0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan18 halaman

SDIDTK: Stimulasi dan Deteksi Dini Anak

Dokumen tersebut membahas Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk meningkatkan kualitas anak melalui stimulasi dini, deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang, dan intervensi dini bila ditemukan penyimpangan. SDIDTK bertujuan agar semua balita berkembang secara optimal melalui kegiatan stimulasi, deteksi, dan intervensi/rujukan dini bila ditemukan masalah.

Diunggah oleh

Amirul Iqbal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan18 halaman

SDIDTK: Stimulasi dan Deteksi Dini Anak

Dokumen tersebut membahas Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk meningkatkan kualitas anak melalui stimulasi dini, deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang, dan intervensi dini bila ditemukan penyimpangan. SDIDTK bertujuan agar semua balita berkembang secara optimal melalui kegiatan stimulasi, deteksi, dan intervensi/rujukan dini bila ditemukan masalah.

Diunggah oleh

Amirul Iqbal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Stimulasi, Deteksi

dan Intervensi Dini


Tumbuh Kembang
(SDIDTK)
• Masalah Tumbuh Kembang anak akhir - akhir
ini makin tinggi.
• Harapan orang tua : Kualitas anaknya baik
• Tuntutan masyarakat :
“Mengatasi gangguan pertumbuhan dan
perkembangan sedini mungkin”

BAGAIMANA CARANYA ?
Meningkatkan Kualitas Anak
• Pemantauan secara teratur dan berkala
sejak dini DETEKSI DINI

• Mengoptimalkan stimulasi secara dini


sesuai tahap perkembangan anak
STIMULASI DINI

• Melakukan tindakan intervensi dini jika


ada penyimpangan INTERVENSI
DINI
SDIDTK
SDIDTK adalah pembinaan tumbuh
kembang anak secara komprehensif dan
berkualitas melalui kegiatan stimulasi,
deteksi dan intervensi dini penyimpangan
tumbuh kembang pada masa 5 tahun
pertama kehidupan .
Tujuan SDIDTK
Agar semua balita umur 0–5 tahun dan anak
prasekolah umur 5-6 tahun tumbuh dan
berkembang secara optimal.
Kegiatan dalam SDIDTK?
• Stimulasi dini yang memadai
• yaitu merangsang otak balita agar perkembangan
kemampuan gerak, bicara, bahasa, sosialisasi dan
kemandirian anak berlangsung secara optimal sesuai
usia anak.
• Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan
perkembangan
• yaitu melakukan skrining atau mendeteksi sejak dini
terhadap kemungkinan adanya penyimpangan tumbuh
kembang anak balita.
Kegiatan dalam SDIDTK?
• Intervensi dini,
• yaitu melakukan koreksi bila ada penyimpangan
tumbuh kembang dengan tujuan agar
pertumbuhan dan perkembangan anak kembali
kejalur normal dan penyimpangannya tidak
menjadi lebih berat.
• Rujukan dini,
• yaitu merujuk/membawa anak ke fasilitas
kesehatan bila masalah penyimpangan tumbuh
kembang tidak dapat diatasi meskipun sudah
dilakukan intervensi dini.
Umur anak dalam
pendeteksian (SDIDTK)
• Tidak semua umur anak bisa dilakukan
pendeteksian.
• Anak bisa dideteksi ketika menginjak umur
0 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12
bulan, 15 bulan, 18 bulan, 21 bulan, 24
bulan, 30 bulan, 36 bulan, 42 bulan, 48
bulan, 54 bulan, 60 bulan, 66 bulan, dan
72 bulan.
Umur anak dalam
pendeteksian (SDIDTK)
• Berikut merupakan standar usia
pendeteksian tumbuh kembang yang telah
ditetapkan.
Jadwal atau waktu pendeteksian anak
yaitu :
• Anak umur 0 – 1 tahun = 1 bulan sekali
• Anak umur > 1 – 3 tahun = 3 bulan sekali
• Anak umur > 3 – 6 tahun = 6 bulan sekali
Stimulasi Dini Tumbuh
Kembang Anak
• Stimulasi dini adalah kegiatan merangsang
kemampuan dasar anak usia 0-6 tahun agar anak
mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai
potensi yang dimilikinya.
• Anak usia 0-6 tahun perlu mendapatkan
stimulasi rutin sedini mungkin dan terus-
menerus pada setiap kesempatan.
• Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan
penyimpangan tumbuh-kembang yang bahkan
dapat menyebabkan gangguan yang menetap.
Stimulasi Dini Tumbuh
Kembang Anak
• Stimulasi kepada anak hendaknya bervariasi dan
ditujukan terhadap kemampuan dasar anak
yaitu:
• kemampuan gerak kasar,
• kemampuan gerak halus,
• kemampuan bicara dan bahasa,
• kemampuan sosialisasi dan kemandirian,
kemampuan kognitif,
• kreatifitas dan moral-spiritual.
Siapa yang melakukan
stimulasi?
• Stimulasi perlu dilakukan menurut aturan yang
benar seperti anjuran para ahli, stimulasi yang
salah dapat menyebabkan pembentukan anak
yang menyimpang.
• stimulasi sebaiknya dilakukan oleh orang-orang
terdekat dengan anak yang telah mendapat
pengertian tentang cara memberi stimulasi yang
benar, misal: ayah, ibu, pengasuh, anggota
keluarga lain, petugas kesehatan dan kelompok
masyarakat tertentu, misal kader kesehatan atau
kader pendidikan.
Deteksi Tumbuh Kembang
• Salah satu cara deteksi dini adalah dengan
METODE SKRINING
• Skrining dapat dilakukan pada saat pemeriksaan
rutin / anak berobat di RS atau puskemas
• Dapat juga dilakukan pada PAUD / TK.
Jenis kegiatan deteksi
(skrining) dalam SDIDTK
1. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
dengan cara mengukur Berat Badan (BB), Tinggi
Badan (TB) dan Lingkar Kepala (LK).
Jenis kegiatan deteksi
(skrining) dalam SDIDTK
2. Deteksi dini penyimpangan perkembangan
yaitu meliputi
• Pendeteksian menggunakan Kuesioner Pra Skrining
Perkembangan (KPSP)
• Tes Daya Lihat (TDL)
• Tes Daya Dengar (TDD)
Jenis kegiatan deteksi
(skrining) dalam SDIDTK
3. Deteksi dini penyimpangan mental emosional
yaitu menggunakan :
• Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME),
bagi anak usia 36-72 bulan.
• Check List for Autism in Toddlers (CHAT) atau
Ceklist Deteksi Dini Autis, bagi anak usia 18-36
bulan.
• Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas
(GPPH), bagi anak usia 36 bulan keatas.
Bila tahapan perkembangan terjadi penyimpanan
(P), lakukan tindakan berikut :

Rujuk ke Rumah Sakit dengan menuliskan jenis dan


jumlah penyimpangan perkembangan
(gerak kasar, gerak halus, bicara & bahasa,
sosialisasi dan kemandirian)

Anda mungkin juga menyukai