Psoriasis
Presenter by :
Wilda Suci Hidayah, [Link]
Preceptor :
Dr. Arif Effendi [Link]
I. IDENTITAS
• Nama lengkap : Ny. Y
• Umur : 23 Tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Alamat : Sukarame,Bandar Lampung
• Status perkawinan : Belum Menikah
• Suku Bangsa : (Lampung)
• Agama : (Islam)
• Pekerjaan : (Mahasiswa)
• Status : Belum Menikah
II. ANAMNESA
• Keluhan Utama : Kulit bersisik.
• Keluhan Tambahan : Kulit menebal dan gatal.
• Riwayat perjalanan penyakit
Sejak 3 tahun yang lalu pasien mengeluh adanya
bercak kemerahan dilengan kiri yang ukurannya
kecil karena gatal pasien menggaruk kulitnya, lesi
ini lama-kelamaan menimbulkan sisik- sisik putih
yang tebal. Pada bagian kulit yang tidak terdapat
lesi jika digaruk akan muncul lesi yang sama
dengan lesi awal. Saat ini Lesi menyebar ke
badan, wajah, dan kedua ekstremitas.
• Riwayat penyakit yang sama
RPD disangkal
• Lesi diberi pengobatan topikal
RPO mikores dan caladin cair
• Riwayat penyakit yg sama
RPK disangkal
III. STATUS GENERALIS
Pemeriksaan fisik
• KU : Baik
• Kesadaran : CM Kepala
• GCS : E4 V5 M6 Leher
Vital sign Paru-paru Tidak
• TD : Normal diemukan
Jantung kelainan
• Nadi : Normal
• Pernafasan : Normal Abdomen
• Suhu : 36,70 C
• Gizi : Cukup KGB
IV. STATUS DERMATOLOGIS
Lokalisasi:
Regio thorak, abdomen, wajah dan kedua ektremitas
Efloresensi:
Didapatkan plak eritematus yang meninggi dan
sirkumskripta serta ditutupi oleh skuama yang tebal
serta berlapis-lapis.
V. LABORATORIUM
Tidak dilakukan pemeriksaan
VI. RESUME
Seorang perempuan usia 23 tahun datang ke klinik dokter
spesialis kulit dan kelamin dengan keluhan muncul kulit
menebak bersisik dan gatal pada badan, wajah, dan
anggota gerak. Kumat-kumatan sejak 3 tahun yll. Os
melakukan pengobatan topikal mikores dan caladin
cair selama ini.
Pada pemeriksaan ditemukan : Didapatkan plak
eritematus yang meninggi dan sirkumskripta serta
ditutupi oleh skuama yang tebal serta berlapis-lapis.
VII. DIAGNOSIS
Diagnosis kerja Diagnosis
• Psoriasis Vulgaris banding
• Tinea Corporis
• Psoriasis Vugaris
• Dermatitis Seboroik
• Pitriasis Rosea
VIII. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan
Khusus Umum
Topikal : Oral :
Klabetasol 2x1/ Metotreksat 1x1 Edukasi pasien
hari Cetirizin 2x1
IX. PEMERIKSAAN ANJURAN
Fenomena bercak lilin karena adanya perbedaan indeks
bias sehingga jika skuama dikerok akan terlihat warna keruli
spt kerokan lilin
Austpitz sign jika kerokan diteruskan akan muncul bintik
perdarahan.
Fenomena koebner kulit normal yg terkena trauma
timbul lesi baru yg sama
Pemeriksaan Histopatologis
Kerokan kulit pada lesi aktif dengan KOH 20%
X. PROGNOSIS
• Quo Ad Vitam : dubia ad Bonam
• Quo Ad Functionam : dubia ad Bonam
• Quo Ad Sanationam : dubia ad Bonam
Tinjauan Pustaka
Definisi
Psoriasis (Psora=gatal)
Salah satu kelainan kulit
dermatosis skuamosa yang
idiopatik. Disebabkan autoimun
bersifat kronis dan residif
Psoriasis
Vulgaris
Efloresensi; makula yang
eritematus,batas tegas Disertai fenomena tetesan lilin,
dengan skuama tebal kasar tanda austpitz,dan fenomena
berlapis lapis berwarna Koebner
putih mengkilat.
Epidemiologi
Dapat muncul pada berbagai usia. Onsetnya
terjadi pada dekade ke 2-3 dan ke-6. Onset
jarang timbul pada anak < 8 tahun
Frekuensi yang sama pada pria dan wanita
Insiden pada orang kulit putih >> dari pada penduduk
kulit berwarna
Insiden pada musim hujan dan daerah dingin >>
Biasanya diturunkan secara autosomal dominan. Infeksi Lokal dan
gangguan metabolik dapt menjadi faktor pencetus penyakit ini.
Stress dan emosi serta kehamilan dapat memperberat penyakit
Etiopatogenesis
Belum jelas, tetapi yang pasti adalah pembentukan epidermis dipercepat
Faktor Genetik
Tipe I (HLA- Faktor perubahan
Cw6,B13,B17,Bw57,C
Biokimia Faktor Presipitasi
w6)
Tipe II (HLA-B27&Cw2)
Bentuk Klinis Psoriasis
Psoriasis vulgaris Psoriasis gutata
Efloresensi : •Berupa bintik/papul merah
makula eritematous, berbatas • Diameter lesi tidak < 1 cm
tegas, tertutup skuama tebal • Timbul mendadak dan diseminata
dan transparan yg melekat di • Pada anak umumnya timbul setelah infeksi
bagian tengah. bakteri maupun viral
Psoriasis Inversa Psoriasis Pustulosa
Berupa pustul kecil, di atas
(Psoriasis Fisural) kulit eritematosa
Predileksi pada daerah flexor Terdapat 2 bentuk ; bentuk
lokalisata dan generalisata
Psoriasis Universalis Psoriasis Numular
(folikularis) Lesi sebesar uang logam
Lesi pada seluruh tubuh
Predileksi
Manifestasi klinis
Keadaan umum tidak dipengaruhi, kecuali
jika psoriasis menjadi eritroderma.
