0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan28 halaman

Manajemen dan Risiko Rubella Kongenital

Dokumen tersebut membahas tentang rubella yang merupakan penyakit virus yang menular dan ringan, namun berbahaya bagi janin jika menginfeksi ibu hamil. Dokumen juga menjelaskan gejala, diagnosis, komplikasi, pencegahan, dan pengendalian rubella di Indonesia melalui program imunisasi rutin dengan vaksin MR.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan28 halaman

Manajemen dan Risiko Rubella Kongenital

Dokumen tersebut membahas tentang rubella yang merupakan penyakit virus yang menular dan ringan, namun berbahaya bagi janin jika menginfeksi ibu hamil. Dokumen juga menjelaskan gejala, diagnosis, komplikasi, pencegahan, dan pengendalian rubella di Indonesia melalui program imunisasi rutin dengan vaksin MR.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RUBELLA

TUGAS MANAJEMEN EPIDEMIOLOGI

2016110016 - Aditya Rachman


2016110028 - Danu Fran Fotohena
PENDAHULUAN
• Rubella awalnya dianggap sebagai varian
dari campak atau scarlet fever dan disebut
juga penyakit 3 hari.
• Nama Rubella sendiri berasal dari bahasa
Latin yang berarti “little red”. (Halley D,
2006).
Definisi

• Rubella (German measles) adalah


penyakit oleh infeksi virus rubella.
• Biasanya ringan,
• Mengenai wanita hamil selama trimester
awal kehamilan dapat menyebabkan
cidera yang parah terhadap
perkembangan bayi.10
Etiologi

• Penyebab = virus rubella.


• Manusia  natural host
• Famili = Togaviridae, dan merupakan virus
RNA rantai tunggal (single-strainded RNA
virus).
• Genus = Rubivirus,
• Virus rubella memiliki 3 protein struktural
utama yaitu 2 glycoprotein envelope, E1
dan E2 dan 1 protein nukleocapsid .
• Bentuk bulat (sferis) atau ovale
• Diameter 60 nm dan memiliki inti (core)
nukleoprotein padat.
relatif tidak stabil dan dapat inaktif
oleh : Proteinase, pelarut lemak,
formalin, sinar ultraviolet, PH rendah,
panas, dan amantadine

Stabil : Temperatur yang dingin


Epidemiologi
• Terdistribusi di seluruh dunia.
• Timbul pada musim semi.
• Anak-anak dan dewasa muda
– Dewasa : wanita > dari pria <
• Ditularkan :
– Oral dropletreplikasi Hidung,
tenggorokan, dan kalenjer limfa
lokal.
– Plasenta pada infeksi kongenital
RESIKO KELAINAN PADA
FETUS

Bulan I Bulan IV

50-60% 4-5%

85% bayi terinfeksi rubella


mengalami defek/kecacatan
PATOGENESIS
Manifestasi Klinis
Virus rubella ditransmisikan melalui partikel
udara  masuk melalui saluran napas
bagian atas.
• Masa Prodromal
• Gejala ringan
• Anak : erupsi timbul tanpa keluhan
• Remaja dan Dewasa : prodromal berlangsung
1-5 hari  menghilang pada saat erupsi
timbul. (dewasa : gejala dan tanda lebih
berat).
• Erupsi /ruam
• Demam Ringan

