Nama Kelompok
•Martua Raja Ragkuti/16 01 027
•Mia Thresia Siahaan/16 01 028
•Muhammad Dermawan/16 01 029
•Muhammad Irfan Hafiz/16 01 030
GAMBAR ALAT
MEKANISME
PROSES SKEMA
DIGESTER
FUNGSI
PROSES KONDISI PROSES
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
Digester adalah mesin di pabrik kelapa sawit untuk melumatkan brondol /
buah sawit dengan proses pengadukan menggunakan Stirring Arm (sering disebut
pisau digester) dengan kecepatan pengadukan sekitar 25-26 rpm didalam bejana
silinder tegak. Didalam proses pengadukan ini, steam injection ditembakkan ke
dalam bejana dengan temperatur 90-95 derajat celcius yang menyebabkan brondol
buah (daging buah sawit) menjadi lunak dan akan memudahkan proses minyak
sawit terpisah dari daging buah di dalam pengepresan di mesin screw press.
Volume digester berpengaruh terhadap kehilangan minyak,
jika digester penuh maka memperlama proses pengadukan dengan tekanan lawan
yang kuat sehingga perajangan sempurna karena ketinggian buah
dalam digester akan menimbulkan tekanan didasar digester semakin tinggi dan
tahanan lawan terhadap pisau semakin tinggi dan pemecahan kantong minyak dan
pemisahan serat dengan serat yang lain semakin sempurna, jadi isi
dari digester minimal ¾ agar diperoleh hasil yang lebih baik untuk feeding pressan.
Untuk menaikkan suhu didalam digester digunakan uap sistem pemanasan mantel
(steam jacket), suhu yang diharapkan adalah 90°C dengan alasan pada suhu tersebut
minyak sudah mencair dan mudah keluar dari kantong-kantong minyak, sedangkan
yang masih berbentuk emulsi akan pecah menjadi minyak dan cairan lainnya dan
kerusakan minyak seperti oksidasi dan hidrolisa relatif belum terjadi.
Cara kerja Digester dan Perancangan mesin digester biasa dilakukan Tim
R&D pabrikan. Kapasitas Digester ada : 3000 liter , 3500 liter, 4000 liter, 4500
liter, 5000 liter dan 6000 liter. Semakin besar ukuran diameter digester akan
semakin baik Dimana waktu retensi minyak semakin [Link] untuk menjaga hasil
pelumatan di digester ini terjaga baik, maka kita harus mengetahui cara kerja
digester kelapa sawit (prinsip kerja digester) dan harus dijaga kondisi banyak
sparepart di dalam mesin Digester ini misalnya: short arm, long arm, expeller
arm, dll.
- Melepaskan sel-sel minyak dari pericarp dengan
cara mencabik dan mengaduk.
- Memisahkan pericarp dan nut.
- Menghomogenkan massa brondolan sebelum
diumpan ke press.
- Menaikkan dan mempertahankan temperatur
brondolan pada suhu antara 90 – 95 oC.
- Mengalirkan minyak yang timbul
dalam digester akibat adanya proses digestion.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada digester adalah:
- Temperatur dalam digester harus 90 – 950C. Jika temperature terlalu rendah akan
menyebabkan proses pelumatan buah menjadi kurang sempurna, sedangkan jika
temperaturnya terlalu tinggi akan memungkinkan terjadinya kehilangan minyak yang
tinggi
- Putaran minyak yang digunakan dalam digester tidak boleh berlebih karena akan ng
mengakibatkan keausan pada alat yang dapat berakibat kerusakan mesin dan losses yang
tinggi
- Harus diusahakan agar digester yang sedang dioperasikan dalam keadaan normal atau
selalu terisi penuh. Volume digester menentukan besarnya tekanan dalam tumpukan
bahan olah. Semakin banyak volume digester maka akan semakin besar tekanan dan
tahanan selama proses pengadukan dan pelumatan. Gesekan yang dialami oleh lengan-
lengan pengaduk yang bergerak menembus tumpukan buah. Oleh karenanya maka
tentunya ada hubungan antara volume digester dengan efek yang ditimbulkan pada saat
pengadukan.
- Selain itu lamanya proses pengadukan dan pelumatan memiliki pegaruh terhadap efek
pengadukan. Jika digester tidak terisi penuh maka bahan olah yang bersangkutan juga
mengalami pengadukan dalam waktu yang lebih singkat daripada optimal dan tekanan
yang dialami juga kecil sehingga efek pengadukan menurun.
