Farmakologi OAD dan
preparat terapi untuk
kelainan non HP dependen
Oktaningtyas Anggraeni, [Link]., [Link]., Apt
9 Maret 2018
Bahasan
1. Keanekaragaman Hayati
2. Obat Anti Diabetes (OAD)
3. Insulin
4. Hormon pada kelainan non-HP independent
Diabetes melitus
Diabetes mellitus (DM) adalah kelainan metabolik yang ditandai
hiperglikemi dan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang
abnormal. Disebabkan oleh kegagalan sekresi insulin, sensitivitas
insulin, atau keduanya.
DM tipe 1 disebabkan oleh destruksi sel β pankreas oleh sistem imun
menyebabkan defisiensi insulin absolut
DM tipe 2 ditandai resistensi insulin dan defisensi insulin relative.
Resistensi insulin ditunjukkan oleh peningkatan lipolisis dan produksi asam
lemak bebas, peningkatan produksi glukosa hepatik, dan penurunan
ambilan glukosa otot skeletal. DM tipe 2 terjadi ketika terjadi gaya hidup
diabetogenik (kalori berlebihan, olahraga tidak teratur, dan obesitas).
Tujuan terapi
• Memperbaiki gejala hiperglikemi
• Menurunkan onset dan progress komplikasi mikro-makro vascular
• Menurunkan mortalitas
• Meningkatkan kualitas hidup.
Keanekaragaman Hayati
Salam (Eugenia polyantha)
Bentuk sediaan: infusa/dekokta
Kelebihan: rasa tidak pahit sehingga meningkatkan kepatuhan
Senyawa aktif:
Flavonoid, alkaloid, eugenol, saponin, seskuiterpen, tannin, dan
minyak atsiri.
Golongan flavonoid, fenolik, alkaloid, dan terpenoid merupakan
golongan senyawa yang berpotensi menurunkan kadar glukosa
darah.
Mekanisme kerja: efek hipoglikemik diduga disebabkan oleh
flavonoid yang dapat menghambat reabsorbsi glukosa dari ginjal
dan dapat meningkatkan kelarutan glukosa darah sehingga
mudah diekskresikan melalui urin, mengatur kerja enzim yang
terlibat pada jalur metabolism karbohidrat, dan meningkatkan
sekresi insulin.
Brotowali (Tinospora crispa)
Bentuk sediaan: infusa/dekokta
Mekanisme kerja:
ekstrak air batang brotowali mengandung komponen yang
menginisiasi sekresi insulin melalui pengaturan konsentrasi ca2+
ekstraseluler sel berta pancreas
Ektrak air brotowali pada konsentrasi 4 mg/mL secara bermakna
meningkatkan uptake glukosa pada skeletal cell line, L6
myoblast
Pegagan (Centella asiatica)
Mekanisme kerja: meningkatkan sekresi pancreas, meningkatkan
uptake glucose
Fraksi triterpenoid diberikan pada mikroangiopati dengan
meningkatkan mikrosirkulasi dan menurunkan permeabilitas kapiler.
Tanaman yang berpotensi memiliki efek anti diabetes (penelitian pada
hewan)
Allium cepa Chaenomeles sinensis
Allium sativum Artemisia sphaerocephala
Aloe vera Mangifera indica
Elephantopus scaber Pteracarpus marsupium
Bidens pilosa
Allium cepa
Riset:
• Fraksi larut eter dari simplisia bawang merah
menunjukkan aktivitas antihiperglikemi pada kelinci diabetes.
• Bawang merah diketahui memiliki aktifitas antioksidan dan
hipolipidemik.
• Tikus diabetes yang diinduksi oleh alloxan diberi sulfur s-methyl
cysteine sulphoxide (SMCS) 200 mg/kg selama 45 hari mennjukkan
glukosa darah yang terkontrol, menormalkan aktivitas hexokinase
hepar, glucose 6-phosphatase dan HMG Co A reductase.
Allium sativum
Riset:
• Pemberian ekstrak bawang putih
per oral secara signifikan
menurunkan serum glukosa,
kolesterol total, trigliserida, urea,
asam urat, kreatinin, AST & ALT,
dan meningkatkan serum insulin
pada tikus diabetes.
