0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan23 halaman

Jenis dan Penyebab Tooth Wear Gigi

Dokumen tersebut membahas tentang berbagai jenis tooth wear yang meliputi abrasi, abfraksi, atrisi, dan erosi. Jenis-jenis tooth wear ini dibedakan berdasarkan penyebab dan tampilan klinisnya. Dokumen juga menjelaskan parameter diagnosis, faktor-faktor penyebab, serta pengelolaan erosi gigi secara khusus.

Diunggah oleh

Aditya Zulfikar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan23 halaman

Jenis dan Penyebab Tooth Wear Gigi

Dokumen tersebut membahas tentang berbagai jenis tooth wear yang meliputi abrasi, abfraksi, atrisi, dan erosi. Jenis-jenis tooth wear ini dibedakan berdasarkan penyebab dan tampilan klinisnya. Dokumen juga menjelaskan parameter diagnosis, faktor-faktor penyebab, serta pengelolaan erosi gigi secara khusus.

Diunggah oleh

Aditya Zulfikar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TOOTH WEAR

DRG. SANIA DARA AFIATI, [Link]


DEPARTEMEN KONSERVASI GIGI
UNIVERSITAS SULTAN AGUNG
SEMARANG
KAVITAS

LESI KARIES LESI NON KARIES

kehilangan struktur jaringan keras


gigi yang bukan disebabkan oleh
proses demineralisasi oleh bakteri.
JENIS TOOTH WEAR

ABRASI ABFRAKSI EROSI ATRISI

PERBEDAAN :
1. TAMPILAN KLINIS
2. PENYEBAB

Albers, 2002
ABRASI

Penyebab Tampilan klinis


- Kebiasaan oral hygiene Bentuk lesi meluas
(menyikat gigi berlebihan, Letak lesi  servikal gigi
pasta gigi abrasif) Disertai o/resesi gingiva
- Kebiasaan individu
(memasukkan benda asing ke
dalam mulut)
- Demastikasi (keausan akibat
mengunyah makanan).

Goldstein, 1998; Albers, 2002


ABFRAKSI

Penyebab Tampilan klinis


• Traumatik oklusi Bentuk lesi menyempit
• parafungsi Letak lesi : servikal gigi
Jarang didahului o/resesi
tekanan oklusal kearah lateral berlebihan gingiva

ketahanan fleksural (fleksibilitas) gigi di


area servikal menurun

ikatan struktur kristal email dan dentin


terganggu  mikro fraktur
CARA PENGECEKAN ABFAKSI

1. Cek parafungsi (bruxism,


clenching, grinding)
2. Pengecekan traumatik
oklusi :
- articulating paper
- pasien diinstruksikan utk
menggerakkan rahang kearah
lateral, dan anteroposterior.

Goldstein, 1998; Albers, 2002


Goldstein, 1998
ATRISI

Penyebab Tampilan klinis


• beban kunyah berlebihan • Bentuk : keausan sesuai
karena bruxism, clenching, dng antagonis
maloklusi • kadang + warna kuning-
coklat
• partikel abrasif di lingkungan • letak : oklusal gigi
sekitar yang masuk ke mulut posterior, insisal gigi
(debu). anterior, palatal gigi
anterior atas dan labial gigi
anterior bawah

Goldstein, 1998; Albers, 2002


EROSI

Penyebab Tampilan klinis


Asam dari makanan • Bentuk : cekungan luas &
atau lambung permukaan halus
• Erosi akibat asam dari
lambung  lingual gigi
maksila atas & fasial gigi
molar mandibula 
berhubungan dng GERD /
bulimia
• erosi akibat konsumsi
makanan asam  area fasial
gigi anterior
PARAMETER DIAGNOSIS EROSI
1. Cek asupan makanan selama lebih dari 4 hari
2. Cek ada tidaknya gejala lambung
3. Cek konsumsi obat – obatan (alkohol, obat penenang,
antimimetik (anti mual), antihistamin, tablet lemonade
(mengubah asam atau mengurangi saliva), tablet
nitroglycerine = utk pengobatan angina pectoris)
4. Cek volume dan kapasitas buffer saliva
5. Cek kebiasaan oral hygiene (teknik penggunaan pasta
gigi abrasif)
6. Cek ada tidaknya terapi radiasi pada daerah kepala
7. Pembuatan model kerja dan foto untuk melihat
perkembangan penyakit.

