0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan60 halaman

Panduan Lengkap Tinea dan Penanganannya

Tinea adalah infeksi jamur pada kulit yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh seperti kulit tubuh, kaki, ketiak, kepala, dan kuku. Penyebab utamanya adalah jamur dermatofita seperti Trichophyton dan Epidermophyton. Manifestasi klinis berupa lesi merah, bersisik, dan berbatas tegas yang dapat tunggal atau multipel. Diagnosis didukung dengan pemeriksaan KOH dan biakan jamur. Pengobatan meliputi

Diunggah oleh

Nindy Husin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan60 halaman

Panduan Lengkap Tinea dan Penanganannya

Tinea adalah infeksi jamur pada kulit yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh seperti kulit tubuh, kaki, ketiak, kepala, dan kuku. Penyebab utamanya adalah jamur dermatofita seperti Trichophyton dan Epidermophyton. Manifestasi klinis berupa lesi merah, bersisik, dan berbatas tegas yang dapat tunggal atau multipel. Diagnosis didukung dengan pemeriksaan KOH dan biakan jamur. Pengobatan meliputi

Diunggah oleh

Nindy Husin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TINEA

Nindyawati Husin Pembimbing:


030.12.191 Dr. Retno Sawitri, [Link]
Dr. Shinta J B T R, [Link]
DEFINISI
 Istilah Tinea berarti Infeksi jamur

Tinea biasanya diikuti dengan istilah Latin yang


menunjuk pada lokasi yang terlibat, seperti tinea corporis
dan tinea pedis.
Penyakit kulit karena jamur terdiri atas:

Tinea corporis
Tinea pedis
Tinea cruris
Tinea capitis
Tinea unguium
Tinea barbae
Tinea nigra
Tinea vesicolor
TINEA CORPORIS
 Definisi
Tinea korporis merupakan dermatofitosis pada kulit tubuh
tidak berambut ( glabrous skin )

 Etiologi
Trichophyton Rubrum dan Trichophyton Mentagrophytes
Etiologi
 Trichophyton
-T. Rubrum
-T. Mentagrophytes
 Microsporum -
M. Canis

 Epidermohyton
Manifestasi klinik

Lesi merah Tunggal/multipel Annular

Bersisik Central healing 1-5 cm

Batas aktif
Pemeriksaan
 KOH 20%

 Pembiakan
 Wood Lamp
Diagnosis banding

•Dermatitis atopik
•Pityriasis rosea
•Lupus eritematosus
•Tinea versicolor
TATALAKSANA
 Terapi topikal  Terapi Sistemik
 Golongan Azol Imadazole; Ketokenazol 200mg
ketokonazole 2 %, klotrimazol 1%,
mikonazol 2% Flukonazol 150mg, 200mg
 Golongan Alilamin; terbinafin 1%,
butenafin 1%
terbinafine 250mg
Itrakonazol 100mg
PROGNOSIS

Tinea korporis membaik dengan tingkat


kesembuhan 70-100% setelah pengobatan dengan azol
topikal atau alilamin atau anti jamur sistemik
TINEA PEDIS

• Tinea pedis juga disebut ”Athlete’s foot” merupakan


dermatofitosis pada kaki terutama pada sela-sela jari
Definisi dan telapak tangan.

• Trichophyton rubrum (60%)


• Trichophyton mentagrophytes (20%)
Penyebab • Epidermophyton floccosum (10%)
MANIFESTASI KLINIK

Bentuk interdigitalis

Bentuk hiperkeratosis (moccasin


foot)

Bentuk vesikular bullosa subakut


Bentuk-bentuk klinis
1. Bentuk interdigitalis
 Sering terjadi di antara jari ke IV dan V
 Infeksi bisa menjalar ke bagian kaki lainnya.
Terdapat 2 jenis:
a. Berskuama dan kering
b. Maserasi, terkelupas, membentuk fisura pada kulit di
sela-sela jari
2. Moccasin foot
 Makula eritem berbatas jelas dengan papul miliaris pada
tepinya, dengan skuama halus, hiperkeratosis.
 Sering ditemukan pada tumit, telapak kaki, hingga tepi
kaki. Dapat terjadi pada satu kaki atau lebih sering pada
kedua kaki.
3. Tipe yang meradang/ Bula (sub
akut)
 Terdapat vesikel ataupun bula yang
berisi cairan bening.
 Jika terdapat nanah mengindikasin
infeksi dari [Link]
 Setelah pecah, vesikel meninggalkan
sisik kasar yang berbentuk lingkaran
yang disebut koleret
 Dapat terjadi pada telapak dan
punggung kaki
PENATALAKSANAAN
 Obat antifungal topikal
◦ Obat fungisidal (terbinafine, butafine dan naftifine) lebih sering
pilih daripada obat fungistatik  angka kesembuhan tinggi.
 Obat antifungal oral
◦ Obat baru (triazole, fluconazole, itraconazole dan allylamine) 
aktivitas broad spectrum
Tinea Cruris
“Eczema marginatum, Dhobie itch, Jockey itch, Ringworm
of the groin ”
Definisi
Merupakan penyakit pada kulit, yang disebabkan oleh infeksi jamur. Lesi
kulit dapat terbatas pada daerah genitor-krural saja atau meluas ke
daerah sekitar anus, daerah gluteus dan perut bagian bawah atau bagian
tubuh yang lain.
Etiologi
 Epidermophyton floccosum
 Trichophyton rubrum
 Trichophyton mentagrophytes
Faktor Risiko
 Udara yang lembab
 Lingkungan yang padat
 Sosial-ekonomi yang rendah
 Obesitas
 Penyakit sistemik
 Penggunaan AB, steroid dan sitostatik yang tidak
terkendali
Manifestasi klinik

Bercak Berbatas
hitam tegas

Central
Bersisik
clearing
TATALAKSANA
 Terapi topikal  Terapi Sistemik
 Golongan Azol Imadazole; Ketokenazol 200mg
ketokonazole 2 %, klotrimazol 1%,
mikonazol 2% Flukonazol 150mg, 200mg
 Golongan Alilamin; terbinafin 1%,
butenafin 1%
terbinafine 250mg
Itrakonazol 100mg
Tinea Kapitis

Tinea kapitis adalah kelainan pada kulit kepala


yang disebabkan oleh jamur dermatofita.
Faktor risiko

• Kulit yang berkeringat & lembab


• Terpajan pada binatang peliharaan
• Higine yang buruk
• Pemakaian bersama sisir, sikat atau topi
• Diabetes
• Kelainan sistem imun seperti HIV
Bentuk Tinea Kapitis

• Grey patch ringworm


 Microsporum  anak
 Papul merah kecil  melebar  bercak  pucat & bersisik
 Keluhan : gatal, warna rambut abu2 & tidak berkilat, rambut mudah
patah & lepas dari akar tanpa nyeri
 Terdapat alopesia setempatgrey patch
 Lampu Wood kuning kehijauan terang
Efloresensi : papula miliar sekitar muara
rambut, rambut mudah putus
meninggalkan alopesia berwarna coklat
Bentuk Tinea Kapitis
 Kerion
Reaksi peradangan berat  pembengkakan dengan sebukan sel radang
padat di sekitarnya
Sering  Micosporum canis/gypseum
Jarang  Tricophyton tonsuran/violaceum
◦ Kelainan ini dpt menimbulkan jaringan parut  alopesia menetap
Bentuk Tinea Kapitis

• Black dot ringworm


 Trichophyton tonsurans dan Trichophyton violaceum
 Awal  genus microsporum
 Rambut terinfeksi  patah pada muara folikel
 Ujung rambut penuh spora tertinggal  black dot
 Pertumbuhan atrokonidia  batang rambut, kutikula rambut
tetap intak
◦ Ujung rambut hitam di dalam folikel  black dot
◦ Dengan pemeriksaan lampu Wood  tidak berfloresensi
Tatalaksana

Topikal
• Obat2 derivat imidazol 1-2% dalam krim atau larutan ataupun ketokonazol
krim atau larutan 2%
• Obat topikal  tambahan  mempercpat waktu penyembuhan
Tatalaksana

