0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan4 halaman

Proses Encoding dan Decoding Data

Encoding adalah proses mengubah sinyal asli menjadi bentuk yang lebih optimal untuk komunikasi dan penyimpanan data. Ada beberapa skema encoding seperti NRZ-L dan NRZ-I yang mewakili nilai biner dengan tegangan positif atau negatif. Faktor penting dalam memilih skema encoding adalah spektrum sinyal, clocking, deteksi kesalahan, interferensi noise, dan biaya.

Diunggah oleh

shobirin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan4 halaman

Proses Encoding dan Decoding Data

Encoding adalah proses mengubah sinyal asli menjadi bentuk yang lebih optimal untuk komunikasi dan penyimpanan data. Ada beberapa skema encoding seperti NRZ-L dan NRZ-I yang mewakili nilai biner dengan tegangan positif atau negatif. Faktor penting dalam memilih skema encoding adalah spektrum sinyal, clocking, deteksi kesalahan, interferensi noise, dan biaya.

Diunggah oleh

shobirin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ENCODING

Encoding adalah penyandian atau proses untuk mengubah sinyal asal, ke dalam
bentuk yang lebih otpimal untuk keperluan komunikasi data dan penyimpanan
data.
Misalnya satu byte data terdiri dari 8 bit jajar. Untuk mengirimkan data bit jajar ini
memerlukan 8 saluran kanal pengirim dan 8 saluran kanal penerima. Karena ini
tidak efisien, maka informasi harus di encoding atau disandikan kedalam bentuk
data deret sehingga kita bisa mengirim sinyal hanya dengan satu kanal pengirim
dan satu kanal penerima.


Decoding adalah mengekstrak data yang telah di encoding tadi ke dalam bentuk
sinyal asli atau asalnya.
Dalam hal ini sebagai contoh mengubah sinyal bit deret menjadi sinyal bit data jajar.
Sama juga untuk menyimpan data kedalam harddisk, harus di encoding dalam
bentuk data deret. Tanpa encoding, diperlukan 8 harddisk yang bekerja sinkron yang
mana itu mustahil.
Tapi kalau untuk video, biasanya encoding itu mengecilkan atau mencompresi file
dan decoding itu mengekstrak kedalam bentuk file asalnya
Lima faktor yang perlu dinilai dan dibandingkan dari
berbagai skema encoding :

 Spektrum sinyal : desain sinyal yang bagus harus


mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah
dari bandwidth transmisi ; untuk mengatasi distorsi dalam
penerimaan sinyal, digunakan desain kode yang sesuai dengan
bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
 Clocking : menentukan awal dan akhir dari setiap posisi bit dengan
mekanisme sinkronisasi yang berdasarkan pada sinyal transmisi.
 Deteksi error : dibentuk dalam skema fisik encoding sinyal.
 Interferensi sinyal dan kekebalan terhadap noise : beberapa kode
lebih baik dari yang lain.
 Biaya dan kompleksitas : semakin tinggi kecepatan pensinyalan
untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya.
Skema Encoding
 1. Non return to zero level (NRZ-L)

 • Yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili


suatu binary dan tegangan positif untuk binary lainnya (dua
perbedaan tegangan untuk bit-0 dan bit-1.
 • Tegangan konstan selama interval bit ; tidak ada transisi untuk
kembali ke tegangan nol, misalnya.
 • Penerapan : tegangan konstan positif untuk ‘1’ dan tidak ada
tegangan untuk ‘0’, atau tegangan negatif untuk nilai ‘1’ dan positif
untyuk nilai yang lain.

 2. Non return to zero inverted (NRZ-I)


 • Yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low)
pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary ‘1’ untuk bit time
tersebut. ; tidak ada transisi berarti binary ‘0’, sehingga NRZI merupakan
salah satucontoh dari differensial encoding.

Anda mungkin juga menyukai