PENDAHULUAN
Pada pembahasan kali ini menguraikan secara umum tentang
operasi dan penanganan dari :
Type : MG 1550 Nitrogen Plan.
Messrs : Bechtel Great Britain Limited
Pertamina Balikpapan Refinery Expansion.
Isi pokok permasalahan ini yang akan dibahas mengenai operasi
plant dengan keadaan yang sebenarnya.
SPESIFIKASI PLANT
1. Performance dari Plant
a. Spesifikasi Fundamental/Dasar.
- Rate produksi Gas : 175 Nm3/jam/1 Plant.
- Rate produksi Liquid : 85 Nm3/jam/1 Plant.
- Kemurnian (Purity) : O2 < 100 ppm.
- Tekanan Produksi Nitrogen : 8 kg/cm2 G.
b. Periode Operasi kontinyu : Lebih dari 8000 jam (tanpa
deprosting).
Plant kadang-kadang distop dalam waktu yang singkat untuk
keperluan perbaikan atau maintenance, akan tetapi hal ini
tidak dianggap sebagai kemacetan.
c. Waktu start-up : ± 15 jam.
d. Waktu defrosting : ± 10 jam.
2. Spesifikasi dari Equipment.
a. Air Compressor ……………… 2 Set.
Type : Recyprocating.
Kapasitas : 1.600 Nm3/jam.
Tekanan inlet : - 100 mm Aq.
Tekanan outlet : 8,8 kg/cm2 G.
Kelembaban inlet : 85 % R.H (Kelembaban relative).
b. Unit Pre-Cooling …………… 2 Set.
Kapasitas Refrigerasi : 23.600 k cal/jam.
Temperature Penguapan : 0 oC.
Refrigerant : R – 12.
c. Unit MS Adsorber .................. 2 Set.
Tekanan Adsorber : ± 8,55 kg/cm2 G.
Temperature inlet Adsorber : 0 o - 5 oC.
Adsorben : MS 5A.
d. Expansion Turbine No. 1 ......... 2 Set.
Kapasitas : 670 Nm3/jam.
Tekanan inlet : 8.1 kg/cm2 G.
Tekanan outlet : 0.35 kg/cm2 G.
Temperature inlet : - 135 oC.
e. Expansion Turbine No. 2 ......... 2 Set.
Kapasitas : 590 Nm3/jam.
Tekanan inlet : 4,4 kg/cm2 G.
Tekanan outlet : 0.35 kg/cm2 G.
Temperature inlet : - 153 oC.
GARIS BESAR PROSES.
MS – SYSTEM.
Udara dingin dari Refrigeration system mengalir ke inlet Tower
(kembar) dari MS Sieve Dryer (C-35-101 A/B, C/D) untuk
memisahkan uap air dan carbon dioksida (CO2) sehingga
mencegah adanya pembekuan dan mem-block Cryogenic
system.
Salah satu tower drying system yaitu on stream, untuk
menghilangkan impurities dari aliran udara, sementara tower
yang lain mengalami proses regenerasi.
Regenerasi dari Molecular Sieve (MS) terjadi di dalam vessel,
bukan di adsorbing mode, dicapai dengan pertama sekali men-
depressurising Vessel, kemudian mengaliri stream dengan
proses waste gas panas melalui bed-nya pada tekanan ± 0,2
kg/cm2G, untuk melepaskan Carbon dioksida yang terserap.
Waste gas dipanaskan pada temperature 300 oC oleh electric
heater (E-35-105 A/B).
Regenerasi dari MS ini komplit pada saat Regeneration Waste
gas yang keluar dari MS-bed telah mencapai temperature 180
oC (TI-303 A/B). MS-bed kemudian didinginkan dengan aliran
proses waste gas pada temperature 4 o - 8 oC melalui bed-
[Link] kemudian mengalami depressurize sebelum
melakukan kembali pengolahan Udara Proses.
Operasi dari MS-Adsorber ini dikontrol secara otomatis dengan
memakai Cam timer. Masing-masing vessel pada On Stream-
nya meng-adsorb selama 8 jam. Setelah itu dipanasi 3½ jam,
pendinginan 4 jam dengan ½ jam depressurize dan change
over valve.
