0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan60 halaman

Ruam Konvalesens pada DBD

[Ringkasan] Laporan kasus ini membahas tentang pasien perempuan berusia 15 tahun yang dirawat di RSU HKBP Balige dengan diagnosis Demam Berdarah Dengue berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. Pasien mengeluhkan demam, nyeri otot dan sendi, serta penurunan kadar trombosit dan hematokrit selama perawatan. Kondisi pasien stabil dan membaik selama rawat inap.

Diunggah oleh

Idris Lubis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan60 halaman

Ruam Konvalesens pada DBD

[Ringkasan] Laporan kasus ini membahas tentang pasien perempuan berusia 15 tahun yang dirawat di RSU HKBP Balige dengan diagnosis Demam Berdarah Dengue berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. Pasien mengeluhkan demam, nyeri otot dan sendi, serta penurunan kadar trombosit dan hematokrit selama perawatan. Kondisi pasien stabil dan membaik selama rawat inap.

Diunggah oleh

Idris Lubis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Supervisor:

dr. Yunita Tampubolon, [Link]


dr. Nelson Kumpul P Siburian
dr. Kristina Sitorus
Oleh :
dr. Iqbal Aryo Pravasta

RUMAH SAKIT UMUM HKBP BALIGE


KABUPATEN TOBA SAMOSIR
2018
Pendahuluan
Infeksi virus dengue merupakan masalah kesehatan global. Dalam tiga
decade terakhir terjadi terjadi peningkatan angka kejadian penyakit tersebut
di berbagai negara yang dapat menimbulkan kematian sekitar kurang dari
1%.

Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 milyar merupakan


daerah endemis, Indonesia, bersama dengan Bangladesh, India,
Maladewa, Myanmar, Sri Lanka, Thailand, dan Timor Leste termasuk
ke dalam kategori endemik A (endemik tinggi)..

