SBES & MBES
Dimas Haryo N P
03311540000063
Sejarah
Free PowerPoint Templates
SBES
SBES Single frequency Dual frequency
Single Beam Echosounder
adalah alat ukur kedalaman Merupakan Single Beam
air yang menggunakan Merupakan Single Beam Echosounder yang
pancaran tunggal sebagai Echosounder yang menggunakan dua frekuensi
pengirim dan pengiriman menggunakan satu frekuensi yaitu high frequency dan low
sinyal gelombang suara saja yaitu high frequency. frequency. High frequency
(BSN, 2006). Single Beam
Echosounder terdiri dari 2
jenis:
Free PowerPoint Templates
SBES
Free PowerPoint Templates
SBES
Menurut IHO, prinsip kerja Echosounder adalah merubah energi listrik menjadi energi suara atau
gelombang suara. Tranduser pada Single Beam tidak memancarkan gelombang suara di medium air
kesemua arah melainkan hanya vertical. Gelombang suara merambat pada medium air hingga pada
dasar laut.
Free PowerPoint Templates
APLIKASI
Menurut IHO aplikasi dari penggunaan single beam echosounder, Mengolah data dan
informasi pengukuran dan membuat basis data untuk memenuhi kebutuhan pembuatan
peta tematik, peta laut, dan kebutuhan lainnya seperti:
1. Kegiatan maritime dan manajemen lalu lintas laut Kebutuhan Angkatan Laut
2. Pengelolaan zona pesisir
3. Pelestarian zona laut
4. Exploitasi sumber daya laut dan pemasangan pipa laut
5. Batas Maritim
6. Penelitian dan Riset
Free PowerPoint Templates
Kalibrasi
Kalibrasi dilakukan untuk mengetahui ketelitian sifat
gelombang akustik saat pemeruman. Metode kalibrasi
yang lazim dilakukan untuk SBES pada survei batimetri
adalah kalibrasi dengan menggunakan barcheck
(Simangungsong, 2014).
H = HEchosounder+ draft tranduser – koreksi barcheck
Free PowerPoint Templates
Spec
Mechanical Type Odom Echotrac MK 3
Dimensions 450 mm (17.7 in) H x 450 mm (17.7 in) W x 300 mm (12.8 in)
D
weight 16 kg (35 lbs.)
Electrical Interface Frequency High band: 100 kHz – 1MHz
Low band: 3.5 kHz – 50 kHz
Output power -High: 100 kHz- 1 kW RMS max 200kHz – 900 W RMS max,
750 kHz – 300 W RMS max-
-Low: 3.5 kHz – 2 kW RMS max 50 kHz – 2 kW RMS max
Input power 110 or 220 V AC / 24 V DC 120 watts starts/ 50 watts run
System specification Accuracy 0.01 m / 0.10 ft. +/- 0.1 % of depth @ 200 kHz
0.10 m / 0.30 ft. +/- 0.1% of depth @ 33 kHz
0.18 m / 0.60 ft. +/- 0.1% of depth @ 12 kHz
(corrected for sound velocity)
Depth range 0.2 – 200 m / 1.0 – 600 ft. @ 200 kHz
0.5 – 1500 m / 1.5 – 4500 ft. @ 33 kHz
1.0 – 4000 m / 3.0 – 13000 ft. @ 12 kHz
Phasing Automatic scale chage, 10%, 20%, 30% Overlap or manual
Sound velocity 1370 – 1700 m/ s Resolution 1 m
Paper speed 1 cm/min. (0.5 in/min) to 22 cm/min. (8.6 in/min), auto = one
dot row advance for each pin
Transducer draft setting 0 -15 m (0 -50 ft.)
H = HEchosounder+
Interface draft tranduser – koreksi barcheck
4 x RS232 or 3 x RS232 and 1 X RS422
Inputs from external computer, motion sensor
Output to external computer, remoe display
Outputs with LCD chart – video out
Ethernet interface
Free PowerPoint Templates
Multibeam
Free PowerPoint Templates
MBES
Menurut Lekkerkerk dan Theijs, Multibeam Echosounder biasanya hampir selalu
digunakan pada kegiatan survei hidrografi dengan beberapa tujuan yang berbeda yaitu:
[Link]
[Link], untuk inspeksi pipa bawah laut, pemasangan pipa, inspeksi struktur dengan
ROV.
[Link] Pre-Design jalur pipa dan kabel bawah laut
[Link]
Free PowerPoint Templates
MBES
Free PowerPoint Templates
MBES
Menurut Lekkerkerk dan Theijs, Pemeruman pada umumnya dilakukan untuk membuat Digital
Terrain Model (DEM) dengan akurasi yang sangat tinggi. Untuk mendapatkan akurasi yang
tinggi semua perangkat harus saling terhubung dan bekerja dengan baik. Berikut ini adalah
instalasi multibeam Echosounder
1. Kokoh (Rigid)
2. Transduser harus dipasang jauh dari benda yang menghasilkan noise
3. Area transduser harus bebas dari halangan dan gangguan
4. Posisi tranduser harus ditentukan (offset) sebaik mungkin dengan perangkat perangkat
lainnya.
Free PowerPoint Templates
APLIKASI
Menurut IHO aplikasi dari penggunaan single beam echosounder, Mengolah data dan
informasi pengukuran dan membuat basis data untuk memenuhi kebutuhan pembuatan
peta tematik, peta laut, dan kebutuhan lainnya seperti:
1. Kegiatan maritime dan manajemen lalu lintas laut Kebutuhan Angkatan Laut
2. Pengelolaan zona pesisir
3. Pelestarian zona laut
4. Exploitasi sumber daya laut dan pemasangan pipa laut
5. Batas Maritim
6. Penelitian dan Riset
Free PowerPoint Templates
Kalibrasi
Patch Test ini adalah metode yang digunakan untuk
melakukan kalibrasi pada multibeam (Lekkerkerk &
Theijs, 2012). Kecepatan suara harus selalu diukur
padasaat melakukan kalibrasi.
Parameter yang dapat ditentukan dengan Patcht test:
Roll offset
Pitch offset
Yaw offset
Latency
Free PowerPoint Templates
Spec
System Specification Frequency 200kHz-400kHz
Beam width, across track 0.5ᵒ
Beam width, along track 1.0ᵒ
Number of beams 256
Swath sector 130ᵒ
Max range setting 400m
Pulse length 10µs-1ms
Pulse type Shaped CW
Depth rating 200m
Operating temperature ᵒC to 40ᵒC
Storage temperature 30ᵒC to 55ᵒC
Electrical Interface Mains 90-260 VAC, 45-65Hz
Power consumption <50
Uplink / downlink 10/100/1000Base-
T,Ethernet
Data interface 10/100/1000Base-
T,Ethernet
Sync in, sync out TTL
GPS 1PPS RS-232
Auxiliary sensors RS-232
Deck cable length 25m
Free PowerPoint Templates