Proses Sampling Batubara yang Efektif
Proses Sampling Batubara yang Efektif
GEOSERVICES, LTD
BASIC SAMPLING
BATUBARA
1
PT. GEOSERVICES, LTD
SAMPLING
• Definisi : Proses Pengambilan contoh dari suatu material.
2
PT. GEOSERVICES, LTD
SAMPLING
SAMPLING MERUPAKAN PROSES YANG PALING
PENTING DALAM PENENTUAN KUALITAS ATAU MUTU
DARI SUATU MATERIAL.
3
PT. GEOSERVICES, LTD
PENGENALAN SAMPLING
BATUBARA
Sampling batubara merupakan sampling yang paling sulit
karena batubara merupakan material padat yang sangat
heterogen.
SAMPLING BATUBARA
KONDISI BATUBARA
5
PT. GEOSERVICES, LTD SAMPLING BATUBARA
SAMPLING BATUBARA
INSITU
(COAL IN BED)
CHANNEL CORING
SAMPLING SAMPLING
6
PT. GEOSERVICES, LTD
CHANNEL
Channel Sampling
SAMPLING adalah proses
pengambilan sample
dari suatu seam
batubara dengan cara
membuat channel atau
saluran dari bagian top
sampai ke bottom seam
batubara tersebut atau
sebagian dari tebal
seam tersebut
7
PT. GEOSERVICES, LTD
CHANNEL Seam
Batubara
SAMPLING
Channel
Sample
8
PT. GEOSERVICES, LTD
Channel Sampling
CHANNEL 1. Outcrop
SAMPLING 2. Seam Face (pada saat
penambangan)
3. Cut box sampling
9
PT. GEOSERVICES, LTD
10
PT. GEOSERVICES, LTD
Seam batubara
CORING
SAMPLING
Coring Overburden
Coring
CC
interburden
Coal Seam
11
PT. GEOSERVICES, LTD
SAMPLING Parting/splitting
F
U
Sub seam 2 L
L
Band S
E
A
M
Sub seam 3
12
PT. GEOSERVICES, LTD
TITIK BOR
13
PT. GEOSERVICES, LTD SAMPLING BATUBARA
SAMPLING BATUBARA
CURAH
(COAL IN BULK)
BATUBARA BATUBARA
DIAM BERGERAK
(STATIONARY) (MOVING)
14
PT. GEOSERVICES, LTD
BATUBARA DIAM
STATIONARY
DI STOCKPILE DI DALAM PALKA
KAPAL
15
PT. GEOSERVICES, LTD
ILUSTRASI STATIONARY
SAMPLING DIDALAM
PALKA KAPAL
17
PT. GEOSERVICES, LTD
ILUSTRASI STATIONARY
SAMPLING DI ATAS
TONGKANG
18
PT. GEOSERVICES, LTD
STATIONARY SAMPLING
DENGAN MENGGUNAKAN
MECHANICAL AUGER
LEBIH REPRESENTATIF
19
PT. GEOSERVICES, LTD
BATUBARA BERGERAK
MOVING
Pada Saat dimuat ke DT Di atas Belt Conveyor
20
PT. GEOSERVICES, LTD
SAMPLING TERHADAP
BATUBARA BERGERAK Sampling yang
MOVING dilakukan pada saat
batubara bergerak
lebih representatif,
karena kemungkinan
terambilnya contoh di
setiap bagian atau
posisi batubara lebih
besar.
