0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Pengaruh Latihan Variasi Lompat pada Smash

Metode latihan variasi lompat yang meliputi lompat dengan satu kaki, kedua kaki, melompat sambil memutar tali, dan melompat ke kanan kiri diujicobakan untuk meningkatkan kemampuan jumping smash bola voli atlet PBVSI putri Kabupaten Tebo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan tersebut terhadap peningkatan kemampuan atlet dalam melakukan jumping smash.

Diunggah oleh

Deya Pratama Yahya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Pengaruh Latihan Variasi Lompat pada Smash

Metode latihan variasi lompat yang meliputi lompat dengan satu kaki, kedua kaki, melompat sambil memutar tali, dan melompat ke kanan kiri diujicobakan untuk meningkatkan kemampuan jumping smash bola voli atlet PBVSI putri Kabupaten Tebo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan tersebut terhadap peningkatan kemampuan atlet dalam melakukan jumping smash.

Diunggah oleh

Deya Pratama Yahya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH LATIHAN VARIASI LOMPAT TERHADAP KEMAMPUAN JUMPING

SMASH BOLA VOLI


CLUB PBVSI PUTRI KABUPATEN TEBO

PUPUT MARGI LESTARI


A1D415072
Bab
1

Bab
2

Bab
1
LATAR BAB 1
BELAKANG PENDAHULUAN

• Olahraga yaitu suatu bentuk aktifitas fisik yang terencana dan tersruktur melibatkan gerakan
tubuh yang ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
1.
•Permainan bola voli di ciptakan oleh William G. Morgan yaitu seorang instruktur pendidikan jasmani di YMCA pada
tahun 1895 di Holyoke, Massachusetts Amerika Serikat, dimana permainan ini awalnya disebut dengan olahraga
mintonette. Bola voli masuk ke Indonesia pada tahun 1928, pada tanggal 22 januari 1955 di bentuklah PBVSI
2. (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Teknik dasar permainan bola voli itu terdiri dari servis, passing, smash dan
blok.

• Berdasarkan survey yang telah dilakukan peneliti terhadap pemain club PBVSI putri kabupaten
3. tebo dimana permasalahannya yaitu masih banyak pemain yang belum mampu melakukan
smash dengan baik di karenakan lompatan yang dilakukan masih rendah.

Identifikasi
Masalah  Kurangnya pengetahuan atlet PBVSI putri Kabupaten
Tebo tentang cara melatih lompatan agar mencapai
jangkauan tertinggi saat smash
 Kurangnya jangkauan para atlet PBVSI putri
Kabupaten Tebo saat melakukan jumping smash
sehingga hasil pukulan kurang baik.
Pembatasan Defenisi
Masalah Operasional

- Pengaruh
- Metode latihan variasi lompat - Latihan
untuk meningkatkan jumping
- Variasi lompat
smash bola voli
- Jumping
- Atlet PBVSI putri Kabupaten
Tebo sebanyak 13 orang - Smash
- Bola voli adalah

• Apakah latihan variasi lompat


Rumusan berpengaruh terhadap kemampuan
jumping smash bola voli club PBVSI
Masalah putri Kabupaten Tebo?

• Mengetahui apakah terdapat pengaruh latihan variasi lompat


Tujuan terhadap kemampuan jumping smash bola voli club PBVSI putri
kabupaten Tebo.
Penelitian • Meningkatkan kemampuan jumping smash bola voli club PBVSI
putri kabupaten Tebo melalui metode latihan variasi lompat.
Bagi Atlet :
Manfaat Penelitian
Dapat meningkatkan jumping smash dengan metode latihan variasi
lompat yang telah di ajarkan
Dapat meningkatkan motivasi atlet saat latihan menggunakan metode
latihan variasi lompat

Bagi pelatih :
Menambah pengetahuan pelatih tentang cara melatih kemampuan
jumping smash atlet melalui metode latihan variasi lompat