Infeksi virus dengue ditularkan melalui gigitan vektor nyamuk Stegomiya


aegepty (dahulu disebut Aedes aegepty) dan Stegomiya albopictus (dahulu
disebut Aedes albopictus). Transmisi virus tergantung dari faktor biotik dan
abiotik
Faktor biotik
faktor abiotik
adalah faktor
adalah suhu
virus, faktor
lingkungan,
vektor nyamuk,
kelembaban,
dan pejamu
dan curah hujan
manusia
Rumusan Masalah
 Uraian ringkas dalam latar belakang di atas
memberikan dasar bagi penulis untuk
merumuskan pertanyaan laporan kasus ini yaitu
bagaimanakah gambaran klinis, penatalaksanaan,
dan perjalanan penyakit pasien dengan demam
berdarah dengue di ruang rawat inap Samaria di
RSU HKBP Balige ?
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah:
 Untuk mengintegrasikan ilmu kedokteran yang
telah didapat terhadap kasus Demam Berdarah
Dengue.
 Untuk meningkatkan keterampilan penulis dalam
penatalaksanaan kasus Demam Berdarah Dengue.
 Untuk memenuhi persyaratan kegiatan Program
Dokter Internsip Indonesia.
Manfaat Penulisan
 Laporan kasus ini diharapkan dapat
mengembangkan kemampuan penulis maupun
pembaca agar lebih memahami mengenai
landasan teori dari suatu penyakit infeksi tropis
khususnya Demam Berdarah Dengue yang
tergolong banyak serta membandingkannya
dengan kasus di lapangan dimana penyakit ini
juga merupakan penyakit yang berpotensi
meningkat jumlah penderitanya di masa
mendatang.
Definisi
 Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus dengue.
 Demam dengue dan demam berdarah dengue memiliki
manifestasi klinis demam, nyeri otot dan atau nyeri sendi
yang disertai leucopenia, ruam, limfadenopati,
trombositopenia, dan diatesis hemoragik
Berdasarkan sifat antigen dikenal ada 4 serotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2,
DEN-3, DEN-4. Masing-masing serotipe mempunyai beberapa galur (strain)
atau genotype yang berbeda. Keempat serotipe virus dengue tersebut dapat
ditemukan di Indonesia dengan DEN-3 merupakan serotipe terbanyak
Patogenesis infeksi virus dengue berhubungan dengan :
1. Faktor virus, yaitu serotipe, jumlah, virulensi.
2. Faktor pejamu, genetik, usia, staus gizi, penyakit komorbid dan interaksi antara virus
dengan pejamu.
3. Faktor lingkungan, musim, curah hujan, suhu udara, kepadatan penduduk, mobilitas
penduduk, dan kesehatan lingkungan.
Kriteria Diagnosis Klinis Demam Dengue
Ruam Konvalesens
(White Island in The Sea Of Red)
DIAGNOSA LABORATORIUM
 Deteksi Respon Imun
Serum
 Isolasi Virus
- Haemaglutination
 Deteksi Asam Nukleat Inhibition Test (Uji HI)
Virus
- Complement Fixation Test
 Deteksi Antigen Virus (CFT)
Dengue (NS1 antigen)
- Neutralization Test
- Serologi IgM dan IgG anti
dengue
PARAMETER HEMATOLOGI
 Awal fase demam hitung  Penurunan trombosit yang
leukosit dapat normal atau mendadak dibawah 100.000/mm3
dengan peningkatan neutrofil, terjadi pada akhir fase demam
selanjutnya diikuti penurunan
jumlah leukosit dan neutrofil, memasuki fase kritis atau saat
yang mencapai titik terendah penurunan suhu.
pada akhir fase demam.
 Peningkatan hematokrit lebih dari
 Perubahan jumlah leukosit 20% merupakan tanda dari adanya
(<5000 sel/mm3) dan rasio kebocoran plasma. Harus
antara neutrofil dan limfosit diperhatikan bahwa nilai hematokrit
(neutrofil<limfosit) berguna dapat diakibatkan oleh penggantian
dalam memprediksi masa kritis
perembesan plasma. cairan dan adanya perdarahan
Penatalaksanaan
PROTOKOL 1
Penanganan Tersangka (Probable) DBD Dewasa tanpa Syok
PROTOKOL 2
Pemberian Cairan pada Tersangka DBD Dewasa di Ruang
Rawat
PROTOKOL 3
Penatalaksanaa DBD dengan peningkatan hematokrit > 20%.
PROTOKOL 4
Penatalaksanaan Perdarahan Spontan pada DBD Dewasa
PROTOKOL 5
Tatalaksana Sindrom Syok Dengue pada Dewasa.
Kriteria Sembuh dan Pulang
Kriteria Penyembuhan : Kriteria Pulang :
 Frekuensi nadi, tekanan darah, dan  Tidak demam minimal 24 jam tanpa
frekuensi napas stabil. antipiretik.
 Suhu tubuh normal.  Nafsu makan membaik.
 Tidak dijumpai perdarahan baik  Perbaikan klinis yang jelas.
eksternal maupun internal.  Jumlah urin cukup.
 Nafsu makan membaik.  Minimal setelah 2-3 hari syok teratasi.
 Tidak dijumpai muntah maupun  Tidak tampak distress pernapasan
nyeri perut. yang disebabkan efusi pleura atau
 Volume urin cukup.  asites.
 Kadar hematokrit stabil pada kadar  Jumlah trombosit >50.000/mm3.
basal. Apabila rendah namun klinis baik,
 Ruam konvalesens, dijumpai pada pasien boleh pulang dengan nasihat
20-30% kasus jangan melakukan aktivitas yang
memudahkan untuk mengalami trauma
selama 1-2 minggu (sampai trombosit
normal
Prognosis

Baik

Perlunya pemantauan
yang cermat pada setiap Kematian dijumpai pada
fase (demam, kritis dan perdarahan masif, syok
konvalesens) yang dapat yang tidak teratasi, efusi
memperberat keadaan pleura dan asites yang
sakit dapt menurunkan berat
mortalitas.
Presentasi Kasus
Identitas Pasien

Nama : Nn. NPS


Umur : 15 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Kristen Protestan
Suku : Batak
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Balige
Tanggal Masuk : 26-02-2018
Tanggal Pemeriksaan : 01-03-2018 (PAPS)
ANAMNESIS
1. KU
Demam
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Demam nyeri kepala, nyeri otot,
Pasien juga
sejak 4 hari SMRS(22- nyeri sendi, nyeri ulu
mengeluhkan
02-2018). Demam hati, penurunan selera
mimisan.
dirasakan tiba-tiba makan, lemas, mual dan
BAB Hitam disangkal.
pada kamis siang. muntah