COLD BOX
Udara keluar dari MS-Adsorber kemudian mengalir ke inlet Cold
Box. saat akan memasuki Cold Box terlebih dulu didinginkan
dengan waste dan Nitrogen process yang keluar dari Cold Box di
dalam heat exchanger (HE) E-01.
Udara dingin tersebut meninggalkan E-01, kemudian didinginkan
lagi, sebagian mencair didalam HE-E-02 oleh proses waste gas
dingin dari Rectifying Column R-25 dan dari Expansion Turbine
K-35-106 A/B dan K-35-107 A/B.
Udara yang telah cair tersebut, meninggalkan E-02 mengalir ke
base/dasar Rectifying Column R-25. sebagian dari hasil
penguapan udara cair tersebut tetap berada di base column
sehingga aliran gas menjadi kaya akan Nitrogen.
Sebagaimana sifat aliran gas akan naik keatas column. Oksigen
semakin terkondensasi oleh aliran reflux, sehingga kemurnian
gas Nitrogen semakin meningkat.
Gas Nitrogen dengan kemurnian tinggi mengalir meninggalkan
top column menuju Condenser R-61 yang mana akan
dikondensasikan oleh waste Oksigen yang berupa udara cair,
yang berasal dari dasar Rectifying Column dengan maksud
menguapkan aliran tersebut.
Nitrogen cair mengalir meninggalkan condenser R-61 menuju
gas separator, gas Nitrogen menjadi aliran recycle pada
condenser R-61. Sebagian gas juga passing ke proses outlet,
dan Nitrogen cair mengalir kembali ke top Column R-25 sebagai
reflux cair.
Flow reflux cair ke Column dikontrol oleh LCV/LIC-301 A/B untuk
mempertahankan level liquid yang konstan didalam dasar
Rectifying Column.
Reflux yang berlebihan diinginkan dengan syarat sebagai feed ke
liquid Nitrogen storage tank.
Flow dari waste Oksigen yang kaya akan udara cair yang
meninggalkan base Rectifying Column dipertahankan pada rate
konstan oleh aksi dari FIC-301 A/B. Dalam hubungannya
dengan FI-301 A/B, udara cair yang mengalir melalui FCV-301
A/B tersebut tekanannya diturunkan dan memuai sebelum
masuk ke condenser R-61.
Waste gas keluar dari R-61 mengalir ke HE-E-02 kemudian
melalui Expansion Turbine K-35-107 A/B akan didinginkan lagi
yang kemudian diumpan balikkan ke HE-E-02 untuk mencairkan
incoming aliran proses gas.
Waste gas dari E-02 kemudian mengalir ke Main HE-E-01
sebagai pendingin awal dari incoming aliran udara proses.
Temperature dari waste proses yang keluar dari HE-E-01 adalah
antara 4 o – 6 oC dengan tekanan 0.2 kg/cm2G. Pada point ini
sebagian gas digunakan untuk regenerasi MS Adsorber dan
sebagian lagi digunakan untuk pengereman Expansion Turbine
K-35-106 A/B dan K-35-107 A/B, sedangkan balance gas
(udara) di vent ke atmosfer melalui vent silencer Y-35-107 A/B.
Expansion Turbine K-35-106 A/B digunakan selama start-up plant
dan selama periode diproduksi liquid yang tinggi/banyak.
Udara dingin bertekanan dari outlet main HE-E-01 didinginkan
lagi / diturunkan tekanannya melalui Expansion Turbine K-35-106
A/B, kemudian aliran udara dingin yang keluar dari turbine
tersebut dicampur dengan aliran yang keluar dari K-35-107 A/B
sebelum mengalir melalui Liquifying HE-E-02.
Gas Nitrogen keluar dari Rectifying Column R-25 mengalir ke
exchanger E-01 sebagai pendingin awal dari aliran udara
incoming. Gas Nitrogen tersebut menjadi panas dengan suhu 4 o
– 6 oC sebelum keluar dari Cold Box.
Back pressure pada proses dikontrol oleh PIC-301 A/B dalam
hubungan dengan PI-301 A/B dan PCV-301 A/B, tanpa
memperhatikan kebutuhan akan system distribusi gas Nitrogen,
pada tekanan 8.0 kg/cm2 G kemurnian Nitrogen yang keluar dari
plant akan tetap terjaga.