(Lussi A.
(Lussi A.
FAKTOR BIOLOGI
• Saliva: komposisi, flow rate, buffering, kapasitas, dan
kapasitas stimulus
• Acquired pellicle: batas sebaran, komposisi, ketebalan,
kematangan
• Tipe substansi gigi (email, dentin gigi decidui dan
permanen) dan komposisi ( kandungan fluoride (fluor
apatiti) atau ion calsium fosfat)
• Anatomi gigi dan oklusi
• Anatomi jaringan lunak terhadap gigi geligi
• Pergerakan jaringan lunak (mukosa)

(Lussi A.
FAKTOR KIMIAWI
pH dan kapasitas buffer terhadap produk asam
Tipe asam :
- intrinsik (dari lambung)
- ekstrinsik (lingkungan, makanan, obat – obatan)
Perlekatan produk asam pada permukaan gigi
Bahan kelasi (pelarut dalam produk asam)
Konsentrasi kalsium, fosfat dan fluoride

(Lussi A.
FAKTOR KEBIASAAN
1) Kebiasaan makan dan minum yang tidak biasa
2) Gaya hidup sehat : makan buah yang asam dan sayur
3) Gaya hidup yang tidak sehat : konsumsi alkohol dan
obat-obatan
4) Pencandu alkohol
5) Konsumsi makanan dan minuman asam yang berlebihan
6) Pemberian susu botol pada bayi dengan minuman asam
termasuk susu
7) Kebiasaan Oral hygiene : frekuensi menyikay gigi,
penggunaan produk yang abrasif

(Lussi A.
MANAJEMEN EROSI – EDUKASI
• Faktor makanan
• Menghindari perubahan tiba – tiba pada kebiasaan makan
• Mengurangi produk asam (frekuensi dan waktu kontak)
• Menghindari makanan dan minuman asam disaat malam
hari
• Menghindari cairan asam dari susu botol pada bayi
• Menghindari makanan dan minuman yang ber-pH rendah

(Lussi A.
MAKANAN DAN MINUMAN
DENGAN PH RENDAH
pH 5,5 atau lebih rendah
dapat melunakkann
permukaan email dalam
hitungan menit

(Lussi A.
FAKTOR KEBIASAAN

1. Jangan menahan minuman asam dalam mulut


2. Hindari minum minuman asam melalui sedotan
3. Hindari menyikat gigi sesegera mungkin setelah muntah
atau konsumsi asam
4. Hindari menyikat gigi sesegera mungkin sebelum
terpapar asam (acquired pellicle memproteksi gigi dari
erosi)
5. Gunakan bulu sikat yang lembut

(Lussi A.
6. Penggunaan pasta gigi befluoride yang abrasifnya
rendah ( pasta gigi high abrasif dapat merusak pelikel)
7. Hindari pemakaian pasta gigi dan mouthwash dgn pH
rendah
8. Setelah makan/ minum asam rangsang aliran saliva
dengan permen karet
9. Penggunaan permen karet dapat mengurangi
postprandial reflux
10. Merujuk pasien  faktor intrinsik terlibat

(Lussi A.
GASTROESOPHAGEAL ORIGIN

1. Heartburn dan gejala lain dari reflux


2. Regurgitation (makanan kembali lagi)
3. Dysphagia (susah menelan)
4. Asma (80% mengalami gastroesophageal reflux)
5. Stress
6. Eating disorders (anorexic atau bulimia)

(Lussi A.
Faktor Medikasi yang berhubungan dengan erosi

Obat-obatan yang berpotensi menimbulkan GERD


• Theophyline
• Progesterone
• anti-asthmatics
• calcium channel blockers
Aspirin (khususnya tablet kunyah)
Obat-obatan yang mengurangi aliran saliva
• Antihistamines (obat u/ alergi)
• Anticholinergics (obat u/ menghambat
asetilkolin;co:gangguan gastrointestinal(maag), gangguan
pernafasan,dll)
• Antidepressants (obat u/ depresi)
• Antipsychotics (obat u/ gangguan jiwa)

(Lussi A.
Goldstein, 1998
BAHAN BACAAN
Albers HF, 2002, Tooth-Colored Restoratives. Principles and
Techniques, 9th ed, Bc Decker Inc, Hamilton, London.
Lussi A, 2006, Dental Erosion. From Diagnosis to Therapy, Vol.20,
Karger, Switzerland.
Goldstein, 1998, Esthetic in Dentistry, 2nd ed, Vol.2, Bc Decker Inc,
Hamilton, London.

Anda mungkin juga menyukai