Nyeri pada tenggorokan


dan batuk
• Konjungtivitis
• Nyeri pada otot
dan sendi • Nyeri mata
• Masa Eksantema
– Mulai retroaulikulartubuh
– Hari ke 2: eksantema hilang diikuti hari ke 3
dan 4 pada anggora gerak juga menghilang.
– Limfadenopati (5-8 hari)..
– Pada hari ke 3 : Nyeri kepala, dan rasa gatal
selama 7-10 hari.
DIAGNOSIS
• SULIT di BUAT (tanda dan gejala (-))
• Demam jarang diatas 38,50 C
• Eritema diffuse pada muka dan badan,
artralgia pada penderita dewasa.
• Sel plasma meningkat 5-20% tanda khas.
(leukopenia, limfositosis relatif, penurunan
jumlah trombosit).
• Serologi (dx pasti)
– Hemaglutination Inhibiton test (HAIR) atau
ditemukannya antibodi IgM yang spesifik
untuk rubella. (Meningkat 4x).
– Selain pada infeksi primer, IgM spesifik
rubella juga ada pada reinfeksi.
– Pada kehamilan 1-2 minggu setelah
timbulnya ruam IgM-Immuno assay
meningkat sebanyak 4xTerminasi.
– Pemeriksaan awal kehamilan : Antibodi
terhadap rubella.
DIAGNOSIS BANDING
• Penyakit virus
– Campak, roseola infantum, eritema
mononukleosis infeksiosa dan pityriasis rosea
• Penyakit Bakteri
- Scarlet fever
• Erupsi obat
- Ampicilin, penicilin, asam salisilat, barbiturat,
INH, fenotiazin, dan diuretik tiazid.
MANAJEMEN
• Pengobatan spesifik (-)
• BED REST
• Demam : Acetaminophen
Prognosis
• Anak-anak : Sembuh seperti semula
• CRS : JELEK, Kerusakan Beberapa
Organ sekaligus.
KOMPLIKASI
• Anak-anak dan dewasa (jarang terjadi).
• CRS (Congenital Rubella Syndrome)
Sering : - Mata (katarak retinopati)
- Jantung bawaan (PDA, stenosis
Pulmonal).
- Ggg Pendengaran (sensorineural).
- Meningoensefalitis dan Retardasi
mental.
• Apabila sumsum tulang juga terkena 
trombositopenia dengan purpura dan
petekie.
• Makula keunguan atau papula dapat
muncul secara persisten pada bayi yang
sering disebut dengan bluberry muffin
baby.
Komplikasi pada bayi

Bluberry Muffin
RUBELLA KONGENITAL
• Bayi lahir  ibu hamil trimester pertama
 sindrom rubella kongenital, yaitu trias
anomali kongenital:
– pada mata (katarak, mikroftalmia, glaukoma,
retinopati),
– telinga (ketulian) dan
– defek jantung (stenosis arteri pulmonalis,
patent ductus arteriosus, ventricle septal
defect).
• waktu lahir adalah reterdasi pertumbuhan
dan psikomotorik.
• Antara 50-85% dari semua bayi beratnya
kurang dari 2500 gram,
• setelah lahir pertumbuhannya pun akan
terhambat (growth retardation).
PREVENSI
• Untuk menghindari penularan 
IMUNISASI PENCEGAHAN
• ISOLASI : SUSPEK VIRUS RUBELLA
(Kontak dengan penderita ± 7 hari setelah
onset dari ruam).
• CRS : pisahkan sampai anak berumur 1
tahun, atau apabila 2x hasil kultur swab
tenggorokan negatif.
VAKSIN
• Vaksin rubella di Amerika Serikat terdiri
dari strain wistar RA 27/3 yang
dilemahkan, biasanya diberikan bersama
campak dan gondok (MMR) atau bisa juga
bersama dengan varicella (MMRV) dalam
2 dosis regimen pada usia 12-15 bulan
dan 4-6 tahun.
Efek samping
• Jarang terjadi pada anak-anak.
• Pemberian MMR = demam sebanyak 5-15%
• 5% terjadinya ruam.
• Arthralgia dan arthritis terjadi pada dewasa
setelah vaksinasi.
• 25% dari wanita setelah pubertas mengalami
arthralgia, dan 10 % mengalami arthritis.
• Neuropati perifer dan transient trombositopeni
mungkin dapat terjadi.
PENGENDALIAN DI INDONESIA
• Terkait pengendalian rubela yang merupakan penyakit sejenis
campak yang berbahaya bila terkena pada Ibu hamil karena
dapat menyebabkan kecacatan pada janin yang
dikandungnya (Congenital Rubella Syndrome/CRS),
Indonesia akan menambahkan imunisasi rubela ke dalam
program imunisasi rutin nasional dalambentuk vaksin
kombinasi dengan campak (Measles Rubella/MR), yang
didahului dengan kegiatan imunisasi tambahan MR pada
tahun 2017.
• Untuk memastikan seluruh kegiatan tersebut dapat berjalan
dengan baik dan sesuai rencana dibutuhkan tim yang terdiri
dari pemerintah, para ahli, stakeholder, dan lintas sektor
terkait yang berperan aktif mulai dari tahap persiapan,
pelaksanaan sampai pemantauan dan evaluasi seluruh
rangkaian kegiatan.

Anda mungkin juga menyukai