Didalam proses pengadukan di dalam digester akan
menyebabkan terjadinya :
- Pelepasan daging buah dari nut sehingga nut
lebih mudah dipisahkan
- Lumatnya daging buah akan menyebabkan
minyak mudah keluar dari serat (daging buah)
pada saat proses pengepresan.
- Massa buah akan lebih merata dan
temperature menjadi lebih homogen
- Sebagian minyak keluar dari daging buah
kemudian dikeluarkan melalui lubang bottom
plate digester
Untuk menaikkan suhu adonan dalam digester perlu
diberi panas dalam bentuk sistem pemanasan mantel dengan
uap (steam jacket) yang berfungsi untuk mempertahankan
dan menaikkan suhu adonan dalam bejana dengan cara
injeksi steam kedalam mantel. Suhu adonan yang
dikehendaki adalah 90 °C dengan alasan bahwa pada suhu
tersebut minyak sudah mencair dan mudah keluar dari
kantong-kantong minyak, sedangkan yang masih berbentuk
emulsi akan pecah menjadi minyak dan cairan lainnya serta
kerusakan minyak seperti oksidasi dan hidrolisis relatif
belum terjadi.
Semakin tinggi suhu digester, maka perajangan semakin
baik dan akan memperinggan daya kerja screw press serta
akan mengurangi biji pecah. Oleh sebab itu suhu digester
perlu dipertahankan pada tingkat yang telah ditetapkan.
Pada umumnya digester dipanasi dengan menggunakan uap
yang bertekanan 3 kg/cm2 dan pada beberapa pabrik
diberikan uap langsung. Pemakaian tekanan 3 kg/cm2 dalam
jacket mantel dapat menyebabkan pemanasan yang
berlebihan terhadap buah yang kontak dengan dinding
bejana, oleh sebab itu perlu diturunkan tekanan pada mantel,
yaitu 2 kg/cm2 atau setara dengan suhu 132,9 °C. Pada
beberapa pabrik juga dirancang dengan menggunakan uap
langsung kedalam bejana. Penggunaan uap langsung dalam
bejana digester akan dapat menyebabkan pengaruh negatif,
yaitu :
1). Menambah jumlah air yang terkandung dalam adonan yang dapat
menurunkan gesekan antara pisau
dengan adonan (batter)
2). Menurunkan tekanan uap pada boiler. Hal ini akan menurunkan
kebutuhan uap pada turbin uap.
3). Menyebabkan kerusakan mutu, dimana pemanasan yang
berlebihan akan merangsang terjadinya proses oksidasi minyak serta
akan menurunkan derajat pemucatan (bleaching) yang dikenal
dengan penurunan DOBI
4). Menyebabkan kegosongan pada inti, sehingga lebih dari 50%
produksi inti berwarna coklat yang tidak disukai oleh konsumen. Biji
yang gosong umumnya sulit dipecah dalam cracker, meskipun pecah
namun inti masih melekat pada cangkang.
Oleh sebab itu upaya penggunaan uap langsung pada bejana
digester perlu dihindarkan. Lama pemanasan terbaik adalah 30 menit
tergantung dari kecepatan mencapai suhu 90 0C.
Seperti diuraikan diatas, bahwa minyak yang terdapat
dalam adonan akan menurunkan efisiensi pengadukan,
maka minyak tersebut perlu dipisahkan dengan cara
mengalirkannya. Bila minyak tersebut tidak dipisahkan,
maka akan masuk kedalam screw press dan akan
menurunkan kapasitas olah alat kempa (press). Pemisahan
minyak dilakukan dengan membuat lubang di dasar bejana
yang dihubungkan dengan pipa. Minyak ini kurang
mengandung non oil solid (NOS), jika dibandingkan dengan
minyak yang keluar dari screw press serta akan
menurunkan losses dalam serat atau biji. Dengan pemisahan
minyak tersebut, akan dapat menurunkan jumlah biji yang
pecah didalam screw press dan efisiensi penekanan dalam
screw press dapat meningkat, yaitu bertambah besarnya
nilai perbandingan biji terhadap adonan, sehingga daya
ekstraksi minyak lebih baik.
1. Kondisi pisau pengaduk digester.
2. Level volume buah dalam digester.
3. Temperatur/ steam.
4. Kebersihan bottom plate.
5. Kondisi digester.
6. Kematangan buah yang sudah terebus.
7. Drain.
8. Kondisi plat siku penahan pada dinding
digester.
GearBox
Silinder Drum (reducer) Motor Listrik