Sistemik
• Griseofulvin  fungistatik
• Dewasa: 0,5-1 g
• Anak: 0,25-0,5 g/hari atau 10-25 mg/kgBB
• Kerion stadium dini  kortikosteroid  anti inflamasi  prednison 3x5mg
atau prednisolon 3x4mg sehari selama 2minggu bersama griseofulvin, setelah
sembuh klinis  grisofulvin diteruskan 2 minggu
Tatalaksana

Sistemik
• Ketokonazol (hepatotoksik)fungistatik  kasus resisten griseofulvin
• 200 mg/hari 10 hari – 2 minggu (pagi hari setelah makan)
• Pengganti ketokonazol  itrakonazol  efektif thp onikomikosis  2x100-
200 mg/hari selama 3 hari
• Pengganti griseovulfin  terbinafin (fungisidal)  62,5 – 250 mg/hari selama
2-3 minggu
TINEA UNGUIUM

Onikomikosis adalah infeksi jamur pada satu atau lebih unit kuku
yang disebabkan oleh dermatofita, non dermatofita atau mold dan
yeast.
etiologi

Dermatofita : Trichophyton rubrum


([Link]) adalah agen penyebab paling
umum, yang diikuti oleh Trichophyton
mentagrophytes. Candida dianggap sebagai kontaminan,
sekarang semakin diakui sebagai patogen
pada infeksi kuku tangan. Candida albicans
menyebabkan 70% kasus onikomikosis
dan C. parapsilosis, C. tropicalis dan C. krusei
Non dermatofita : Scytalidium dimidiatum menyebabkan sisanya
dan Scytalidium hyalinum, Scopulariopsis
brevicaulis, Aspergillus sydowii dan Onychocola
canadensis.
Gambaran klinis

 Onikomikosis Subungual Distal dan Lateral.


Merupakan bentuk onikomikosis yang paling sering dijumpai. Infeksi dari distal dapat meluas
kelateral kuku sehingga memberi gambaran onikomikosis distal dan lateral. Lempeng kuku bagian distal
berwarna kuning atau putih. Terjadi hiperkeratosis subungual, yang menyebabkan onikolisis (terlepasnya
lempeng kuku dari nail bed) dan terbentuknya ruang subungual berisi debris yang menjadi “mycotic reservoir”
bagi infeksi sekunder oleh bakteri.1-5
Penyebab tersering adalah T. Mentagrophytes,[Link] dan E. Floccosum.

 Onikomikosis Superfisial Putih


Gambaran klinis kedua yang paling banyak ditemukan sesudah onikomikosis subungual distal
lateral. Gambaran yang khas adalah “white island” berbatas tegas pada permukaan kuku, tumbuh secara
radial,berkonfluensi, dapat menutupi seluruh permukaan kuku. Pertumbuhan jamur menjalar melalui lapisan
tanduk menuju nail bed (bantalan kuku) dan hiponikium. Lambat laun kuku menjadi kasar, lunak dan rapuh.
Penyebab tersering adalah T. Mentagrophytes.1-5,9-10
 Onikomikosis Subungual Proksimal
Didahului dengan invasi jamur pada lipat kuku proksimal kemudian menuju distal dan
matriks, sehingga pada akhirnya menginvasi lempeng kuku dari arah bawah. Gambaran klinis
berupa hiperkeratosis subungual, onikolisis proksimal, leukonikia, dan akhirnya dapat
mengakibatkan destruksi lempeng kuku proksimal. Penyebab tersering adalah T. Rubrum.

 Onikomikosis Distrofik Total


Jamur menginfeksi lempeng kuku sehingga mengalami kerusakan berat. Infeksi dimulai
dengan lateral atau distal onikomikosis dan kemudian menginvasi seluruh kuku secara progresif.
Kuku tampak berkerut dan hancur. Keluhan subjektif dirasakan sebagai nyeri ringan dan yang lebih
berat dapat terjadi infeksi sekunder.