• Efek antidiabetes ekstrak bawang
putih lebih efektif dibandingkan
glibenclamide.
Aloe vera
Riset:
• Gel lidah buaya 200 mg/kg
secara signifikan memiliki
efek antidiabetes,
kardioprotektif,
menormalkan aktivitas
superoxide dismutase dan
catalase serta
meningkatkan glutathione
pada tikus diabetes.
Elephantopus scaber
Riset:
• Tapak liman memiliki karakteristik menurunkan gkulosa darah pada
tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin.
• Akarnya digunakan sebagai antipiretik, kardiotonik, dan diuretic
• Dekok dari akar dan daun digunakan sebagai emolien yang diberikan
pada kondisi dysuria, diare, disentri, dan nyeri perut.
• Ekstrak air daun tapak liman digunakan secara eksternal untuk eksim
dan ulcer.
Bidens pilosa
Riset:
• Fraksi butanol ketul menghambat diferensiasi Th naïve menjadi Thl
dan meningkatkan perubahannya menjadi Th2 → mencegah diabetes
autoimun pada mencit diabetes tanpa obesitas.
Chaenomeles sinensis
• RISET:
• Fraksi etil asetat Chaenomeles sinensis memiliki efek antidiabetik yang
baik pada dosis 50 – 100 mg/kg berat badan.
Artemisia sphaerocephala
Riset:
• Penelitian dilakukan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ
• Pada tikus yang diinduksi STZ, nilai tissue thiobarbituric acid reactive
substance (TBARS) pada serum dan hepar meningkat sedangkan
aktivitas superoksida dismutase menurun.
• Setelah pemberian ekstrak Artemis sphaerocephala, TBARS menurun
dan SOD meningkat secara signifikan.
Mangifera indica
Riset:
• Ekstrak air menurunkan glukosa
darah pada mencit normoglikemik
dan hiperglikemi yang diinduksi
glukosa, tetapi tidak menunjukkan
efek pada mencit diabetes yang
diinduksi oleh streptozotocin.
Penelitian ini dibandingkan dengan
chlorpropamide.
Pterocarpus marsupium
Riset:
• Ekstrak air kayu angsana, dosis oral 250 mg/kg
menunjukkan aktivitas hipoglikemik yang
signifikan.
• Marsupin, pterosupin, dan liquiritigenin yang
diperoleh dari tanaman ini menunjukkan efek
antihiperlipidemia.
• Senyawa aktifnya, berefek insulinogenik,
meningkatkan pelepasan insulin dan merubah
proinsulin menjadi insulin (in vitro).
• (-)epicatechin meningkatkan ambilan oksigen
pada sel lemak dan jaringan berbagai organ,
meningkatkan glikogen pad difragma tikus.
Obat Anti-Diabetes
Obat Anti Diabetes
1. Sulfonilurea 4. Thiazolidindion
2. Meglitinide 5. Inhibitor α-glukosidase
3. Biguanida
Sulfonilurea
• Sulfonilurea memiliki aksi hipoglikemik dengan stimulasi sekresi
insulin pankreas. A1C akan turun 1,5 % – 2 %. Gula darah puasa
berkurang 60-70 mg/dL.
• Kerja utama sulfonilurea adalah meningkatkan sekresi insulin
sehingga efektif hanya jika masih ada aktivitas sel beta pankreas.
• Efek samping paling umum adalah hipoglikemia (tidak biasa dan
menandakan kelebihan dosis). Yang paling besar resikonya adalah:
• Lansia – penurunan fungsi ginjal dan penyakit hati
• Sering tidak makan
• Olahraga berlebihan
• Kehilangan berat badan banyak
Sulfonilurea
• Efek samping lain:
• Peningkatan berat badan
• Anemia hemolitik
• Gangguan sal cerna
• Kolestasis
• Hiponatremi pada pengguna klorpropamid dan tolbutamid
• Dosis awal harus dikurangi pada lansia dengan gangguan ginjal dan
hati.
• Sulfonilurea digunakan untuk pasien yang tidak kelebihan berat
badan, atau yang tidak dapat menggunakan metformin.
Meglitinide
• Meglitinides menurunkan glukosa dengan menstimulasi sekresi
insulin pankreas, tetapi insulin yang dihasilkan tergantung jumlah
glukosa dan akan habis pada konsentrasi glukosa darah rendah.