Tekanan gas Nitrogen ini semakin naik hingga mencapai 8.8
kg/cm2G jika PCV-101 A/B di vent, dan akhirnya mencapai
unloading pressure 9.3 kg/cm2G dengan pengurangan pemakaian.
Analisa dari prodoksi gas yang keluar dari Cold Box dimonitor
secara continue oleh Oxygen analyzer AT-301 A/B. Jika
kandungan O2 melebihi batas yang telah ditentukan sebelumnya
(max. 100 ppm), flow gas ke system distribusi dan juga liquid ke
storage akan berhenti secara otomatis dan rate reflux ke
Rectifying Column bertambah untuk membuat kualitas gas
bertambah memenuhi spesifikasi dengan segera. Proses harus
direset kembali (secara manual dengan push button) untuk
membawa kembali plant ke operasi normal.
KEISTIMEWAAN KONTROL.
Nitrogen plant telah didesain, bahwa produk Nitrogen selalu
diproduksi pada tekanan minimum 8.0 kg/cm2G. Hal ini untuk
menjaga kandungan oksigen dari produk dibawah batas max.
yang diijinkan. Automatic Pressure Controller (PIC-301 A/B)
menjaga tekanan didalam Cold Box lebih tinggi dari tekanan
minimum yang diijinkan tanpa memperhatikan produknya.
KONTROL FREON REFRIGERATOR.
Temperature udara pada outlet Freon cooler diatur dengan
mengkontrol tekanan penguapan dari Freon didalam air cooler
dan sebuah mekanis capacity control (PCV-200 A/B) untuk
mengontrol kapasitas Refrigerating dari system.
Freon Refrigerator akan stop dan start secara otomatis
dengan berubahnya tekanan suction dan stop secara otomatis
oleh ketidak normalan tekanan discharge serta tekanan oil,
kemudian Annunciator akan bekerja. (Untuk lebih jelasnya
silahkan lihat Sequence diagram).
Build up yang berlebihan akhirnya akan mengakibatkan
kebanjiran. Untuk mencegahnya hand controller (HC-302 A/B
dan HC-301 A/B) dioperasikan untuk mengoperasikan by pass
valve turbine no. 2 (HCV-302 A/B) dan inlet valve Turbine no. 1
(HCV-301 A/B).
Pada keadaan ini, jika level udara cair bertambah, buka valve
HCV-302 A/B, sementara itu waste gas by pass ke Turbine atau
valve HCV-301 A/B ditutup. Hasilnya adalah berkurangnya Cold
Generation yang akan mencegah bertambahnya level liquid.
Jika level liquid pada bagian paling bawah Rectifying Column
drop, tutup valve HCV-302 A/B atau buka valve HCV-301A/B,
agar Waste gas atau udara pada tekanan yang lebih tinggi dan
dalam jumlah lebih banyak akan mengalir melalui Turbine Cold
Generation jadi bertambah dan Level liquid bagus kembali.
CONTROL RATIO REFLUX
Untuk memproduksi Nitrogen yang sesuai dengan
spesifikasi dan kemurnian yang telah ditentukan
sebelumnya dibutuhkan ratio reflux yang tertentu/pasti
didalam Rectifying Column.
Adalah penting bahwa jumlah Nitrogen yang dihasilkan dari
top Column tidak boleh melebihi proporsi yang pasti dari
udara cair masuk ke condenser dari bottom column.
Aliran liquid yang keluar dari bottom column diatur oleh
expansion valve FCV-301 A/B dan pada kondisi yang
mantap / stabil operasi plant di switch ke setting otomatis.
KONTROL KEMURNIAN PRODUK.
Kemurnian dari produk gas N2 tetap dicatat oleh purity recorder
(AN2R-301 A/B). Jika kemurnian N2 turun dibawah level yang
ditentukan, maka alarm dari Analyzer akan berbunyi, dan jika
kemurnian Nitrogen turun lagi, shut-off valve (PCV-301 A/B dan LCV-
301A/B) akan menutup secara otomatis untuk mencegah turunnya
kemurnian produk dan pada waktu yang bersamaan Blow valve UV-307
A/B terbuka secara otomatis membuang gas dari plant ke atmosphere.