Perdarahan gusi
disangkal. Keluhan
adanya bintik-bintik
merah pada tubuh
disangkal. BAB dan
BAK tidak ada
keluhan
 RPD
Tidak ada
 RPK
Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan yang
sama seperti pasien.
 RPO
 Pasien mengkonsumsi paracetamol sirup untuk
menurunkan panas
 RKS
Pasien aadalah seorang pelajar
Pemeriksaan Fisik
Tanggal 26-02-2018

Vital Sign
 Keadaan Umum : Sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan Darah : 110/70 mmHg
 Nadi : 96 x/menit, reguler
 Frekuensi Nafas : 20 x/menit
 Temperatur : 380C (aksila)
KEPALA DAN LEHER
 Bentuk dan Posisi : Bulat dan Simetris.

 Rambut : Hitam, Lurus, Distribusi Merata, Tidak Mudah dicabut

 Pergerakan : Dalam Batas Normal.

 Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-),

Edema palpebra(-/-), Reflek Cahaya Langsung

(+/+), Reflek Cahaya Tak Langsung (+/+).

 Hidung : Hiperemis (-), Darah (-), Napas Cuping Hidung (-),

 Mulut : Sianosis (-),lidah kotor (+), Tonsil (T1-T1,Hiperemis (-))

Faring (Hiperemis (+), Granulasi(-)).

 Leher : Pembesaran KGB (-), Peningkatan JVP (-).


THORAKS
 Inspeksi : Simetris.
 Palpasi : Fremitus Kanan=Kiri.
 Perkusi : Sonor.
 Auskultasi : Vesikuler (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-).
 Cor : Dalam Batas Normal

ABDOMEN
 Inspeksi : Simetris, Asites (-).
 Auskultasi : Peristaltik (+).
 Perkusi : Timpani
 Palpasi : Soepel, Hepatomegali (-)
EKSTREMITAS
 Akral : Hangat
 CRT : < 2 detik
 Sianosis : (-)
 Ptechie : (-)
 Uji Tourniquet : (-)

ANOGENITALIA
 Tidak dilakukan pemeriksaan.
Laboratorium
KOMPONEN 26 FEBRUARI 2018 28 FEBRUARI 2018 03 MARET 2018
HB 11,8 g/dL 11,2 g/dL 11,1 g/dL
ERITROSIT 4,1 x 106/mm6 3,8 x 106/mm6 3,8 x 106/mm6
HEMATOKRIT 35% 32% 31,5%
LEUKOSIT 3,5 x 103/mm3 2,9 x 103/mm3 3,8 x 103/mm3
TROMBOSIT 91 x 103/mm3 100 x 103/mm3 121 x 103/mm3

KGDS : 122 mg/dL

KOMPONEN NILAI NORMAL


HB 11,5-16,6 g/dL
ERITROSIT 4.0-5.0 x 106/mm6
HEMATOKRIT 37-54%
LEUKOSIT 4,0-11,0 x 103/mm3
TROMBOSIT 150-450 x 103/mm3
DIAGNOSA
 Demam Berdarah Dengue GRADE II
PROGNOSIS

 Quo ad Vitam : dubia ad bonam


 Quo ad Sanactionam : dubia ad bonam
 Quo ad Functionam : dubia ad bonam
Os datang dibawa keluarga dengan keluhan

demam sejak 4 hari SMRS(22-02-2018).

Demam dirasakan tiba-tiba pada kamis

siang. Demam dirasakan terus-menerus dan

turun dengan obat penurun panas. Demam

tidak disertai menggigil. Pasien juga

merasakan nyeri kepala, nyeri otot, nyeri

sendi, nyeri ulu hati, penurunan selera

makan, lemas, mual dan muntah. Muntah

dialami sejak 1 hari SMRS berisi makanan

sebanyak 2 kali. Muntah berwarna hitam

disangkal. Pasien juga mengeluhkan

mimisan.
Kesimpulan
 Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus dengue. Demam dengue dan demam
berdarah dengue memiliki manifestasi klinis yang sama.
 Hal yang membedakan keduanya adalah adanya terjadi
perembesan plasma pada demam berdarah dengue.
 Manifestasi klinis DBD terdiri dari 3 fase yaitu fase demam,
fase kritis, dan fase konvalesens. Setiap fase perlu
pemantauan yang cermat, karena setiap fase mempunyai
risiko yang dapat memperberat keadaan sakit.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai