Screening and classification
Chaerul Andre Fauzy 073.13.021
Donny Hermawan 073.13.027
Galuh Saputra 073.13.041
INTRODUCTION
PENGAYAKAN (SCREENING)
Pemisahan yang dilakukan secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukuran partikel.
Klasifikasi (Classifying)
Pemisahan yang dilkakukan secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukuran dan berat jenis
menggunakan media udara atau cairan.
PENGUNAAN PENGAYAKAN DALAM
PENGOPERASIAN PERSIAPAN BATUBARA
Scalping atau Pre-screening
Sizing/Grading
Draining dan Rinsing
Dewatering
Scalping/Prescreening
Pemisahan material berukuran besar atau
kasar dari run-of-mine [Link] material
ini dilakukan penghancuran terlebih
dahulu,dan hasilnya berupa raw coal dapat
diproses ke tahap selanjutnya.
SCALPING SCREEN
SIZING OR GRADING
• Proses pemisahan raw coal menjadi beberapa
ukuran yang di inginkan,atau pemisahan
ukuran menjadi produk clean coal sesuai
pasar.
RAW COAL SIZING CLEAN
DRAINING DAN RINSING
Proses pemisahan magnetit dan material yang
halus dari produk pencucian material padat.
DRAINING DAN RINSING
DEWATERING
• Proses pemisahan air dari batubara dan
pengotor pada batubara.
DEWATERING
Faktor yang mempengaruhi
pengayakan
1. Jumlah umpan
Kelebihan muatan pengayakan menyebabkan
ketidakefisienan, bahan undersize akan tertukar
dengan oversize. itu juga menunjukkan bahwa efisiensi
turun sebagai tingkat umpan berkurang di bawah
optimal, karena beban ringan memungkinkan material
untuk melambung di atas permukaan pengayakan.
2. Bed Depth
Bed depth adalah ketebalan lapisan batubara di atas
ayakan.
Untuk batubara, bed depth pada bagian buangan dari
ayakan, jumlahnya tidak boleh melebihi 3x dari
bukaannya
3. Kadar Air
Pengayakan menjadi semakin lebih sulit karena kadar air
permukaan meningkat hingga persentase tertentu(4-
7% untuk batubara bituminus). ini adalah titik 'lengket
maksimum' dan keduanya lebih dan kurang
kelembaban akan membuat pengayakan lebih mudah.
4. Sudut Pengayakan dan Mekanisme
Kapasitas dan efisiensi pengayakan cenderung terpengaruh
dengan sudut dimana pengayakan beroperasi. Sudut
ini biasanya terkait dengan materi yang disaring dan
ukuran bukaan dari permukaan pengayakan.
3. Daerah Pengayakan yang efektif
Daerah pengayakan yang efektif biasanya diambil sebagai
'lebar dikurangi 150 mm, kali panjang, untuk
memungkinkan efek menjepit bar atau perangkat lain
untuk mengamankan permukaan ayakan.
• Sloping Screen
Sloping screen biasanya untuk material yang kasar dan
berukuran besar. (Up to 600mm).
Semakin besar kemiringan maka kapasitasnya akan semakin
besar dan efisiensinya semakin kecil
Slope % age of
rated
capacity
Optimum 100
Less 2,5° 90-92,5
Less 5° 80-85
Less 7,5° 70-75
Less 10° 60-65
Efektifitas area screening (open
area)
• Open area adalah rasio antara luas total lubang screen,
dibandingkan dengan luas screen secara keseluruhan.
• Semakin besar open area, efisiensi semakin besar.
• Foa = 100[a/(a+d)]^2
Diameter kawat (D)
Panjang lubang (A)
Persentase open area (Foa)
• Contoh:
Hitung persentase open area jika diketahui panjang
lubang 10mm dan diameter kawatnya 2,25mm!
