TERAPI KOMPLEMENTER
PMR( PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION ) DAN
TERAPI BANSON
DISUSUN OLEH KELOMPOK 3
[Link] MUJTAHIDAH
[Link] EMAWAN
[Link]
[Link]
[Link]
[Link] SUPRAYITNO
7PUJIONO
[Link] HASTUTI
[Link] AROFAH
[Link] ENDAH WIJANATI
[Link] ENDANG SUBIYATI
PENGERTIAN
• PMR adalah gerakan mengencangkan dan
melemaskan otot-otot pada satu bagian tubuh pada
satu waktu yang dapat menghadirkan kondisi rilek
scara fisik dan psikologi. PMR dapat
mengistirahatkan tubuh dari kekencangan otot
sehingga dapat menurunkan rasa ketidaknyamanan
pada tubuh dan rasa keletihan (William & Carey,
2003).
MANFAAT PMR
• Kegunaan :PMR telah menunjukkan manfaat
dalam mengurangi ansietas atau kecemasan,
dan berkurangnya kecemasan ini
mempengaruhi berbagai gejala psikologis dan
kondisi medis (Miells, et al, 200)
CARA KERJA
• 1. Gerakan pertama ditujukan untuk melatih
otot tangan yang dilakukan dengan cara
menggenggam tangan kiri sambil membuat suatu
kepalan. Pasien diminta membuat kepalan ini
semakin kuat sambil merasakan sensasi
ketegangan yang terjadi. Lepaskan kepalan
perlahan-lahan, sambil merasakan rileks selama ±
8 detik. Lakukan gerakan 2 kali sehingga klien
dapat membedakan perbedaan antara
ketegangan otot dan keadaan rileks yang dialami.
Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan
kanan.
GERAKAN KE 2
• 2. Gerakan kedua adalah gerakan untuk
melatih otot tangan bagian belakang. Gerakan ini
dilakukan dengan cara menekuk kedua lengan ke
belakang pada pergelangan tangan sehingga otot-
otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah
menegang, jari-jari menghadap ke langit-langit.
Lakukan penegangan ± 8 detik, kemudian
relaksasikan secara perlahan-lahan dan rasakan
perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan
rileks yang dialami. Lakukan gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 3
• adalah untuk melatih otot-otot bisep.
Gerakan ini diawali dengan menggenggam
kedua tangan sehingga menjadi kepalan
kemudian membawa kedua kepalan ke
pundak sehingga otot-otot bisep akan menjadi
tegang. Lakukan penegangan otot ± 8 detik,
kemudian relaksasikan secara perlahan-lahan
dan rasakan perbedaan antara ketegangan
otot dan keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2
kali.
GERAKAN KE 4
• ditujukan untuk melatih otot-otot bahu.
Dilakukan dengan cara mengangkat kedua bahu
setinggi-tingginya seakan-akan menyentuh kedua
telinga. Fokus perhatian gerakan ini adalah
kontras ketegangan yang terjadi di bahu,
punggung atas, dan leher. Rasakan ketegangan
otot-otot tersebut ± 8 detik, kemudian
relaksasikan secara perlahan-lahan dan rasakan
perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan
rileks. Lakukan gerakan ini 2 kali.
Gerakan kelima sampai ke delapan adalah
gerakan-gerakan yang ditujukan untuk
melemaskan otot-otot di wajah
• . Otot-otot wajah yang dilatih adalah otot-otot
dahi, mata, rahang, dan mulut. Gerakan untuk
dahi dapat dilakukan dengan cara mengerutkan
dahi dan alis sampai ototototnya terasa dan
kulitnya keriput, mata dalam keadaan tertutup.
Rasakan ketegangan otot-otot dahi selama ± 8
detik, kemudian relaksasikan secara perlahan-
lahan dan rasakan perbedaan antara ketegangan
otot dan keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2
kali.
