0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Pengembangan Ekowisata Bangsring Underwater

Dokumen tersebut membahas upaya pengembangan daya tarik wisata Bangsring Underwater di Banyuwangi dengan penerapan konsep ekowisata dan melibatkan masyarakat setempat. Tujuannya adalah mengurangi dampak negatif pada lingkungan serta menjadikan daya tarik wisata tersebut berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Diunggah oleh

caca
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Pengembangan Ekowisata Bangsring Underwater

Dokumen tersebut membahas upaya pengembangan daya tarik wisata Bangsring Underwater di Banyuwangi dengan penerapan konsep ekowisata dan melibatkan masyarakat setempat. Tujuannya adalah mengurangi dampak negatif pada lingkungan serta menjadikan daya tarik wisata tersebut berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Diunggah oleh

caca
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA

BANGSRING UNDERWATER BERBASIS EKOWISATA

Presented By:
Wahdana Indah Gita Cahyani
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
 Salah satu dtw unggulan di Banyuwangi adalah Bangsring Underwater yang merupakan dtw
alam yang memiliki keunikan dan keindahan bawah laut yang dapat menarik minat
wisatawan. Pengelolaan Bangsring Underwater menggunakan konsep ekowisata yang
merupakan kegiatan wisata dengan pengelolaan SDA secara ramah lingkungan.
 Bangsring merupakan desa nelayan yang memiliki teknik penangkapan ikan yang dapat
merusak lingkungan dengan menggunakan potasium dan bom ikan. Perilaku menangkap ikan
seperti itu dapat menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem bawah laut, seperti
kerusakan terumbu karang dan menurunnya jumlah populasi ikan yang ada.
 Namun, saat ini Bangsring tidak hanya fokus pada keindahan alamnya, namun juga
pengelolaannya berkontribusi pada kelestarian lingkungan dalam hal konservasi. Oleh karena
itu, perlu dilakukan kajian yang lebih lanjut, sehingga diambil judul “Pengembangan Daya
Tarik Wisata Bangsring Underwater Berbasis Ekowisata”.
PENDAHULUAN
BATASAN & RUMUSAN MASALAH

BATASAN MASALAH RUMUSAN MASALAH


 Penerapan konsep  Bagaimana penerapan
ekowisata di Bangsring konsep ekowisata di
Underwater Bangsring Underwater?
 Peran masyarakat dalam  Bagaimana peran
pemeliharaan Bangsring masyarakat dalam
Underwater pemeliharaan Bangsring
Underwater ?
PENDAHULUAN
TUJUAN & MANFAAT PENULISAN

TUJUAN PENULISAN MANFAAT PENULISAN


 Untuk mengetahui  Manfaat Teoritis
penerapan konsep
 Manfaat Praktis
ekowisata di Bangsring
Underwater.
 Untuk mengetahui peran
masyarakat dalam
pemeliharaan Bangsring
Underwater.
LANDASAN TEORI
 Daya tarik wisata yang juga disebut objek wisata merupakan potensi yang
menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata (Gamal
Suwantoro, 2004: 19).
 Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang menaruh perhatian besar terhadap
kelestarian sumber daya pariwisata (Janianton Damanik & Helmut F. Weber,
2006: 37).
 Masyarakat di sekitar objek wisatalah yang akan menyambut kehadiran
wisatawan tersebut dan sekaligus akan memberikan layanan yang diperlukan
oleh para wisatawan. Untuk ini masyarakat di sekitar objek wisata perlu
mengetahui berbagai jenis dan kualitas layanan yang dibutuhkan oleh para
wisatawan (Gamal Suwantoro, 2004: 23).
LANDASAN TEORI
ALUR PIKIR

Penerapan
Konsep Pengembangan daya tarik wisata
Ekowisata di dengan penerapan konsep
Pengembangan Bangsring ekowisata dan melibatkan
Daya Tarik Wisata masyarakat dalam
Bangsring Underwater pemeliharaannya akan
Underwater mengurangi dampak negatif pada
Berbasis Peran lingkungan melalui pemanfaatan
sumber daya alam sehingga daya
Ekowisata Masyarakat
tarik wisata tersebut dapat
dalam berkembang secara berkelanjutan.
Pemeliharaan
Bangsring
Underwater
METODOLOGI PENELITIAN
JENIS, LOKASI & WAKTU PENELITIAN

 Metode penelitian yang akan penulis gunakan dalam penelitian ini


yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa saja
yang saat ini berlaku. Didalamnya terdapat upaya mendeskripsikan,
mencatat, analisis, dan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang
sekarang ini terjadi atau ada (Mardalis, 2008: 26).
 Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan penelitian di Daya
Tarik Wisata Bangsring Underwater yang berlokasi di Desa
Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi,
Provinsi Jawa Timur pada bulan Agustus 2018.
METODOLOGI PENELITIAN
JENIS DATA

 Data primer adalah informasi yang diperoleh dari


sumber-sumber primer, yakni yang asli, informasi dari
tangan pertama atau responden (Wardiyanta, 2006: 28).
 Data sekunder adalah informasi yang diperoleh tidak
secara langsung dari responden, tetapi dari pihak
ketiga. Penggunaan data sekunder akan sangat
menguntungkan peneliti karena dapat menghemat
waktu, tenaga, dan dana (Wardiyanta, 2006: 28 - 29).
METODOLOGI PENELITIAN
TEKNIK PENGUMPULAN DATA

 Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu


pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan
atau perilaku objek sasaran (Abdurrahmat Fathoni, 2011: 104).
 Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab
lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak
yang mewancarai dan jawaban diberikan oleh pihak yang diwawancara
(Abdurrahmat Fathoni, 2011: 105).
 Studi dokumentasi ialah teknik pengumpulan data dengan mempelajari
catatan-catatan mengenai data pribadi responden, seperti yang dilakukan
oleh seorang psikolog dalam meneliti perkembangan seorang klien
melalui catatan pribadinya (Abdurrahmat Fathoni, 2011: 112).
METODOLOGI PENELITIAN
TEKNIK PENGOLAAN DATA

 Reduksi Data: Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok,
memfokuskan pada hal-hal yang penting, di cari tema dan polanya dan membuang
yang tidak perlu (Sugiyono, 2014: 92).
 Penyajian Data: Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah
mendisplaykan data. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk
memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang
telah dipahami (Sugiyono, 2014: 95).
 Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi: Kesimpulan awal yang dikemukakan masih
bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat
yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan dalam
penelitian kualitatif yang diharapkan merupakan temuan baru yang sebelumnya
belum pernah ada (Sugiyono, 2014: 99).
METODOLOGI PENELITIAN
ANALISIS DATA

 Analisis yang umumnya digunakan untuk merumuskan strategi


atas identifikasi berbagai faktor secara strategi berdasarkan
pemahaman dan pengetahuan terhadap suatu objek. SWOT
adalah singkatan dari lingkungan Internal Strength dan Weakness
serta lingkungan eksternal Opportunities dan Threats yang
dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan antara
faktor Peluang (opportunities) dan Ancaman (threats) dengan
faktor internal Kekuatan (strength), dan Kelemahan (weaknesses)
(I Gusti Bagus Rai Utama & Ni Made Eka Mahadewi , 2012:
150).

Anda mungkin juga menyukai