0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan27 halaman

Contoh Soal Matriks dan Determinan

Matriks harus invertible agar memiliki invers. Invers matriks tunggal dan dapat dihitung dengan menyelesaikan persamaan matriks. Determinan digunakan untuk menentukan apakah suatu matriks invertible dan sifat-sifatnya meliputi ekspansi kofaktor dan transformasi baris."

Diunggah oleh

rio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan27 halaman

Contoh Soal Matriks dan Determinan

Matriks harus invertible agar memiliki invers. Invers matriks tunggal dan dapat dihitung dengan menyelesaikan persamaan matriks. Determinan digunakan untuk menentukan apakah suatu matriks invertible dan sifat-sifatnya meliputi ekspansi kofaktor dan transformasi baris."

Diunggah oleh

rio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan 3

MATRIKS DAN VEKTOR


INVERS MATRIKS
Definisi

Matriks A berukuran n x n disebut invertible


jika ada matriks B berukuran n x n
sedemikian hingga :
AB = BA = In
Jika tidak demikian, maka dikatakan A tidak
invertible.
Matriks B disebut invers dari A, dinotasikan A-1
Contoh :
 2 3  1 3 
A  B 2
 2 2  1  1
Invers

2 1  a1 a 2
A 
1
A  
4 3  a3 a 4
Maka , A.A-1

2 1 X  a1 a 2 = 1 0
4 3  a3 a 4 0 1 
     
 2a1  a3 2a 2  a 4  1 0
4a1  3a3  = 0 1 
 4a 2  3a 4  
Teorema
Invers suatu matriks adalah tunggal
BUKTI
Misalkan B dan C adalah invers dari A, maka
AB = BA = In dan
AC = CA = In
Dari sini diperoleh
B = BIn = B(AC) = (BA)C = InC =C.
Karena B = C, maka terbukti invers dari A adalah tunggal
Sifat invers matriks
1. Jika A invertible maka A-1 juga invertible,
dan
(A-1)-1 = A
2. Jika A dan B invertible, maka AB juga
invertible dan (AB)-1 = B-1 A-1
3. Jika A invertible, maka
(At)-1 = (A-1)t
4. Jika A1,A2,…,Ak adalah matriks – matriks
invertible, maka A1A2…Ak juga invertible dan
(A1 A2…Ak)-1 = Ak-1 Ak-1-1…A1-1
Pengertian Determinan

 Determinandinyatakan sebagai
jumlah semua hasil kali dasar
bertanda dari matriks bujur
sangkar A.
 Determinandari sebuah matriks
bujur sangkar A, dinotasikan
dengan det(A), atau

A
Menentukan nilai
determinan
i) Matriks berordo 2 x 2
ii) Matriks berordo 3 x 3
iii) Matriks berordo n x n
● Dengan matriks kofaktor
● Dengan Transformasi baris
Elementer (TBE)
Menentukan nilai determinan
matriks berordo 2 x 2
a b 
 Jika A = c d  ,
 
maka det(A) = A = a.d – b.c

 Contoh : Tentukan nilai determinan dari


matriks
5  4 
A= 2 3 
 
Jawab : det (A) = 5 . 3 - (-4). 2 = 23
Menentukan nilai determinan matriks
berordo 3 x 3
dengan Aturan Sarrus
a b c 
 Jika B = d e f 
 
g h i 
Digunakan aturan Sarrus:

a b c a b


|A| = d e f d e

 
g h i g h 
(-) (-) (-) (+) (+) (+)

= a.e.i + b.f.g + c.d.h – c.e.g – a.f.h – b.d.i


Contoh : Tentukan nilai determinan
dari matriks
 1 2 3
 4 5 6 
B=  
 7  8 9
Sifat-sifat Determinan
 Jika setiap elemen suatu baris atau kolom dari suatu matriks bujur
sangkar A bernilai nol, maka det (A) = 0.
Contoh :

A= 2 3 5 , maka det(A) = 0
0 0 0 
 
4  1  7

B=
2 3 0 , maka det(B) = 0
 6 7 0
 
4  1 0
 Jika A adalah suatu matriks bujur sangkar, maka det (A) = det
(AT).
Contoh :
A= 2 3 4 , maka det(A) = 26
0 1 4 
 
4  1  7
AT = , maka det(AT) = 26
2 0 4 
3 1  1 
 
4 4  7
 Jika setiap elemen dari suatu baris atau
kolom pada determinan dari matriks A
dikalikan dengan suatu skalar k, maka k
bisa dikeluarkan dari tanda determinan,
atau : det(kA) = [Link](A).
Contoh :

2 3 4
A= 0 1 4  , maka det(A) = 26
 
4  1  7

2 3 4 2 3 4
X= 0.3 1.3 4.3 = 0 3 12  = 78
   
 4  1  7 4  1  7

det(X)=[Link](A)=3.26=78
 Jika matriks B diperoleh dari matriks A
dengan cara mempertukarkan dua
baris atau dua kolom, maka det(B) = -
det(A).
Contoh :
 2 3 6
 0 1 6
A=   , det(A)=72
4  1 6

Matriks B didapat dengan


mempertukarkan baris ke 1 dan baris
ke 3, sehingga
 4  1 6
 0 1 6
 
B= 2 3 6 ,det(B)= -72
 Jika dua baris atau kolom matriks A identik,
maka det(A) = 0
Dua matriks dikatakan identik , jika suatu
baris merupakan hasil kali dengan skalar k
(di mana k anggota bilangan real) dari baris
yang lain, atau suatu kolom merupakan hasil
kali dengan skalar k ( di mana k anggota
bilangan real) dari kolom yang lain.
Contoh :

