0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan29 halaman

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Dokumen tersebut membahas tentang Gerakan Pengukuatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah yang bertujuan untuk memperkuat karakter siswa melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam seluruh aspek pembelajaran dan kegiatan sekolah dengan dukungan keluarga dan masyarakat. Dokumen tersebut juga menjelaskan pentingnya pendidikan karakter untuk membangun sumber daya manusia Indonesia serta menyiapkan generasi emas mas

Diunggah oleh

Rian Si Senandung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan29 halaman

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Dokumen tersebut membahas tentang Gerakan Pengukuatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah yang bertujuan untuk memperkuat karakter siswa melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam seluruh aspek pembelajaran dan kegiatan sekolah dengan dukungan keluarga dan masyarakat. Dokumen tersebut juga menjelaskan pentingnya pendidikan karakter untuk membangun sumber daya manusia Indonesia serta menyiapkan generasi emas mas

Diunggah oleh

Rian Si Senandung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GERAKAN

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER


APA PENDIDIKAN KARAKTER?

Pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti,


pendidikan moral, pendidikan watak yang
bertujuan mengembangkan kemampuan
peserta didik untuk memberikan
keputusan baik-buruk, memelihara apa
yang baik dan mewujudkan kebaikan itu
dalam kehidupan sehari-hari dengan
sepenuh hati.
(Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter, 2010)

2
Tujuan, Fungsi, Media Pendidikan Karakter
FUNGSI:

Mengembangkan karakter
bangsa agar mampu
mewujudkan nilai-nilai
luhur Pancasila 
“Pendidikan karakter
sebagai pilar kebangkitan
bangsa, raih prestasi
junjung tinggi budi
pekerti”
(Hardiknas, 20 Mei 2011)

Keluarga; satuan pendidikan; masyarakat sipil; masyarakat politik;


pemerintah; dunia usaha; media massa 3
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)

Gerakan pendidikan di sekolah [Link] SDM


Definisi

Urgensi
untuk memperkuat karakter merupakan pondasi
siswa melalui harmonisasi olah pembangunan bangsa.
hati (etik), olah rasa (estetik), [Link] Generasi Emas 2045
olah pikir (literasi), dan olah dengan dibekali Keterampilan
raga (kinestetik) dengan abad 21 : Kualitas Karakter,
dukungan pelibatan publik dan Literasi Dasar, dan Kompetensi
4Cs.
kerja sama antara sekolah,
keluarga, dan masyarakat yang [Link] kondisi
merupakan bagian dari Gerakan degradasi moralitas, etika dan
budi pekerti.
Nasional Revolusi Mental
(GNRM)
MENGAPA PPK

a. Amanat Undang-Undang dan Kebijakan Nasional Pendidikan


UU Sisdiknas, Nawacita, Trisakti, RPJMN 2015-2019, Amanat Presiden RI, Kebijakan Kemendikbud

b. Fokus pada Penguatan Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter bukan produk baru, bukan mata pelajaran, bukan kurikulum baru tetapi merupakan
penguatan atau fokus dari proses pembelajaran dan sebagai poros/ruh/jiwa pendidikan

c. Penguatan Peran Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Masyarakat


PPK mendorong penguatan ekosistem pendidikan (Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Masyarakat).

d. Praktik-Praktik Baik
Kekayaan pengalaman dan praktik-praktik baik sekolah khususnya Kepala Sekolah dan Guru.

e. Keteladanan
Keteladanan dan perilaku baik Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua dalam keseharian.

f. Konsep Pembelajaran Dialogis


PPK Berbasis Kelas, PPK Berbasis Budaya Sekolah, PPK Berbasis Partisipasi Masyarakat.

g. PPK Terintegrasi dengan Seluruh Aktivitas KBM di Sekolah


3
Rasional
a. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 3
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Fungsi dan Tujuan Pendidikan
Nasional)

b. Agenda Nawacita No. 8


Penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari
revolusi mental.

