LARYNGOPHARYNGEAL REFLUX
(LPR)
Berbaliknya isi lambung menuju
laringofaring, pita suara atau traktus
trakeobronkial
PERBEDAAN LPR dan GERD
• Patofisiologi
• Pola reflux
• Gejala
• Manifestasi
• Respon terhadap
pengobatan
(Cohen,1999; Postma,2001; Koufman,2002)
PERBEDAAN LPR dan GERD
PERBEDAAN LPR GERD
Reflux: predominant in position Upright Supine
Esophagitis - +
Heartburn - +
Esophageal dysmotility - +
Esophageal acid clearance Normal prolonged
Esophageal sphincter disfunction upper lower
PERBEDAAN LPR dan GERD
GERD LPR
PATOGENESIS EXTRAESOFAGEAL
REFLUX
A. Vagal reflex
B. Paparan bahan reflux
pada traktus trakeo-
bronkial
R Fass; 2004
Letak Kelainan LPR
• Traktus trakeo-
bronkial
• Laring
Orofaring
Hipofaring
• Hipofaring Trakea
Laring
• Orofaring
Manifestasi LPR
• Granuloma
• Subglottic stenosis
• Polypoid degeneration
• Laryngeal cancer
• Asthma / batuk kronis
• Laryngospasme
Subglottic stenosis
DIAGNOSIS LPR
Gejala
Kelainan Laring
Tes Diagnostik Khusus :
- Barium esophagography
- Esophageal/Pharyngeal manometry
- Ambulatory double-probe pH monitoring
Diagnosis
Gejala LPR
• Suara serak • Globus pharyngeus
• Throat clearing • Disfagia servikal
• Tenggorokan gatal • Batuk kronis
• Banyak dahak
Intermittent atau
Chronic intermittent
Diagnosis
Gambaran Laring pada LPR
Edema: difus atau terlokalisir
Eritema
Hipertrofi mukosa posterior
Pseudosulcus vocalis
Obliterasi ventrikel
Granulasi
Pseudosulcus
Granulasi Edema Laring vocalis
Diagnosis
Reflux laringitis
Diagnosis
BARIUM ESOPHAGOGRAPHY
• Digunakan untuk mendeteksi komplikasi :
- esofagitis erosif
- esophageal ring
- striktur
• Sensitivitas rendah untuk diagnosis LPR
Barium Esophagography pada Pasien dengan Peptic Stricture
Diagnosis
ESOPHAGEAL/PHARYNGEAL
MANOMETRY
• Bukan sebagai alat diagnostik reflux
• Digunakan untuk mengevaluasi :
- peristaltik
- fungsi sphincter
• Metode terbaik untuk menempatkan probe pH
Diagnosis
AMBULATORY DOUBLE-PROBE pH
MONITORING
• Gold standard diagnostik LPR
• Monitoring pH dengan double-probe (faring &
esofagus) secara simultan
• Parameter penting:
– % waktu pH<4 (posisi tegak, supinasi, total)
– Jumlah total kejadian reflux esofagus
– Episode reflux faringeal
Kesulitan Melakukan Monitoring pH:
– Tidak nyaman
– Mahal
– Kelainan laring hanya bisa ditemukan
bila gejalanya jelas
terapi acid suppression percobaan
sebagai alat diagnostik & terapi
TREATMENT OPTIONS
Mengubah gaya hidup
Mengubah pola makan
Terapi medis
Terapi bedah
(Anti-reflux surgery)
Mengubah Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup yang direko-
mendasikan untuk penderita LPR:
Bed blocks
Hindari makan berlebihan/banyak
Jangan makan/minum 3 jam
sebelum tidur
Hindari tekanan tinggi intra-
abdominal
Berhenti merokok
Kurangi berat badan
Mengubah Pola Makan
• Kurangi / hindari:
- makanan berlemak, pedas atau gorengan
- coklat, peppermint
- kafein, minuman berkarbonat
- alkohol
- jus tomat atau jeruk
• Mengunyah-ngunyah permen karet
Terapi Medis
• Antasida
• Antagonis H2-
Receptor
• Proton Pump
Inhibitor (PPI)
Terapi Medis
Proton Pump Inhibitor (PPI):
• Efektif sebagai terapi LPR
• Efikasi harus dipertahankan sepanjang waktu
• Tidak ditemukan hubungan antara pemakaian
PPI jangka panjang dengan keganasan
lambung
Antireflux Surgery
• Indikasi :
- kegagalan terapi medis
- komplikasi LPR (+)
- terapi jangka panjang pada:
* pasien usia muda
* pemakai suara professional
• Nissen fundoplication (tersering):
tingkat keberhasilan 90% dengan
follow up selama 10 tahun
Benda Asing
• Material padat / setengah padat dari
luar/ dalam ----- laring / Trakea /
Bronkus / segmen
• Banyak di bronkus kanan ;
Diameter lebar, sdt lebih kecil, lbh ke
medial, karina lbh kearah kiri
• Asal : Endogen / eksogen
• Efek : reaksi lokal
aerogenasi paru
Trauma ---- pneumothorax
• Diagnosis : Anamnesis & Pemeriksaan
• Awal : Sesak / tercekik (choking /gaging)
Batuk hebat ( paroksismal )
Tanda2 sumbatan jalan nafas
( sianosis ---- asfiksia )
• Gejala & Tanda
Tergantung Lokasi, jenis, sifat, bentuk dan
ukuran
Gejala dan Tanda
• Trakea : Batuk paroksimal mendadak
Sianosis / asfiksia
bising / weeze
Audibel slap ( benda bergerak )
Flutter atau palpatory thrill
Retraksi dinding dada
Sterm fremitus dan auskultasi lemah
• Bronkus : Rasa tersumbat / tercekik
batuk paroksismal
Bising di bronkus
Stem fremitus kanan dan kiri beda
Auskultasi lemah pada bronkus yang
tersumbat
• Segmen : Perasaan tersumbat dan
tercekik
Batuk paroksismal
Bising pada segmen yang kena
Auskultasi melemah pada
segmen yang kena
“Asymtomless interval”
• Pemeriksaan Penunjang :
Foto rongen paru
Bronkoskopi
• Penanganan :
Non endoskopi ( Heimlich Manuever )
Trakeostomi
Bronkoskopi
Akalasia
• Definisi : ketidakmampuan bagian distal
esofagus untuk relaksasi dan
peristaltik esofagus berkurang.
• Penyebab : inkoordinasi neuromuskuler
• Lesi primer : Dinding esofagus / nervus vagus
/ batang otak
• Gejala & tanda : Disfagi, regurgitasi, nyeri
substernal, penurunan BB
• Penatalaksanaan : Medikamentosa (paliatif )
Dilatasi ,
esofagocardiomiotomi
Benda Asing
• Tajam atau tumpul atau makanan yang
tersangkut di esofagus karena tertelan
dengan sengaja maupun tidak sengaja.
• Tulang, coin, koyor, mainan, gigi palsu dll
• Bisa terjadi pada semua umur
• Gejala & tanda : tergantung ukuran, bentuk,
Jenis, lokasi benda asing dan lama tertelan.
--- Disfagi, odinofagi, nyeri dada,
hipersalivasim, regurgitasi dan muntah
• Penatalaksanaan : Ekstraksi