Dalam kondisi demikian, tekanan pada plant dikontrol oleh Air
Compressor melalui pressure controller PIC-101 A/B dan Gas Nitrogen
yang diperlukan dapat di-supply dari liquid Nitrogen Storage Tank
(CCR System).
Jika kemurnian dari produk Nitrogen telah diperbaiki sesuai dengan
level yang telah ditentukan, tekan “Plant Start Bottom” (PBS A/B)
kemudian control valve PCV-301 A/B dan LCV-301 A/B membuka
secara otomatis dan Blow valve UV-307 A/B akan menutup.
Apabila PBS A/B tidak ditekan, maka control valve PCV-301 A/B dan
LCV-301 A/B tidak akan membuka dan Blow valve UV-307 A/B tidak
akan menutup karena Interlock Circuit tidak dapat bekerja.
KONTROL KWANTITY PRODUK
Flow rate gas Nitrogen yang dihasilkan dari Rectifying Column
dapat dikontrol dengan mempertahankan tekanan primer dari
Pressure Control Valve PCV-301 A/B sekitar 8.0 kg/cm2. Jika
pemakaian gas Nitrogen lebih kecil dari kapasitas supply plant,
maka tekanan supply system akan naik ke arah tekanan Rectifying
Column.
Kenaikan tekanan dikontrol dengan “ Air Compressor Delivery
Pressure Controller PIC-101 A/B “, dimana sebagian dari udara
bertekanan dibuang melalui blow valve PCV-101 A/B sehingga
supply udara akan berkurang untuk mengontrol quantity produk.
Bersamaan dengan diproduksinya Gas – Liquid, Rectifying
Column Level Control Valve LCV-301 A/B digerakkan oleh liquid
Level Controller LIC-301 A/B untuk menjaga supply liquid Nitrogen
ke storage tank.
AUTOMATIC SWITCHING ADSORBER.
1. Umum.
Adsorber 1 dan 2 terdiri dari type Molecular Sieve berfungsi untuk
memisahkan gas karbon dioksida dan uap air sebelum udara masuk
ke Cold Box.
Adsorber system beroperasi 8 jam setiap 1 cycle, salah satu
Adsorber beroperasi selama 8 jam sementara yang lain “heated”
untuk Regenerasi dan kemudian “Cooled”.
Pada setiap cycle, operasi berikut ini akan berlangsung :
Heater memanasi Waste gas, kemudian mengalir melalui Adsorber
yang sedang regenerasi . 3½ jam setelah itu pemanasan stop dan
aliran tersebut “ Cooling down “ Adsorber selama 4 jam. Setelah
regenerasi komplit, Pressure Equalizing Valve (Selenoid valve)
terbuka kemudian menutup kembali saat tekanan di Adsorber yang
telah di Regenerasi On Line. Setelah tekanan didalam Adsorber
tercapai, discharge valve (solenoid valve) akan menutup.
Regeneration valve (Ball valve) membuka dan flow rate diatur secara
otomatis dengan Pressure Controller PIC-302 A/B dan siklus
Regenerasi dimulai kembali.
2. Detail Operasi “ Change Over “
Mohon disesuaikan dengan dryer operasional sequence
(barchart) Document No. E-46.0.
a. Pada 16 Jam.
Pada awal dari operasi Adsorber, change over valve (VC
1A/B dan VC 2A/B) di Adsorber A/C dan B/D
membersihkan aliran ke Adsorber A/C, heating /
precooling valve (VA 1A/B-1 dan VB 1A/B-1) di Adsorber
A/C tertutup, heating / pre-cooling valve (VA 1A/B-2 dan
VB 1A/B-2) di Adsorber B/C terbuka, heater “ON”, dan
balancing valve pada kedua Adsorber (UV-304 A/B)
tertutup, blow valve (UV-303 A/B-1 dan UV-303 A/B-2)
pada Adsorber A/C dan B/D tertutup, dan exhaust gas
controller di set.
b. Pada 3½ Jam.