21
PT. GEOSERVICES, LTD
SAMPLING BATUBARA
TEKNIK SAMPLING
MANUAL MEKANIS
22
PT. GEOSERVICES, LTD
TEKNIK SAMPLING
STATIONARY MOVING
MANUAL MEKANIS
MANUAL MEKANIS
> Shovel/Scoop
> Bucket Cutter
SHOVEL/ > Ladle
AUGER > Diverter Cutter
SCOOP
RANDOM
23
PT. GEOSERVICES, LTD
Manual Cutter
24
PT. GEOSERVICES, LTD
Manual Sampler
25
PT. GEOSERVICES, LTD
Manual Sampler
26
PT. GEOSERVICES, LTD
Manual Sampler
27
PT. GEOSERVICES, LTD
Mechanical Sampler
DIVERTER CUTTER 28
PT. GEOSERVICES, LTD
Mechanical Sampler
DIVERTER CHUTE 29
PT. GEOSERVICES, LTD
Mechanical Sampler
DIVERTER CUTTER
30
PT. GEOSERVICES, LTD
Mechanical Sampler
31
PT. GEOSERVICES, LTD
Mechanical Sampler
32
PT. GEOSERVICES, LTD
Mechanical Sampler
Cross Belt
33
PT. GEOSERVICES, LTD
Online
Mechanical
Sampler
Lengkap
34
PT. GEOSERVICES, LTD
35
PT. GEOSERVICES, LTD
36
PT. GEOSERVICES, LTD
Increment.
Sejumlah batubara yang terambil dari satu kali operasi suatu alat sampling.
Nominal top particle size.
Ukuran partikel yang ekivalen dengan ukuran ayakan berlubang persegi
empat dimana 95% dari masa yang diayaknya akan lolos.
Time basis sampling.
Dalam time basis sampling, increment diambil dari material yang sedang
diambil contohnya, dengan interval waktu di antara pengambilan increment
yang berurutannya sama.
Mass basis sampling.
Dalam mass basis sampling, increment diambil dari batubara yang melewati
sampling point pada setiap berat masa yang telah ditentukan.
37
PT. GEOSERVICES, LTD
Sampling unit.
Sejumlah batubara yang terwakili oleh satu gross sample. Dalam satu lot bisa
terdapat lebih dari satu sampling unit. Apabila suatu kargo terdiri dari beberapa
tongkang yang dipindahkan ke kapal (transshipped), biasanya setiap sampling
unit mewakili batubara dalam setiap tongkang. Sampling unit merupakan istilah
yang dipergunakan dalam literatur standar, tetapi dalam prakteknya di
Indonesia istilah yang dipergunakan ialah lot atau sub-lot.
Lot
Sejumlah batubara tertentu yang mutunya harus diukur pada presisi tertentu.
Dalam jasa inspeksi kargo, analisis lot-nya didapat melalui analisis komposit
kargonya.
Variance.
Kuadrat rata-rata dari nilai rata-rata suatu set observasi.
Standard deviation.
Akar positif dari variance.
38
PT. GEOSERVICES, LTD
Common sample.
Suatu contoh yang diambil untuk penetapan total moisture dan untuk preparasi
contoh general analysis.
Precision.
Kecermatan pengukuran.
Bias.
Suatu kesalahan sistematik, dimana hasilnya selalu mengarah lebih besar atau
lebih kecil dari nilai sesungguhnya.
Partial Sample
Suatu contoh yang mewakili sebagian dari sampling unit, yang diambil untuk
contoh laboratorium atau contoh pengujian
39
PT. GEOSERVICES, LTD
PRINSIP SAMPLING
Sampling batubara baik secara manual maupun secara mekanis,
memiliki kaidah-kaidah atau prinsip yang sama yang harus diikuti
agar sample yang diperoleh representatif atau mewakili seluruh
batubara yang diambil samplenya .
40
PT. GEOSERVICES, LTD
1. Jumlah Increment
Prosedure General Purpose of Sampling adalah
bertujuan untuk memberikan dalam 19 dari 20
kasus, ash dalam basis dry dalam interval +/- 1/10
dari hasil rata-rata ash (dry basis) yang dapat
diperoleh dari sampling yang berbeda terhadap
cargo atau sampling unit yang sama.
Prosedur Special Purpose of Sampling dilakukan
pada sampling batubara apabila batasan presisi
yang lain diperlukan atau pada saat konstituen lain
digunakan untuk menentukan presisi.
