PA P I KO S T I K
KREDENSIAL RS ERA MEDIKA
PAPIKOSTIK
SEJARAH
LANDASAN TEORI
ASPEK YANG DIUNGKAP DALAM PAPIKOSTIK
ADMINISTRASI TES PAPIKOSTIK
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
SEJARAH
• Tes PAPI Kostik di buat oleh Guru Besar Psikologi Industri asal Massachusetts,
Amerika, Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960-an. PAPI
Kostick mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan
keterkaitan dunia sekitarnya (environment) termasuk perilaku dan nilai
perusahaan (values) yang diterapkan dalam suatu perusahaan / situasi kerja dalam
bentuk motif (need) dan standar gaya perilaku menurut persepsi
kandidat (role) yang terekam saat psikotest.
SEJARAH
• Secara singkat, PAPI Kostick merupakan laporan inventori kepribadian (self report
inventory), terdiri atas 90 pasangan pernyataan pendek berhubungan dalam situasi kerja, yang
menyangkut 20 aspek keribadian yang dikelompokkan dalam 7 bidang:
kepemimpinan (leadership), arah kerja (work direction), aktivitas kerja (activity), relasi social (social
nature), gaya bekerja (work style), sifat temperamen (temperament), dan posisi atasan-
bawahan (followership).
• Tes Papi Kostick saat ini sering digunakan dalam lingkup HRD di suatu perusahaan / organisasi.
Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan
pada kategorisasi. Papi mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja.
Dengan mempelajari Papi Kostick, maka kita akan banyak memperoleh informasi mengenai
profile individu baik dari segi tipologi kepribadiannya, maupun dalam kontek pekerjaannya.
LANDASAN TEORI
• Dasar pemikiran untuk desain dan formulasi PAPI sebagai suatu asesmen yang mengukur :
kecenderungan (Need/ Kebutuhan) dan persepsi (Role/Peran) yang didasarkan pada teori
needs-press Murray
• Dimensi-dimensi ini dipisahkan ke dalam skala Role dan Need.
skala role mengukur persepsi individu terhadap dirinya dalam lingkungan kerja dan
memperhatikan area-area seperti kepemimpinan, perencanaan integratif dan gaya pekerjaan
skala need memperkirakan kecenderungan mendalam yang tidak bisa dipisahkan dari
perilaku individu seperti kebutuhan untuk menjadi bagian dari kelompok, kebutuhan untuk
diperhatikan dan kebutuhan untuk didukung.
LANDASAN TEORI
Henry Murray (1938) yang justru lebih banyak dapat bermanfaat dalam penelitian
kepribadian manusia, karena :
• “Needs” didefinisikan sebagai tujuan manusia dan dorongan dasar (desires)
• “Traits” didefinisikan kebiasaan pola pikir manusia, pengaruh (affect), dan
tingkah laku (behavior).
Sehingga
• Traits” menjawab pertanyaan “bagaimana” manusia bertingkah laku;
• “needs” menjawab pertanyaan “mengapa”.
ASPEK YANG DIUNGKAPKAN
Ada 7 aspek yang diukur :
• followership yang terdiri atas bagian F dan W
• work direction yang terdiri atas bagian N, G, dan A
• leadership yang terdiri atas bagian L, P dan I
• activity yang terdiri atas bagian T dan V
• social nature yang terdiri atas bagian X, S, B, dan O
• workstyle yang terdiri atas bagian R, D, dan C
• temperament yang terdiri atas bagian Z, E dan K.
