0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
354 tayangan26 halaman

Panduan Operasional Mesin Fogging

Dokumen tersebut membahas tentang operasional dan pemeliharaan mesin fogging untuk membunuh nyamuk dewasa dan memutuskan penularan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Ia menjelaskan komponen, penggunaan, persiapan, dan pelaksanaan fogging serta tindak lanjut dan perawatan mesin fogging.

Diunggah oleh

PKM Fajar Mulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
354 tayangan26 halaman

Panduan Operasional Mesin Fogging

Dokumen tersebut membahas tentang operasional dan pemeliharaan mesin fogging untuk membunuh nyamuk dewasa dan memutuskan penularan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Ia menjelaskan komponen, penggunaan, persiapan, dan pelaksanaan fogging serta tindak lanjut dan perawatan mesin fogging.

Diunggah oleh

PKM Fajar Mulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Operasional dan Pemeliharaan

Mesin Fogging (Thermal


Fogging/Pengkabutan Panas)
Definisi Mesin Fogging
• adalah mesin penyembur insektisida dalam
bentuk asap, yang terbentuk dari evaporasi
bahan pembawa (minyak tanah/solar) akibat
panas yang dihasilkan oleh pembakaran.
Komponen Mesin Fogging
• Komponennya terdiri dari : tangki bahan
bakar, tangki insektisida, karburator, resonator
dan komponen penunjang lainnya.
Fungsi Mesin Fogging
• untuk membunuh nyamuk dewasa untuk
memutuskan penularan penyakit yang
ditularkan oleh nyamuk.
Penggunaan Insektisida
Syarat penggunaan insektisida
• Serangga sasaran masih rentan (tidak resisten
dan toleran) terhadap insektisida
• Insektisida efektif mematikan serangga
sasaran

• Bila tidak ada informasi tersebut, maka


insektisida harus dirotasi periode waktu
maksimal 2-3 tahun
Pengenceran Insektisida
• Pengenceran dilakukan dalam wadah khusus
sejumlah kelipatan 10 liter campuran siap
pakai per hektar atau 50 rumah dengan
asumsi 200 meter persegi luas per rumah dan
halaman.

• Dosis pengenceran sesuai dengan petunjuk


yang tertera pada label produk.
Persiapan sebelum pengoperasionalan
Mesin Fogging
– Penyemprotan (fogging fokus) dilaksanakan atas dasar Surat
Perintah Kerja yang diterbitkan oleh pejabat Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota setelah mempertimbangkan hasil Penyelidikkan
Epidemiologi (PE).

– Masyarakat di wilayah penyemprotan telah diberitahukan


sebelumnya secara tertulis melalui Kepala Desa / Lurah, Ketua
RW / RT .

– Pastikan warga masyarakat di dalam wilayah yang akan


disemprot berpartisipasi dalam penanggulangan fokus dengan
melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN) dan larvasidasi.

– Pastikan petugas pelaksana telah mendapat pelatihan.


Persiapan sebelum pengoperasionalan
Mesin Fogging (lanjutan)
– Tetapkan wilayah yang akan disemprot seluas radius 200 meter
dari rumah yang terkena DBD dan dipetakan, jumlah
bangunan, lahan dan penduduk dicatat, kebutuhan bahan bakar
mesin, minyak solar pengencer dan insektisida dihitung dan
disediakan.

– Aksi tanggap darurat kecelakaan kerja, kotak pertolongan


pertama pada kecelakaan (P3K), alat pemadam api ringan
(APAR), penanggulangan ceceran/tumpahan insektisida, dan
daftar alamat dan nomor telepon Pos Pemadam Kebakaran,
rumah sakit dan kepolisian terdekat disediakan.

– Nozzle dengan output sebesar 10 liter/jam telah terpasang pada


mesin pengasap panas.
Persiapan sebelum pengoperasionalan
Mesin Fogging (lanjutan)
– Mesin pengkabut panas telah diuji kinerja dan
dipastikan dapat beroperasi dengan lancar, bebas dari
kotoran, tidak ada kebocoran, tali sandang layak dan
terpasang dengan baik, suku cadang tertentu yang
sering rusak, perkakas, corong bersaring, tersedia.

– Insektisida, bahan bakar dan pengencer dalam wadah


tertutup, berlabel dengan jumlah yang cukup untuk
luasan wilayah penyemprotan tersedia.

