0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan15 halaman

Fungsi dan Jenis Additive pada Oli

Dokumen tersebut membahas tentang fungsi-fungsi tambahan minyak pelumas (additive oil) untuk meningkatkan kinerja mesin. Aditif utama minyak pelumas antara lain pour point depressants, viscosity index improver, defoamants, oxidation inhibitors, corrosion inhibitors, detergents and dispersants, antiwear additives, dan extreme pressure additives. Komposisi umum aditif minyak pelumas terdiri atas dispersant, detergent, antiwear, dan aditif tambahan lainnya.

Diunggah oleh

Big Black Coke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan15 halaman

Fungsi dan Jenis Additive pada Oli

Dokumen tersebut membahas tentang fungsi-fungsi tambahan minyak pelumas (additive oil) untuk meningkatkan kinerja mesin. Aditif utama minyak pelumas antara lain pour point depressants, viscosity index improver, defoamants, oxidation inhibitors, corrosion inhibitors, detergents and dispersants, antiwear additives, dan extreme pressure additives. Komposisi umum aditif minyak pelumas terdiri atas dispersant, detergent, antiwear, dan aditif tambahan lainnya.

Diunggah oleh

Big Black Coke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GERRY REIN FRANSDINATA SIAHAAN (120401068)

MICHAEL MULIA MANALU (120401131)

ADDITIVE OIL
Lubricant oil
Minyak pelumas adalah bahan pelumas agar mesin
berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi
sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-
lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan
antar logam dengan logam komponen mesin seminimal
mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa
keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli
dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin
diesel misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan
rendah tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi
dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin diesel juga
memiliki kondisi kondusif (peluang) yang lebih besar yang
dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit
dan perkaratan logam-logam bearing.
Additive oil

Aditif adalah senyawa yang ditambahkan


pada oli yang meningkatkan karakteristik dan
memberikan sifat baru yang menguntungkan dalam
pelumasan mesin.
Tahun 1920 pertama kali penggunaan aditif
dan berkembang sesuai kebutuhan dan
penggunaan sekarang.
Additive oil
Aditif, dalam meningkatkan karakteristik kinerja
minyak pelumas, pengembangan zat adititif sangat
diperlukan pada industri saat ini. Mesin modern
seperti mobil penumpang, transmisi otomatis, roda
gigi hypoid, kereta api dan mesin diesel kapal laut,
gas dan turbin uap kecepatan tinggi, dan mesin
industri pengolahan,serta banyak jenis peralatan
lainnya sangat diperlukan pengembangan.
Additive oil primary function
1. Pour Point Depressants
Pour-Point (titik tuang depresan) adalah titik temperatur
terendah dimana oli masih dapat mengalir. Kristal lilin
terbentuk dari oli mineral pada temperatur rendah, dan
menurunkan fluiditas oli. Depresan pour-point menghalangi
terbentuknya partikel lilin sehingga dapat menjaga "kecairan"
oli pada temperatur rendah.

1. Polimer Alkylaromatic menyerap pada kristal


lilin yang membentuk dan mencegah mereka
tumbuh dan mengikuti satu sama lain.
1. Polimetakrilat cocrystallize dengan lilin
untuk mencegah pertumbuhan kristal.
2. Viscosity Index Improver
Viscosity Index Improver (indeks kekentalan) berfungsi
menyetabilkan kekentalan pelumas pada saat suhu mesin mulai tinggi,
sehingga pelumas tidak mudah encer pada suhu tinggi. Biasanya berupa
polimer , seperti poly-metacrylates, etylen-propylen
copolimers (OCP), styrenic copolimers, poly-isoprenes
3. Defoamants
Defoamants (antifoam) berfungsi untuk meminimalkan
busa (gelembung udara) oli diakibatkan kinerja mesin
terutama di poros engkol dan efek pemberian aditif
detergent. Types: sylicons, poliacrilate.
4. Oxidation Inhibitors

Oxidation Inhibitors (anti oksidan) berfungsi


menghentikan atau memperlambat reaksi kimia antara
molekul hidrocarbon dalam pelumas dan oksigen dari
udara.
Oksidasi merupakan mekanisme
utama yang bertanggung jawab
pada kerusakan pelumas, berupa
pembentukan endapan, sludge, soot
and corrosive wear dan lain
sebagainya. mengakibatkan
mengentalnya oli secara berlebihan
yang dapat mengakibatkan
tertimbunnya oli yang mengental
(sludge).
5. Corrosion Inhibitors
Corrosion Inhibitors (anti korosi) berfungsi mencegah
korosi dan karat akibat reaksi asam dan oksidasi udara
dengan cara melapisi metal meskipun mesin dalam keadaan
tidak bekerja.
Types: dodecyl succinic
acid, phosphoric esters,
amines, imidazolines,
sulfur derivatives.
6. Detergents and Dispersants
Detergents (deterjen) berfungsi sebagai pembersih dan
penetralisir zat-zat yang berbahaya, membentuk lapisan
pelindung pada permukaan logam, mencegah
endapan, mengurangi timbulnya deposit, mengendalikan
korosi serta membersihkan karbon sisa pembakaran agar
karbon tidak menempel di komponen mesin.
Aditif dispersan ditambahkan ke dalam pelumas oli
berfungsi untuk menjaga partikel-partikel asing yang masuk
bercampur dengan oli agar terus terpisah satu sama lain
sehingga tidak terbentuk endapan pengotor. Partikel-partikel
asing tersebut dapat berupa lumpur, vernis, debu, hasil
oksidasi, air, dan lain sebagainya.
7. Antiwear Additives
Antiwear Additives, aditif anti keausan berfungsi untuk
mencegah kontak metal-to-metal antara komponen mesin pada
saat lapisan film lubrikasi rusak. Cara kerja aditif ini adalah
dengan jalan bereaksi dengan sebagian kecil molekul metal di
permukaan komponen untuk membentuk lapisan film yang
dapat bergeser dalam permukaan gesek.
Types: Zinc diackyl dithio
phosphates, Sulfur-
Phosphorous Compounds,
Clorurated Paraffins,
Organic sulphur
compounds, Zinc Dialkyl
Dithio Phosphates (ZnDTP).
8. Extreme Pressure Additives
Zat aditif extreme pressure (EP) memiliki fungsi yang mirip dengan
aditif anti-keausan, yaitu untuk mencegah terjadinya kontak metal-to-
metal namun diutamakan pada saat kondisi tekanan tinggi. Mekanismenya
adalah dengan jalan membentuk lapisan film dari reaksi antara zat aditif
dengan molekul permukaan komponen mesin. Lapisan film ini bersifat
sangat kuat dan tidak mudah rusak pada beban kerja tinggi, sehingga
kontak metal-to-metal dapat selalu dihindari.
Composition of additive oil

Komposisi komplek aditif yang ditambahkan ke dalam


minyak dasar untuk mendapatkan tingkat kinerja yang
diinginkan.
 Dispersant 35-60%
 Detergent 25-35%
 Antiwear 15-20%
 Others 5-15%
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai