0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan19 halaman

Manfaat dan Dosis Obat Diapet

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, patofisiologi, dan pengobatan diare dan konstipasi. Secara ringkas, diare dijelaskan sebagai buang air besar yang sering dan cair yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi atau gangguan usus, sedangkan konstipasi adalah kesulitan BAB. Dokumen juga menjelaskan komposisi dan mekanisme beberapa obat herbal untuk mengobati kondisi tersebut.

Diunggah oleh

Ayu Azmilda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan19 halaman

Manfaat dan Dosis Obat Diapet

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, patofisiologi, dan pengobatan diare dan konstipasi. Secara ringkas, diare dijelaskan sebagai buang air besar yang sering dan cair yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi atau gangguan usus, sedangkan konstipasi adalah kesulitan BAB. Dokumen juga menjelaskan komposisi dan mekanisme beberapa obat herbal untuk mengobati kondisi tersebut.

Diunggah oleh

Ayu Azmilda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIAPET

Definisi Diare
Menurut Hippocrates, diare adalah buang air
besar dengan frekuensi yang tidak normal
(meningkat) dan konsistensi tinja yang lebih
lebih atau cair.
Diare akut adalah buang air besar dengan
frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja
yang lebih lembek atau cair dan bersifat
mendadak datangnya, dan berlangsung dalam
waktu kurang dari 2 minggu.
Patofisiologi Diare
1. Osmolaritas intraluminal yang meninggi, disebut diare
osmotik
2. Sekresi cairan dan elektronik meninggi, disebut diare
sekretorik
3. Malabsorpsi asam empedu, malabsorpsi lemak
4. Defek sistem pertukaran anion atau transport
elektrolit aktif di enterosit
5. Motilitas dan waktu transit usus abnormal
6. Gangguan permeabilitas usus
7. Inflamasi dinding usus, disebut diare inflamatorik
8. Infeksi dinding usus, disebut diare infeksi
Kemasan obat
Komposisi
Tiap Kapsul mengandung :
• Psidii Folium (daun jambu biji) 240 mg
• Curcuma domesticae rhizoma
(rimpang kunyit) 204 mg
• Chebulae fructus (buah mojokeling) 84 mg
• Granati pericarpium
(kulit buah delima) 72 mg
Label Obat
Khasiat dan Kegunaan:
• Membantu mengurangi frekuensi buang air besar
Takaran pemakaian :
• Dewasa &anak : sehari 2x@2 kapsul
• Untuk menyembuhkan diare akut:
• 2 kali @ 2kapsul, dengan selang waktu 1 jam
Peringatan dan Perhatian :
• Tidak boleh diberikan pada anak dibawah 5 tahun dan penderita
harus minum oralit
• Bila dalam penggunaan 3 hari tidak sembuh, hubungi dokter anda
Penyimpanan :
• Simpan dibawah suhu 30 derajat celcius, terlindungi dari cahaya
Mekanisme Kerja
Psidii Folium (daun jambu biji)
• Quercetin dapat menghambat berbagai neurotransmiter yang
bersifat spasmogenik. Asetilkolin merupakan salah satu
neurotransmiter spasmogenik usus yang dapat meningkat akibat
adanya iritasi dari bakteri di usus. Penghambatan pada asetilkolin
tersebut akan menyebabkan penurunan kontraksi usus sehingga
dapat menghentikan diare
• Senyawa Tanin dapat menimbulkan rasa, sepat pada buah dan
daun Psidium guajava L. tetapi berfungsi memperlancar sistem
pencernaan, dan sirkulasi darah. Tanin mempunyai sifat sebagai
pengelat berefek spasmolitik yang mengkerutkan usus sehingga
gerak peristaltik usus berkurang.
• Minyak atsiri mampu menghambat pertumbuhan bakeri
Salmonella typhimurium yang telah diketahui berpotensi sebagai
salah satu mikroorganisme penyebab diare
Mekanisme Kerja
Curcumae domestica rhizomae (Rimpang Kunyit)
• Minyak atsiri digunakan sebagai antibakteri karena
mengandung gugus fungsi hidroksil dan karbonil yang
merupakan turunan fenol. Turunan fenol ini akan
berinteraksi dengan dinding sel bakteri, selanjutnya
terabsorbsi dan penetrasi ke dalam sel bakteri sehingga
menyebabkan presipitasi dan denaturasi protein,
akibatnya akan melisiskan membran sel bakteri.
• curcumin bekerja sebagai antibakteri dengan cara
menghambat proliferasi sel bakteri.
Mekanisme Kerja
Granati pericarpium (Kulit Buah Delima)
• tanin mampu mengikat senyawa yang mengandung N,
tanin mampu mengikat protein, enzim, dan segala yang
mengandung N yang ada di traktus gastrointestinal
menyebabkan kompleks tanin menempel pada mukosa
membran usus dan menyebabkan penebalan, akibatnya
sekresi usus terhambat
• tanin sebagai adstringen dapat memecah protein menjadi
berukuran lebih kecil yang disebut dengan protein tanat,
kemudian tanin akan mengikat protein tanat dan bersama-
sama mengendap pada mukosa usus .Oleh karena aktivitas
tanin tersebut, mukosa usus menjadi lebih resisten
sehingga dapat mengurangi laju sekresi dan menurunkan
kecepatan motilitas usus
Mekanisme Kerja
Chebulae fructus (buah mojokeling)
• asam chebulinic memiliki aktivitas anti-
sekretorik dengan menghambat H+dan
K+ATPase aktivitas . Aktivitas -ATPase di usus
kecil dan usus besar akan menyebabkan
penurunan penyerapan dan menyebabkan
diare
KONSTIPASI
• Konstipasi adalah kesulitan buang air besar dengan
konsistensi feses yang padat dengan frekuensi buang air
besar lebih atau sama dengan 3 hari sekali.
• Pada anak normal yang hanya buang air besar setiap 2-3
hari dengan tinja yang lunak tanpa kesulitan bukan disebut
konstipasi. Namun, buang air besar setiap 3 hari dengan
tinja yang keras dan sulit keluar, sebaiknya dianggap
konstipasi.
• Menurut World Gastroenterology Organization (WGO)
konstipasi adalah defekasi keras (52%), tinja seperti pil/
butir obat (44%), ketidakmampuan defekasi saat diinginkan
(34%), atau defekasi yang jarang (33%) (Devanarayana dkk.,
2010).
PATOFISIOLOGI KONSTIPASI
LAXING

