0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan19 halaman

Trias Ensefalitis dan Penanganannya

Ensefalitis adalah infeksi otak yang menyebabkan radang pada jaringan otak. Penyebabnya beragam mulai dari virus, bakteri, jamur, parasit, hingga autoimun. Gejala klinisnya berupa demam, gangguan kesadaran, dan kejang. Diagnosis didukung hasil pemeriksaan gambar seperti CT scan dan MRI, serta pemeriksaan laboratorium dan biopsi otak. Pengobatan didasarkan pada penyebabnya, misalnya antivirus unt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan19 halaman

Trias Ensefalitis dan Penanganannya

Ensefalitis adalah infeksi otak yang menyebabkan radang pada jaringan otak. Penyebabnya beragam mulai dari virus, bakteri, jamur, parasit, hingga autoimun. Gejala klinisnya berupa demam, gangguan kesadaran, dan kejang. Diagnosis didukung hasil pemeriksaan gambar seperti CT scan dan MRI, serta pemeriksaan laboratorium dan biopsi otak. Pengobatan didasarkan pada penyebabnya, misalnya antivirus unt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ENCEPHALITIS

Presentan :
Dr. Maula Gaharu Sp.S

Departemen Saraf Rs
Bhayangkara Tk.I Raden Said
Sukanto 1
DEFINISI

Infeksi difus yang


menyebabkan
inflamasi jaringan
parenkim otak
EPIDEMIOLOGI dan INSIDENSI

morbiditas dan
mortalitasnya
yang tinggi,
3,5-7,4 per
menyerang
100.000 pasien
baik laki-laki
ataupun Penyebab:
perempuan bakteri, virus,
jamur, parasit,
autoimun,
spirokaeta
virus

bakteri autoimun

ETIOLOGI

parasit spirokaeta

jamur
Klasifikasi:
Klasifikasi Robin berdasarkan etiologi virus:

Infeksi virus yang bersifat epidemik


• Golongan enterovirus : Poliomyelitis, virus Coxsackie, virus
ECHO.
• Golongan virus ARBO : Western equine encephalitis, Japanese
B encephalitis.

Infeksi virus yang bersifat sporadik : Rabies, Herpes simplex,


Herpes zoster, Limfogranuloma, Mumps

Ensefalitis pasca infeksi : pasca morbili, pasca varisela dan jenis-


jenis yang mengikuti infeksi traktus respiratorius yang tidak
spesifik
KLASIFIKASI

• Hal ini terjadi ketika virus langsung


menyerang otak dan saraf tulang
Ensefalitis belakang. Hal ini dapat terjadi
setiap saat (ensefalitis sporadis),
primer sehingga menjadi wabah (epidemik
ensefalitis).

• Hal ini terjadi ketika virus


Ensefalitis pertama menginfeksi bagian
lain dari tubuh kemudian
sekunder memasuki otak
Umur

Musim

Daya Imun

Kegiatan luar

Geografis daerah
PATOFISIOLOGI DAN PATOGENESIS
MANIFESTASI KLINIS

Kejang

Demam Kesadaran
menurun

TRIAS
ENSEFALITIS
DIAGNOSIS
CT Scan MRI

Biopsi Otak

Pemeriksaan
lainnya : EEG

Pemeriksaan
laboratorium
Gambar 2. Gambaran MRI pada Ensefalitis
herpes simpleks
EEG: Periodic lateralizing epileptiform
discharges pada ensefalitis herpes simplek
BIOPSI OTAK: Gambaran makroskopis dan
mikroskopis ensefalitis herpes simpleks
PENATALAKSANAAN
• Ampisillin 4 x 3-4 g per oral selama 10 hari.
ENSEFALITIS • Cloramphenicol 4 x 1g/24 jam intra vena
SUPURATIVA selama 10 hari.

• Penisillin G 12-24 juta unit/hari dibagi 6 dosis selama 14 hari


•- Penisillin prokain G 2,4 juta unit/hari intra muskulat +

ENSEFALITIS probenesid 4 x 500mg oral selama 14 hari.


• Bila alergi penicillin :
•- Tetrasiklin 4 x 500 mg per oral selama 30 hari
SIFILIS •-
•-
Eritromisin 4 x 500 mg per oral selama 30 hari
Cloramfenicol 4 x 1 g intra vena selama 6 minggu
•- Seftriaxon 2 g intra vena/intra muscular selama 14 hari.

• Pengobatan simptomatis
• Analgetik dan antipiretik : Asam mefenamat 4 x 500 mg
ENSEFALITIS • Anticonvulsi : Phenitoin 50 mg/ml intravena 2 x sehari.
• Pengobatan antivirus diberikan pada ensefalitis virus dengan
VIRUS penyebab herpes zoster-varicella.
• Asiclovir 10 mg/kgBB intra vena 3 x sehari selama 10 hari atau
200 mg peroral tiap 4 jam selama 10 hari.
• Malaria serebral
• Kinin 10 mg/KgBB dalam infuse selama 4 jam, setiap 8 jam
hingga tampak perbaikan.
ENSEFELITIS • - Toxoplasmosis
• Sulfadiasin 100 mg/KgBB per oral selama 1 bulan

PARASIT • Pirimetasin 1 mg/KgBB per oral selama 1 bulan


• Spiramisin 3 x 500 mg/hari
• - Amebiasis
• Rifampicin 8 mg/KgBB/hari.

• Amfoterisin 0,1- 0,25 g/KgBB/hari intravena 2 hari


ENSEFALITIS sekali minimal 6 minggu

FUNGUS • - Mikonazol 30 mg/KgBB intra vena selama 6


minggu.

RIKETSIOSIS • - Cloramphenicol 4 x 1 g intra vena selama 10 hari


• - Tetrasiklin 4x 500 mg per oral selama 10 hari.
SEREBRI
DIAGNOSIS BANDING

Cerebral abses
Abses otak disebabkan terutama oleh penyebaran
infeksi telinga tengah atau mastoiditis. Bisa soliter atau multipel.

Cerebral infark
Infark serebri disebabkan oleh oklusi pembuluh darah
serebral, hingga terbentuk nekrosis iskemik jaringan otak.
PROGNOSIS

Ad Vitam: Ad Dubia Ad Malam

Ad Functionam : Ad Dubia Ad Malam

Ad Functionam :Ad Dubia Ad Malam

Anda mungkin juga menyukai