Resiko hipoglikemi rendah dibandingkan sulfonilurea. Penurunan A1C
sekitar 0.8% - 1%. Senyawa ini dapat digunakan untuk memberikan
tambahan sekresi insulin ketika makan pada pasien yang glukosanya
mendekati normal. Diberikan 30 menit sebelum makan. Jika makan
tertunda, maka obat juga harus ditunda.
• Repaglinide dimulai 0.5 – 2 mg dengan dosis maksimum 4 mg tiap
makan (16 mg/hari)
• Nateglinide 120 mg 3dd1 ac. Dosis dapat diturnkan 60 mg/tiap
makan pada pasien dengan A1C mendekati normal.
Biguanida
• Contoh: metformin
• Meningkatkan sensitifitas insulin baik di hepar maupun di
jaringan perifer (otot) → meningkatkan ambilan glukosa ke dalam
jaringan yang sensitive insulin. Metformin secara konsisten
menurunkan A1C 1,5 % - 2 %, menurunkan gula darah puasa 60-80
mg/dL. Menurunkan trigliserida plasma dan LDL 8 % - 15 % dan
meningkatkan HDL 2 %. Tidak menyebabkan hipoglikemi saat
digunakan tunggal.
• Efek samping yang paling umum:
• Ketidaknyamanan di perut
• Diare
• Anoreksia
• Rasa logam
Biguanida
• Efek samping dapat diminimalisir dengan meminumnya bersamaan
dengan makanan. Metformin lepas lambat dapat menurunkan efek
samping pada saluran cerna. Asidosis laktat jarang terjadi dan dapat
diminimalkan dengan mencegah pemberian pada pasien gangguan
ginjal, CHF, predisposing hipoksemia.
• Metformin 500 mg digunakan 2 kali sehari bersamaan dengan
makanan. Dapat ditingkatkan 500 mg/minggu sampai maksimum
2000 mg/hari.
Thiazolidindion
• Mengaktifkan PPAR-γ, factor transkripsi yang penting dalam
diferensiasi sel lemak dan metabolisme asam lemak. Agonis PPAR-γ
meningkatkan sensitifitas insulin di otot, hepar, dan jaringan lemak
secara langsung. Insulin harus ada dalam jumlah yang signifikan
supaya terjadi proses ini.
• Bila diberikan selama 6 bulan, pioglitazone dan rosglitazon
menurunkan A1C sekitar 1,5% dan glukosa puasa 60-70 mg/dL pada
dosis maksimum. Efek menurunkan glukosa akan terlihat setelah 3-4
bulan terapi. Monoterapi seringkali tidak efektif kecuali obat
diberikan di awal gangguan fungsi sel beta dan ketika terjadi
hiperinsulinemia.
Thiazolidindion
• Pioglitazon menurunkan trigliserid plasma 10%-20%, sedangkan
rosiglitazone tidak memiliki efek tersebut. Pioglitazon tidak
menyebabkan peningkatan kolesterol LDL sedangkan rosiglitazone
meningkatkan kolesterol LDL 5%-15%.
• Dapat terjadi retensi cairan, kemungkinan disebabkan oleh
vasodilatasi perifer dan/atau peningkatan sensitisasi insulin yang
menghasilkan peningkatan natrium ginjal dan retensi air. Anemia
delusional dapat terjadi dan tidak memerlukan terapi. Edema terjadi
pada 4%-5% pasien yang menggunakan glitazone monoterapi
maupun kombinasi. Ketika diberikan bersama dengan insulin, kejadian
edema sebesar 15%. Glitazone dikontraindikasikan pada pasien
dengan penyakit jantung.
Thiazolidindion
• Beberapa laporan kasus menyebutkan pioglitazone dan rosiglitazone
menyebabkan hepatotoksik → jangan diberikan jika ALT di atas
normal
• Rosiglitazon sering dihubungkan dengan kejadian peningkatan resiko
iskemi miokard seperti angina atau infark miokard. WARNING.
• Pioglitazone dimulai 15 mg satu kali sehari. Dosis maksimum 45 mg/
hari.