– Alat pelindung diri (APD) perorangan dengan kondisi


layak dan jumlah yang cukup tersedia.
Persiapan sebelum pengoperasionalan
Mesin Fogging (lanjutan)
– Tetapkan pembagian tugas para pelaksana, dengan minimal :

• Pemimpin regu penyemprotan bertugas memastikan bangunan yang akan


disemprot sudah aman dan mengarahkan rute dan giliran bangunan yang akan
disemprot, membuat laporan pelaksanaan penyemprotan.

• Tenaga penyemprot 1, bertugas melakukan penyemprotan sesuai arahan


pemimpin regu.

• Tenaga penyemprot 2, bertugas pengelola insektisida, pengencer dan bahan


bakar, melakukan pencampuran dan pengisian serta memindahkannya agar
selalu dekat dengan mesin untuk pengisian.

• Tenaga penyemprot 1 dan 2 bertukar peran setiap kali jeda pengisian bahan
bakar
Pra Pengoperasionalan Mesin Fogging
• Cek mesin pengkabutan panas (thermal fogging) serta perlengkapannya sudah
terpasang semua atau belum.

• Masukkan batu baterai 1,5 volt 4 (empat) buah dengan melepas baut yang ada
dibawah tangki larutan. Setelah itu pasang kotak baterai tersebut pada
kedudukannya dan kencangkan.

• Pasang dan kencangkan flow control jet pada mesin sesuai dengan ukuran yang
dikehendaki.

• Isi tangki bahan bakar dengan bensin murni yang bersih dengan menggunakan
corong yang bersih. Kemudian tutup dengan rapat cukup dengan tangan.

• Isi tangki larutan dengan larutan yang dikehendaki. Gunakan selalu corong yang
bersaring lalu pasang kembali tutup tangki larutan, eratkan cukup dengan tangan.
Menghidupkan Mesin Fogging
• Periksa apakah bensin/premium sudah terisi penuh

• Periksa letak pemasangan batu baterai

• Isi tangki larutan insektisida sampai penuh

• Kencangkan tutup tangki bensin dan tangki larutan insektisida

• Pastikan bagian-bagian mesin seperti pipa larutan, air intake, tabung pengasap, soket pengasap
sudah terpasang dengan benar, kencangkan semua mur dengan baut.

• Buka stop booton/kran bensin secukupnya, kemudian pompa perlahan-lahan sambil menekan
tombol start, apabila mesin dalam keadaan baik akan segera hidup.

• Tunggu beberapa saat, sampai mesin hidup dengan sempurna.

• Mesin siap dipergunakan.


Mengoperasionalkan Mesin Fogging
• Biarkan mesin hidup selama ± 2 menit dengan maksud untuk
mencapai temperatur yang cukup untuk mengubah larutan menjadi
asap secara penuh.

• Buka solution tap (kran larutan), maka larutan akan mengalir dan
segera tersembur dalam bentuk asap.

• Pengasapan dimulai dari rumah bagan belakang lalu depan.

• Untuk rumah bertingkat mulai dari lantai atas.

• Selanjutnya diluar rumah jangan melawan arah angin.

• Penyemprotan dilakukan 2 siklus interval 5-7 hari.


Mematikan Mesin Fogging
• Tutup solution tap/kran larutan insektisida dan biarkan beberapa
saat hingga asap benar-benar habis.

• Tutup stap botton/kran bensin dengan memutar tombolnya kearah


stop, maka mesin akan segera mati.

• Buang tekanan dalam tangki larutan insektisida dengan membuka


tutup tangki insektisida kemudian kencangkan kembali.

• Demikian pula untuk tanki bahan bakar

• Biarkan mesin dingin kembali.


Pelaporan Kegiatan Fogging
• Laporan pelaksanaan penyemprotan dibuat
oleh petugas penyenprotan dan disampaikan
kepada pejabat yang menerbitkan Surat
Perintah Kerja (Pejabat Dinkes Kab/Kota)
paling lambat 24 jam setelah pekerjaan
selesai.
Hal-hal yang Harus Diperhatian dalam
Fogging
• Lakukan temu bahas masalah (TBM), pastikan semua anggota tim
penyemprot dan wakil masyarakat di wilayah penyemprotan
mengerti tentang target penyelesaian pekerjaan, faktor kritis
penyemprotan, pembagian tugas kerja, rencana tanggap darurat

• Tetapkan jadwal penyemprotan dilakukan pada pagi hari antara


pukul 07.00 s.d 10.00 dan / atau sore hari antara pukul 16.00 s.d
18.00.