GERAKAN KE 6
• untuk mengendurkan otot-otot mata diawali
dengan menutup keras-keras mata sehingga
dapat dirasakan ketegangan di sekitar mata
dan otot-otot yang mengendalikan gerakan
mata. Lakukan penegangan otot ± 8 detik,
kemudian relaksasikan secara perlahan-lahan
dan rasakan perbedaan antara ketegangan
otot dan keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2
kali.
GERAKAN KE 7
• bertujuan untuk mengendurkan ketegangan
yang dialami oleh otot-otot rahang dengan
cara mengatupkan rahang, diikuti dengan
menggigit gigi-gigi sehingga ketegangan di
sekitar otot-otot rahang. Rasakan ketegangan
otot-otot tersebut ± 8 detik, kemudian
relaksasikan secara perlahan-lahan dan
rasakan perbedaan antara ketegangan otot
dan keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 8
• 8. Gerakan kedelapan dilakukan untuk
mengendurkan otot-otot sekitar mulut.
Bibir dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga
akan dirasakan ketegangan di sekitar mulut.
Rasakan ketegangan otot-otot sekitar mulut
selama ± 8 detik, kemudian relaksasikan
secara perlahan-lahan dan rasakan perbedaan
antara ketegangan otot dan keadaan rileks.
Lakukan gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 9
• ditujukan untuk merilekskan otot-otot leher
bagian belakang. Pasien dipandu meletakkan
kepala sehingga dapat beristirahat, kemudian
diminta untuk menekankan kepala pada
permukaan bantalan kursi sedemikian rupa
sehingga pasien dapat merasakan ketegangan di
bagian belakang leher dan punggung atas.
Lakukan penegangan otot ± 8 detik, kemudian
relaksasikan secara perlahan-lahan dan rasakan
perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan
rileks. Lakukan gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 10
• bertujuan untuk melatih otot leher bagian depan.
Gerakan ini dilakukan dengan cara membawa
kepala ke muka, kemudian pasien diminta untuk
membenamkan dagu ke dadanya. Sehingga dapat
merasakan ketegangan di daerah leher bagian
muka. Rasakan ketegangan otot-otot tersebut ± 8
detik, kemudian relaksasikan secara perlahan-
lahan dan rasakan perbedaan antara ketegangan
otot dan keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2
kali.
GERAKAN KE 11
• 11. Gerakan kesebelas bertujuan untuk melatih
otot-otot punggung. Gerakan ini dapat dilakukan
dengan cara mengangkat tubuh dari sandaran
kursi, kemudian punggung dilengkungkan, lalu
busungkan dada. Kondisi tegang dipertahankan
selama ± 8 detik, kemudian rileks. Pada saat
rileks, letakkan tubuh kembali ke kursi, sambil
membiarkan otot-otot menjadi lemas. Rasakan
ketegangan otot-otot punggung selama ± 8 detik,
kemudian relaksasikan secara perlahan-lahan dan
rasakan perbedaan antara ketegangan otot dan
keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 12
• 12. Gerakan kedua belas dilakukan untuk
melemaskan otot-otot dada. Tarik nafas panjang
untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak-
banyaknya. Tahan selama beberapa saat, sambil
merasakan ketegangan di bagian dada kemudian
turun ke perut. Pada saat ketegangan dilepas,
pasien dapat bernafas normal dengan lega.
Lakukan penegangan otot ± 8 detik, kemudian
relaksasikan secara perlahan-lahan dan rasakan
perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan
rileks. Lakukan gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 13
• bertujuan untuk melatih otot-otot perut.
Tarik kuat-kuat perut ke dalam, kemudian
tahan sampai perut menjadi kencang dan
keras. Rasakan ketegangan otot-otot tersebut
± 8 detik, kemudian relaksasikan secara
perlahan-lahan dan rasakan perbedaan antara
ketegangan otot dan keadaan rileks. Lakukan
gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 14
• bertujuan untuk melatih otot-otot paha,
dilakukan dengan cara meluruskan kedua
belah telapak kaki sehingga otot paha terasa
tegang. Rasakan ketegangan otot-otot paha
tersebut selama ± 8 detik, kemudian
relaksasikan secara perlahan-lahan dan
rasakan perbedaan antara ketegangan otot
dan keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2 kali.