 Onikomikosis Candida
Umumnya menyerang kuku tangan dan hampir setengah onikomikosis terkait kuku
tangan adalah disebabkan spesies Candida. Lebih umum dilaporkan pada wanita akibat sering
mencuci tangan dengan air dan sabun saat mengerjakan tugas-tugas rumah tangga juga bisa
menjadi faktor pendukung.
penatalaksanaan
Terapi sistemik
 Itrakonazole 200 mg/hr selama 3 bulan
 Terbinafin 250 mg/hr selama 3 bulan
Terapi topikal
Asam salisilat 2-4%, asam benzoate 6-12%, sulfur 4-6%, vioform 3%, asam undesilenat 2-5%,
dikenal banyak obat topical baru. Obat-obat baru ini diantaranya tolnaflat 2%; tolsiklat,
haloprogin, derifat-derifat imidazole, sikloproksolamin dan naftifine masing-masing 1%.1
TINEA BARBAE
 Tinea barbae adalah infeksi dermatofita di daerah jenggot
pada muka dan leher, kebanyakan terjadi pada laki-laki.

 Paling sering disebabakan oleh T. menagrophytes dan T.


Verrucosum, dan cukup jarang M. canis.
Gejala Klinis
Tipe inflamasi: lesi yang timbul terbentuk
nodul seperti rawa, rambut-rambut
menjadi hilang.

Tipe superfisial : eritema difusa, papul


folikel, pustul

Tipe sirsinata: vesikopustular yang aktif,


dan menyebar dan rambut yang jarang
pada daerah tersebut.
Tatalakasana
 Kompres hangat
 Terbinafime 250 mg sehari sekali selama 4 minggu
 Griseofulvin 500mg/hari 2 kali sehari
 Intrakonazol 100mg/hari selama 4-6 minggu
Prognosis
 Umumnya sembuh dalam 2 sampai 3 minggu
TINEA NIGRA
 Tinea nigra adalah infeksi kulit asimptomatik, superfisial,
biasanya menyerang kulit palmar ( telapak tangan )

 Umumnya disebabkan oleh Hortae werneckii


Gejala klinik

Makula berbatas jelas, berwarna coklat kehitaman,


tidak berskuama dan asimptomatik (tidak gatal, tidak nyeri ),
setrifugal, paling gelap didapatkan pada bagian tepi
Diagnosis
• Gambaran klinis yang khas
• pemeriksaan langsung dangan KOH 10-20% hifa bercabang banyak,
berukuran besar diameter 6 um, tampak budding cells berbentuk bulat
memanjang
•Histopatologi dengan HE penebalan stratum korneum dan parakeratosis
Tatalaksana
 Obat topikal
salep Whitfield dioleskan pagi dan malam
golongan imidazol: mikonazol, ketokonazol dioleskan 2x
sehari
• Obat oral
ketokonazol 200mg/hari selama 3 minggu
itrakonazol
Prognosis
Bila diobati dengan benar, penyakit akan sembuh dan tidak kambuh lagi.
TINEA VERSICOLOR
 Definisi

“penyakit jamur superfisial yang kronik, biasanya asimtomatik,


disebabkan oleh Malassezia furfur
berupa bercak dengan pigmentasi yang bervariasi
pada umumnya mengenai badan”
Gejala Klinis

 Biasanya tidak ada keluhan (asimtomatis) tetapi dapat dijumpai gatal


pada keluhan pasien .pasien yang menderita Pityriasis versicolor(PV)
biasanya mengeluhkan bercak pigmentasi dengan alasan kosmetik
Predileksi
 Tubuh bagian atas,
 Lengan atas,
 Leher,
 Abdomen,
 Aksila,
 Inguinal,
 Paha,
 Genitalia
Diagnosa Banding
 Vitiligo
 pityriasis alba
 postinflammatory hypopigmentation
 tuberculoid leprosy
pengobatan
 Topical agents.

Lotion atau sampo Selenium sulfide (2.5%).


- Sampo ketokonazol
- Krim Azole (ketoconazole, econazole, micronazole,
clotrimazole)
- Solusio Terbinafine 1% solution
 Systemic therapy.

Dosis Ketoconazole 400 mg (diminum satu jam sebelum


beraktifitas).
Fluconazole 400 mg.
Itraconazole 400 mg 1.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai