SCANNING PADA TELEVISI
Mata Kuliah: Televisi & Video
Prinsip Scanning
Dengan melakukan alur listrik yang sesuai pada kumparan
defleksi, akan timul medan magnet yang kemudian dengan
gaya vertikal dan horizontal serentak mengatur lintasan
dari elektron sepanjang tabung dengan demikian titik
cahaya kecil akan bergerak pada keseluruhan layar. Untuk
menghasilkan gambar, titik cahaya kecil tersebut pertama
kali diletakkan pada ujung kiri atas dari layar segi-empat
sebagaimana dilihat dari depan. Titik tersebut kemudian
digerakkan dengan cepat melintas layar oleh suatu gaya
defleksi horizontal. Ketika tiba pada ujung dari lintasan
pertama,titik tersebut dikembalikan dengan sangat cepat ke
sisi kiri layar tapi diletakkan sedikit di bawah titik mula dari
lintasan pertama.
Gerakan kembali dengan sangat cepat ini disebut
dengan FLY BACK dari titik cahaya tersebut. Lintasan atau
garis kedua sekarang dibentuk dengan gaya defleksi
horizontal, kemudian setelah sampai ujung dari garis
kedua, titik cahaya tersebut dikembalikan lagi ke sisi kiri
dengan sangat cepat. Letak dari titik cahaya pada
permulaan dari setiap garis akan ditaruh dengan gaya
defleksi vertikal tepat di bawah garis yang diperoleh
sebelumnya. Proses ini diulang terus sehingga titik cahaya
tersebut mencapai ujung bawah kanan layar segi-empat,
dan dengan demikian suatu gambar lengkap telah diperoleh
atau di “scanned” oleh titik cahaya dalam bentuk garis-
garis horizontal
Seperti apa yang sudah diketahui, bahwa paling sedikit
dibutuhkakn 16 gambar per detik untuk menghasilkan
khayalan dari suatu gambar yang bergerak, juga telah
ditemukan bahwa jumlah gambar per detik harus sama
dengan frekuensi dari sumber tenaga listrik arus bolak-
balik yang digunakan, untuk mencegah gangguan yang
disebut sebagai “hum bars” yang timbul sepanjang
layar. Dengan demikian di Inggris dan Eropa dibutuhkan
50 gambar per detik, dan di Amerika dibutuhkan 60
gambar per detik.
Metoda Scanning
1. Progressive Scanning
Progressive Scanning yaitu scanning dilakukan langsung
satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir
pada sudut kanan bawah. Di dalam proses menghasilkan
sinyal video, satu frame gambar dibagi menjadi struktur
garis, sehingga satu frame tersebut seolah dipotong-
potong dengan arah dari kiri ke kanan menjadi beberapa
garis. Proses pemotongan itu dimulai dari ujung kiri atas
gambar ke kanan dan kemudian untuk garis berikutnya
dimulai dari sebelah kiri lagi. Demikan seterusnya sampai
keseluruhan frame terpotong.
Metode ini untuk menampilkan, menyimpan, dan
memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap
frame digambar secara berurutan
Biasa digunakan pada CRT monitor komputer
Gbr-1 Sistem scanning yang berlangsung di dalam tabung
pengambilan gambar (picking tube)
Jadi garis pemotongan itu dari kiri ke kanan mengikuti
garis lurus yang miring ke kanan seperti ditunjukkan
pada Gbr-1. Proses menjadikan struktur garis itu
dinamakan scanning yang pada prakteknya dilakukan
dengan menggunakan berkas sinar (beam) yang berasal
dari sistem penembak sinar katoda (cathode ray gun),
sementara bayangan gambar satu frame dilukiskan pada
layar peka cahaya (bahan oksida timah hitam).
Keseluruhan proses scanning itu terjadi di dalam unit
tabung pengambil gambar (pickup tube) yang
ditempatkan dibelakang lensa kamera.
Terlihat pada Gbr-1, bahwa garis penuh scanning menunjukkan
perioda aktif garis scanning yang berarti pada perioda tersebut
dihasilkan sinyal gambar. Sedang garis putus yang arahnya
dari kanan ke kiri menunjukkan perioda blanking sinyal
gambar, yaitu saat beam kembali (retrace) ke sebelah kiri
untuk mulai menghasilkan sinyal satu garis berikutnya. Pada
saat retrace ini, beam dimatikan oleh sistem gun, sehingga
pada layar tidak menghasilkan sinyal video. Proses ini
dimungkinkan karena terjadinya simpangan beam oleh sinyal
sawtooth dari sistem deflection coil, ke arah horizontal
maupun vertikal.
Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning
ditunjukkan pada Gbr-2.
4
1
3
5
7
9 3 TV'
11
13
15
TV"
TH' TH"
Gbr.2 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning
Pada gambar nampak, bahwa waktu scanning aktif
dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal, sedang
untuk scanning vertikal, perioda aktifnya dinyatakan
dengan TV'.
Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut, maka gerak
beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang
makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan
sinyal gambar garis berikutnya.
Setelah menyelesaikan satu frame penuh, maka beam
kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame
gambar selanjutnya.
Perlu diketahui disini, bahwa arah dari kiri ke kanan
adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat
(observer) layar monitor, sehingga bila dilihat dari
sisi cathode ray gun, maka beam melakukan
scanning dari arah kanan ke kiri dengan
kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti
ditunjukkan pada Gbr-1.
2. Interlaced Scanning
Metoda scanning yang kedua ini dilakukan dengan membagi
satu frame gambar ini menjadi dua field, yaitu field garis-
garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even
field), sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field
tersebut secara berurutan.
Metode ini untuk menampilkan image/gambar dalam raster-
scanned display device seperti CRT televisi analog, yang
ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara
cepat untuk setiap frame.
Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced
adalah antara 50-80Hz
Interlace digunakan di sistem televisi analog:
PAL (50 fields per second, 625 lines, even field drawn
first)
SECAM (50 fields per second, 625 lines)
NTSC (59.94 fields per second, 525 lines, even field
drawn first)
4 4
1 2
3
4
5 6
7
9 3
8
10
3
11 12
13 14
15
field ganjil field genap
Gbr-3 Sistem scanning metoda kedua, interlaced scanning
Pada sistem interlaced scanning, satu frame gambar dibagi
menjadi dua field seperti ditunjukkan pada Gbr-3, yaitu
field ganjil dan field genap. Sehingga bila jumlah garis total
adalah 625 garis, maka pada field ganjil maupun field
genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312,5
garis = 625/2. Scanning pada field ganjil diawali pada
sudut kiri atas dan berakhir pada tengah-tengah batas
frame yang paling bawah. Sedang untuk field genap,
scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling
atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak
pada gambar. Pada Gbr-3 dicontohkan jumlah garis yang
tidak 625 garis sebagai ilustrasi.
Pada Gbr-3 tidak dilukiskan jalur-jalur retrace garis
(horizontal) untuk menyederhanakan gambar. Jalur retrace
vertikal pada field ganjil, lurus keatas sehingga sampai di
tengah-tengah batas frame yang paling atas untuk memulai
proses scanning field genap. Sementara retrace vertikal
pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung
ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning
field ganjil.
Kemudian sinyal gambar kedua field tersebut diurutkan secara
waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking, yaitu
perioda pada saat retrace vertikal. Pada saat reproduksi
pada layar kaca monitor video (TV receiver), garis-garis
field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah
masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace
seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu
diantara yang lain.
Menentukan pixel per-garis
Telah diuraikan bahwa gambar tersusun dari garis-garis
seperti diuraikan diatas. Tetapi lebih dari itu sebetulnya
gambar tersebut tersusun dari elemen gambar atau biasa
disebut dengan pixel (picture element) yang mempunyai
ukuran tergantung dari luasan bidang gambar. Misalnya
pickup tube ukuran 1 inci akan mempunyai pixel sebesar
kurang lebih 0,00086 mm2, sementara layar pesawat
televisi ukuran 21 inci akan mempunyai pixel berukuran
0,24 mm2. Ukuran-ukuran luas tersebut diambil dengan
anggapan bahwa, pixel berbentuk lingkaran dan ditentukan
dari formulasi πr2, dimana r adalah jari-jari pixel serta
jumlah garis aktif sebanyak 575 karena diambil sebagai
contoh bahasan adalah sistem-B, 625 garis. Jumlah garis
sebanyak 575 tersebut, adalah yang nampak pada layar.
- Untuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif, nilai
575 tersebut dikalikan dengan nilai aspect ratio 4/3.
Hasilnya adalah 766,67 pixel. Dengan jumlah itu, maka
jumlah pixel untuk satu frame gambar adalah 766,67 x 575
≈ 440.833 pixel.
Representasi Visual
Vertical Detail dan Viewing Distance
Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi,
yaitu 4:3.
Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak
pandang dengan menghitung rasio viewing distance
(D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H
Setiap detail image pada video ditampilkan dalam
pixel-pixel
Horizontal Detail dan Picture Width
Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x
tinggi gambar
Representasi Visual
Total Detail Content
Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi
gambar
Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar
gambar x aspek rasio.