c. Trisakti
Mewujudkan Generasi yang Berkepribadian dalam Kebudayaan.

d. RPJMN 2015-2019
“Penguatan pendidikan karakter pada anak-anak usia sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk memperkuat nilai- nilai
moral, akhlak, dan kepribadian peserta didik dengan memperkuat pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam mata
pelajaran”

e. Mempersiapkan Generasi Emas 2045


yang bertaqwa, nasionalis, tangguh, mandiri, dan memiliki keunggulan bersaing secara global.

f. Arahan Khusus Presiden kepada Mendikbud untuk memperkuat pendidikan karakter. 4


Tantangan

a. Optimalisasi pengembangan potensi siswa secara harmonis


melalui keseimbangan olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olah raga (kinestetik)

b. Besarnya populasi siswa, guru, dan sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia

c. Membangun sinergi dan tanggungjawab terhadap pendidikan karakter anak


antara sekolah, orang tua dan masyarakat

d. Tantangan globalisasi
Memperkuat kemampuan beradaptasi terhadap perubahan melalui penumbuhan nilai-nilai religiusitas dan kearifan lokal
bangsa

e. Terbatasnya pendampingan orang tua


Perlu peningkatan kualitas hubungan orang tua dengan anak di rumah dan lingkungannya

f. Keterbatasan sarana belajar dan infrastruktur


Prasana dan sarana sekolah, aksesibilitas dan sarana transportasi ke sekolah (jalur lembah, hutan, sungai, dan laut),
sehingga PPK perlu diimplementasikan bertahap.

5
Pengembangan Nilai-Nilai Karakter

Religius Jujur
Toleransi Disiplin
Kerja Keras
Olah Hati Kreatif Mandiri
Demokratis
(Etika) Rasa Ingin Tahu
Semangat
Kebangsaan
Cinta Tanah Air
Olah Olah Menghargai
Raga Pikir Prestasi UTAMA
(Kinestetika) (Literasi Bersahabat/Komu
) nikatif Cinta
Damai
Olah Gemar Membaca
Karsa Peduli
(Estetika)
Lingkungan
Peduli Sosial
Tanggung Jawab
(dan lain-lain)

Filosofi Pendidikan Karakter Nilai-nilai Karakter Kristalisasi Nilai-Nilai


Ki Hajar Dewantara
KONFIGURASI NILAI (SOSIAL-KULTURAL-PSIKOLOGIS)

beriman dan bertakwa,


cerdas, kritis, jujur, amanah, adil,
kreatif, inovatif, bertanggung jawab,
ingin tahu, berempati, berani
berpikir terbuka, mengambil resiko,
produktif, OLAH OLAH
PIKIR HATI pantang menyerah, rela
berorientasi berkorban, dan berjiwa
Ipteks, dan patriotik
reflektif

ramah, saling
OLAH OLAH menghargai, toleran,
bersih dan sehat, RAGA RASA/ peduli, suka menolong,
disiplin, sportif, KARSA gotong royong,
tangguh, andal, nasionalis, kosmopolit ,
berdaya tahan, mengutamakan
bersahabat, kepentingan umum,
kooperatif, bangga menggunakan
determinatif, bahasa dan produk
kompetitif, ceria, Indonesia, dinamis,
dan gigih kerja keras, dan beretos
kerja 9
NILAI Nilai-nilaiDESKRIPSI
SIKAP DAN PERILAKU YANG PATUH DALAM MELAKSANAKAN AJARAN AGAMA
YANG DIANUTNYA, TOLERAN TERHADAP PELAKSANAAN IBADAH AGAMA LAIN,
1. RELIGIUS SERTA HIDUP RUKUN DENGAN PEMELUK AGAMA LAIN