5 3 10
A = 9 8 18 , det(A) = 0, karena kolom ke 3,
 
4  1 8 
merupakan hasil dari kolom ke 1, dikalikan
dengan skalar 2.
 Jika A dan B dua matriks bujur sangkar yang mempunyai
ukuran sama, maka det(AB) = det(A) det(B).
Contoh :

A = 1 7 10 ,det(A) =-137


2 8 9 
 
4  3 6 
B=
 2 4 9 ,det(B) =-119
10 3 6
 
 1 2 8

A.B =  82 45 131 ,det(A.B)=16303=-137.-19=det(A).det(B)


 93 50 138
 
 16 19 66 
Menentukan Determinan
Dengan Kofaktor
 Teorema :
Determinan matriks A yang berukuran n x n dapat dihitung
dengan mengalikan entri-entri dalam suatu baris (atau
kolom) dengan kofaktor-kofaktornya dan menambahkan
hasil-hasil kali yang dihasilkan yakni untuk setiap 1≤i≤n
dan 1≤j≤n
det(A) = a1jC1j + a2jC2j + … + anjCnj
(ekspansi kofaktor sepanjang kolom ke-j)

atau

det(A) = ai1Ci1 + ai2Ci2 + … + ainCin


(ekspansi kofaktor sepanjang baris ke-i)
Definisi

 Definisi :

 Jika A adalah matriks kuadrat, maka minor entri aij


dinyatakan oleh Mij dan didefinisikan menjadi
determinan submatriks yang tetap setelah baris ke-i
dan kolom ke-j dicoret dari A. Bilangan (-1)i+jMij
dinyatakan oleh Cij dan dinamakan kofaktor entri aij.

 Contoh 1 :
Misalkan kita punya matriks A =
Tentukan minor entri a11, a12, dan a13. Tentukan juga
kofaktor entri M11, M12 dan M13 !
 Penyelesaian :
minor entri a11 adalah M11 = = =5(8) – 4(6) = 16

kofaktor a11 adalah C11 = (-1)1+1M11 = (-1)2(16) = 16


minor entri a12 adalah M12 = = = 2(8) – 1(6) = 10

kofaktor a12 adalah C12 = (-1)1+2M12 = (-1)3(10) = -10


minor entri a13 adalah M13 = = = 2(4) – 1(5) = 3

kofaktor a13 adalah C13 = (-1)1+3M13 = (-1)4(3) = 3


det(A) = a11C11 + a12C12 + a13C13
= 3(16) + 1(-10) + (-4)(3)
= 48 – 10 – 3
= 35
Menentukan determinan matriks n x n
dgn Transformasi Baris Elementer (TBE)

a) Menukarkan dua baris


Notasi = bij
Arti = menukarkan baris ke-i dgn baris ke-j
b) Mengalikan suatu bari dengan skalar k, k ≠ 0
Notasi = [Link]
Arti = mengalikan setiap elemen dari
baris ke- i, dengan skalar k, k ≠ 0
c) Menambahkan baris ke- i dengan k kali baris
ke- j (k ≠ 0)
Notasi= bij(k)
Arti = bi + k bj (Perubahan terjadi pada bi)

Menentukan Determinan Matriks dengan TBE


Langkah :
i) Dengan menggunakan TBE, ubahlah matriks
yang ada, menjadi Matriks Segitiga
Atas/Bawah
ii) Harga determinannya adalah perkalian
antar elemen–elemen pada diagonal
utamanya
Menghitung Determinan
Menggunakan Eselon Baris

 Definisi :
 Misalkan A adalah matriks kuadrat. Fungsi determinan
dinyatakan oleh det, dan kita definisikan det(A) sebagai
jumlah semua hasil kali elementer beranda dari A. Jumlah
det(A) kita namakan determinan A.
 Jika kita punya matriks A2×2, = maka det(A) = a11a22 –
[Link] jika kita punya matriks B3×3 = maka det(B) =
a11a22a33 – a12a23a31 – a13a21a32 – a13a22a31 – a12a21a33 – a11a23a32.
 Tapi jika kita memiliki matriks yang berordo 4×4, 5×5, dan
seterusnya, bagaimana cara mencari determinannya? Pada
tulisan ini saya akan membahas untuk mencari determinan
matriks menggunakan Operasi Baris Elementer dengan
mereduksi matriks tersebut pada bentuk eselon baris atau
membuat Matriks Segitiga Atas atau Matriks Segitiga Bawah.
 Teorema :
 Jika A adalah matriks segitiga n x n, maka det(A)
adalah hasil kali entri-entri diagonal utama yakni
det(A) = a11a22 … ann.
 Contoh :
Hitung Determinan dari Matriks B =
Langkah awal untuk mengerjakan ini adalah dengan cara mereduksi matriks baris
tersebut menjadi eselon baris dengan menggunakan OBE.

1. baris kedua : 2B2 – B1


1. baris ketiga : B3 + 2B2

baris keempat : B4 + B2

2. baris keempat : B4 + B3

Jadi det(B) = (2)(-1)(-1)(6) = 12


Latihan Soal

 Untuk NIM GASAL


Tentukan nilai dari determinan berikut
ini: 2 1 4
5 6
a). b). 3 5 7
7 2
1 6 2

 Untuk NIM GENAP


Tentukan nilai dari determinan berikut
ini:  1 7 8 2 1
a). 3 4 6
 8 3b).
1 7 2

Anda mungkin juga menyukai