a = 10mm
d = 2,25mm
Foa = 100[a/(a+d)]^2
= 100 [10/(10+2,25)]^2
= 67%
screening applications in the
preparation plant
• Scalping and prescreening
• Sizing and grading
• Draining and rinsing
• dewatering
Scalping and prescreening
• operasi ini biasanya terjadi di luar pabrik
persiapan, terletak di lokasi breaker. layar
terletak diatasalat pereduksi ukuran
rotarybreaker atau dampak crusher rol
sebelumnya. layar scalping adalah kasar,
tunggal dek bergetar layar cenderung 17-25
ukuran bukaan sampai 150mm dan deck dapat
tambah
• Bila screen digunakan sebelum menuju
pengecilan ukuran menggunakan vibration
screen atau screen grizly
Sizing and granding
• Memisahkan batubara mentah menjadi
batubara yang di butuhkan sesuai pasar
• Screening yang dilakukan berukuran 12mm
dalam keadaan kering
• Sizing screen double deck vibrating type at 17-
20 deck dari anyaman kawat
Derrick Sandwich Screen
Draining and rinsing
• Dibantu dengan penyemprotan air
• Untuk melepaskan magnetit yang terbawa
batubara
• memperoleh kembali air sehingga dapat
digunakan kembali
• Melepaskan material halus dari batubara
sehingga kadar abu berkurang
Fine Coal Screening at 150 ɥm
Bretby Spray Box
Dewatering
• Dewatering screen Operation on batubara
halus -0,5mm dan mengurangi kadar air 25%
• Pada -0,5mm batubara berbentuk bubur
solidnya tidak kurang dari 30%
• Menggunakan sieve bend di atas screen
Tipe tipe screen
1. Rigid bar screen( for large coal)
2. Fixed sieves (for fine coal) digunakan untuk
dewatering dan size separation
Sieve Bend
• Merupakan ayakan statis
• Untuk material yang halus (25-50µm) dan
memisahkkan padatan dan cairan
• Umpan bisa berupa slurry
Shaking screen
Ada 2 jenis kecepatan
[Link] speed shaking less than 150rpm and stroke
85mm
[Link] speed 150-300rpm and stroke 25-75 mm
• Merupakan ayakan dinamis
• Mesin pengayak ini biasanya tersusun atas beberapa
dek ayakan dengan berbagai ukuran bukaan, satu
diatas yang lainnya dalam sebuah kotak atau
casing. Ayakan dan casingnya digetarkan memutar
untuk meloloskan partikel dari satu ke dek lain.
Vibration screen
• Low speed vibrator 300-700rpm
• High speed vibrator 700-2000rpm
• Jenis screen ini bergerak (bergoyang) untuk
mempercepat proses pengayakan & mencegah
terjadinya penyumbatan.
• Terdapat spring yang menyebabkan gerakan
naik turun.
Resonance screen
• Di buat untuk menghemat konsumsi energi
• Screen bergantung dengan fleksibel
Electromechanical screen
• Bekerja dengan frekuensi yang tinggi
• Gerakan di akibatkan oleh magnet yang
bergerak
• Untuk material yang sangat halus seperti
bubuk
Rotating screen
Efisiensi Ayakan
• Efisiensi screen dapat didefinisikan sebagai
perbandingan antara jumlah material yang
lolos dibandingkan dengan jumlah material
yang seharusnya lolos yang ada dalam umpan.
• E = 100 (a-b)
E = % efisiensi ayakan
a = % undersize dalam umpan
b = % undersize dalam oversize produk
KLASIFIKASI
Prinsip-prinsip klasifikasi
Klasifikasi digunakan untuk pengolahan batubara berukuran
halus,dimana klasifikasi digunakan untuk menghindari pengunaan
pengayakan yang terlalu mahal.
Perbedaan kerapatan antara partikel menjadi signifikan ketika
klasifikasi digunakan untuk partikel yang terpisah menjadi dua
kelompok ukuran,karena pertimbangan berikut :ukuran, kepadatan
relatif, dan massa.
Secara umum hukum Law berlaku pada partikel dibawah 50μm,dan
hukum Newton berlaku kurang dari 5μm.
v=k1.d²(Ds-Dr) hukum Law
V=k2.d(Ds-Dr)½ hukum Newton
ket:
V =kecepatan
d =diameter partikel
Ds = massa jenis partikel
Dr = massa jenis cairan
k1 dan k2= konstanta
TIPE ALAT KLASIFIKASI
• Settling classifiers
• mechanical classifiers
• Centrifugal classifiers
SETTLING CLASSIFIERS
• Adalah proses
pengklasifikasi yang
paling tua dan paling
simpel.
MECHANICAL CLASSIFIERS
STOKES SINGLE CUT
HYDROSIZER
CENTRIFUGAL CLASSIFIERS
KURVA TROMP TYPE,GRADE
EFFIENCY HYDROCYCLONE
PENGGUNAAN OPERASI HYDROCYCLONE
BERKAITAN DENGAN FINE COAL SIZING SCREEN
KLASIFIKASI CYLONES
PENCUCIAN FINE COAL
KOMPONEN CYCLONE
PNEUMATIC CENTRIFUGAL
CLASSIFIER (DEDUSTER)
THANK YOU