PERILAKU YANG DIDASARKAN PADA UPAYA MENJADIKAN DIRINYA SEBAGAI


ORANG YANG SELALU DAPAT DIPERCAYA DALAM PERKATAAN, TINDAKAN, DAN
2. JUJUR PEKERJAAN

SIKAP DAN TINDAKAN YANG MENGHARGAI PERBEDAAN AGAMA, SUKU,


ETNIS,PENDAPAT, SIKAP DAN TINDAKAN ORANG LAIN YANG BERBEDA DARI
DIRINYA
3. TOLERANSI

TINDAKAN YANG MENUNJUKKAN PERILAKU TERTIB DAN PATUH PADA


BERBAGAI KETENTUAN DAN PERATURAN

4. DISIPLIN
10
Lanjutan…
NILAI DESKRIPSI
PERILAKU YANG MENUNJUKKAN UPAYA SUNGGUH-SUNGGUH
DALAM MENGATASI BERBAGAI HABATAN BELAJAR DAN TUGAS
5. KERJA KERAS SERTA MENYELESAIKAN TUGAS DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

BERPIKIR DAN MELAKUKAN SESUATU UNTUK MENGHASILKAN


CARA ATAU HASIL BARU DARI APA YANG TELAH DIMILIKI
6. KREATIF

SIKAP DAN PRILAKU YANG TIDAK MUDAH TERGANTUNG PADA


7. MANDIRI ORANG LAIN DALAM MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS

CARA BERFIKIR, BERSIKAP DAN BERTINDAK YANG MENILAI SAMA


8. DEMOKRATIS HAK DAN KEWAJIBAN DIRINYA DAN ORANG LAIN

SIKAP DAN TINDAKAN YANG SELALU BERUPAYA UNTUK


MENGETAHUI LEBIH MENDALAM DAN MELUAS DARI APA YANG
9. RASA INGIN TAHU DIPELAJARINYA, DILIHAT, DAN DIDENGAR
11
Lanjutan…
NILAI DESKRIPSI
CARA BERPIKIR, BERTINDAK, DAN WAWASAN YANG
MENEMPATKAN KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA DI ATAS
10. SEMANGAT KEBANGSAAN KEPENTINGAN DIRI DAN KELOMPOKNYA

CARA BERFIKIR, BERSIKAP DAN BERBUAT YANG


MENUNJUKKAN KESETIAAN, KEPEDULIAN, DAN PENGHARGAAN
11. CINTA TANAH
YANG TINGGI TERHADAP BAHASA, LINGKUNGAN FISIK,
AIR SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI, DAN POLITIK BANGSANYA

SIKAP DAN TINDAKAN YANG MENDORONG DIRINYA UNTUK


MENGHASILKAN SESUATU YANG BERGUNA BAGI MASYARAKAT,
12. MENGHARGAI PRESTASI DAN MENGAKUI DAN MENGHORMATI KEBERHASILAN ORANG
LAIN

TINDAKAN YANG MEMPERLIHATKAN RASA SENANG BERBICARA,


13. BERSAHABAT/ BERGAUL, DAN BEKERJA SAMA DENGAN ORANG LAIN
KOMUNIKATIF 12
Lanjutan…
NILAI DESKRIPSI
SIKAP, PERKATAAN DAN TINDAKAN YANG MENYEBABKAN
14. CINTA
ORANG LAIN MERASA SENANG DAN AMAN ATAS KEHADIRAN
DAMAI DIRINYA
KEBIASAAN MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK MEMBACA
15. GEMAR MEMBACA BERBAGAI BACAAN YANG MEMBERIKAN KEBAJIKAN BAGI
DIRINYA
SIKAP DAN TINDAKAN YANG SELALU BERUPAYA MENCEGAH
16. PEDULI KERUSAKAN PADA LINGKUNGAN ALAM DI SEKITARNYA, DAN
MENGEMBANGKAN UPAYA-UPAYA UNTUK MEMPERBAIKI
LINGKUNGAN KERUSAKAN ALAM YANG SUDAH TERJADI