Bagi peneliti :
Dapat memberikan pengetahuan tentang cara meningkatkan jumping
smash melalui metode latihan variasi lompat
Dapat menambah wawasan kepada peneliti sendiri serta pihak terkait.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Smash adalah pukulan cepat,
Servis yaitu penyajian awal dalam keras serta menukik yang di
permainan bola voli atau sering lakukan oleh seorang pemain
juga disebut dengan serangan ditujukan ke lapangan lawan guna
Olahraga
awal permainan bola voli bola voli dinaungi
menghasilkanFIVB
poin.
DESKRIPSI
(Federation Internationale de Volleyball)
KONSEPTUAL
sebagai induk organisasi internasional,
sedangkan di Indonesia olahraga bola Voli
dinaungi oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli
Seluruh Indonesia). Menurut Aip Syaifudin
dan Muhadi (1991:183) “permainan bola voli
di mainkan oleh dua regu masing-masing
regu terdiri atas 6 orang pemain, setiap
regu berusaha untuk dapat memukul dan
menjatuhkan bola ke lapangan lawan
melewati atas net dan mencegah pihak
lawan dapat memukul dan menjatuhkan
bola ke dalam lapangan sendiri. Sehingga
disimpulkan bahwa permainan bola voli
merupakan permainan yang dimainkan oleh
dua tim yang dibatasi dengan sebuah net
dimana setiap tim harus mampu menjaga
Passing yaitu menerima
bola agar tidak jatuh di lapangan sendiri.
dan mengoper bola Blok adalah membendung serangan
keteman satu lapangan lawan yang berupa smash bertujuan
bertujuan untuk agar bola berbalik jatuh ke lapangan
menyusun serangan lawan
Tinggi gawang 20 cm
bentuk latihan yang dilakukan dengan tinggi 20 cm ini yaitu melompat
menggunakan satu kaki kearah depan seperti bermain engklek dengan
melewati satu persatu gawang hingga habis kemudian kembali lagi dan
melompat kembali dengan kaki sebelahnya, melompat ditempat kearah
kanan dan kiri dengan gawang sebagai media pembatasnya.

Tinggi gawang 40 cm
Naik ketingkat yang lebih tinggi gawang disusun
dengan ukuran tinggi gawang 50 cm dimana
metode latihan yang di lakukan disini hanya satu
yaitu melompat dengan kedua kaki dan mendarat
dengan kedua kaki pula menuju arah depan
dengan susunan tinggi gawang yang telah
disiapkan dan dengan jarak lebih kurang 120 cm
antara gawang satu dengan gawang lainnya.

Tinggi gawang 80 cm
Bentuk latihan yang dilakukan yaitu melompat menggunakan
kaki dua dan mendarat dengan kaki dua pula. Karna
ukurannya yang tinggi, gawang dengan tinggi 80 cm ini hanya
disusun satu di bagian akhir dimana gawang sebelumnya
disusun dengan tinggi gawang 40 cm. Karna di bagian akhir
inilah atlet akan mengumpulkan kembali daya ledak otot
tungkai agar dapat melewati gawang
Sambil
Kedua kaki tegak pergelangan
berdiri, kemudian tangan memutar
lakukan gerakan tali, salah satu
lompat sambil kaki, baik kanan
menggerakkan kedua atau kiri
pergelangan tangan diarahkan 30
untuk memutar tali. derajat ke depan,
Gerakan lompat tidak lalu lakukan
disarankan terlalu gerakan
tinggi, cukup 2–4 cm melompat
dari lantai.
Nyaris sama
dengan gerakan dengan regular
berlari di tempat. skip, side to side,
Tetapi, setiap hanya
mengayunkan kaki,
pastikan posisi lutut
mengayunkan
sejajar pinggul. badan ke kanan
Sambil kedua dan ke kiri sambil
pergelangan tangan melompat.
memutar tali,
lakukan gerakan itu
secara perlahan
Gumilar Zakaria (2018) Universitas Subang berjudul “Pengaruh Latihan
Plyometrics Jump To Box Terhadap Peningkatan Power Tungkai Siswa Kelas X
Pada Permainan Bola Voli”. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen
Penelitia dengan memberikan perlakuan (treatmean) pada kelompok ekperimen. Populasi
n dalam penenlitian ini adalah seluruh siswa ekstakulikuler SMAN 1 Kalijati yang
berjumlah 20 siswa. Sempel yang di ambil sampling berjumlah 20 siswa.
Relevan Instrument yang di gunakan adalah tes vertical jump . Hasil analisis ada pengaruh
yang signifikan dari latihan plyometrics jump to box pada kelompok eksperiman.
Oleh kerena itu dapat di simpulkan bahwa latihan plyometrics jump to box dapat
memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan power tungkai siswa
peserta ekstrakulikuler bola voli SMAN 1 Kalijati.

