MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH
MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) DENGAN
TEKNIK MULTILEVEL LEARNING (MLL) PADA
SISWA KELAS X IIS.4 SMA NEGERI 1 BULUKUMBA
DRA. [Link], MM
NIP. 19640518 198703 2 013
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 BULUUMBA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG MASALAH
RENDAHNYA
HASIL BELAJAR
MODEL TEKNIK
PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN
MODEL PEMBELAJARAN
LANGSUNG DENGAN TEKNIK
MULTI LEVEL LEARNING
PENINGKATAN PENINGKATAN
AKTIVITAS BELAJAR HASIL BELAJAR
SISWA SISWA
RUMUSAN MASALAH
Apakah Model pembelajaran langsung (Direct
Instruction) Dengan Teknik MultiLevel Learning
(MLL) dapat meningkatkan aktivitas belajar
Sejarah siswaKelas X IIS.4 SMA Negeri 1
Bulukumba?
Apakah Model pembelajaran langsung (Direct
Instruction) Dengan Teknik MultiLevel Learning
(MLL) dapat meningkatkan hasil belajar Sejarah
siswa Kelas X IIS.4 SMA Negeri 1 Bulukumba?
TUJUAN PENELITIAN
Meningkatkan aktivitas belajar sejarah siswa
kelas X IIS.4 di SMA Negeri 1 Bulukumba
melalui model pembelajaran langsung dengan
teknik Multi Level learning.
Meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas
X IIS.4 di SMA Negeri 1 Bulukumba melalui
model pembelajaran langsung dengan teknik
Multi Level learning.
MANFAAT PENELITIAN
Manfaat bagi sekolah
Sebagai bahan referensi dalam upaya peningkatan hasil belajar peserta
didik.
Manfaat bagi guru
Untuk menambah wawasan tentang berbagai macam model
pembelajaran.
Manfaat bagi siswa
Diharapkan kepada peserta didik untuk lebih giat dan aktif dalam
setiap kegiatan pembelajaran serta dalam menyelesaikan tugasnya
sehingga hasil belajar meningkat.
Manfaat bagi peneliti
Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman tentang strategi
pembelajaran yang sesuai untuk bisa diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran di kelas yang bermuara pada hasil pembelajaran yang
optimal.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
LANDASAN TEORI
A. KAJIAN PUSTAKA
1. Proses Belajar Sejarah
2. Pembelajaran Sejarah
3. Model Pembelajaran Langsung
4. Tutor Sebaya Multilevel Learning
HIPOTESIS
Pelaksanaan model pembelajaran langsung
dengan teknik Multilevel Learning dapat
meningkatkan aktivitas belajar sejarah siswa kelas
X IIS.4 SMA Negeri 1 Bulukumba.
Pelaksanaan model pembelajaran langsung
dengan teknik Multilevel Learning dapat
meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas X
IIS.4 SMA Negeri 1 Bulukumba.
BAB III
METODE PENELITIAN
JENIS DAN SUBJEK PENELITIAN
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom Action Research) yang meliputi empat tahap
pelaksanaan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan
refleksi
siswa kelas X IIS.4 SMA Negeri 1 Bulukumba yang
berjumlah 35 siswa.
PROSEDUR PENELITIAN
Perencanaan tindakan
Refleksi
Siklus I
Pelaksanaan tindakan
Siklus II Hasil
Belum Tercapai
Perencanaan Tindakan Lanjutan
Refleksi
Pelaksanaan Tindakan
Hasil
Tercapai
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Data tentang keaktifan peserta didik dan guru tentang
model pembelajaran yang dilakukan selama proses
pembelajaran berlangsung dalam tindakan diambil
dengan menggunakan lembar observasi
Data mengenai hasil belajar Sejarah peserta yang diajar
dengan menerapkan pembelajaran dengan melalui model
pengajaran langsung (Direct Instruction) diperoleh
dengan memberikan tes pada setiap akhir siklus.
Data tentang tanggapan peserta didik tentang model
pembelajaran yang dilakukan selama proses
pembelajaran berlangsung diambil dengan menggunakan
angket yang diberikan setelah akhir siklus I dan II
TEKNIK ANALISIS DATA
Pengolahan data dilakukan setelah terkumpulnya data.
Data yang diperoleh dari pelaksanaan observasi
dianalisis secara kualitatif,sedangkan hasil belajar
peserta didik Kelas X IIS.4 SMA Negeri 1 Bulukumba
dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan
statistik deskriktif perhitungan persentase.
