0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
925 tayangan32 halaman

Hubungan Return dan Risiko Investasi

Dokumen tersebut membahas tentang return dan risiko dalam konteks manajemen investasi. Return adalah imbalan yang diperoleh dari suatu investasi, yang terdiri dari capital gain dan yield. Semakin besar kemungkinan perbedaan antara return actual dan harapan, maka semakin besar pula risiko investasinya. Risiko dapat dikurangi dengan diversifikasi portofolio melalui berbagai jenis aset, industri, dan negara.

Diunggah oleh

meri dwi anggraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
925 tayangan32 halaman

Hubungan Return dan Risiko Investasi

Dokumen tersebut membahas tentang return dan risiko dalam konteks manajemen investasi. Return adalah imbalan yang diperoleh dari suatu investasi, yang terdiri dari capital gain dan yield. Semakin besar kemungkinan perbedaan antara return actual dan harapan, maka semakin besar pula risiko investasinya. Risiko dapat dikurangi dengan diversifikasi portofolio melalui berbagai jenis aset, industri, dan negara.

Diunggah oleh

meri dwi anggraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Return dan Risiko

Oleh : Meri Dwi Anggraini, SE, [Link]


RETURN DAN RISIKO

Return dalam konteks


manajemen investasi

Risiko investasi adalah : kemungkinan


• Imbalan yang diperoleh terjadinya perbedaan antara return actual
dari investasi dengan return harapan
- Return yang telah
terjadi (actual return)
Adalah Return yang
dihitung berdasarkan data
historis.
- Return yang diharapkan
Semakin besar kemungkinan
(expected return) adalah
perbedaan antara return actual dengan
return yang diperoleh
return yang diharapkan maka semakin
investor di masa
besar pula risiko investasi tersebut
mendatang
KOMPONEN RETURN

1. Capital Gain (loss) merupakan keuntungan (kerugian) bagi investor


yang diperoleh dari kelebihan harga jual (harga beli) diatas harga beli
(harga jual) yang keduanya terjadi di pasar sekunder
2. Yield merupakan pendapatan atau aliran kas yang yang diterima
investor secara periodik misalnya berupa bunga atau dividen. Yield
dinyatakan dalam persentase dari modal yang ditanamkan
Return Total Investasi

Berdasarkan dari 2 sumber return (Yield dan capital


gain/loss) maka dapat dihitung return total :

Return Total = capital gain(loss) + yield

Contoh :
Misalnya Tuan A membeli saham PT. UVW sebanyak
10.000 lembar @Rp.1000. satu tahun kemudian Tn A
menjual saham tersebut seharga Rp.1.100/lembar. Saham
tersebut memberikan dividen sebesar Rp.250/lembar.
Berapa total retun yang dapat diterima Tn A?
Jawaban

1. Nilai penjualan
10.000 lembar @
Rp.1.100
Rp. 11.000.000
2. Nilai pembelian
10.000 lembar @ Rp.
1.000
Rp. 10.000.000
3. Capital gain Rp. 1.000.000 10%
4. Dividen Rp. 250 per
lembar
Rp. 2.500.000 25%
5. Return Total Rp. 3.500.000 35%
Return biasanya lebih sering
dinyatakan dalam persentase Rate of Return
daripada dalam unit mata uang
Expected Return (return yang diharapkan)
Return Expectasi : adalah rata-rata tertimbang dari berbagai return historis
n
E ( R )   Ri . pri
t 1
E(R) = return ekspectasi
Ri = return ke i yang mungkin terjadi
pri = probabilitas kejadian return ke I
n = banyaknya return yang mungkin terjadi
Contoh :
Saham PT. XYZ pada berbagai kemungkinan kondisi
ekonomi, probabilitas dan returnnya adalah sbb :
Kondisi Ekonomi Probabilitas Return
Ekonomi kuat 30% 20%
Ekonomi sedang 40% 18%
Resesi 30% 15%

Berdasarkan data tersebut dapat dihitung expected


returnnya adalah :
E(R) = 30%(20%) + 40%(18) + 30%(15%)= 17,7%
Alternatif perhitungan expected return

• Perhitungan rata-rata aritmatik (arithmetic mean) :

X 
 X ∑X= jumlah nilai
return selama
n satu periode

n = total jumlah
periode
Contoh :
Berikut data pengamatan return saham PT X :
Periode pengamatan Return
1 16%
2 18%
3 20%
4 17%
5 21%

Berdasarkan data tersebut Expected returnnya


dapat dihitung sbb:
E(R) = 16% + 18%+20%+17%+21%
5
= 18,4 %
• Metode perhitungan expected return dengan
menggunakan rata-rata geometrik (geometric mean)

