0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan15 halaman

Penetapan Kadar Paracetamol Nitrimetri

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Metode titrasi diazotasi atau nitrimetri digunakan untuk menentukan kadar parasetamol secara kuantitatif dengan larutan natrium nitrit baku. 2. Prosedur analisis melibatkan pembentukan garam diazonium dari parasetamol dengan asam nitrit dalam kondisi asam, kemudian titrasi dengan NaNO2 menggunakan indikator pasta kanji-iodida. 3. Kadar rata

Diunggah oleh

Deby Diantikasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan15 halaman

Penetapan Kadar Paracetamol Nitrimetri

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Metode titrasi diazotasi atau nitrimetri digunakan untuk menentukan kadar parasetamol secara kuantitatif dengan larutan natrium nitrit baku. 2. Prosedur analisis melibatkan pembentukan garam diazonium dari parasetamol dengan asam nitrit dalam kondisi asam, kemudian titrasi dengan NaNO2 menggunakan indikator pasta kanji-iodida. 3. Kadar rata

Diunggah oleh

Deby Diantikasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENETAPAN KADAR PARASETAMOL DENGAN

METODE NITRIMETRI

Disusun Oleh :
1. Eko Wibisono
2. Mia Nurhabibah
3. Nabella Aulia Jauhari
2. Wilda Muthmainnah
3. Windy amellia
PENGERTIAN

Metode titrasi diazotasi disebut


juga dengan nitrimetri yakni
metodepenetapan
kadar secara kuantitatif
dengan mengunakan larutan
baku natrium nitrit.
Metode ini didasarkan pada reaksi
diazotasi yakni reaksi antara
amina aromatic primer dengan
asam nitrit dalamsuasana asam
membentuk garam diazonium.
P
R Pembentukkan garam diazonium dari
I gugus amin aromatic primer ( amin
N aromatic sekunder dan gugus nitro
S aromatic )
I
Pembentukkan senyawa nitrosamine
P dari amin alfatik

K Pemasukkan gugus nitro yg jarang


E terjadi karena sulitnya titrasi dengan
R menggunakan asam nitrat dalalm
J suasana asam
A
Jenis-jenis Reaksi Nitrimetri (Diazotasi)

1. Reaksi yang tidak mengalami


perubahan bilangan oksidasi atau
reaksi yang tidak terjadi transfer
pemindahan elektron

2. Reaksi yang mengalami perubahan


bilangan oksidasi atau reaksi yang
terjadi transfer/ perpindahan elektron
LARUTAN STANDAR
Indikator Nitrimetri

1. Indikator luar
Pada indikator luar, yang digunakan adalah :
▫ pasta kanji-iodida atau
▫ kertas kanji-iodida.
Prinsip : ketika larutan digoreskan pada pasta
atau kertas, adanya kelebihan asam nitrit akan
mengoksidasi iodide menjadi iodium dan
dengan adanya kanji atau amilum akan
menghasilkan warna biru.
Indikator Nitrimetri

1. Indikator dalam
▫ Indikator dalam terdiri atas campuran tropeolin
00 dan metilen biru.
▫Tropeolin 00 merupakan indikator asam-basa yang
bewarna merah dalam suasana asam dan bewarna
kuning bila dioksidasi oleh adanya kelebihan asam
nitrit, sedangkan metilen biru sebagai pengkontras
warna
▫ Pada titik akhir titrasi akan terjadi perubahan dari ungu
menjadi biru sampai hijau tergantung senyawa yang
dititrasi
SENYAWA
UJI

Parasetamol ( III 1979 )


Nama Resmi : ACETAMINOPHENUM
Nama Lain : Asetaminofen
Rm / Bm : C8H9NO2 / 151,16
Pemerian : Hablur atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa
pahit.
Kelarutan : Larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian etanol
(95%)P dalam 13 bagian aseton P, dalam 40 bagian
gliserol p dan dalam 9 bagian propilenglikol p ; larut dalam
larutan alkali hidroksida.
Kegunaan : Analgetikumantipiretikum
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya.
METODE Metode titrasi diazotasi disebut juga
ANALISA
YANG
dengan nitrimetri yakni metode
DIGUNAKAN penetapan kadar secara kuantitatif
dengan menggunakan larutan baku
natrium nitrit(NaNo2)
PROSEDUR PEMBAKUAN
NaNo2 0,05M
1. Timbang 100 mg
Sampel (paracetamol)
dilarutkan dalam 2,5ml
Hcl pekat
2. tambahkan 10ml air
suling PROSEDUR
( aquadest), dinginkan PENETAPAN
sampai suhu ±10˚ C KADAR
3. Lalu titrasikan dengan
larutan NaNo2 0,05M
dengan indikator pasta
Ki amilum, sampai
terbentuk warna biru
tua
PEMBAKUAN
NO Bobot V. Awal V. Akhir V.
As. Terpakai
Sulfanil
at
1 100 mg 0 11,24 11,24
2 100 mg 11,24 22,44 11,20
Volume rata rata 11,22

Dik : berat asam sulfonilat 0,1 g


Mr : 173
M = g/Mr x 1000/v
M = 0,1/173 x 1000/25
= 0,0231 M
V1 x M1 = V2 x M2
25 x 0,0231 = 11,22 x M2
M2 (NaNO2) = 0,0514 M
PENETAPAN KADAR
NO Mg zat V. Awal V. Akhir V.
paraseta Terpakai
mol
1 104 0 16,3 16,3
2 103 16,3 33,1 16,8
Volume rata Rata 16,55

Dik : M2 (NaNO2) = 0,0514 M


BM = 151,16
Dit : % kadar pct ?
% kadar = M NaNO2 x Vt x BM pct x 100%
mg sampel
% kadar (1) = 0,0514 x 16,3 x 151,16 x 100% = 121,7
104 mg
% kadar (2) = 0,0514 x 16,8 x 151,16 x 100% = 126,7
103 mg
% kadar rata-rata = 121,7 + 126,7 = 124,2 %
2
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia


Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Jakarta.

Ansel, Howard.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan


Farmasi. Edisi keempat.

Gandjar, G.I & Rohman, A. 2007. Kimia Farmasi Analisis.


Pustaka Belajar. Yogyakarta.
Zulfikar. 2010. Metode Nitrimetri. Tersedia di
[Link] (diakes tanggal 30 Maret
2013).

Anda mungkin juga menyukai