GERAKAN KE 15
• bertujuan untuk melatih otot-otot betis,
luruskan kedua belah telapak kaki sehingga
otot paha terasa tegang. Gerakan ini
dilanjutkan dengan mengunci lutut, lakukan
penegangan otot ± 8 detik, kemudian
relaksasikan secara perlahan-lahan dan
rasakan perbedaan antara ketegangan otot
dan keadaan rileks. Lakukan gerakan ini 2 kali.
INDIKASI
• IndikasiPMR :
• ü PMR merupakan salah satu bentuk mind-body therapy dalam terapi
komplementer dan alternatif (Complementary and Alternative Therapy
(CAM) .PMR digunakan sebagai terapi pendamping terapi atau terapi
mandiri untuk untuk menurunkan stres, ketegangan otot dan nyeri
(Cooke, 2011).
• ü PMR dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan yang
diberikan kepada pasienpost operasi CABG untuk meningkatkan relaksasi
dan kemampuan pengelolaan diri. Latihan ini dapat membantu
mengurangi ketegangan otot, stres, menurunkan tekanan darah,
meningkatkan toleransi terhadap aktivitas sehari-hari, meningkatkan
imunitas, sehingga status fungsional dan kualitas hidup meningkat
(Stoppler, 2005)
• ü Untuk hasil yang maksimal dianjurkan untuk melakukan PMR pada jam
yang sama 2 kali sehari selama 10-20 menit. Latihan relaksasi dianjurkan
dalam kondisi tidak lapar dan perut tidak terlalu penuh. Kalau menurut
penelitian Dehdari, et al, 2009 PMR dianjurkan selama 5 minggu untuk
dapat menurunkan kecemasan.
CARA KERJA PMR
setelah menjelaskan tujuan dan peroses PMR, perintahkan klien
untuk;
1. Berada pada posisi yang nyaman dan tenang
2. Tutup mata dan pertahankan dalam keadaan tertutup hingga kegiatan selesai
3. Hirup udara dengan tehnik nafas dalam, selama 4 hitungan
4. Tahan nafas selama 4 hitungan
5. Hembuskan nafas selama 4 hitungan
6. lanjutkan dengan nafas perlahan dan dalam
7. Tegangkan bagian kelompok otot yang akan di rilekskan
8. Tahan selama 3 hitungan (tegangkan otot secukupnya jangan menegangkan otot
sampai pada level nyeri)
9. Jika terjadi kram hentikan tindakan dan pijat perlahan bagian yang karam
10. lepaskan tegangan otot secara perlahan
11. ulangi, dan rasakan efek rileks dengan menegangkan dan mengendurkan bagian
otot yang sama
12. ulangi langkah 3- 6
PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION
MENURUNKAN FREKUENSI NYERI PADA
PENDERITA KANKER PAYUDARA YANG
MENJALANI KEMOTERAPI DI POSA RSUD
[Link] SURABAYA Endang Kasih*,
• Simpulan Sebelum dilakukan Progressive Muscle
Relaxation (PMR) seluruh responden memiliki rerata
frekuensi nyeri 13,29 kali per minggu. Mayoritas
responden mempunyai frekuensi nyeri rerata 7,07 kali per
minggu setelah penerapan. Progressive Muscle Relaxation
(PMR) menurunkan frekuensi nyeri pada penderita kanker
payudara yang menjalani kemoterapi di POSA RSUD Dr.
Soetomo Surabaya.
