0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan16 halaman

Bentuk dan Karakteristik Amylum

Dokumen tersebut membahas tentang identifikasi beberapa jenis amilum yaitu amilum beras, singkong, kentang, gandum, jagung dan sagu melalui observasi mikroskopik. Jenis-jenis amilum tersebut dapat dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran, keberadaan hilus dan jelasnya lamela.

Diunggah oleh

asrifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan16 halaman

Bentuk dan Karakteristik Amylum

Dokumen tersebut membahas tentang identifikasi beberapa jenis amilum yaitu amilum beras, singkong, kentang, gandum, jagung dan sagu melalui observasi mikroskopik. Jenis-jenis amilum tersebut dapat dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran, keberadaan hilus dan jelasnya lamela.

Diunggah oleh

asrifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IDENTIFIKASI AMYLUM

Pengertian

 Amylum diambil dari farinanya yaitu bentuk pati kasar


ditambah air kemudian disaring. Filtrat yag didapat
kemudian diendapkan. Endapan tersebut dikeringkan
hingga diperoleh amylum.
 Bentuk mikroskopik yg harus diperhatikan pada
pengamatan amylum adalah bentuk dan ukuran hilus
dan lamela.
 Secara organoleptis, amylum umumnya berwarna putih,
berbentuk padatan dan tidak berbau.
 Bila di+aqua-iod amylum akan memberikan warna
biru.
1. Amylum oryzae (pati beras)
 Tanaman : Oryza sativa L.
 Familia : poaceae/graminae
 Simplisa : terdiri dari butir-butir tunggal atau
majemuk. Berbentuk segi banyak (poligon).
Berukuran 5 µm. Umumnya tidak mempunyai hilus,
namun terkadang terdapat hilus pada pembesarn
kuat.
Pati beras perbesaran 200x
2. Amylum manihot (pati singkong)
 Tanaman : Manihot utilissima Pohl.
 Familia :Euphorbiaceae
 Simplisa : terdiri dari butir-butir tunggal atau
majemuk. Berbentuk bulat, terkadang berbentuk
seperti helm (topi baja). Berukuran 20 µm. Hilus
berada ditengah. Lamela tidak jelas kecuali pada
perbesaran kuat.
BENTUK AMYLUM SEPERTI TOPI BAJA
Perbesaran 10 x
Perbesaran 20x
AMYLUM DG HILUS KONSENTRIS
Perbesaran 40 x
3. Amylum solani(pati kentang)
 Tanaman : Solanum tuberosum L.
 Familia : Solanaceae
 Simplisa : terdiri dari butir-butir tunggal. Berbentuk
oval. Berukuran 100 µm. Hilus berada dipinggir
(Eksentris). Lamela jelas.
AMYLUM TUNGGAL UKURAN 100ΜM
Perbesaran 10x
4. Amylum Tritici(pati terigu/pati
gandum)
 Tanaman : Triticum vulgare Vill.
 Familia : Graminae
 Simplisa : terdiri dari butir-butir tunggal atau
majemuk. Berbentuk bulat. Ukuran yg besar 30-40
µm sedangkan yg kecil 10-20 µm. Hilus dan lamela
tidak jelas.
5. Amylum Maydis(pati jagung)
 Tanaman : Zea mays L.
 Familia : Graminae
 Simplisa : terdiri dari butir-butir tunggal atau
majemuk. Berbentuk poligonal. Ukuran 5-25 µm.
Hilus ditengah (konsentris) dan lamela sulit diamati.
HILUS KONSENTRASI YG RETAK
PERBESARAN 40X
6. Pati sagu (Metroxylon sp)
Granula pati sagu memiliki bentuk yang bervariasi dari bulat, lonjong (oval)
hingga berbentuk oval terpotong dari mikroskop polarisasi dengan
perbesaran 400 kali.
Dari ketiga gambar tersebut dapat dibedakan ukuran granula pati basah, pati
kering dengan alat pengering CFFB, dan pati kering dengan pengeringan
secara konvensional.
Khusus bentuk oval terpotong,
diduga bukan merupakan bentuk alami, tetapi lebih disebabkan karena
rusaknya granula akibat
proses pengecilan ukuran empulur sagu dalam proses ekstraksi pati. Hal ini
ditunjukkan pada pengamatan mikroskopis, dimana ketika dilakukan
pemanasan granula dengan bentuk oval terpotong langsung mengalami
amylose leaching.
Ukuran granula pati sagu berkisar antara 5-62,5µm, dengan kisaran ukuran
lebih besar terdapat pada granula pati sagu yang dikeringkan menggunakan
alat pengering CFFB bertenaga surya dan biomassa yaitu 7,5-62,5 µm .
Hal ini terjadi karen adanya pengembangan granula pati
akibat pengeringan pada suhu yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan
pengeringan secara konvensional.

Anda mungkin juga menyukai