SIKAP DAN TINDAKAN YANG SELALU INGIN MEMBERI


17. PEDULI SOSIAL BANTUAN BAGI ORANG LAIN DAN MASYARAKAT YANG
MEMBUTUHKAN
SIKAP DAN PERILAKU SESEORANG DALAM MELAKSANAKAN
18. TANGGUNG TUGAS DAN KEWAJIBANNYA TERHADAP DIRI SENDIRI,
MASYARAKAT, LINGKUNGAN (ALAM, SOSIAL DAN BUDAYA),
JAWAB NEGARA DAN TUHAN YME 13
KONSEP DASAR PPK
FOKUS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS
1. Struktur Program ▪Integrasi dalam mata pelajaran KELUARAN
▪ Jenjang danKelas ▪Optimalisasi muatan lokal Pembentukan individu yang memiliki
▪ Ekosistem Sekolah ▪Manajemen kelas karakter dan kompetensi abad 21
▪ Penguatan kapasitasguru PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KULTUR
HASIL
SEKOLAH
2. Struktur Kurikulum ▪Olah pikir: Individu yang memiliki
▪Pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian
▪ PPK melalui kegiatan Intra-kurikuler danko- keunggulan akademis sebagai hasil
sekolah
pembelajaran dan pembelajar
kurikuler ▪Keteladanan pendidik
sepanjang hayat
▪ PPK melalui kegiatan Ekstra-kurikuler ▪Ekosistem sekolah
▪Olah hati: Individu yang memiliki
▪ PPK melalui kegiatan pembiasaan ▪Norma, peraturan, dan tradisi sekolah
kerohanian mendalam, beriman dan
bertakwa
3. Struktur Kegiatan PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KOMUNITAS ▪Olah rasa dan karsa: Individu yang
▪ Praksis Kegiatan Pembentukan Karakter di
▪ Orang tua memiliki integritas moral, rasa
lingkungan sekolah berdasarkan 4 dimensi
▪ KomiteSekolah berkesenian dan berkebudayaan
pengolahan karakter Ki Hadjar Dewantara
▪ Dunia usaha ▪Olah raga: Individu yang sehat dan
(Olah pikir, Olah hati, Olah rasa/karsa, Olah
▪ Akademisi, pegiatpendidikan, mampu berpartisipasi aktif sebagai
raga)
▪ Pelaku Seni & Budaya, Bahasa & Sastra warga negara
▪ Pemerintah & Pemda

PELIBATAN PUBLIK
Orang tua Komite Sekolah Dunia Usaha Akademisi/Pegiat Pendidikan Pelaku Seni & Budaya Pemerintah & Pemda
Komunikasi Mediasi CSR Partisipasi Sumber belajar Kolaborasi sumber daya:
Komitmen Mobilisasi sumber daya Sumber Belajar Advokasi ABK/kelompok Marjinal Komunitas Bahasa Kemdagri, Kemenag,
Konsistensi Pengawasan Media Massa Literasi Taman Budaya Kemenkes, Kemenhan,
Finansial Program inovasi Sanggar Seni Museum Kemendes, TNI/Polri
Berbagi Pengetahuan Pemprov/Kota/Kab
IMPLEMENTASI PPK DI SEKOLAH

KEPALA SEKOLAH
1. DIAJARKAN
2. DIBIASAKAN
3. DILATIH SECARA
KONSISTEN

GURU

4. MENJADI KEBIASAAN
▪SISWA
5. MENJADI KARAKTER
6. MENJADI BUDAYA

PENGAWAS
IMPLEMENTASI KONSEP PPK
PPK BERBASIS KELAS
▪ Integrasi dalam mata pelajaran
▪ Optimalisasi muatan lokal
▪ Manajemen kelas

PPK BERBASIS BUDAYA SEKOLAH


▪ Pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah
▪ Branding sekolah
▪ Keteladanan pendidik
▪ Ekosistem sekolah
▪ Norma, peraturan, dan tradisi sekolah

PPK BERBASIS MASYARAKAT


▪ Orang tua, Komite Sekolah
▪ Dunia usaha
▪ Akademisi
▪ pegiat pendidikan
▪ Pelaku Seni, Budaya, Bahasa & Sastra
▪ Pemerintah & Pemda
20
SIMULASI MODEL IMPLEMENTASI PPK
Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Nilai Karakter** Penguatan Nilai Utama:
Waktu
Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, Integritas
Kegiatan Pembiasaan:
Memulai hari dengan Upacara Bendera (Senin), Apel, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Lagu
Nasional, dan berdoa bersama. Membaca buku-buku non-pelajaran tentang PBP, cerita rakyat,
15 menit sebelum memulai pembelajaran.