Efloresensi kulit: makula eritematus yang
besarnya bervariasi dari miliar sampai
numular. Makula tersebut meninggi dengan
batas tegas dan tertutup skuama tebal dan
transparan yang melekat di bagian tengah.
Dapat menyerang kuku Pitting nail :
• Kuku tangan lebih sering terkena daripada kuku kaki
• Permukaan kuku mjd keruh, kekuningan,
• Trdpt cekungan atau titik punctate,
• Menebal + subungual hiperkeratosis dasar kuku
terangkat
Diagnosis
Pemeriksaan
Fenomena bercak lilin
karena adanya perbedaan
indeks bias sehingga jika
skuama dikerok akan terlihat
warna keruli spt kerokan lilin
Austpitz sign jika kerokan
diteruskan akan muncul bintik
perdarahan.
Fenomena koebner kulit
normal yg terkena trauma
timbul lesi baru yg sama
Pemeriksaan Histopatologis
1. Hiperkeratosis berupa Parakeratosis
2. Mikro abses Munro (kumpulan sel neutrofil) pada lapisan epidermis
3. Penipisan lapisan granulosum dan terjadi penebalan papila dermis
4. Pembuluh darah mendekati epidermis Papila dermis memanjang
5. Pemanjangan rete ridges
Diagnosis Banding
Tinea Corporis Dermatitis Seboroik
Diagnosis Banding
Kandidiasis
Sifilis II Linchen Planus
Penatalaksanaan
• Menghilangkan /menghindari faktor
Tujuan pencetus
• Menekan/menghilangkan lesi yg ada
Pengobatan
• Luasnya lesi kulit,
Perlu •
•
Lokasi lesi kulit,
Umur penderita,
diperhatikan • Ada/tidak kontra indikasi obat
Penatalaksanaan Umum
Tidak menggaruk kulitnya saat gatal
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Menyarankan pasien untuk menghindari stres
emosional yang dapat memperparah kondisi pasien
Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakitnya
yang bersifat kronik dan residif. Penyakit memiliki
kemungkinan untuk kambuh disarankan untuk rutin
kontrol berobat
Penatalaksanaan Khusus
1. Terapi Sistemik
• Kortikosteroid : Prednison dosis rendah 30-60mg atau
steroid lain dengan dosis ekivalen. Jika gejala klinis
berkurang, lakukan tappering off.
• Metotreksat (MTX) : Dosis 2,5-5mg/hari selama 14 hari
dengan istirahat yang cukup. Dapat dicoba dosis
tunggala 25mg/minggu dan 50 mg tiap minggu
berikutnya. Dapat diberikan intramuskular 25mg/minggu
dan 50mg pada tiap minggu berikutnya.
• DDS : dipakai pada psoriasis pustulosa tipe Barber
dengan dosis 2x100g/hari.
2. Terapi Topikal
• Preparat ter (ter kayu, fosil, atau batu bara) dengan
konsentrasi 2-5%. Untuk mempercepat, ter dapat
dikombinasi dengan asam salisilat 2-10% dan sulfur
presipitatum 3-5%.
• Antralin 0,2-0,8% dalam pasta atau salep; kesembuhan
tampak sesudah 3 minggu dan dapat bertahan beberapa
bulan.
• Kortikosteroid : biasanya dikombinasi dengan asam salisilat
3%; kortikosteroid fluorinasi mempunyai daya kerja lebih
baik, misalnya triamsinolon asetonida 1%, betamnetason
valerat 0,1%, fluosinolon asetonida 0,025% atau
betametason benzoat 0.025%
2. Fototerapi
• Dilakukan pada lesi yang luas.
• Radiasi UVB
Tu. jenis narrow-band spektrum emisi lebih sempit
lebih selektif + λ lebih panjang lebih efektif.
Umunya dikombinasikan dengan kortikosteroid topikal,
calcipotriol, tazaroten atau emolien.
• PUVA
PUVA yaitu kombinasi psoralen dan sinar ultraviolet 0,6
mg/kgBB. Dikombinasikan dengan psoralen (berefek sinergis)
karena psoralen bersifat fotoaktif.
Diberikan 10 – 20 mg oral pada saat 2 jam sebelum disinar
dengan sinar ultarviolet. Pengobatan dilakukan 2x seminggu,
kesembuhan terjadi setelah 2-4 kali pengobatan. Selanjutnya
dilakukan pengobatan rumatan (maintainance) tiap 2 bulan.
Daftar Pustaka
1. Klaus Wolff MD FRCP. Irritant Contact Dermatitis.
Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. VII
Edition. McGraw-Hill Education, LLC. 2013.
2. Docrat ME. Fixed Drug [Link]: Current Allergy &
Clinical Immunology. No.1. Volume 18. Wale Street
Chambers. Cape Town. 2005. Access on : June 3, 2007.
Available at:
[Link]
[Link]
3. 1. Hamzah M. Erupsi Obat Alergik. In: Ilmu Penyakit
Kulit dan Kelamin. 3rd edition. Bagian Ilmu Penyakit
Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Jakarta. 2002. p:154-157