Tuntas Kelas (TK):
TK=
BAB IV
HASIL PENELITIAN
HASIL BELAJAR SIKLUS I
No. Kriteria Skala Frekuensi Persentase
Motivasi (%)
1. Sangat Rendah 0 - 34 3 8,57
2. Rendah 35 - 54 15 42,85
3. Sedang 55 - 64 11 31,42
4. Tinggi 65 -84 6 17,14
5. Sangat Tinggi 85 - 100 0 0
Jumlah 31 100%
KETUNTASAN BELAJAR SIKLUS I
Daya Serap Persentase
Kategori Frekuensi
Peserta Didik (%)
0%-62% Tidak tuntas 25 71,42
63%-100% Tuntas 10 28,57
Jumlah 35 100
AKTIVITAS SISWA SIKLUS I
No. Aspek yang Diamati Rata-rata Persentase
(%)
1 Siswa yang hadir pada saat pembelajaran 43,50 92,53
2 Siswamemperhatikan materi yang dijelaskan 43,50 92,53
3 Siswa yang aktif bertanya pada saat pemberian materi 3,00 6,38
4 Siswa yang memperhatikan saat pelaksanaan demostrasi 42,00 89,36
5 Siswa yang aktif Mengajukan pendapat pada saat pelaksanaa 4,50 9,57
demonstrasi
6 Siswa yang memperhatiakan saat guru memberikan bimbingan 41,50 88,29
7 Siswa yag melakukan kegiatan pada saat praktikum berlangsung 35,00 74,46
8 Siswa yang menjawab pada saat diajukan pertanyaan mengenai 34,00 72,34
materi yang dipraktekkan
9 Siswa yang menanggapi jawaban dari siswa yang lain 4,25 9,04
10 Siswa yang mampu bekerja sama dengan kelompoknya 38,00 80,85
11 Siswa yang aktif membacakan LKS 35,50 75,53
12 Siswa yang mengerjakan sesuai petunjuk LKS 36,00 76,59
HASIL BELAJAR SIKLUS II
No. Kriteria Skala Frekuensi Persentase
Motivasi (%)
1. Sangat Rendah 0 - 34 0 0
2. Rendah 35 - 54 5 14,28
3. Sedang 55 - 64 13 37,14
4. Tinggi 65 -84 15 42,85
5. Sangat Tinggi 85 - 100 2 5,71
Jumlah 31 100%
KETUNTASAN BELAJAR SIKLUS II
Daya Serap Persentase
Kategori Frekuensi
Peserta Didik (%)
0%-62% Tidak tuntas 6 17,14
63%-100% Tuntas 29 82,85
Jumlah 35 100
AKTIVITAS SISWA SIKLUS II
No. Aspek yang Diamati Rata-rata Persentase
(%)
1 Siswa yang hadir pada saat pembelajaran 44,25 94,14
2 Siswamemperhatikan materi yang dijelaskan 44,25 94,14
3 Siswa yang aktif bertanya pada saat pemberian materi 16,00 34,04
4 Siswa yang memperhatikan saat pelaksanaan demostrasi 43,50 92,55
5 Siswa yang aktif Mengajukan pendapat pada saat pelaksanaa 16,25 34,57
demonstrasi
6 Siswa yang memperhatiakan saat guru memberikan bimbingan 42,75 90,95
7 Siswa yag melakukan kegiatan pada saat praktikum berlangsung 45,00 95,74
8 Siswa yang menjawab pada saat diajukan pertanyaan mengenai 46,00 97,87
materi yang dipraktekkan
9 Siswa yang menanggapi jawaban dari siswa yang lain 11,25 23,93
10 Siswa yang mampu bekerja sama dengan kelompoknya 45,00 95,74
11 Siswa yang aktif membacakan LKS 44,00 93,61
12 Siswa yang mengerjakan sesuai petunjuk LKS 46,00 97,87
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN
Model pembelajaran Langsung (Direct Instruction) dengan Teknik
Multilevel Learning (MLL) dapat meningkatkan hasil belajar Sejarah
pada siswa Kelas X IIS.4 SMA Negeri 1 Bulukumba dimana terjadi
peningkatan jumlah siswa yang tuntas sebesar 54,28%.
Model pembelajaran Langsung (Direct Instruction) dengan Teknik
Multilevel Learning (MLL) dapat meningkatkan aktivitas belajar Sejarah
pada siswa Kelas X IIS.4 SMA Negeri 1 Bulukumba dimana terjadi
perbaikan aktivitas siswa pada 12 kategori yang telah disusun dengan
jumlah peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 83,35%.
SARAN
Bagi Pengemban Ilmu
diharapkan model pembelajaran dapat menjadi salah satu alternatif model
pembelajaran yang diterapkan pada mata pelajaran Sejarah untuk
meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran
Langsung (Direct Instruction) dengan Teknik Multilevel Leaning (MLL)
Bagi Peneliti Berikutnya
apabila ingin melakukan penelitian dengan judul yang sama agar penelitian
yang dilakukan lebih disempurnakan lagi.
Bagi Guru
agar penelitian ini dapat dipergunakan sebagai acuan untuk dapat
mengembangkan model-model mengajar yang bervariasi sehingga tidak
membosankan bagi peserta didik.