G  (1  R1 )(1  R2 ).......(1  Rn ) 1


1/ n

Contoh :
Periode pengamatan Return
1 16%
2 18%
3 20%
4 17%
5 21%

G = [(1+16%)(1+18%)(1+20%)(1+17%)(1+21%)]1/5 – 1 =
[(1,16)(1,18)(1,20)(1,17)(1,21)]1/5 – 1
= 1.184 – 1 = 0,184 =18%
Sumber-sumber Risiko
•Risiko suku bunga
•Risiko pasar
•Risiko inflasi
•Risiko bisnis
•Risiko financial
•Risiko likuiditas
•Risiko nilai tukar mata uang
•Risiko negara
Risiko Sistematis dan Risiko Tidak
Sistematis
Dalam investasi, risiko total dapat dipisahkan
menjadi dua jenis yaitu :
1. Risiko sistematis
Adalah : risiko pasar/ risiko umum yang berkaitan
dengan perubahan yang terjadi di pasar secara
keseluruhan. Risiko ini tidak dapat di diversifikasi
2. Risiko tidak sistematis
Adalah : risiko spesifik yang tidak terkait dengan
perubahan pasar secara keseluruhan
Menghitung Risiko
•Risiko dapat dihitung dengan mengukur
nilai varians atau nilai standar deviasi.
•Varian/standar deviasi adalah : ukuran
besarnya penyebaran data variabel
random dari nilai rata-ratanya.
•Semakin besar penyebaran distribusi
return suatu investasi, semakin tinggi
tingkat risiko investasi tersebut
Untuk menghitung varian /standar deviasi,
terlebih dahulu dihitung distribusi expected
return dengan rumus sbb :
•Varians :
n
 2   ( R ji  E ( R )) 2 . Pri
i 1

•Standar Deviasi :

   2
Contoh
Saham PT S pada berbagai kemungkinan kondisi ekonomi,
probabilitas dan return nya adalah sbb :

Kondisi Probabilitas Return


Ekonomi
Baik 30% 20%
Normal 40% 18%
Buruk 30% 15%

Hitung expected return dan risiko saham tersebut


Jawaban :

E ( R)  30%( 20%)  40%(18%)  30%(15%)  17,7%


 s 2  30%( 20%  17,7%) 2  40%(18%  17,7%) 2  30%(15%  17,7%) 2
 0,0001587  0,0000036  0,0002187  0,001381
 s  0,001381
 0,03716
 3,716%
Return Portofolio
• Portofolio investasi merupakan kumpulan dari beberapa
jenis investasi
• Portofolio investasi dapat mengurangi risiko dengan cara
diversifikasi.
• Diversifikasi dapat berkaitan dengan :
1. jenis investasinya (mis. Deposito, obligasi, saham, real
estate, emas dsb)
2. Jenis usahanya (mis. Baja, konstruksi, otomotif,
semen, tektil, dsb)
3. Jenis industrinya (mis. Perdagangan, jasa, manufaktur)
4. Tempat investasinya (mis. Dalam negeri dan luar
negeri)
• Dengan diversifikasi, variabilitas retrun expectasi akan
lebih stabil
EXPECTED RETURN PORTOFOLIO
• Return yang diharapkan dari portofolio ditentukan
oleh return yang diharapkan dari masing-masing
alternatif investasi dan proporsi dana yang di
investasikan pada masing-masing alternatif
investasi tersebut.
• E(R) portofolio dapat dihitung sbb :
n
E(Rp )  W
i 1
i E ( Ri )

• E(Rp) = expected return portofolio


• Wi = proporsi dana yang diinvestasikan pada
sekuritas i
• E(Ri) = return harapan dari sekuritas i
Contoh Soal

•Diketahui sebuah portofolio yang terdiri dari


3 jenis saham yaitu ABC, DEF, GHI
menawarkan return harapan masing-masing
sebesar 15%, 20%, 25%. Misalkan persentase
dana yang diinvestasikan pada saham ABC
sebesar 40%, saham DEF sebesar 30%, dan
saham GHI sebesar 30%, maka return
harapan dari portofolio tersebut adalah?
Jawaban
E ( R p )  0,4(0,15)  0,3(0,2)  0,3(0,25)
 0,195
Atau 19,5%
RISIKO PORTOFOLIO

• Menghitung risiko portofolio tidak sama dengan


menghitung return portofolio
• Risiko portofolio tidak bisa dihitung hanya dengan
menjumlahkan risiko masing-masing sekuritas yang
ada dalam portofolio
• Dalam menghitung risiko portofolio ada 3 hal yang
perlu ditentukan :
1. Varians dari setiap sekuritas
2. Kovarians antar satu sekuritas dengan sekuritas
lainnya
3. Bobot portofolio untuk masing-masing sekuritas
KOVARIAN ANTAR SEKURITAS (ρx,y)