Berdasarkan uraian yang telah dijaleskan hipotesis adalah penelitian


Hipote yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai
terbukti melalui data yang terkumpul. Rumus hipotesis yang di gunakan
sis adalah: Terdapat pengaruh latihan variasi lompat terhadap kemampuan
jumping smash bola voli club PBVSI putri Kabupaten Tebo.

Kerang peneliti ingin mencoba menggunakan metode latihan variasi lompat untuk
ka meningkatkan kemampuan jumping smash club PBVSI putri Kabupaten Tebo
Berfiki sehingga dapat di terapkan dan dapat memajukan prestasi club PBVSI putri
Kabupaten Tebo.
r
Bagan 1: kerangka berfikir
Latihan variasi Kemampuan jumping
lompat smash
BAB III
METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini


Populasi dalam pengukuran
penelitian ini dilakukan dengan
Penelitian ini adalah atlet club instrument tes
direncanakan akan Penelitian ini vertical jump pada
PBVSI putri
dilakukan di lapangan menggunakan club PBVSI putri
Kabupaten Tebo
voli SMA N 2 jenis penelitian Kabupaten tebo yang
Kabupaten Tebo serta yang berjumlah 13 dilakukan melalui tes
kuantitatif dengan
Penelitian ini orang. Sampel awal dan tes akhir.
metode
direncanakan akan yang digunakan Intrumen tes untuk
eksperimen,
dilaksanakan lebih dalam penelitian mengetahui hasil tes
kurang 6 minggu rancangan vertical jump dilihat
ini adalah total
yaitu 16 kali penelitian ini dari seberapa jauh
sampling yaitu
pertemuan dimana menggunakan jangkauan atlet saat
atlet club PBVSI
tes akan di lakukan 3 rancangan one- melakukan lompatan.
x seminggu pada putri Kabupaten Tes loncat tegak
group pre-test-
bulang februari Tebo yang telah (vertical jump)
posttest design.
sampai maret 2019 ditetapkan bertujuan untuk
Tempat sebanyak 13 mengukur daya ledak
orang. / tenaga eksplosif
dan Rancan Instrum atlet.
Popula
waktu gan en
si dan
Peneliti Peneliti Peneliti
an Sampe an
an
l
Variabel
Penelitian

Variabel Bebas
Varibel bebas adalah
variabel penyebab
(yang
mempengaruhi). Variabel Terikat
Variabel bebas dalam Varibel terikat adalah
penelitian ini adalah variabel yang
latihan variasi lompat dipengaruhi. Variabel
yang meliputi: terikat dalam
Latiahan lompat penelitian ini adalah
gawang kemampuan jumping
Latihan skipping smash.
Teknik pengumpulan
data dilaksanakan
Teknik dengan tes dan
Teknik
Pengumpulan pengukuran, untuk analis
Data memperoleh data Data Uji Normalitas
yang objektif dari Uji normalitas bertujuan
hasil latihan. Tes dan untuk melihat apakah
pengkuran dalam data berdistribusi
penelitian ini nomal atau tidak,
dilaksanakan untuk digunakan rumus uji
mendapatkan data liliefors sebagai berikut
hasil dari tes vertical :
jam yang di Zi = Xi-x
laksanakan dua kali
yaitu pretest S
(sebelum) di beri
perlakuan dan
Postest (setelah) Uji Homogenitas
diberi perlakuan. Uji homogenitas
Hasil yang dicatat menggunakan uji F. Uji
adalah tinggi homogenitas dilakukan
lompatan, hasil untuk melihat apakah
lompatan diukur data penelitian berasal
dari variasi yang sama
dengan alat papan (homogen). Uji
berskala (cm), hasil homogenitas pada
dicatat kedalam buku. prinsipnya bertujuan
untuk menguji apakah
sebuah group data
mempunyai varians
𝑉 𝑇𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟
yang sama diantara
F
anggota group. =
𝑉 𝑇𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙

Anda mungkin juga menyukai