• F : need to support authority
(kebutuhan membantu atasan)
Followership
• W : need for rules and
supervision (kebutuhan untuk
mengikuti aturan dan
pengawasan)
• N: need to finish a task Work Direction
(kebutuhan menyelesaikan suatu
tugas sendiri)
• G: role of hard intense worker
(peran – pekerja keras)
• A: need to achieve (kebutuhan
berprestasi)
• L: leadership role (peran
pemimpin)
• P: need to control others Leadership
(kebutuhan mengatur orang lain)
• I: ease in decision making (peran
– pembuat keputusan)
Activity
• T: pace (peran – pembuat
keputusan)
• V: vigorous type (peran –sibuk
• X: need to be notice (kebutuhan
untuk diperhatikan)
• S: social extension (peran –
bermasyarakat)
Social Nature
• B: need to belong to groups
(kebutuhan diterima oleh kelompok)
• O: need for closeness (kebutuhan
akankedekatan dan kasih sayang)
• R: theoritical type (peran – orang
teoritis)
• D: interest in working with details Work Style
(peran – berminat bekerja dengan hal-
hal rinci)
• C: Organized type (peran –
mengatur)
• Z: need for change (kebutuhan
akan perubahan) Temprament
• E: emotional restraint
• K: need to be forceful
NORMA TES PAPIKOSTIK
• L = PERAN – PEMIMPIN (Leadership Role)
Skor 5-9 : yaitu tingkat dimana seseorang memproyeksikan dirinya sebagai
pemimpin suatu tingkat dimana ia mencoba menggunakan orang lain untuk
mencapai tujuannya.
Skor 4-0 : cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja
• P = KEBUTUHAN – MENGATUR ORANG LAIN (Need to Control Others)
Skor 5-9 : tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi
orang yang bertanggung jawab.
Skor 4-0 : menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan
tindakan orang lain
NORMA TES PAPIKOSTIK
• I = PERAN – MEMBUAT KEPUTUSAN (Ease in Decision Making)
Skor 0-2 : ragu – menolak mengambil keputusan
Skor 3-4 : berhati hati membuat keputusan
Skor 5-7 : berhati hati – lancar dan mudah mengambil keputusan
Skor 8-9 : tidak ragu dalam mengambil keputusan
NORMA TES PAPIKOSTIK
• F = KEBUTUHAN – MEMBANTU ATASAN (Need to Support Authority)
Skor 6-9 : bersikap setia dan membantu , kemungkinan bantuannya bersifat politis
Skor 4-5 : setia terhadap perusahaan
Skor 2-3 : mengurus kepentingan sendiri
Skor < 2 : cenderung egois , kemungkinan bisa memberontak
• W = KEBUTUHAN MENGIKUTI ATURAN DAN PENGAWASAN (Need for
Rules and Supervision)
Skor < 4 : berorientasi pada tujuan, mandiri
Skor 4-5 : kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
Skor 6-9 : meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang
jelas
NORMA TES PAPIKOSTIK
• T = PERAN SIBUK (Pace)
Skor < 4 : melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
Skor 4-6 : tergolong aktif secara internal dan mental
NORMA TES PAPIKOSTIK
• V = PERAN PENUH SEMANGAT (Vigorous Type)
Skor < 5 : cenderung pasif
Skor 5-7 : aktif secara fisik, cenderung sportif
• F = KEBUTUHAN – MEMBANTU ATASAN (Need to Support Authority)
Skor 6-9 : bersikap setia dan membantu , kemungkinan bantuannya bersifat politis
Skor 4-5 : setia terhadap perusahaan
Skor 2-3 : mengurus kepentingan sendiri
Skor < 2 : cenderung egois , kemungkinan bisa memberontak
NORMA TES PAPIKOSTIK
• W = KEBUTUHAN MENGIKUTI ATURAN DAN PENGAWASAN (Need for
Rules and Supervision)
Skor < 4 : berorientasi pada tujuan, mandiri
Skor 4-5 : kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
Skor 6-9 : meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang
jelas
• T = PERAN SIBUK (Pace)
Skor < 4 : melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
Skor 4-6 : tergolong aktif secara internal dan mental
• V = PERAN PENUH SEMANGAT (Vigorous Type)
Skor < 5 : cenderung pasif
NORMA TES PAPIKOSTIK
• R = PERAN ORANG YANG TEORITIS (Theoretical Type)
Skor 0-4 : kurang perhatian , bersifat praktis
Skor 5-9 : nilai nilai penalaran tergolong tinggi
• D = PERAN BEKERJA DENGAN HAL – HAL RINCI (Interest in Working With
Details)
Skor 0-3 : menyadari kebutuhan akan kecermatan , tetapi tidak berminat bekerja
detail
Skor 4-9 : minat tinggi untuk bekerja secara detail
• C = PERAN MENGATUR (Organized Type)
Skor 0-2 : fleksibel – tidak teratur
Skor 3-5 : teratur tetapi tidak tergolong fleksibel
Skor 6-9 : keteraturan tinggi cenderung kaku
NORMA TES PAPIKOSTIK
• X = KEBUTUHAN UNTUK DIPERHATIKAN (Need to be Noticed)
Skor < 2 : cenderung pemalu
Skor 2-3 : rendah hati, tulus
Skor 4-5 : memiliki pola perilaku yang unik
Skor 6-9 : membutuhkan perhatian nyata
• B = KEBUTUHAN DITERIMA DALAM KELOMPOK (Need to Belong to
Groups)
Skor 0-3 : selektif
Skor 4-5 : butuh diterima, tapi tidak mudah dipengaruhi kelompok
Skor 6-9 : butuh disukai dan diakui , mudah dipengaruhi
NORMA TES PAPIKOSTIK
• O = KEBUTUHAN KEDEKATAN DAN KASIH SAYANG (Need for Closeness
and Affection)
Skor < 3: tidak suka hubungan perorangan
Skor 3-4 : sadar akan hubungan perorangan , tapi tidak terlalu tergantung
Skor 5-9 : sangat tergantung , butuh penerimaan diri
• S = PERAN HUBUNGAN SOSIAL (Social Extension)
Skor < 6 : perhatian rendah terhadap hubungan social , kurang percaya pada orang
lain
Skor 6-9 : kepercayaan tinggu dalam hubungan social, suka interaksi social
NORMA TES PAPIKOSTIK
• N = KEBUTUHAN MENYELESAIKAN TUGAS SECARA MANDIRI
(Need to Finish Task)
Skor < 3 : menunda atau menghindari pekerjaan
Skor 3-4 : berhati hati atau ragu dalam bekerja
Skor 4-6 : cukup bertanggung jawab pada pekerjaan
Skor 6-9 : tekun , tanggung jawab tinggi
• A = KEBUTUHAN BERPRESTASI (Need to Achieve)
Skor 0-5 : ketidakpastian tujuan , kepuasan dalam suatu pekerjaan , tidak ada
usaha lebih
Skor 6-9 : tujuan jelas , kubutuhan sukses dan ambisi tinggi
NORMA TES PAPIKOSTIK
• G = PERAN PEKERJA KERAS (Hard Intense Worked)
Skor 3-4 : bekerja untuk kesenangan saja , bukan hasil optimal
Skor 4-7 : kemauan bekerja keras tinggi
• Z = KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH (Need for Change)
Skor 0-2 : tidak suka berubah
Skor 3-4 : tidak suka perubahan jika dipaksakan
Skor 5-6 : mudah menyesuaikan diri
Skor 6-7 : membuat perubahan yang selektif , berfikir jauh kedepan
Skor 8-9 : mudah gelisah , frustasi , karena segala sesuatu tidak berjalan
fantastis
NORMA TES PAPIKOSTIK
• K = KEBUTUHAN UNTUK AGRESIF (Need to be Forceful)
Skor 0-2 : menhindari masalah , menulak , untuk mengenali situasi sebagai masalah
Skor 3-4 : suka lingkungan tanang , menghindari konflik
Skor 5 : keras kepala
Skor 6-7 : agresi berhubungan dengan kerja , dorongan semangat bersaing
Skor 8-9 : agresif, cendering defensive
• E = PERAN PENGENDALIAN EMOSI (Emotional Resistant)
Skor < 2 : terbuka , cepat bereaksi , tidak normative
Skor 2-3 : terbuka
Skor 4-6 : punya pendekatan emosional seimbang ,mampu mengendalikan
Skor > 6: sangat normative , kebutuhan pengendalian diri yang berlebihan
ADMINISTRASI TES PAPIKOSTIK
a Waktu
Dalam pelaksanaan Papi Costick Test secara tertulis tidak ada batasan waktu yang
diberikan. Durasi pengerjaan test bergantung pada kecepatan testee dalam
menjawab semua pernyataan yang tersedia. Namun pada umumnya testee dapat
menyelesaikan menjawab semua peryataan pada tes ini dalam waktu kurang dari 35
menit sampai dengan 45 menit.