Dalam 3½ jam setelah Adsorber mulai beroperasi heater
akan “Off” oleh aksi timer Cam 16-hr ( B ).
c. Pada 7½ Jam.
Empat jam kemudian setelah heater “Off”, timer 1-hr bekerja
oleh aksi timer Cam 16-hr ( A ).
d. Pada 7½ Jam + 1 menit.
1 menit setelah timer 1-hr bekerja, heating / pre-cooling
valve (VA 1A/B-1 dan VB 1A/B-2) pada Adsorber B/D tertutup
penuh oleh aksi dari timer Cam 1-hr ( E ).
e. Pada 7½ Jam + 2 menit.
1 menit setelah heating / Precooling valve (VA 1A/B-1 dan
VA 1A/B-2) tertutup penuh, balancing valve Adsorber (UV
304 A/B) terbuka penuh oleh aksi timer Cam 1-hr ( F ),
hasilnya tekanan kedua Adsorber menjadi seimbang antara
satu sama lain pada 15 menit berikutnya.
f. Pada 7½ Jam + 18 menit.
1 menit setelah Adsorber equalizing valve ( UV 304 A/B )
tertutup penuh, change over valve (VC 1A/B dan VC 2A/B)
pada Adsorber A/C dan B/D berpindah untuk membersihkan
aliran ke Adsorber B/D yang selanjutnya akan beroperasi.
g. Pada 7½ Jam + 19 menit.
1 menit setelah Adsorber A/C “Change Over” ke B/D, blow
valve (UV 303 A/B-1) pada Adsorber A/C terbuka penuh
oleh timer Cam 1-hr (g), yang hasilnya akan mengurangi
tekanan pada Adsorber A/C menjadi nol pada 9 menit
berikutnya.
h. Pada 7½ Jam + 29 menit.
1 menit setelah blow valve (UV 303 A/B-1) pada Adsorber
A/C terbuka penuh, heating / precooling valve (VA 1A/B-1
dan VA 1A/B-2) pada Adsorber A/C terbuka penuh oleh aksi
timer Cam 1-hr ( A ).
i. Pada 8 Jam.
1 menit setelah heating / precooling valve ( VA 1A/B-1 dan
VB 1A/B-1) pada Adsorber A/C terbuka penuh, timer akan
stop oleh aksi Cam itu sendiri ( H ).
Proses diatas dari ( a ) sampai ( i ) akan terulang sebaliknya
pada saat “ Change Over “ Adsorber.
3. Operasi Heater.
System heater tersusun dari 3 group lapisan kawat / wire
dengan type heater 30 KW, 15 KW dan 15 KW, dengan
operasinya dikontrol oleh timer Cam 16-hr ( D ).
Temperatur dikontrol dengan high-low Control Contacts
dari temperature Controller (TSHL-302A/B) yang dipasang
didalam local panel.
Controller hanya berfungsi untuk meng-ON atau OFF-kan
satu heater 15 KW, sedangkan heater 30 KW dan 15 KW
tetap “ ON “ ketika operasi dalam keadaan heting Cycle.
Namun pada kondisi total defrosting, heater 15 KW tetap “
ON “. Controller hanya meng-ON atau OFF-kan heater 15
KW (heater 30 KW “ Off “).
4. Emergency Shut Down
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menyebabkan
kegagalan operasi Nitrogen Plant :
a. Power Failure ( Kegagalan Tenaga ).
Air Compressor, Freon Refrigerator dan Expansion Turbine
shut down dengan segera, kemudian heater cut-off dan
aliran produk berhenti secara otomatis.
b. Bearing Gas Failure.
Kedua Expansion Turbine shut down dan aliran produk
berhenti berhenti secara otomatis, akan tetapi air cleaning
system beroperasi secara continue.
c. Purity of Product Nitrogen Drop. (Penurunan kemurnian
dari prduk Nitrogen).
Pengiriman produksi stop secara otomatis.
d. Heater Temperature High.
Jika heater temperature lebih dari setting ( 350 oC ), maka
heater switch akan cut-off secara otomatis.
e. Oil pressure failure, etc for oil Compressor and for Freon
Refrigerator.
Refer ke Instruction Manual dari Air Compressor dan / atau
Freon Refrigerator.