TERAPI BANSON
• Relaksasi benson merupakan pengembangan
metode respon relaksasi dengan melibatkan
faktor keyakinan pasien, yang dapat
menciptakan suatu lingkungan internal
sehingga dapat membantu pasien mencapai
kondisi kesehatan dan kesejah teraan lebih
tinggi (Purwanto, 2006)
• Relaksasi Benson yaitu suatu tehnik pengobatan
untuk menghilangkan nyeri, insomnia (tidak bisa
tidur) atau kecemasan. Cara pengobatan ini
merupakan bagian pengobatan spiritual. Pada
tehnik ini pengobatan sangat fleksibel dapat
dilakukan dengan bimbingan mentor, bersama-
sama atau sendiri. Tehnik ini merupakan upaya
untuk memusatkan perhatian pada suatu fokus
dengan menyebut berulang-ulang kalimat ritual
dan menghilangkan berbagai pikiran yang
mengganggu. Tehnik pengobatan ini dapat
dilakukan setengah jam dua kali sehari.
MANFAAT TERAPI BANSON
• Soeharto (2009) menyatakan bahwa
tujuan teknik relaksasi napas dalam adalah
untuk meningkatkan ventilasi alveoli,
memelihara pertukaran gas, mencegah
atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk,
mengurangi stress baik stress fisik maupun
emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri
dan menurunkan kecemasan serta
menurunkan tekanan darah sistolik dan
diastolic.
Menurut Kusnandar (2009), manfaat relaksasi
benson adalah sebagai berikut:
a. Ketentraman hati, Berkurangnya rasa cemas, khawatir dan
gelisah
b. Tekanan dan ketegangan jiwa menjadi rendah
c. Detak jantung lebih rendah, Mengurangi tekanan darah
d. Ketahanan yang lebih besar terhadap penyakit
e. Tidur lelap
f. Kesehatan mental menjadi lebih baik
g. Daya ingat lebih baik
h. Meningkatkan daya berpikir logis
i. Meningkatkan kreativitas
j. Meningkatkan keyakinan
k. Meningkatkan daya kemauan
l. Meningkatkan kemampuan berhubungan dengan orang lain
Langkah – Langkah Relaksasi
Benson,menurut Purwanto (2006) adalah:
a. Membentuk suasana sekitar tenang, menghindarkan
dari kebisingan
b. Menarik nafas dalam melalui hidung, dan jaga mulut
tetap tertutup, hitungan sampai 3 tahan selama
inspirasi
c. Kemudian hembuskan lewat bibir seperti meniup dan
ekspirasi secara perlahan dan lewat sehingga terbentuk
suara hembusan tanpa mengembungkan dari pipi
d. Membaca kalimat – kalimat sesuai keyakinan,
misalnya jika beragama Islam membaca istighfar
e. Lakukan sebanyak 5 – 7 kali
Keuntungan Relaksasi Benson:Menurut Kusnandar (2009),
a. Ketentraman hati, Berkurangnya rasa cemas, khawatir
b. Tekanan dan ketegangan jiwa menjadi rendah
c. Detak jantung lebih rendah, Mengurangi tekanan darah
d. Ketahanan yang lebih besar terhadap penyakit
e. Tidur lelap
f. Kesehatan mental menjadi lebih baik
g. Daya ingat lebih baik
h. Meningkatkan daya berpikir logis
i. Meningkatkan kreativitas
j. Meningkatkan keyakinan
k. Meningkatkan daya kemauan
l. Meningkatkan kemampuan berhubungan dengan orang lain
Prosedur Relaksasi Benson :
1. Pilihlah kalimat spiritual yang akan digunakan.
2. Duduklah dengan santai.
3. Tutup mata.
4. Kendurkan otot-otot.
5. Bernapaslah secara alamiah. Mulai mengucapkan kalimat
spiritual yang dibaca secara berulang-ulang dan khidmat.
6. Bila ada pikiran yang mengganggu, kembalilah fokuskan
pikiran.
7. Lakukan 10 sampai 20 menit.