Total pixel = pixel horizontal x pixel vertikal
Representasi Visual
Perception of Depth
Dalam pandangan / penglihatan natural,
kedalaman gambar tergantung pada sudut
pemisah antara gambar yang diterima oleh kedua
mata
Pada layar flat, persepsi kedalaman suatu benda
berdasarkan subject benda yang tampak
Representasi Visual
Representasi Visual
Warna
Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur
3 warna primer RGB (merah, hijau, biru)
Properti warna pada sistem broadcast:
LUMINANCE
Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata
(kadar terang dan gelap)
Representasi Visual
CHROMINANCE adalah informasi warna.
Hue (warna) = warna yang ditangkap mata
(frekuensi)
Saturation = color strength (vividness) / intensitas
warna
Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada
sistem YUV
Representasi Visual
Continuity of Motion
Mata manusia melihat gambar sebagai suatu
gerakan kontinyu jika gambar-gambar tersebut
kecepatannya lebih besar dari 15 frame/det.
Untuk video motion biasanya 30 frame/detik,
sedangkan movies biasanya 24 frame/detik.
Flicker
Untuk menghindari terjadinya flicker diperlukan
kecepatan minimal melakukan refresh 50
cycles/s.
Disamping ukuran pixel dinyatakan dalam ukuran luasannya,
pixel (pe = picture ele-ment) juga dapat dinyatakan
dalam ukuran waktu, yaitu dalam ns ( nanosekon = 10-
9 sekon). Nilai ini tidak berubah besarnya seperti dalam
ukuran luasnya terhadap ukuran layar pickup tube maupun
layar CRT (cathode ray tube) TV receiver.
Ukuran dalam waktu tersebut berkisar 67,76 ns yang tertentu
dari,
Ukuran pe = (waktu perioda aktif garis)/(jumlah pixel per garis)
= (64 - 12) / 766,67 sekon
= 0,0678 s
≈ 70 ns
Cacat Scanning
Mengapa karena proses scanning pada pickup device
kemudian dapat dihasilkan sinyal elektris, yaitu sinyal
video. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Sistem
cathode gun seperti dilukiskan pada Gbr-1 diilustrasikan
kembali pada Gbr-4 dengan model rangkaian listrik untuk
lebih memudahkan uraian.
resistor yang
+45 volt mewakili pixel
beam
katoda
Output ke
preamp
Gbr-4 Sistem scanning pada pickup tube
Beam yang melakukan scanning bermuatan negatif, keluar
dari sistem katoda dengan mendapat percepatan dari
sistem anoda yang bertegangan positif tinggi untuk sampai
pada layar pickup tube. Sementara layar pickup tube
sendiri yang bersifat pendar (fluorecent) mempunyai
potensial positif sebesar +45 volt. Dengan sampainya beam
pada layar, maka akan terbentuk lingkaran tertutup (close
loop) rangkaian listrik dc, sehingga mengalir arus.
Untuk setiap pixel yang terkena bayangan gambar, adalah
sebuah resistor dengan nilai resistansi tertentu yang
tergantung besarnya pada nilai intensitas sinar gambar
yang jatuh padanya. Dengan demikian, pada lingkaran
tertutup yang terbentuk itu, setiap saat akan mengalir arus
yang berubah-ubah sesuai pada nilai resistansi saat itu.
Dengan kata lain, arus yang mengalir sebanding dengan
bayangan yang jatuh pada pickup tube tersebut, sehingga
sinyal video dapat dihasilkan. Output pickup tube diambil
dari metal yang melingkari layar di bagian depan pickup
tube.
Selanjutnya, mengenai cacat yang timbul dari proses
scanning, adalah disebabkan karena ukuran beam yang
relatif lebih besar dari ukuran pixel.
Gbr-5 Ukuran beam yang lebih besar dari pixel
Karena kondisi itu, maka ketika beam bergerak melewati
batas bayangan yang tajam perubahannya (dari gelap ke
terang), maka beam akan berada diatas dua bayangan itu
pada perbatasannya seperti ditunjukkan pada Gbr-5(a).
Hasilnya adalah gambar yang tidak tajam atau terdapat warna
abu-abu yang berubah gradasinya.
(a) (b)
Gbr-6 Cacat scanning kearah vertical satu gambar balok
condong : (a)asli (b) reproduksi
Reproduksi video yang dihasilkannya ditunjukkan pada Gbr-6
dan Gbr-7.
(a) (b)
Gbr-7 Cacat scanning kearah vertical satu gambar balok
mendatar : (a)asli (b) reproduksi