ADMINISTRASI TES PAPIKOSTIK
b. Materi Test
Buku soal Papi Costick’s Test
Lembar Jawaban Papi Costick’s Test
Lembar psikogram Papi Costick’s test
Buku norma Papi Costick’s Test
c. Alat Test
Stopwatch
ADMINISTRASI TES PAPIKOSTIK
d. Instruksi Alat Test
Ada 90 pasang pernyataan, pilihlah salah satu dari setiap pasangan pernyataan tersebut yang Anda anggap paling
dekat menggambarkan diri saudara. Bila tidak satupun dari sebuah pasangan pernyataan yang cocok, pilihlah yang
saudara anggap benar.
Lingkarilah tanda panah pada setiap pernyataan yang saudara pilih pada lembar jawaban yang tersedia.
Contoh :
ADMINISTRASI TES PAPIKOSTIK
• Dalam hal ini, Anda melingkari tanda anak panah “a” (Horizontal), karena
pernyataan “a” merupakan gambaran diri Anda. Tetapi jika pernyataan “b”
(diagonal) lebih sesuai dengan diri anda, maka lingkarilah tanda anak panah pada
pernyataan “b”.
Kerjakanlah secepat mungkin dan pilihlah hanya satu pernyataan dari tiap
pasang.
ADMINISTRASI TES PAPIKOSTIK
e. Pelaksanaan Tes
• Tester membagikan 1 buku soal dan lembar jawaban pada testee. Tester meminta
testee mengisi kolom identitas pada kolom yang tersedia pada lembar jawaban.
Tester memberikan instruksi tata cara pelaksanaan Papi Costick’s Test pada testee.
• Kemudian testee diberi kesempatan bertanya pada tester. Dan jika tidak ada
pertanyaan, tester memberikan instruksi mulai mengerjakan Papi Costick’s Test
sambil mengaktifkan stopwatch.
• Setelah tes selesai, testee diminta mengecek kembali jawabannya dan cara
menjawabnya.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
a. KelebihanTest PAPI KOSTICK
• PAPI menggunakan forced choice format pada pasangan-pasangan pernyataan yang setara
Sangat sulit untuk melakukan faking/ manipulasi.
• Item-item pendek, ringkas, Interpretasi logik dan spesifik dapat difahami dengan jelas
oleh tester maupun testee.
• Sangat berguna untuk evaluasi karyawan karena menggambarkan administration styles
dan dapat digunakan 2 orang/ lebih untuk mengetahui hubungan atasan bawahan dan
mengembangkan solusi interpersonal.
• Laporan hasil tes disampaikan dalam bentuk visual (berupa cakram). Laporan ini akan
memudahkan pengguna (user) mengenali potensi dirinya secara komprehesif, namun tetap
mudah dipahami.
• Hasil analisa menghasilkan dinamika kepribadian seseorang yang telah dipengaruhi situasi
kerja sekitarnya, yang merupakan gambaran kepribadian keseluruhan dan tidak terpisah -
pisah, serta menjadi satu dinamika kepribadian yang utuh. Mengukur personality traits, tes
ini juga mengukur psychological needs.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
b. Kekurangan Tes Papi Kostick
• Cara pengskoringnya butuh ketelitian serta kejelian. Ada kemungkinan orang
bosan mengerjakan , karena adanya pernyataan yang di ulang – ulang. Lembar
jawaban sedikit membingungkan.
TERIMAKASIH