41
PT. GEOSERVICES, LTD
Jumlah Increment
42
PT. GEOSERVICES, LTD
Jumlah Increment
Dalam prosedure General Purpose Of Sampling, untuk kuantitas
sampai 1000 MT, direkomendasikan bahwa satu gross sample
mewakili lot. Gross sample diambil berdasarkan jumlah increment
seperti pada tabel 2 di atas
Untuk kuantitas yang > 1000 MT, gunakan alternatif sebagai berikut
a. Ambil satu gross sample untuk lot tersebut, dan analisa untuk
mewakili kualitas lot tersebut. Ambil jumlah increment (N) sesuai
dengan pesamaan berikut :
N=k L ……………………………….(1)
1,000
N = Jumlah Increment
K = 15, untuk mechanical cleanned coal
35 untuk Raw Coal
43
PT. GEOSERVICES, LTD
Jumlah Increment
b. Bagi lot tersebut menjadi beberapa sub-lot, dan ambil gross sample secara
terpisah dari masing-masing sub-lot. Gunakan persamaan 1 untuk
menentukan jumlah increment dari setiap sub-lot. Dimana L adalah
kuantitas dari sublot tersebut. Rata-ratakan (berat) hasil analisa dari
masing-masing sub-lot tersebut untuk mewakili kualitas dari original lot.
Makimum lot-size harus ditentukan dengan persetujuan antara seller dan
buyer. Masing-masing pihak harus memperhatiakan resiko yang mungkin
timbul dengan pilihan tersebut.
a. Jumlah gross sample yang terlalu besar memerlukan tahapan
preparasi yang cukup panjang, sehingga potensi menyebabkan
kehilangan moisture selama praparasi.
b. Tidak ada informasi data kualitas diperoleh dalam variabilitas lot.
c. Dengan membagi Lot menjadi beberapa sublot, akan menyebabkan
penurunan impresisi atau presisinya naik. Penurunan Impresisi yang
terjadi adalah 1/ m dengan m adalah jumlah sub-lot.
44
PT. GEOSERVICES, LTD
45
PT. GEOSERVICES, LTD
46
PT. GEOSERVICES, LTD
C. a
M=
3.6 V
47
PT. GEOSERVICES, LTD
4. Interval Increment
Interval increment yang diambil dari seluruh lot atau
sub-lot harus merata dari awal pemindahan sampai
akhir pemindahan (awal loading-akhir loading) baik
berdasarkan waktu (Time basis sampling) ataupun
berdasarkan berat (Mass Basis Sampling)
48
PT. GEOSERVICES, LTD
INTERVAL INCREMENT
ALAT YANG DIGUNAKAN
BERAT INCREMENT
PT. GEOSERVICES, LTD
JUMLAH INCREMENT
PT. GEOSERVICES, LTD
Prosedure Sampling
[Link] Sampling
[Link] Sampling
[Link] Sampling
51
PT. GEOSERVICES, LTD
52
PT. GEOSERVICES, LTD
CHANNEL PROSEDUR
SAMPLING • Catat dan buat deskripsi mengenai
kondisi lingkungan dimana seam
batubara berada,. Bila perlu ambil
gambarnya dengan kamera.
• Bersihkan bagian permukaan seam
dari kotoran dan batubara yang telah
mengalami pelapukan dengan
menggunakan miner’s pick atau palu
geology
• Catat dan buat deskripsi mengenai
karakteristik lapisan seam batubara
yang akan diambil samplenya, ambil
gambarnya bila perlu.
• Tandai di masing-masing sisi channel
yang akan diambil dengan
menggunakan kapur tulis.
53
PT. GEOSERVICES, LTD
CHANNEL PROSEDUR
SAMPLING • Bersikan bagian floor seam dan
ratakan.
• Pasang ground cloth atau terpal diatas
floor tersebut dengan salah satu
bagian sisinya menempel di
permukaan seam bagian bawah.
