya tiap masalah dengan sistem
scoring dengan score 1 –5.
• Keganasan dinilai sbb :
– Sangat ganas : 5
– Ganas : 4 Masalah Keganasa Tingkat NIlai
– Cukup ganas : 3 n Urgensi
– Kurang ganas : 2 BBLR 3 5 8
– Tidak ganas : 1
• Tingkat urgensi dinilai sbb : TB 4 4 8
– Sangat mendesak : 5
– Mendesak : 4
– Cukup mendesak : 3 DIARE 1 2 3
– Kurang mendesak : 2
– Tidak mendesak : 1
Kriteria C: Kemudahan dalam
Penganggulangan
Kemudahan dalam penganggulangan masalah di
ukur dengan sistemscoring dengan nilai 1 – 5
dimana:
Masalah NIlai
• Sangat mudah : 5
BBLR 1
• Mudah : 4
• Cukup mudah : 3 TB 2

• Sulit : 2 DIARE 3

• Sangat sulit : 1
Kriteria D: PEARL faktor
Kelompok kriteria D terdiri dari beberapa factor yang saling
menentukandapat atau tidak nya suatu program dilaksanakan,
factor-faktor tersebut adalah:
• Kesesuaian (Propriety)
– Apakah masalah tersebut berada pada lingkupkeseluruhan misi kita?
• Secara Ekonomis murah (Economic)
– Apakah denganmenangani masalah tersebut akan bermakna dan
memberi arti secara ekonomis? Apakah ada konsekuensi ekonomi
jika masalah tersebut tidakdiatasi?
• Dapat diterima (Acceptability)
– Apakah dapat diterima oleh masyarakat dan / atau targetpopulasi?
• Tersedianya sumber ( Resources availability)
– Apakah tersedia sumber daya untukmengatasi masalah?
• Legalitas terjamin (Legality)
– Apakah hukum yang ada sekarang memungkinkan masalahuntuk
diatasi?
Masalah P E A R L Hasil Kali

BBLR 1 1 1 1 1 1

TB 1 1 1 1 1 1

DIARE 1 1 1 1 1 1
Penilaian Prioritas Masalah

• Setelah nilai dari kriteria A,B,C dan D didapat,


hasil tersebut dimasukandalam formula nilai
prioritas dasar ( NPD ) serta nilai prioritas total
(NPT) untukmenentukan prioritas masalah
yang dihadapi:
– NPD = (A+B) x C
– NPT = (A+B) x C x D
Masalah A B C D NPD NPT Urutan Prioritas

BBLR 3 8 1 1 11 11 II

TB 2 8 2 1 20 20 I

DIARE 1 3 3 1 9 9 III

Urutan Prioritas Masalah :


1. TB
2. BBLR
3. DIARE
Metode apa saja yang dapat digunakan untuk
menentukan prioritas masalah kesehatan

• Metode matematika
• Metode Delbeque dan Delphi
• Metode estimasi beban kerugian
• Metode perbandingan antara pencapaian dengan
target.
Dan ada juga 2 metode yang dapat dipakai dalam
penetapan prioritas alternatif intervensi
• Metode nalisis pembiayaan (efektif dan efisensi)
• Metode hanlon
Prioritas Masalah Kesehatan
Suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok
orang dengan menggunakan metode tertentu
untuk menentukan urutan masalah dari yang
paling penting sampai dengan kurang penting.
DATA MASALAH
Data adalah sesuatu yang dibutuhkan dalam
sebuah penelitian yang dilakukan dengan
menggunakan parameter tertentu. Data
dalam penelitian kualitatif biasanya tidak
dituangkan dalam bentuk angka, namun lebih
cenderung pada bentuk deskriptif, gambar
ataupun bagan yang didasarkan pada fakta
yang berbagai dalam penelitian.
• Masalah adalah variabel yang menjadi tema
pokok penelitian atau juga bisa disebut kasus
yang menjadi fokus penelitian.
• Masalah bisa definisikan sebagai kesenjangan
antara harapan dan kenyataan, atau kesenjangan
atau teori dan praktik, kesenjangan antara cita
dan realita, atau sesuatu yang memerlukan
jawaban dan penjelasan tidak selamanya masalah
dapat menggambarkan kesenjangan, tapi
terkadang juga merupakan sesuatu yang tidak
bisa dijelaskan.
KESIMPULAN

Anda mungkin juga menyukai