0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan18 halaman

Mekanisme dan Efek Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah hormon yang diproduksi oleh korteks adrenal dan memiliki efek anti-inflamasi kuat. Terdiri dari dua golongan yaitu glukokortikoid dan mineralokortikoid, dimana glukokortikoid berperan dalam penyimpanan glikogen dan menghambat inflamasi. Kortikosteroid digunakan dalam pengobatan dermatitis dan penyakit kulit berat lainnya meski memiliki berbagai efek samping.

Diunggah oleh

Nailil khusna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan18 halaman

Mekanisme dan Efek Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah hormon yang diproduksi oleh korteks adrenal dan memiliki efek anti-inflamasi kuat. Terdiri dari dua golongan yaitu glukokortikoid dan mineralokortikoid, dimana glukokortikoid berperan dalam penyimpanan glikogen dan menghambat inflamasi. Kortikosteroid digunakan dalam pengobatan dermatitis dan penyakit kulit berat lainnya meski memiliki berbagai efek samping.

Diunggah oleh

Nailil khusna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembagian dan Cara Kerja

Kortikosteroid
Pendahuluan
 Kortikosteroid  glukokortikoid atau
steroid  hormon yang diproduksi oleh
korteks adrenal  efek anti-inflamasi
 Kortikosteroid dalam bidang dermatologi 
dermatitis, penyakit kulit berat.
 Kortikosteroid tidak tepat  efek samping
Definisi
 Kortikosteroid  diproduksi korteks adrenal 
glukokortikoid atau steroid  yang berperan
dalam metabolisme, inflamasi, dan proses
imun  anti-inflamasi yang kuat dari
kortikosteroid digunakan dalam berbagai
pengobatan.
PENGGOLONGAN
Kortikosteroid

Glukokortikoid Mineralokortikoid

- penyimpanan glikogen hepar - keseimbangan air dan


- anti-inflamasi elektrolit
Mekanisme Kerja
edem

Mencegah kebocoran cairan ke area cidera


Stabilisasi
Membran Sel
Permeabilitas kapiler 
Bentuk Sediaan
Indikasi
Kontraindikasi
 Infeksi jamur sistemik
 Hipersensitif terhadap kortikosteroid
 Dengan pengawasan
 Resiko infeksi, dengan infeksi.
 Diabetes mellitus, ulkus peptikum, inflammatory bowl
disorder, hipertensi, gagal jantung kongestif, dan
insufisiensi renalis.
Efek Samping
Penggunaan
 Kortikosteroid sistemik >>  prednison
 Gangguan hepar  prednisolon  prednison
dimetabolisme di hepar menjadi prednisolon.
 Kortikosteroid efek mineralkortikoid  jangan dipakai long
term (lebih daripada sebulan).
 Toksik epidermal nekrolisis dan sindrom Stevens-Jhonson
 kortikosteroid iv dosis tinggi  masa kritis teratasi 
tablet prednison.
 Dermatosis  mengalami perbaikan dosisnya diturunkan
berangsur-angsur
Kesimpulan
 Kortikosteroid  glukokortikoid atau steroid 
diproduksi oleh korteks adrenal.

 Kortikosteroid  dua golongan glukokortikoid dan


mineralokortikoid.

 Efek utama glukokortikoid  penyimpanan glikogen


hepar dan efek anti-inflamasi, golongan
mineralokortikoid  tidak mempunyai khasiat anti-
inflamasi yang berarti.
 Mekanisme glukokortikoid sebagai anti-inflamasi 
menghambat produksi interleukin-1, tumor nekrosis
faktor, sitokin dan mediator inflamasi lainnya.

 Pada bidang dermatologi kortikosteroid  dermatosis


alergik atau yang dianggap mempunyai dasar alergik,
juga dermatitis kontak yang akut.

 Kortikosteroid  efek samping yang banyak dan dapat


terjadi pada setiap cara pemberian  apabila manfaat
terapi melebihi resiko efek samping yang akan terjadi.

Anda mungkin juga menyukai