1. Nilai koefisien korelasi berkisar antara


+1 dan -1.
+ 1 : menandakan adanya pergerakan
arah yang sama dengan sempurna
- 1 : menandakan adanya pergerakan ke
arah yang berlawanan dengan sempurna
2. Menghitung standar deviasi dengan
persamaan standar deviasi untuk
portofolio 2 saham.
Lanjutan…
•Kasus untuk 2 sekuritas :
Untuk mengukur risiko portofolio yang terdiri
dari 2 sekuritas kita bisa menghitung standar
deviasi return untuk kedua sekuritas tersebut
dengan persamaan sbb :

 p  (WA  A  WB  B  2(WA )(WB )(  AB ) A B )


2 2 2 2 1/ 2
Lanjutan…

 p = standar deviasi portofolio


W A = bobot portofolio aset A
 A, B = Koefisien korelasi aset A dan B
Contoh
•Portofolio yang terdiri dari saham A dan
B masing-masing menawarkan return
sebesar 10% dan 25%. Serta standar
deviasi masing-masing saham adalah
30% dan 60%. Alokasi dana investor
pada kedua aset tersebut masing-
masing sebesar 50%. Berapa standar
deviasi portofolio dua aset tersebut?
Jawaban..

• ρA,B = +1

 p  (WA  A  WB  B  2(WA )(WB )(  AB ) A B )


2 2 2 2 1/ 2

•σ ={(0,5^2.0,3^2)+(
A,B

0,5^2.0,6^2)+2(0,5)(0,5)(+1)(0,3.0,6)}^1/2
= 45,0%
Lanjutan
• Hasilnya sbb:
Persamaan SD
ρA,B
+1,0 [0,1125+(0,09)(1,0)]1/2 45,0%

+0,5 [0,1125+(0,09)(0,5)]1/2 39,8%

+0,2 [0,1125+(0,09)(0,2)]1/2 36,1%

0 [0,1125+(0,09)(0,0)]1/2 33,5%

-0,2 [0,1125+(0,09)(-0,2)]1/2 30,7%

-0,5 [0,1125+(0,09)(-0,5)]1/2 25,9%

-1,0 [0,1125+(0,09)(-1,0)]1/2 15%


MENGHITUNG PORTFOLIO DENGAN
LEBIH DARI DUA ASET
• Menghitung return dan risiko portfolio dengan aset lebih dari dua
pada dasarnya sama dengan menghitung return dan risiko dari dua
aset
• Yang membedakannya hanya penambahan pada formula atau rumus
untuk aset yang ke tiga dan seterusnya
Contoh soal…
• Misalkan diketahui seorang investor memasukkan
3 aset dalam portfolionya yang terdiri dari aset A,B
dan C. E(R) A = 9%, E(R) B = 5,25%, E(R) C = 12%,
σA = 6,04%, σB = 1,69%, σ C = 15%. Berapa tingkat
keuntungan yang diharapkan dan risiko portfolio
yang terdiri dari aset A, B dan C dengan komposisi
masing-masing 40%,30% dan 30% berturut-turut,
misalkan matrik korelasi ketiga aset tersebut sbb :
Lanjutan…

Koefisien Korelasi A B C

A 1 -0,961 0,20

B 1 0,15

C 1

Jawaban :
•Tingkat keuntungan yang diharapkan merupakan
rata-rata tertimbang dari tingkat keuntungan aset
individualnya, sehingga E(R) portfolionya menjadi
sbb :
Lanjutan…
• E(R) = (0,4x9)+ (0,3x5,25) + (0,3x12)=9,975%
• Risiko portfolio 3 aset :

=  2
portfolio  X A
2
 A
2
 X B
2
 B
2
 X C
2
 C  2 X A X B AB  2 X A X C AC  2 X B X C BC
2

(0,4) 2 (6,04) 2  (0,3) 2 (1,69) 2  (0,3) 2 (15) 2  2(0,4)(0,3)(0,96 x6,04 x1,69)


 2(0,4)(0,3)(0,2 x6,04 x15)  2(0,3)(0,3)(0,15 x1,69 x15)
= 26,3 -2,35+4,35+0,68 = 28,98
σp = = 5,38%

 p2
28,98
Lanjutan…

• Jika aset dalam portfolio semakin besar, maka perhitungan risiko


portfolio semakin kompleks
• Perhitungan risiko portfolio bisa digambarkan dalam bagan beikut :

XAσA XBσB XCσC


XA A
2 2
XAσA
XBσB
XCσC

Anda mungkin juga menyukai