• Pastikan bangunan yang akan disemprot sudah dalam keadaan


kosong penghuni, barang berharga dan perhiasan serta makanan
sudah disimpan oleh pemiliknya, kompor dan peralatan listrik
sudah dimatikan

• hewan peliharaan dijauhkan/diamankan dari paparan insektisida,


Hal-hal yang Harus Diperhatian dalam
Fogging (lanjutan)
• semua jendela dalam keadaan tertutup, pintu penghubung antar ruangan
dalam keadaan terbuka.

• Pakai APD secara lengkap sesuai peruntukannnya.

• Pastikan kecepatan angin tidak melebihi 15 Km/jam dan tidak hujan.

• Pengasapan dimulai dari rumah bagian belakang lalu depan.

• Untuk rumah bertingkat mulai dari lantai atas.

• Selanjutnya di luar rumah jangan melawan arah angin.

• Penyemprotan dilakukan 2 siklus interval 5-7 hari.


Perawatan Mesin Fogging setelah
Digunakan
• Setelah mesin dingin, keluarkan sisa bensin
dalam tengki dan sisa larutan insektisida
dalam tangki insektisida.

• Bersihkan bodi bagian luar mesin.

• Keringkan dan disimpan untuk segera dapat


dipergunakan kembali.
Perawatan Mesing Fogging untuk
Disimpan Dalam Waktu Lama
• Kuras atau kosongkan bensin dari tangkinya.

• Keluarkan batu baterai.

• Biarkan tutup tanki larutan dan tangki bahan bakar terpasang


dengan kendur.

• Simpan mesin didalam kotaknya atau ditempat yang telindung


dengan terlebih dahulu diberi alas papan dan ditutup terpal atau
plastik.

• Sangat dianjurkan setiap bulan dilakukan pembersihan dan mesin


dihidupkan cukup 5 menit.
Alat Pelindung Diri (APD)
• Alat pelindung kepala

• Kacamata pelindung

• Masker type disposable Oil Resistant-N95

• Wearpack (baju kerja)

• Sarung tangan karet untuk pencampuran konsentrat insektisida

• Sarung tangan katun yang berlapis karet pada bagian telapak untuk pengoperasian
mesin

• Penutup telinga (ear plug)



• Safety shoes.
BAGAN PENANGGULANGAN KASUS
RUMAH SAKIT PUSKESMAS DINKES KAB/KOTA

Penemuan kasus & Melakukan Penanggulangan


melakukan penegakan Penyelidikan seperlunya (fokus),
diagnosis & tatalaksana Epidemiologi (PE) meliputi:
DBD sesuai standar di sekitar rumah -Fogging focus*)
penderita dalam (penyemprotan)
Melaporkan radius 100 m -LARVASIDASI
kasus DBD ke -3M Plus
Dinkes Kab/Kota & -Penyuluhan
Puskesmas dalam
waktu <24 jam

*Kriteria Fogging focus:


1. Bila ditemukan kasus DBD lain
dan/atau ditemukan 3 Penderita panas tanpa
sebab yang jelas,
2. Dan ditemukan jentik nyamuk DBD ≥5% dari
seluruh rumah yang diperiksa
PENANGGULANGAN FOKUS

PE Fogging Fokus

Radius 100 Radius 200 Meter


Meter

Penderita

Fogging Fokus
2 kali
Interval 1 minggu
Pembuatan larutan siap pakai
• Pengenceran untuk 10 liter, untuk satu hektar,
untuk satu jam.

• Luas minimal = π (r)² = 3,14 (200)² = 125600


= 12,56 Ha
• Fogging menggunakan insektisida A dengan
dosis pemakaian 500 ml per hektar, berapakah
kebutuhan solar, insektisida?
• Di RT A, ditemukan kasus DBD hasil PE mendapatkan
jentik dan penderita demam lainya di RT A.
• Upaya kegiatan pengendalian apa saja yang dilakukan
di RT A.
• Apabila akan melakukan fogging di RT A dengan luas 20
Ha menggunakan insektisida B dosis pemakaian 1 lt per
hektar, berapa kebutuhan solar dan insektisida, berapa
kali pencampuran/pengenceran yang dilakukan.
• Berapa mesin fogging yang digunakan apabila kita ingin
menyelesaikan pekerjaan antara jam 07.00-09.00
• Berapa tenaga yang digunakan

Anda mungkin juga menyukai