• Ambil sample channel tersebut dengan
menggunakan miner’s pick atau alat
lain dengan bentuk rectangular dengan
kedalaman minimum 8 cm, dan lebar
10 cm. (minimum berat yang diperoleh
3 kg untuk setiap feet tickness).
• Ambil sample denga merata dari
bagian top ke bagian bottom dari seam
dengan membentuk channel.
54
PT. GEOSERVICES, LTD
CHANNEL PROSEDUR
SAMPLING • Segera pindahkan sample dari atas
terpal ke kantong plastik dan ikat
dengan erat sekali sehingga moisture
loss dapat dikurangi.
• Buat label sample pada kantong
tersebut sesuai dengan identifikasi
sample.
55
PT. GEOSERVICES, LTD
STATIONARY PROSEDUR
• Tentukan lotsize atau perkiraan tonase
SAMPLING stockpile yang akan diambil
samplenya.
• Tentukan jumlah increment yang akan
diambil dengan menggunakan rumus :
N = 35 x T / 1000
N = Jumlah increment
T = Lotsize(tonase)
• Buat sketsa gambar dua dimensi dari
bentuk stockpile tersebut
• Buat plan titik-titik pengambilan
increment, sehingga semua increment
menyebar secara merata ke seluruh
permukaan stockpile dengan spacing
yang sama
57
PT. GEOSERVICES, LTD
PROSEDUR
STATIONARY • Tandai titik titk rencana pengambilan
SAMPLING increment tersebut dengan tongkat
atau dengan kantong sample itu
sendiri.
• Lakukan pengambilan
increment dari tiap-tiap titik
STATIONARY yang sudah ditandai
sebelumnya dengan cara :
SAMPLING
• Gali setiap titik
increment kira-kira 0.5
meter
• Kemudian ambil
increment sample
tersebut dari dasar
lubang yang telah digali
tersebut.
• Usahakan tidak terjadi
selective pengambilan
particle size batubara.
• Segera masukan sample
tersebut kedalam
kantong plastik.
59
PT. GEOSERVICES, LTD
PRODUKSI
BARGING
SHIPMENT
TRANSHIPMENT
60
PT. GEOSERVICES, LTD
MOVING PRODUKSI
SAMPLING Tergantung pada kapasitas
produksi, penentuan lotsize
untuk batubara produksi bisa
ditentukan berdasarkan tonase,
produksi setiap shift, atau
produksi setiap hari.
Terlepas dari cara sampling
manual atau mekanis, pada
prinsipnya penentuan jumlah
primary increment adalah sama
dan tergantung pada standar
yang digunakan dan tergantung
pada lot sizenya.
N = k Tonase / 1000
61
PT. GEOSERVICES, LTD
CONTOH :
62
PT. GEOSERVICES, LTD
CONTOH :
MOVING Jawab :
a. Jumlah increment yang harus
SAMPLING diambil adalah :
= 35x 2500/1000
= 56 increment/shift
Interval Tonase per increment
= 2500/56
= 45 ton
Jumlah ritasi DT /shift yang
diperlukan untuk memindahkan
batubara produksi tersebut adalah :
= 2500:12
= 209 DT.
63
PT. GEOSERVICES, LTD
Jawab (lanjutan)
Inerval pengambilan increment adalah :
MOVING = 209 : 56
SAMPLING = 3.7 ~ 3 DT
= 45 : 12
= 3.7 ~ 3 DT.
b. Waktu yang diperlukan conveyor untuk
menumpuk batubara tersebut per shift
adalah :
= 2500 / 300
= 8.3 jam ~ 500 menit
Inteval increment berdasarkan time basis
jadi
Total jam / increment
= 500:56
= 8.9 menit 64
PT. GEOSERVICES, LTD
MOVING BARGING
SAMPLING
CONTOH :
Loading dilakukan terhadap barge yang
memiliki kapasitas 7500 ton.
Loading dilakukan dengan menggunakan
conveyor dengan kapasitas 500 ton per
jam.