PABRIK YANG MEMPRODUKSI :


PT. SOHO INDUSTRI FARMASI
• Komposisi :
Tiap kapsul Laxing mengandung :
Cassiae sennae folium ( daun Senna) sebanyak 100 mg.
Aloe vera folium (daun lidah buaya) sebanyak 33 mg.
Foeniculi vulgaris semen sebanyak 20 mg.
Khasiat dan Kegunaan:
• Melancarkan buang air besar tanpa menyebabkan
mulas dan mencret. Melunakkan tinja. Mengobati
sembelit. Membantu program diet.
Efek Samping:
• kembung,
• Keram perut
Takaran pemakaian :
• 1-2 kapsul sehari, diminum sebelum tidur agar BAB
lancar di pagi hari.
Kontra indikasi
• Sebaiknya tidak diberikan kepada ibu hamil atau menyusui
mengingat data keamanannya belum cukup. Hindari pula
penggunaan bagi penderita yang memiliki alergi terhadap salah
satu atau beberapa komponen obat.
Peringatan dan Perhatian :
• Jika ingin menurunkan berat badan, di samping mengonsumsi
Laxing, Anda juga perlu berolahraga secara teratur, mengonsumsi
makanan sehat, cukup istirahat dan bebas stres.
Penyimpanan :
• Simpan dibawah suhu 30 derajat celcius, terlindungi dari cahaya
Cassiae sennae folium ( daun Senna)
Kandungan:
• Mengandung 3 % Glikosida dianthron (sennoside A, B, C, D, E, F, G).
Sejumlah kecil antrakinon termasuk aloe-emodin dan rhein 8-glukosida ;
10% mucilago; tannin, flavonoid, naftalen.
Mekanisme Kerja
• Efek pengobatan dari Daun Senna dikarenakan kandungan glikosida
antrakinon terutama senosid A dan B. Penguraian glikosida antrakuinon
dalam saluran pencernaan dapat terjadi dalam 2 cara :
Glikosida tidak diserap dalam usus bagian atas tetapi diurai oleh
mikroflora dalam usus besar menjadi aglikon aktif, secara principal rhein
anthron yang menimbulkan efek laksatif pada usus besar .
• Adanya empedu dan gula, aglikon bebas dapat diserap masuk ke dalam
aliran darah dan dikeluarkan kemudian ke dalam usus besar. Hasil akhirnya
Auerbach plexus menghasilkan peningkatan kontraksi otot usus. Selain itu
kandungan mucilage mengurangio penyerapan cairan yang menyebabkan
peningkatan kerja laksatif.
Aloe vera folium (daun lidah buaya)
Kandungan :
• Kandungan utama dikenal sebagai barbaloin (aloin A dan B)
dan hidroksiaolin

Mekanisme kerja:
• glikosid antraquinon (aloin, aloe emodin, dan barbaloin)
merupakan merupakan laksan yang poten, mempengaruhi
motilitas usus besar (penghambatan pompa Na+/K+ dan
kanal Cl- pada membran kolon), mengakibatkan percepatan
waktu transit pada kolon, dan mempengaruhi proses
sekresi mukus dan klorida yang mengakibatkan
peningkatan volume cairan. Komponen aloe-emodin-9-
anthrone meningkatkan kadar air pada usus besar tikus.
Daftar pustaka
• Fratiwi, Yolanda. 2015. The Potential Of Guava Leaf
(Psidium Guajava L.) For Diarrhea. J Majority: Lampung
• Sheng Z., Yan X., Zhang R., Ni H., Cui Y., Ge Junwei & Shan A.
2016. Assessment of the antidiarrhoeal properties of the
aqueous extract and its soluble fractions of Chebulae
Fructus (Terminalia chebula fruits). Taylor & Francis: China
• Trisnawati N., Tjandrakirana, Nur Kuswanti. 2016. Pengaruh
Rebusan Serbuk Simplisia Buah Delima Merah (Punica
Granatum) dalam Menurunkan Frekuensi Defekasi Mencit
(Mus Musculus). Lentera Bio: Surabaya
• Yuliani. 2016. Uji Efektivitas Ekstrak Kunyit Sebagai
Antibakteri Dalam Pertumbuhan Bacillus Sp Dan Shigella
Dysentriae Secara In Vitro. Jurnal Profesi Medika: Jakarta

Anda mungkin juga menyukai