0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan22 halaman

Panduan Lengkap Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Indonesia memiliki tingkat kejadian DBD tertinggi di Asia Tenggara dengan ratusan ribu kasus setiap tahunnya. Pengobatan DBD bersifat simptomatis dan fokus pada pencegahan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. }
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan22 halaman

Panduan Lengkap Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Indonesia memiliki tingkat kejadian DBD tertinggi di Asia Tenggara dengan ratusan ribu kasus setiap tahunnya. Pengobatan DBD bersifat simptomatis dan fokus pada pencegahan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. }
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

{

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan


penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue,
yang ditularkan dari orang ke orang melalui
gigitan nyamuk Aedes.
o Ditemukan terutama di daerah beriklim tropis
dan subtropis.

o Hampir 25% populasi dunia beresiko terinfeksi.


(WHO 2009)

o Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua


penderita DBD terbanyak di dunia setelah
Brazil.
o Menurut data Kemenkes RI tahun 2009-2011, jumlah
kematian akibat DBD di Indonesia mencapai 1.125
kasus.

o Sedangkan menurut data Kemenkes RI pada tahun


2014, sampai pertengahan bulan Desember tercatat
penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak
71.668 orang, 641 diantaranya meninggal dunia.

o Berdasarkan data-data tersebut di atas, Indonesia


menjadi negara tertinggi dengan kasus DBD di Asia
Tenggara.
o Situasi kewaspadaan KLB DBD berdasarkan data Kemenkes
RI bulan Juli tahun 2015 untuk wilayah Kalimantan :
1. Kalimantan Barat :
− Ketapang :31 kasus, 1 kematian.
2. Kalimantan Timur :
− Balikpapan : 89 kasus, 2 kematian.
3. Kalimantan Selatan :
− Hulu Sungai Selatan : 191 kasus, 3 kematian.
− Hulu Sungai Utara : 111 kasus, 4 kematian.
− Hulu Sungai Tengah : 143 kasus, 2 kematian.
− Balangan : 63 kasus, 2 kematian.
− Banjar : 102 kasus, 0 kematian.
4. Kalimantan Tengah :
− Kabupaten Kapuas : 82 kasus, 2 kematian.
− Kabupaten Seruyan : 12 kasus, 0 kematian.
World Distribution of Dengue [CDC, 2005]
o Virus Dengue (FLAVIVIRUS).

o Terdapat 4 serotipe virus dengue penyebab DBD :


 DEN – 1
 DEN – 2
 DEN – 3
 DEN – 4

o Infeksi terhadap salah satu serotipe hanya akan


membentuk kekebalan terhadap serotipe yang
bersangkutan, sehingga tidak kebal terhadap ancaman
infeksi serotipe yang lain.

o Ini memungkinkan terjadinya reinfeksi yang lebih berat,


terutama bila terinfeksi DEN – 3 atau DEN – 4.
o Seseorang tertular DBD melalui gigitan
nyamuk Aedes yang mengandung virus
Dengue.

o Vektor perantara paling sering adalah nyamuk


Aedes aegypti.

o Nyamuk Aedes albopictus dan Aedes plynesiensis


juga bisa menularkan virus ini, namun
kasusnya jarang terjadi.
o Ciri-ciri nyamuk Aedes antara lain :
 Mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan
kakinya.
 Berkembang biak di air yang jernih (tidak
bertanah), seperti pada bak mandi, tempayan,
tempat minum burung dan barang-barang bekas
yang tergenang air.
 Hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter.
 Sifat khas :
- menggigit pada waktu pagi dan sore hari
- ketika istirahat biasanya hinggap di gantungan
baju
 Saat menggigit badan tidak menungging, berbeda
dengan nyamuk Anopheles (penyebab malaria).
Aedes aegypti
o Virus Dengue biasanya menginfeksi nyamuk
Aedes betina saat dia menghisap darah dari
seseorang yang sedang dalam fase demam
akut (viremia), yaitu 2 hari sebelum panas
sampai 5 hari setelah demam timbul.

o Nyamuk menjadi infektif 8-12 hari (periode


inkubasi ekstrinsik) sesudah menghisap darah
penderita yang sedang viremia dan tetap
infektif selama hidupnya.
o Setelah melalui periode inkubasi ekstrinsik
tersebut, kelenjar ludah nyamuk bersangkutan
akan terinfeksi dan virusnya akan ditularkan
ketika nyamuk tsb menggigit dan
mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka
gigitan ke tubuh orang lain.

o Setelah masa inkubasi di dalam tubuh


manusia selama 3-14 hari (umumnya 4-7 hari),
timbul gejala awal penyakit.
o Demam mendadak tinggi 2 – 7 hari. Demam bersifat bifasik
(seperti pelana kuda), yakni panas akan turun di hari ke-3
atau ke-4 tetapi hari ke-7 naik lagi.
o Sakit kepala, nyeri otot, mual, bahkan muntah. (gejala umum
infeksi virus)
o Nyeri ulu hati.
o Ruam pada kulit.
o Nyeri pada belakang mata.
o Nyeri pada tulang atau persendian (backbone fever).
o Manifestasi perdarahan :
− Ptechiae : bintik-bintik merah kehitaman pada kulit yang
bila diregangkan warna tetap terlihat. (khas DBD)
− Mimisan
− Muntah darah
− BAK atau BAB berdarah (biasanya berwarna hitam).
Gejala DBD
o Hingga kini, belum ada obat khusus maupun
vaksinasi untuk pengobatan DBD.

o Pengobatan bersifat simptomatis :


− Banyak istirahat (bed rest).
− Pemberian cairan untuk mencegah
dehidrasi.
− Konsumsi obat parasetamol untuk
meringankan gejala demam dan nyeri.
(Jangan konsumsi ibuprofen atau aspirin,
karena akan memicu perdarahan)
o Bila ditemukan tanda-tanda :
− Mimisan
− Gusi berdarah
− Perdarahan memanjang atau darah haid terlalu
banyak
− Tanda-tanda syok : rewel / gelisah, nadi lemah, badan
teraba sangat dingin, penurunan kesadaran
− Sesak nafas, mual hebat, muntah berdarah, bengkak
pada kelopak mata, nyeri ulu hati atau nyeri perut
kanan atas

BAWA SEGERA KE PUSAT


PELAYANAN KESEHATAN
TERDEKAT !!
o Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) : 3M Plus

o 3M :
 Menguras : membersihkan tempat-tempat
penampungan air, seperti bak mandi,
penampung air lemari es, penampung air galon,
dll.
 Menutup rapat-rapat tempat penampungan air
seperti kendi, toren air, dll.
 Mendaur ulang atau mengubur barang-barang
bekas yang berpotensi menjadi tempat
perkembangbiakan nyamuk.
o Plus :
 Menaburkan bubuk larvasida pada tempat
penampungan air yang sulit dibersihkan.
 Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk,
seperti fogging.
 Memakai kelambu saat tidur.
 Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
 Menanam tanaman pengusir nyamuk.
 Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di
dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat
nyamuk.
 dll.
3M Plus
{

Anda mungkin juga menyukai