Kegiatan PPK
Kegiatan Intra-Kurikuler: bersama orang tua:
Kegiatan Belajar – Mengajar Interaksi dengan
Waktu Belajar* orang tua dan
lingkungan / sesama

Kegiatan Ko-Kurikuler dan Ekstrakurikuler:


Sesuai minat dan bakat siswa yang dilakukan di bawah bimbingan guru/pelatih/melibatkan orang
tua & masyarakat: Kegiatan Keagamaan, Pramuka, PMR, Paskibra, Kesenian, Bahasa & Sastra,
KIR, Jurnalistik, Olahraga, dsb.
Kegiatan Pembiasaan:
Sebelum menutup hari Siswa melakukan refleksi, menyanyikan lagu daerah dan berdoa
bersama.
*Durasi waktu tidak mengikat dan disesuaikan dengan kondisi sekolah
** Nilai-nilai karakter disesuaikan dengan GNRM, kreativitas sekolah, dan kearifan lokal
NILAI KARAKTER RELIGIUS (1-5) ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan
menjaga keutuhan ciptaan: cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama,
teguh pendirian, percayadiri, kerja sama lintas agama, antibuli dan kekerasan,
persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang kecil dan
tersisih.

1010
NILAI KARAKTER NASIONALIS (2-5) merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat
yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap
bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya: apresiasi
budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan
berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati
keragaman budaya, suku, dan agama.

1111
NILAI KARAKTER MANDIRI (3-5) merupakan sikap dan perilaku yang
tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga,
pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.
Subnilai kemandirian antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan
banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi
pembelajar sepanjang hayat.

1212
NILAI KARAKTER GOTONG ROYONG (4-5) mencerminkan tindakan menghargai
semangat kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama,
memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, bersahabat dengan orang lain dan
memberi bantuan pada mereka yang kurang mampu, tersingkir dan membutuhkan
pertolongan. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerjasama, inklusif,
komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong,
solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, sikap
kerelawanan.

1313
NILAI KARAKTER INTEGRITAS (5-5) merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan
pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan,
tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan
moral (integritas moral). Karakter integritas meliputi sikap tanggungjawab sebagai warga
negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang
berdasarkan kebenaran. Subnilai integritas antara lain kejujuran,cinta pada kebenaran, setia,
komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, menghargai martabat
individu (terutama penyandang disabilitas).

1414
PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PPK
Prinsip 1–Nilai-nilai Moral Universal, Gerakan PPK berfokus pada penguatan nilai-nilai moral universal yang
prinsip-prinsipnya dapat didukung oleh segenap individu dari berbagai macam latar belakang agama, keyakinan,
kepercayaan, sosial, dan budaya.

Prinsip 2–Holistik–dalam arti pengembangan fisik (olah raga), intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa), etika dan
spiritual (olah hati) dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak, baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan
komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan.

Prinsip 3–Terintegrasi sebagai poros pelaksanaan pendidikan nasional terutama pendidikan dasar dan menengah
dikembangkan dan dilaksanakan dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai elemen
pendidikan, bukan merupakan program tempelan dan tambahan dalam proses pelaksanaan pendidikan.