Tentukan cara sampling barging tersebut
apabila sampling menggunakan
mechanical sample :
a. time basis sampling
b. Mass basis sampling
65
PT. GEOSERVICES, LTD
MOVING BARGING
SAMPLING Jawab :
a. Time basis
> Jumlah Increment yang diperlukan :
N = 35 7500/1000
= 35 x 7.5
= 95.85 ~ 96 increment
> Waktu loading
= 7500 : 500
= 15 jam ~ 900 menit
Interval increment
= 900 : 96
= 9.38 menit
66
PT. GEOSERVICES, LTD
MOVING BARGING
SAMPLING Jawab :
b. Mass basis
> Jumlah Increment yang diperlukan :
N = 35 7500/1000
= 35 x 7.5
= 95.85 ~ 96 increment
>Interval increment (Mass)
= 7500 : 96
= 78.125 MT
67
PT. GEOSERVICES, LTD
MOVING TRANSHIPMENT
SAMPLING CONTOH :
Suatu barge dengan muatan 7500 MT,
sedang dimuat ke suatu kapal dengan
menggunakan grab dengan kapasitas 12
ton.
Tentukan bagaimana cara sampling
transhipment tersebut
a. Jawab:
> Jumlah increment
N = 35 7500/1000
= 35 x 7.5
= 95.85 ~ 96 increment
> Total jumlah Grab untuk
memindahkan muatan dari tongkang
tersebut
= 7500:12
= 625 grab
68
PT. GEOSERVICES, LTD
MOVING TRANSHIPMENT
SAMPLING
Interval increment (Grab)
= 625 : 96
= 6.5 ~ 6 Grab
Increment diambil setiap 6 grab dimuat.
69
PT. GEOSERVICES, LTD
ULTIMATE SAMPLING
RELIABILITAS SAMPLING
I
J N
U B T
A
M E E
L
L R R
A
A A V
T
H T A
L
S
I M
A
N I I
M
C N N
P
R I C
L
E M R
I
M U E
N
E M M
G
N E
T N
T
SAMPLING SELESAI……
70
PT. GEOSERVICES, LTD
PREPARASI
BATUBARA
71
PT. GEOSERVICES, LTD
PREPARASI
BATUBARA
72
PT. GEOSERVICES, LTD
CRUSHING PREPARASI
BATUBARA
DRYING
73
MIXING / DIVIDING
MILLING
PT. GEOSERVICES, LTD
CRUSHING
Tujuan dari suatu crushing adalah untuk
memperkecil ukuran partikel batubara
sehingga jumlah berat dari sample
tersebut dapat diperkecil
74
PT. GEOSERVICES, LTD
MIXING / DIVIDING
Tujuan dari suatu mixing atau dividing
adalah untuk menghomogenkan semua
bagian batubara agar sample yang dibagi,
memiliki kualitas yang rekatif sama.
Peralatan yang biasa dipergunakan untuk
mixing dan dividing secara mekanis adalah
diantaranya :
75
PT. GEOSERVICES, LTD MIXING / DIVIDING
76
PT. GEOSERVICES, LTD
MIXING / DIVIDING
Increment Division
Riffling
Fractional Shoveling
Strip Mixing and Spliting
77
PT. GEOSERVICES, LTD
INCREMENT DIVISION
78
PT. GEOSERVICES, LTD
RIFFLING
79
PT. GEOSERVICES, LTD
FRACTIONAL
SHOVELING
80
PT. GEOSERVICES, LTD
81
PT. GEOSERVICES, LTD
82
PT. GEOSERVICES, LTD
MILLING
Milling adalah tahap akhir dari suatu
preparasi sample general analysis, yaitu
mengubah ukura partikel batubara ke
ukuran sample test. (0.212 mm) /
(0.250mm)
10 mm 4.75 mm
2.8 mm 2.36 mm
0.212 mm 0.250mm
83
Common Sample
10 mm
2 kg 10 kg
Weigh
Air dry
Air dry
Re-weigh
2.8 mm
2.8 mm
650 g
650 g 0.212 mm