• Rosiglitazone dimulai 2 – 4 mg, satu kali sehari. Dosis maksimum 8
mg/ hari. Dosis 4 mg, 2 kali sehari dapat menurunkan A1C 0,2% -
0,3% dibandingkan dengan dosis 8 mg 1 dd 1.
Inhibitor α-glukosidase
• Inhibitor α-glukosidase mencegah pemecahan sukrosa dan
karbohidrat komplek dalam intestin sehingga memperlama absorbsi
karbohidrat. Efeknya adalah penurunan konsentrasi glukosa
postprandial 40 – 50 mg/dL, tetapi pada saat puasa, glukosa relative
tidak berubah. Penurunan A1C 0,3 % - 1%. Kandidat terbaik untuk
obat ini adalah: pasien yang sudah mendekati target A1C dengan
glukosa puasa mendekati normal tetapi glukosa pstprandialnya
tinggi.
• Efek samping paling sering: gangguan saluran cerna.
• Jika terjadi hipoglikemi akibat pemakain kombinasi dengan
sulfonilurea atau insulin → berikan glukosa parenteral (dekstrosa)
atau glucagon karena obat akan menghambat pemecahan dan
absorbs molekul gula komplek (sukrosa)
Inhibitor α-glukosidase
• Akarbose & miglitol
• Dosisnya sama. Diawali dengan dosis rendah
(25 mg 1dd 1 dc) kemudian ditingkatkan
bertahap (dalam beberpa bulan) sampai
maksimum 50 mg 3dd1 untuk pasien dengan
berat badan 60kg-an. Lebih dari 60 kg, dosis
maksimumnya adlah 100 mg 3 dd1. obat
harus diminum bersamaan dengan suapan
pertama makan sehingga obat tersedia
untuk menghambat aktivitas enzim.
Inhibitor dipeptidil peptidase - IV
• Dipeptidil peptidase – IV menghambat pemanjangan waktu paruh
glucagon-like peptide-1. Menurunkan peningkatan glukagon
postprandial dan menstimulasi sekresi glucose dependent insulin.
Rata-rata penurunan A1C 0,7% - 1% pada dosis 100 mg 1dd1.
• Obat ditoleransi dengan baik, tidak menyebabkan gangguan sal cerna.
Hipoglikemia ringan adalah efek samping utama, data keamanan
jangka panjang terbatas.
• Sitagliptin 100 mg dd1, pada pasien gangguan ginjal, dosis harian
harus diturunkan menjadi 50 mg (klirens kreatinin 30 – 50 mL/min)
atau 25 mg (klirens kreatinin < 30 mL/min).
Obat Hiperglikemik lainnya
Bile acid sequestrand
Diberikan kepada pasiM tipe 2 yang telah minum obat antidiabetes atau tidak
memperoleh hasil dengan olahraga dan diet. Mekanismenya belum jelas
diketahui, diperkirakan bekerja dengan menginterupsi sirkulasi enterohepatik
dan menurunkan aktivasi farnesoid X receptor (FXR). FXR adalah reseptor
terhadap kolesterol, glukosa, dan asam empedu. Bile acid sequestrand
diperkirakan melemahkan absorbsi glukosa.
Nama obat: Colesevelam. 1875 mg 2dd1 p.o. atau 3750 1 dd1
Tidak diabsorbsi sistemik dan dieliminiasi melalui feses
Menurunkan HbA1C 0,5% dan LDL kolesterol 15%.
Efek samping: ketidaknyamanan saluran cerna (konstipasi, kembung).
Analog Amylin
Nama obat: Pramlintide
Diberikan secara injeksi pada pasien DM 1 atau DM 2
Diberikan bersama dengan insulin pada pasien yang tidak dapat
menurunkan gula postprandial.
Mekanisme kerja: menurunkan pelepasan glukagon
Diabsorbsi dengan cepat melalui s.c. durasi maksimum 150 menit
Diberikan segera sebelum makan. Dosis 15-60 mcg s.c untuk DM
tipe 1
Dan 60-120 mcg s.c untuk DM tipe 2.
Pemberian harus menggunakan suntikan terpisah, tidak boleh
dicampu dengan insulin.