Prinsip 4–Partisipatif, dilakukan dengan mengikutsertakan dan melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku
kepentingan pendidikan sebagai pelaksana Gerakan PPK. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite
sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait dapat menyepakati prioritas nilai-nilai utama karakter dan kekhasan sekolah
yang diperjuangkan dalam Gerakan PPK, menyepakati bentuk dan strategi pelaksanaan Gerakan PPK, bahkan
pembiayaan Gerakan PPK.
PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PPK

Prinsip 5 – Kearifan Lokal, bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara yang demikian beragam dan
majemuk agar kontekstual dan membumi. Gerakan PPK harus bisa mengembangkan dan memperkuat kearifan
lokal nusantara agar dapat berkembang dan berdaulat sehingga dapat memberi indentitas dan jati diri peserta
didik sebagai bangsa Indonesia.

Prinsip 6 – Kecakapan Abad XXI, mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh peserta didik
untuk hidup pada abad XXI, antara lain kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative
thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja
sama dalam pembelajaran (collaborative learning).

Prinsip 7 – Adil dan Inklusif, dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, non-diskriminasi,
non-sektarian, menghargai kebinekaan dan perbedaan (inklusif), dan menjunjung harkat dan martabat manusia.
PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PPK

Prinsip 8-Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik, dikembangkan dan dilaksanakan selaras dengan
perkembangan peserta didik baik perkembangan biologis, psikologis, maupun sosial, agar tingkat kecocokan dan
keberterimaannya tinggi dan maksimal. Dalam hubungan ini kebutuhan-kebutuhan perkembangan peserta didik
perlu memperoleh perhatian intensif.

Prinsip 9–Terukur, dikembangkan dan dilaksanakan berlandaskan prinsip keterukuran agar dapat dimati dan
diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini komunitas sekolah mendeskripsikan nilai- nilai
utama karakter yang menjadi prioritas pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan perilaku yang dapat
diamati dan diukur secara objektif; mengembangkan program-program penguatan nilai-nilai karakter yang
mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah; dan mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh
sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan.
Membangun Generasi Emas 2045 yang dibekali
Keterampilan Abad 21
Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan setiap siswa

1 2 3
Kualitas Karakter Literasi Dasar Kompetensi
Bagaimana siswa beradaptasi Bagaimana siswa menerapkan Bagaimana siswa memecahkan
pada lingkungan yang dinamis. keterampilan dasar sehari-hari. masalah kompleks

• Religius • Literasi bahasa • Berpikir kritis


• Nasionalis • Literasi numerasi • Kreativitas
• Mandiri • Literasi sains • Komunikasi
• Gotong royong • Literasi digital (teknologi • Kolaborasi
informasi & komunikasi)
• Integritas
• Literasi finansial
• Literasi budaya dan kewarganegaraan

Sumber: Kemendikbud 2016


Tahapan Pembentukan Karakter
1. Tahap Penanaman :
Dikenalkan contoh-contoh konkrit yang baik dan buruk.
Jelaskan konsekuensi positif dan negatifnya.
Dipantau orang tua, guru, masyarakat.
Yang salah dibetulkan dengan cara baik.

2. Tahap Penumbuhan :
Hasil “penanaman” selalu diingatkan, dibimbing, pantau.
Jangan dicela/dihina agar tumbuh dgn baik dalam hati
sanubari.

27
3. Tahap Pengembangan :
Melalui kegiatan konkrit, berikan kepercayaan melalui
diskusi, permainan peran, simulasi, dan lain-lain.
Dengan memerankan – mudah internalisasi sesuai
potensinya.

4. Tahap Pemantapan :
Diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri dalam
bentuk kegiatan nyata.
Bersama teman / masyarakat.
Didorong untuk partisipasi aktif, bertanggung jawab dalam
sikap, tindakan, dan tutur kata.

28
Guru yang baik bagaikan petani.
Mereka menyiapkan bahan
dan lahan belajar di kelas,
memelihara bibit penerus bangsa, menyirami mereka dengan ilmu, dan
memupuk jiwa mereka dengan karakter yang luhur.
Guru yang ikhlas adalah petani yang mencetak peradaban.

Ahmad Fuadi, Sastrawan

Anda mungkin juga menyukai