Waspadai hipoglikemia
Insulin
Tipe dan Durasi Aksi Insulin
4 tipe injeksi insulin:
1) Rapid-acting, onset dan durasi sangat cepat
2) Short-acting, onset cepat
3) Intermediate-acting,
4) Long-acting, onset lambat
Insulin rapid-acting dan dan short-acting berupa larutan
bening pada pH netral.
Insulin intermediate-acting (NPH) berupa suspensi pada
pH normal
Rapid-acting insulin Short-acting insulin Intermediate-acting &
long-acting insulins
Insulin lispro Insulin regular Insulin NPH (Neutral
Protamine Hagedorn)
Insulin aspart Insulin glargine
Insulin glulisine Insulin detemir
• Insulin regular memiliki onset lambat
ketika diberikan SC, diberikan 30 menit
sebelum makan untuk mencapai control
optimal glukosa postprandial.
• Insulin lispro, aspart, dan glulisine adalah
insulin analog yang lebih cepat diabsorbsi,
mencapai puncak plasma cepat, dan
memiliki durasi aksi lebih pendek
dibandingkan insulin regular. Diberikan 10
menit sebelum makan, memberikan efikasi
yang lebih baik dalam menurunkan glukosa
postprandial dibandingkan insulin regular
pada DM tipe 1.
NPH (Neutral Protamine Hagedorn) is an
intermediate-acting human insulin that is used to
cover blood sugar between meals, and to satisfy
your overnight insulin requirement. A fish protein,
protamine, has been added to the Regular human
insulin to delay its absorption. This long acting
insulin is a cloudy suspension that needs to be
remixed thoroughly before each injection. Because
NPH is a suspension of different sized crystals, it
has a very unpredictable absorption rate and action.
This results in more frequent low and high blood
sugars.
• Glargine dan detemir adalah analog insulin manusia dengan kerja
panjang. Lebih kecil resiko hipoglikemi noktunal dibandingkan NPH
ketika diberikan sebelum tidur.
• Pada DM tipe 1, kebutuhan insulin harian adalah 0.5 – 0.6 unit/kg.
pada DM tipe 2 dosis 0.7 – 2.5 unit/kg dibutuhkan untuk pasien
dengan resistensi insulin yang signifikan.
• Efek samping paling umum adalah peningkatan berat badan dan
hipoglikemi. Terapi hipoglikemi adalah:
• Glukosa (10 – 15 g) per oral untuk pasien sadar
• Dektrosa IV untuk pasien tidak sadar
• Glukagon 1 g IM untuk pasien tidak sadar yang tidak bisa diberikan secara IV
Hipokalsemia dan Hipokalsemia
Hipokalsemia
Tujuan terapi: menurunkan morbiditas dan mencegah komplikasi.
Pasien hipokalsemia karena resistensi hormone paratiroid membutuhkan
terapi kalsium dan vitamin D dalam jangka panjang
Mild
Elemental Calcium 1-3 g/hr
1. Calcium glukonat.
PO: 1-3 g/hari dalam dosis terbagi
IV: 1-2 g dalam 2 jam
Severe
100 – 300 mg element calcium.
1. 10 mL Calcium glukonat mengandung 272 mg elemental calcium dilarutkan
dalam 50 – 100 mL D5W (dextrose 5% in water) diberikan dalam 5-10 menit.
2. Larutan CaCl 10%
Emergensi: 500-1000 mg IV dalam 5-10 menit
Chronic
Suplemen kalsium oral
Hiperkalsemia
Normal saline. NaCl 0,9% mengencerkan kalsium serum
dan mempermudah ekskresi melalui urin.
Kalsitonin subkutan atau intramuscular, mula-mula
4UI/kgbb/hr kemudian disesuaikan dengan respon klinijk.
Bifosfonat i.v.
Zoledronic acid
Pamidronat
Hindari obat yang meningkatkan level kalsium seperti:
diuretic thiazide, suplemen kalsium, dan antacid.
Preparat Obat Hormon Paratiroid
Hormon paratiroid adalah polipeptida rantai tunggal yang tersusun atas 84
asam amino.
Rute pemberian: injeksi subkutan
Indikasi:
Defisiensi paratiroid
Hipokalsemia
Osteoporosis
Sediaan di pasaran:
Preos
Natpara
Preotact